YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Acara pertunangan 2


__ADS_3

"Sudah hampir 2 menit, Bimo dan Seno berlutut dihadapan wanita pujaan mereka masing-masing.Tapi belum ada tanda-tanda kalau Tiara dan Amira akan menjawab proposal mereka.


"Terima, terima, terima " teriak para tamu, dan yang anehnya, keluarganya yang disekap, kini juga turut berteriak terima.


"Jangan main-main ya Bimo! ingat surat yang sudah kamu tanda tangani itu" Teriak Bianca,dengan sorot mata yang tajam kearah Bimo.


"Udah deh ka, udah cukup actingnya" sahut Bimo jengkel.


"Eh, udahan ya? bentar lagi napa Bim? aku belum puas soalnya! kapan lagi coba aku bisa, marah-marahin kamu? nampar kamu? " ucap Bianca.


"Eh, kaka? , ada apa ini sebenarnya? Tiara menoleh kearah Bianca yang sedang nyengir, menampakkan barisan gigi putihnya sambil mengacungkan dua jari- jari telunjuk dan jari tengah.


Flashback on


ting nong


"Siapa lagi sih yang datang" Bimo ngedumel sambil melangkah untuk membuka pintu. Bimo melebarkan matanya,begitu melihat sosok yang ada di depannya.


"Hai, Bimo sayang, "


"K- ka Bianca? kok ada disini?ngapin? " kaget Bimo, melihat kedatangan kakak perempuan semata wayangnya,yang setelah menikah 2 tahun yang lalu tinggal menetap di Singapura bersama Suaminya.


Pletak


"Dasar adek gak ada akhlak, ya karena kakak kangen lah, Siang tadi kakak nyampe dirumah,aku nungguin kamu, eh ternyata sampai malam, kamu gak nongol-nongol! ya kakak susulin aja ke sini" Bianca menyentil kening Bimo,seperti yang selalu dilakukannya, kalau sedang kesal dengan Bimo adiknya.


"Kakak gak disuruh masuk nih?"


"Eh, iya, masuk ka ! " Bimo membuka pintu lebar-lebar mempersilahkan Bianca masuk.


"Eh, ada ka Bianca, apa kabar ka? " sapa Seno yang tidak kalah kaget dengan kehadiran Bianca yang tiba-tiba.


" Eh, ternyata si curut di sini juga! "


"Nama ku Seno ka, bukan curut "protes Seno tidak terima dipanggil curut.


" oh, udah ganti ya? kapan ganti namanya? "


"Dari dulu nama ku udah Seno ka,justru kaka yang seenak udelnya ganti! kalau di ganti dengan nama yang bagus sih ok, lah ini dari dulu aku dipanggil curut ". Seno mencebikkan bibirnya.


" Uluh, uluh gitu aja ngambek!" ucap Bianca tersenyum.Disaat yang bersamaan Dimas keluar dari kamar,karena mendengar ada suara wanita di ruang tamu.

__ADS_1


"Eh,ada ka Bianca, apa kabar ka? Dimas mendekati Bianca dan memeluknya.


"As you see dim, kaka sehat " jawab Bianca tersenyum


"Eh, bukannya ini kaset drakor yang lagi booming itu ya? dapat darimana kalian? dan kalian sekarang emangnya udah suka nonton drakor? " histeris Bianca,setelah melihat kaset drakor yang dikirim oleh Tiara dan Amira.


"Hahahahaa" Tawa Dimas menggelegar mendengar pertanyaan Bianca, sedangkan wajah Bimo dan Seno terlihat semakin ditekuk.


"Lho, kok tertawa dim? emang ada yang lucu dengan pertanyaan ku? " Bianca mengerenyitkan keningnya, sebagai tanda kalau dia sedang bingung.


" pertanyaan kaka gak lucu! yang lucu itu, cerita dibalik adanya kaset drakor itu di sini?"


"maksudnya?" Bianca semakin bingung.


"Ka, itu dikirim sama kekasih dari adik kesayanganmu yang bodoh ini,dan orang yang kaka panggil curut itu!" ucap Dimas berusaha menahan tawanya.


"hah, kekasih? Bianca menatap horor Bimo.


'oh iya, tadi mamah ada cerita, kalau kamu pernah melecehkan seorang gadis dan bahkan kamu punya anak,hasil dari perbuatan mu" Bianca mendekati Bimo dan menjambak rambut Bimo dengan kencang,sehingga membuat Bimo menjerit kesakitan.


"Lepas ka, sakitt tau! jerit Bimo dengan wajah memelas,memohon untuk dilepas.


