
Waktu London memang lebih lambat 6 jam dari waktu Indonesia bagian barat.Jadi tidak heran kalau Aariz terbang dari bandara Soekarno Hatta pukul 1 siang, tapi tiba di London Heatthrow airport pukul 11.30 malam waktu London.Karena jarak tempuh dari Indonesia ke London sekitar 16 jam lewat 15 menit.
Aariz langsung menuju Hotel yang sudah dia booking sebelumnya,karena tidak mungkin dia mendatangi Vina,malam-malam begini.
Aariz merebahkan tubuhnya di atas ranjang, rasanya dia tidam sabar menunggu pagi datang.Matanya tidak bisa diajak untuk tidur kembali. Disamping sudah terlalu lama tidur di dalam pesawat,.kalau di Indonesia jam segini dia memang sudah bangun. Karena di Indonesia sekarang sudah pukul 6 pagi.
Aariz sangat bingung mau ngelakuin apa. Akhirnya dia memilih memainkan game di ponselnya. Tidak terasa kedua netra Aariz terara lelah dan tidak lama kemudian diapun terlelap bersama mimpi indahnya bertemu dengan Vina.
Sementara itu di Indonesia, Semua penghuni rumah kecuali Aarash bertanya-tanya kenapa Aariz belum turun juga dari kamar.
"Bun, coba kamu lihat ke atas! mungkin Aariz tidak enak badan,makanya dia tidak turun-turun! " ucap Bimo seraya menatap Tiara istrinya.
Tiara hampir saja beranjak dari kursinya. Tapi tiba-tiba langsung berhenti ketika mendengae celetukan Aarash.
"Gak usah ke atas Bun! percuma saja, soalnya Aariz gak bakal ada di dalam kamarnya. Dia mungkin sekarang sudah tiba di London " ucap Aarash santai seperti tidak ada beban, sambil memasukan suapan nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Hah? Ke London? kapan? " tanya semua hampir bersamaan, sambil menatap horor ke arah Aarash.
Aarash yang tidak menyadari tatapan horor yang tertuju padanya, tetap saja dengan lahap memasukkan suapan demi suapan ke dalam mulutnya.
"Aarash, Jawab! " Bimo menaikkan suaranya, membuat Aarash terjingkat kaget.Sehingga nasi yang ada dimulutnya hampir tersembur keluar.
Aarash langsung, meneguk air putih yang ada di depannya untuk melegakan tenggorokannya yang tiba-tiba tercekat oleh makanan.
"Aarash mau jawab apa Yah? emang Ayah tadi nanyain apa?" tanya Aarash bingung, karena dia tidak menyadari kalau dia tadi sudah keceplosan memberitahu kalau Aariz ke London.
"Aariz! kapan dia berangkat ke London?" tanya Bimo sambil menatap tajam putranya itu.
"Hah?, kenapa Ayah bisa tahu kalau Aariz pergi ke London? "
__ADS_1
"Aarash, please jangan bercanda! Kamu sendiri tadi yang mengatakan kalau Aariz ke London! ucap Bimo kesal.
"Aku? kapan aku bilangnya? " batin Aarash bingung.Setelah itu di menoleh ke arah istrinya.
"Emang aku ada bilang ya tadi? " bisik Aarash, dan diangguki oleh Laura.
"Hmm, Iya Yah! Aariz ke London kemarin! Aarash akhirnya tidak bisa mengelak lagi.
"Jadi, kemarin yang bertemu sama Pak Kusumo siapa?"
"Itu, aku Yah! jawab Aarash.
Bimo menghembuskan nafasnya dengan cepat.Dari sudut bibirnya terbentuk senyuman tipis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Anak-anak Ayah memang hebat, kalian benar-benar keturunanku, berjuang demi cinta.Ayah bangga pada kalian berdua! " ujar Bimo seraya bangkit dari tempat duduknya,lalu beranjak meninggalkan meja makan.
Semua yang ada di meja makan, melongo begitu melihat reaksi Bimo.Aarash mengira, kalau Ayahnya itu akan marah besar,ternyata dugaaannya salah.
Matahari kini sudah memperlihatkan pesonanya di negara London. Vina terlihat sudah bangun dan kini tengah menyiapkan sarapan buat dirinya dan Galang. Hari ini dia akan masuk kuliah di kampus yang sama dengan sepupunya Galang.
Dewa, pemuda sahabat Kakanya itu, dua hari ini selalu tidak pernah absen datang ke apartemen Galang, untuk menemuinya.Dia sangat yakin kalau yang dijodohkan dengannya itu, Vina. Dewa mengatakan, kalau dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Vina. Tapi Vina tetap Vina, dia sudah jujur, kalau di hatinya sudah ada laki-laki yang disukainya dari dulu, walaupun dia sudah dijodohkan. Dewa berkata kalau dia bisa menerima hal itu, dan yakin suatu saat perasaan Vina akan berubah berbalik mencintainya, dan melupakan cinta pertamanya.
