YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
204


__ADS_3

Tak terasa hari semakin petang. Setelah tadi Bella selesai mengurus Ariella. Ia menitipkan Ariella kepada Sofia lalu ia segera membersihkan dirinya dengan mandi.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Bella merasa sangat cemas. "Kenapa Ricky belum pulang? Kemana dia pergi sih? Hufff!" Gumamnya dengan cemberut kemudian membuang nafasnya.


Bella kemudian turun kebawah ingin masak sesuatu untuk suaminya makan malam kalau ia pulang nanti. Bella ingin membuat makanan kesukaan suaminya.


Ricky sangat menyukai beef steak buatannya, jadi ia ingin membuatkan untuknya. Selesai masak ia menatanya diatas meja makan.


"Wah wah, sepertinya enak itu!" Seru Helmi sambil menarik kursi makan dan duduk. "Ini aku membuatnya khusus untuk Ricky, yah!" Ucap Bella dengan tersenyum manis kepada Helmi.


"Lalu mana punya ayah?" Tanya Helmi sambil menatap Bella. "Itu pelayan tadi sudah menyiapkan makan malam untuk kita, yang ini khusus untuk suamiku tercinta kalau dia pulang nanti!" Jawab Bella sambil menjauhkan beef steak buatannya dari hadapan Helmi.


Helmi hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat putrinya yang begitu cemas kalau steak nya diambil oleh ayahnya. "Ayah tidak akan mengambilnya! Ayah tidak suka daging, apa kamu lupa?" Ucap Helmi masih sambil terkekeh kepada Bella.


"Oh iya ya, aku lupa yah..hehe! Ya sudah aku mau memanggil ibu dulu!" Ucap Bella dengan tertawa kecil kepada Helmi kemudian segera beranjak memanggil Sofia.


Bella tidak ikut makan malam bersama orang tuanya karena ia ingin menunggu suaminya dan makan bersama suaminya. Jadi ia menunggunya dikamar sambil bermain dengan Ariella.


Ariella sudah mulai rewel karena mengantuk. Bella segera menyusui Ariella dan tak lama Ariella pun tertidur. Bella kemudian membaringkan Ariella ditempat tidur bayi milik Ariella.


Bella meraih ponselnya dan tidak ada panggilan ataupun pesan yang masuk dari suaminya. "Hufff! Menyebalkan sekali dia!! Bahkan tidak memberi kabar kepadaku!!" Bella menghembuskan nafasnya dan menggerutu sendiri.


Ia merasa sangat cemas karena sejak pagi suaminya pergi tanpa pamit dan hingga saat ini sudah pukul sepuluh malam suaminya masih belum pulang dan tidak memberi kabar kepadanya.


"Ya Tuhan! Kenapa aku bodoh sekali sih! Aku kan bisa menghubungi Dion atau Leo dan bertanya kepadanya!" Gumam Bella sambil menepuk keningnya sendiri.


Karena Bella merasa gengsi untuk menghubungi suaminya dan menanyakannya karena ia tadi sedang marah dan kesal kepada suaminya, jadi ia ingin menghubungi Dion untuk menanyakan suaminya.


"Ya Arabella, ada apa?" Tanya Dion dari seberang telepon setelah menerima panggilan telepon dari Bella.


"Dion, apa Ricky sedang bersamamu?" Tanya Bella sambil menggigit bibir bawahnya karena cemas.

__ADS_1


"Tadi Ricky ada dikantor dan menyuruhku untuk pulang duluan!" Jawab Dion dari seberang telepon.


"Oh baiklah, terimakasih Dion!" Ucap Bella terdengar lemah.


"Apa kalian sedang bertengkar?" Tanya Dion sambil menahan tawanya.


"Temanmu itu sangat menyebalkan!!" Jawab Bella dengan kesal.


"Arabella, aku bukannya ingin ikut campur dengan urusan rumah tangga kalian! Aku sebagai teman baik Ricky hanya ingin memberitaumu kalau saat ini Ricky sedang banyak beban pikiran, jadi aku sarankan sebaiknya kamu mengalah dulu kepadanya!" Ucap Dion dengan serius memberi saran untuk kebaikan hubungan mereka.


Bella terdiam dan tampak sedang berfikir. Yang dikatakan Dion memanglah benar. Ricky masih berduka dengan meninggalnya kakek Ronald terlebih setelah tau kalau kematian orang tuanya adalah ulah dari keluarganya sendiri.


