
Setelah sampai ditempat kejadian kecelakaan. Disana sangat ramai sekali. Banyak warga dan reporter juga polisi.
Ricky langsung keluar dari mobilnya dan berlari. Disana sudah terlihat Dion juga Leo sebelum Ricky sampai.
"Ricky, tenanglah!" Ucap Dion sambil menepuk pundak Ricky.
Ricky terus melangkah menatap mobil kakeknya dengan nafasnya yang memburu dan mata yang memerah.
Bella mendekatinya dan ia berdiri disamping suaminya sambil memeluk lengan suaminya.
Bella yang sudah meneteskan airmatanya ia tidak mampu untuk menenangkan suaminya. Karena dirinya juga sangat syok.
"Dimana kakekku??" Tanya Ricky tanpa menoleh dengan kalimat penuh penekanan.
"Ricky, kamu yang sabar ya!" Ucap Leo juga masih syok.
"AKU TANYA DIMANA KAKEKKU???" Tanya Ricky dengan berteriak menatap Leo.
"Jenazah kakek dan supirnya sudah langsung dibawa kerumah sakit untuk di autopsi!" Jawab Dion yang berdiri dibelakang Leo.
"Ini tidak mungkin!" Ucap Ricky dengan lirih sambil menggelengkan kepalanya.
"Kakekku tidak akan meninggal! Dia pasti baik-baik saja!" Lanjutnya dengan tatapan kosong dan airmatanya pun keluar membasahi wajah tampannya.
Bella yang terus menangis ia langsung memeluk suaminya dan menangis dipelukan suaminya.
Ricky tersadar kalau ia sedang bersama istrinya. Ia pun membalas pelukan istrinya dengan sangat erat dan mengis.
"Kenapa semua ini terjadi kepadaku? Kenapa kakekku juga mengalami kecelakaan seperti orang tuaku?!" Ucap Ricky dengan memeluk erat istrinya dan airmatanya masih terus keluar.
"Ricky, sebaiknya kita kerumah sakit sekarang!" Ucap Leo sambil menepuk pundak Ricky.
Ricky langsung melepaskan pelukannya dan ia menggenggam erat tangan istrinya lalu masuk kedalam mobilnya untuk segera menuju kerumah sakit.
Ricky melajukan mobilnya dengan cepat. Ia ingin segera melihat kakeknya.
Beberapa menit kemudian mobilnya sampai didepan Grissham Hospital. Ricky langsung turun dan berlari masuk kedalam rumah sakit.
Disusul oleh Bella, Leo dan Dion dibelakangnya juga ikut berlari.
"Tuan Ricky, aku turut berduka! Kamu yang sabar ya!" Ucap salah satu polisi yang tadi mengantar jenazah kakeknya juga supirnya.
Ricky tidak menjawabnya dan ia terus melangkah lalu masuk kedalam kamar jenazah.
Bella beserta Leo dan Dion juga masuk kedalam untuk melihat kakek Ronald.
Ricky terdiam sambil terus menatap jenazah kakeknya yang terbaring pucat dikamar jenazah setelah petugas dari rumah sakit membukakan selimut yang menutupi wajah kakeknya.
__ADS_1
Nafas Ricky semakin memburu dan ia menggelengkan kepalanya dengan pelan sambil menatap kakeknya.
"Ini tidak mungkin!" Ucapnya lirih sambil menggelengkan kepalanya pelan menatap kakeknya.
Bella masih terus menangis melihat jenazah kakek Ronald. Ia merasa sangat terpukul juga syok.
Kakek Ronald yang selalu baik dan sangat menyayanginya kini telah terbujur kaku dikamar jenazah.
Dion dan Leo pun turut bersedih dan sempat menangis. Karena mereka juga sangat dekat dengan kakek Ronald bahkan kakek Ronald memperlakukan mereka sama seperti ia memperlakukan Ricky.
Kemudian Ricky menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh kakeknya dan memeluk kakeknya yang sudah terbujur kaku dengan wajah yang sangat pucat.
"Kek, aku mohon bangunlah!!" Ucap Ricky sambil memeluk kakeknya dengan airmata yang terus mengalir.
"Kenapa kakek meninggalkanku dengan cara yang sama seperti daddy dan mommy kek??" Tanya Ricky masih dengan posisi yang sama.
Bella kemudian mendekati suaminya dan mengusap-usap punggungnya juga sambil terus menangis.
"Bangun kek!! Aku mohon jangan tinggalkan aku!!" Ucap Ricky terus berusaha membangunkan kakeknya dengan menggoyang-goyangkan tubuh kakeknya.