"Iya ka, Bimo tahu, makanya sekarang Bimo mau bertanggung jawab, tolong lepaskan rambutku ka!" Bimo merintih kesakitan.


Bianca melepaskan rambut Bimo dan menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya keluar dengan sekali hentakan.


"Apa kekasih yang Dimas maksud, gadis yang sama dengan gadis yang kamu lecehkan itu? Tanya Bianca kembali,kali ini dengan nada suara yang lembut.Bimo menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Oh,ok, jadi kapan rencana kamu buat ngelamar dia? "


"Itu dia ka,aku udah lamar dia, tapi dia malah marah-marah! "


"Hah? kok bisa? "


"Ya,Jelas marah lah ka! Bimo ngelamarnya seperti, lagi minta seorang penjaga toko untuk bungkusin pakaian! aku mau ini, bisa kamu bungkuskan?" timpal Dimas menyindir.


"Mana ada gitu Dim! lo gak usah nambah-nambahin deh" protes Bimo tidak terima.


" Hei,gue gak nambah-nambahin, masa lo ngajak nikah anak orang, nikah yuk! kamu mau kan?, lamaran macam apa itu coba? " Dimas mencebikkan bibirnya.


Mendengar ucapan Dimas, Bianca dan Seno tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hei, lo gak usah ikut tertawa, lo juga sama kali!" ucap Dimas ke arah Seno.


"njir,kena juga gue" batin Seno yang seketika langsung terdiam.


"Ckckck, kakak gak nyangka,ternyata Adik gue bodoh masalah beginian! jadi apa hubungannya dengan kaset drakor ini dengan Bimo dan Seno? "Tanya Bianca kembali ke topik pembahasan, alasan adanya kaset drakor itu di apartemen Bimo.


" Tiara dan Amira kekasih Seno,minta aku dan Seno buat nonton,supaya kami bisa belajar bagaimana bersikap romantis dan bagaimana cara melamar yang baik ka! " Ucap Bimo pelan,menundukkan kepalanya, malu dengan minimnya pengetahuannya tentang hal-hal yang berbau romantis.


"Amira? hmm, bukannya dia wanita yang kata mamah, hampir kamu nikahi itu ya Bim? "


"Iya ka, dia pacarnya Seno,sekaligus kakak nya Tiara,mereka kembar ka." jelas Bimo.


"Wow, jadi kalian bentar lagi iparan dong? Seno bakal jadi kakak ipar mu dong Bim? "


"Eh,iya, ya ka? kok aku baru sadar ya?, eh Bim, mulai sekarang lo harus panggil gue kakak! " timpal Seno,menanggapi ucapan Bianca. Bimo langsung menatap horor Seno sebagai tanggapan.


"ok, ok, jadi gimana sekarang? apakah kalian berdua mau mengikuti maunya mereka untuk menonton drakor itu, atau kalian punya cara lain? ucap Bianca,menghentikan perdebatan Bimo dan Seno. Bimo dan Seno mengedikkan bahu mereka,sebagai tanda mereka masih bingung.


"Aku gak mau kak, kalau acara lamaran ku,karena meniru-niru.Aku mau beda dari yang lain " ujar Bimo menyampaikan pendapatnya.


"Gue punya ide" teriak Seno tiba-tiba dengan mata yang berbinar-binar.


"Ide apa?" tanya Bimo penasaran.Tak terkecuali, Dimas dan Bianca pun ikut penasaran dengan ide Seno.


Seno pun mengemukakan ide gilanya yang ekstrim.Awalnya Bimo tidak setuju,karena menurutnya ini terlalu ekstrim.Tapi karena dia kalah suara,akhirnya dia pun setuju.


******


"Gimana yang? apakah kalian menerima lamaran ku? ucap Bimo, tidak sabaran,karena dia sudah merasa pahanya sedikit pegal. Sama halnya dengan Seno, keningnya bahkak sudah mengeluarkan keringat.


Tiara dan Amira yang merasa dipermainkan,memandang kedua laki-laki itu dengan mata yang berkilat-kilat menahan emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun.Ingin rasanya mereka mencabik-cabik pasangan masing-masing.Nafas mereka dari tadi sudah naik turun, untungnya mereka masih menyadari kalau banyak orang yang sedang menonton drama mereka.


"Yang, buruan jawab, udah pegal nih!" ucap Bimo pelan,sangking pelannya hanya Tiara yang bisa mendengar.


"Maaf aku tidak bisa" ucap Tiara berbalik membelakagi Bimo


"Maaf aku juga tidak bisa" Ucap Amira yang juga ikut berbalik.


TBC


Jangan lupa jejaknya ya thayank-thayank ku.like, vote dan komen.Thank you

__ADS_1


__ADS_2