Masalah yang dihadapinya mungkin membuatnya sangat frustrasi dan stres, tapi Ricky selalu bersikap baik dan lembut kepada istrinya. Tidak seharusnya Bella merasa kesal dan marah kepadanya karena apa yang dilakukannya semua itu hanya demi dirinya.


"Arabella, apa kamu masih disana?" Tanya Dion karena tidak mendengar suara Bella.


"Ehm..i-iya Dion, baiklah kalau begitu terimakasih banyak ya, aku tutup dulu telponnya!" Jawab Bella terbata karena sedikit terkejut, ia baru saja larut dalam lamunan.


***


Keesokan paginya, Bella terbangun karena mendengar Ariella menangis. Ia bangun dan langsung menggendong Ariella dan menyusuiya.


'Sepertinya Ricky semalam tidak pulang! Hufff!' Gumam Bella dalam hati sambil menghembuskan nafasnya.


Setelah Ariella puas menyusu, Bella segera memandikan Ariella dan setelah itu ia menitipkan Ariella kepada Sofia seperti biasa, kemudian ia segera mandi.


Selesai mandi ia kembali turun untuk sarapan bersama ayahnya juga ibunya. "Apa Nak Ricky tidak pulang semalam?" Tanya Helmi dengan menatap Bella.


"Ehm..dia sedang banyak pekerjaan dan harus lembur Yah!" Jawab Bella sedikit gugup namun Bella berusaha untuk tersenyum manis supaya Helmi tidak menanyakan tentang Ricky lagi.


"Tidak biasanya suamimu lembur sampai tidak pulang sayang! Apa kalian sedang bertengkar?" Tanya Sofia sambil menggendong Ariella.

__ADS_1


Bella terdiam dan menundukkan wajahnya. Bella tidak pandai berbohong kepada orang tuanya. Jadi ia memilih untuk diam tidak ingin menjawab pertanyaan dari Sofia.


Melihat Bella yang terdiam dengan menundukkan wajahnya dan terlihat sedih, Helmi menatap kearah Sofia dan menggelengkan kepalanya memberi isyarat untuk tidak menanyakan lagi.


Mereka pun tau dengan melihat ekspresi Bella yang tiba-tiba bersedih pasti mereka sedang ada masalah. Namun orang tua Bella tidak berniat untuk bertanya ataupun ikut campur urusan rumah tangga putrinya.


Mereka sudah sama-sama dewasa dan selama mereka tidak ingin bercerita atau meminta nasehat, maka mereka hanya bisa diam.


"Ya sudah mari kita sarapan dulu! Ayah sudah terlambat ini!" Ucap Helmi mengalihkan perhatian Bella agar tidak bersedih lagi.


Bella pun sedikit tersenyum namun ia mengambil Ariella dari gendongan Sofia. "Ibu sarapanlah dulu, biar Ella denganku!" Ucap Bella dengan tersenyum sambil meraih Ariella dari gendongan Sofia.


Sofia pun memberikan Ariella kepada Bella kemudian ia sarapan bersama suaminya. Sedangkan Bella pamit untuk kembali kekamarnya bersama Ariella.


"Yah, kenapa ayah diam saja?" Tanya Sofia dengan pelan setelah Bella pergi. "Bu, putri kita sudah menikah dan wajar kalau ada pertengkaran diantara mereka yang tidak seharusnya kita tau!" Jawab Helmi dengan santai sambil melanjutkan sarapannya.


"Tapi yah, baru sekali ini ibu tau kalau mereka sedang bertengkar sampai Nak Ricky tidak pulang!" Ucap Sofia dengan rasa cemas.


"Sudahlah Bu, ibu tidak perlu khawatir! Mereka sudah sama-sama dewasa dan tau harus bagaimana! Sudah ya ayah berangkat dulu!" Ucap Helmi kemudian beranjak mengecup kening istrinya dan segera berangkat menuju sekolahnya untuk mengajar.


Sofia pun melanjutkan sarapannya sendiri dengan perasaan cemas memikirkan putri dan menantunya. Karena selama mereka menikah baru pertama kali ini ia mengetahui kalau putri dan menantunya sedang bertengkar.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...Hallo Readers!! 😍...


...Terimakasih banyak ya sudah selalu mengikuti kisah karyaku yang berjudul ...


..."You are my DESTINY"...


...Mohon maaf apabila banyak kata dan kalimat yang keliru, karena ini merupakan karya pertamaku....

__ADS_1


...Terimakasih banyak sekali atas semangat dan dukungan dari kalian semua, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya!!🙏🏻😍😍😍...


__ADS_2