"Ricky! Kamu harus sabar dan tabah! Kamu juga harus bisa mengikhlaskan kepergian kakek supaya kakek tenang disana!" Ucap Leo dengan pelan mencoba untuk menyadarkan Ricky.
"Ricky, Leo benar! Kita harus mengikhlaskan kakek supaya kakek tenang disana!" Ucap Bella dengan pelan sambil mengusap-usap punggung suaminya.
Ricky kemudian mengangkat tubuhnya dan berdiri namun masih terus menatap kakeknya.
Nafasnya masih memburu dan kini ia merasa sangat terpuruk. Ia teringat kejadian dua belas tahun silam saat orangtuanya meninggal akibat kecelakaan maut.
Ia kemudian berbalik dan melangkah keluar dari kamar jenazah dengan langkah cepat.
Bella yang melihatnya langsung mengejarnya dengan berlari disusul oleh Dion dan Leo.
Dion berlari dan menghentikan langkah Ricky.
"Ricky! Kamu mau kemana??" Tanya Dion sambil menarik lengan Ricky hingga Ricky menghentikan langkahnya.
"Menenangkan hati dan pikiran!" Jawabnya datar kemudian menghempaskan lengannya hingga tangan Dion yang memegangnya terlepas.
"Ricky!" Seru Bella dengan terengah-engah karena berlari mengejarnya.
Ricky menghentikan langkahnya kembali namun tidak menoleh. Bella mendekatinya dan meraih tangan suaminya.
"Aku mau ikut!" Ucap Bella sambil menggenggam tangan suaminya dan menatapnya.
"Sebaiknya kau pulang dan menemani Ella!" Ucap Ricky datar tanpa menoleh kearah istrinya kemudian melepaskan genggaman tangan istrinya dan melangkah kembali menuju mobil sport miliknya.
Bella berlari dan memeluk erat suaminya dari belakang sambil menangis saat Ricky hendak membuka pintu mobilnya.
__ADS_1
Dion dan Leo masih berdiri memperhatikan mereka.
"Jangan pergi meninggalkanku seperti ini!" Ucap Bella sambil menangis dan memeluk erat suaminya.
Ricky kemudian melepas pelukan istrinya dan berbalik kemudian memeluknya erat.
"Jangan menangis! Aku minta maaf! Tolong kau mengerti aku saat ini!" Ucap Ricky sambil memeluk erat istrinya dan mengecupi kepala istrinya.
"Biarkan aku ikut denganmu! Aku juga merasakan sama sepertimu saat ini! Bukankah kamu bilang agar aku tetap selalu disampingmu?" Ucap Bella dengan menangis dan masih memeluk erat suaminya.
Ricky terdiam dan tidak menjawab istrinya. Ia semakin mengeratkan pelukannya dan terus mengecupi istrinya.
Dion dan Leo bernafas lega saat melihat Bella mampu menghentikan Ricky. Karena mereka sangat tau bagaimana Ricky.
Ricky tadi bilang ingin menenangkan hati dan pikirannya, pasti ia ingin ke Club malam dan minum sampai ia mabuk.
Namun kini ia tidak akan melakukannya karena istrinya telah menghentikan niatnya.
Ricky melepaskan pelukannya lalu ia membawa masuk istrinya kedalam mobil lalu menoleh kearah Leo dan Dion.
"Kabari aku setelah hasil autopsi keluar!" Ucap Ricky kepada Leo dan Dion dan diangguki mereka.
Kemudian Ricky masuk kedalam mobilnya dibagian kemudi. Ricky memakaikan sabuk pengaman istrinya lalu ia menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya.
Yang tadinya ia ingin pergi ke Club malam, sekarang ia hanya ingin melajukan mobilnya entah kemana bersama istrinya.
Saat ini ia sedang sangat terpuruk atas kejadian kecelakaan maut yang menimpa kakeknya hingga menyebabkan kakeknya meninggal.
"Kita mau kemana?" Tanya Bella sambil menoleh kearah suaminya.
"Entahlah!" Jawab Ricky tanpa menoleh kearah istrinya.
"Tadi kamu mau pergi kemana?" Tanya Bella kembali.
"Club!" Jawab singkat Ricky dan datarmasih tidak menoleh kearah istrinya.
"Untuk apa kamu ingin kesana?" Tanya Bella sambil mengernyitkan keningnya menatap suaminya.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...Hallo Readers!! 😍...
...Terimakasih banyak ya sudah selalu mengikuti kisah karyaku ini!! 🙏🏻😍...
...Mampir juga ke karyaku yang berjudul ...
..."Young Widower"...
__ADS_1
...Masih anget! ...
...😍😍😍...