Vina meraih ponselnya dari atas meja makan, untuk membaca pesan yang baru saja dia terima. Vin... nanti malam jadikan temani Kaka, ke pesta ulang tahun teman Kaka! aku jemput Ya nanti!" bunyi pesan itu, yang ternyata dari Dewa.
Vina meletakkan kembali ponselnya tanpa membalas sama sekali.Dia sebenarnya malas untuk menemani Dewa. Akan tetapi Dewa selalu memohon, jadi mau tidak mau akhirnya Vina pun meng-iyakan ajakan Dewa.
Di lain tempat, Dewa menghembuskan nafasnya dengan kesal karena tidak mendapat balasan dari Vina. " Hmm, lihat saja Vina, aku mau melihat bagaimana kesombongan mu nanti malam.Maaf aku harus berbuat seperti itu, karena sikap kamu yang memaksaku untuk melakukannya " gumama Dewa sambil menyunggingkan seringaian sinis di bibirnya.
Galang dan Vina sudah ada di meja makan untuk sadapan sebelum mereka sama-sama berangkat ke kampus nanti.
__ADS_1
"Kamu yakin Vin, akan menemani Dewa nanti malam? tanya Gallang setelah dia menelan makanannya.
"Sebenarnya sih Vina malas Ka, tapi Vina gak enak sama Ka Dewa. Dia udah berulang kali memohon " sahut Vina denga nada malas.
"Tapi, kenapa Kakak gai ikut ke party temannya Ka Dewa itu? bukannya Kaka sahabatnya Ka Dewa? berarti teman Ka Dewa teman Ka Galang juga dong? " tanya Vina penasaran.
"Kami itu berteman, gara-gara sama -sama datang dari Indonesia aja Vina.Fakultas kami kan berbeda. Jadi,yang mengadakan party ini teman satu fakultas dengan dia, makanya Kakak gak di undang. "sahut Galang yang kini sudah terlihat menyelesaikan sarapannya.
"Vin, tapi kalau boleh, sebelum kamu mengetahui dengan jelas, siapa tunangan kamu sebenarnya, ada baiknya kamu jangan terlalu dekat sama Dewa! " ujar Galang.
"Iya, Ka! aku udah berusaha menghindari Ka Dewa. Tapi dia yangselalu deketin Vina " ucap Vina seraya mencebikkan bibirnya.
"Hahahaha, berarti dia benar-benar sudah suka sama kamu Vin! Makanya aku jadi bertanya-tanya, kenapa pesona adikku ini bisa tidak berlaku sama, siapa itu namanya? Oh sama Ka Aariz? Padahal adikku ini sangat cantik dan baik "ledek Galang.
"Bisa gak Ka, ga usah ngeledek Vina lagi? Entar kalau Kaka ledekin Vina terus, Vina gak akan mau comblangin Kaka sama Lea" ancam Lea seraya menghunuskan tatapannya.
"Iya, iya deh ! Oh ya Vin, gimana sikap Karina ke kamu? apakah dia berubah judes ke kamu atau gimana?"
"Nggak, Ka! ka Karina tetap baik sama Vina.Dia memang bilang ke Vina, kalau dia udah lama suka sama Ka Dewa. Tapi dia bilang, kalau dia bukan tipe pemaksa. Dia tidak akan memaksa orang untuk menyukainya juga " tutur Vina dan Galang manggut-manggut merespon ucapan Vina.
"Ya, dia memang begitu! Dia itu wanita yang baik dan sangat lembut. Makanya aku heran, kenapa Dewa bisa tidak menyukainya "
"Lah, Kakak juga cuma ngomong doang! Kaka aja kenapa tidak menyukainya?"
"Dulu aku sempat menyukainya! Tapi karena aku tahu kalau dia sudah mencintai Dewa sudah lama, aku pun mundur.Dan sekarang entah kenapa rasa cintaku sudah benar-benar hilang.Sekarang aku murni menganggap dia hanya teman". Galanh diam sejenak seraya mengembangkan senyumnya. " Ah, sudahlah! kita berangkat sekarang! nanti kita telat! Pokoknya satu pesan Kaka, Jangan terlalu percaya dengan Dewa! "
Tbc
Jangan lupa buat like, vote, rate dan komen ya gais
__ADS_1
Bagi teman-teman, kalau berkenan mampir juga di karya teman ku ini. judulnya Cinta tak bertuan by bang Otom.Aku Yakin para readers pasti bakal suka. Banyak yang dapat kita ambil dari novel itu.Selain diksi yang bagus, PUEBI nya juga tertata dengan rapi. He is my mentor actually😀