YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
208


__ADS_3

Setelah menyapa teman-teman istrinya, Ricky beranjak menuju dapur ingin mengambil minum. Ia tidak mau berlama-lama bersama teman-teman istrinya karena teman-teman istrinya terus menatapnya tak berkedip.


Namun ia mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang lalu mengecup pipinya dari samping. "Ricky, nanti teman-temanku melihat!" Ucap Bella sambil mencoba melepaskan pelukan suaminya.


"Aaawh!! Ricky..saiktt!! Kamu ini suka sekali menggigitku!!" Pekik Bella sambil memukul suaminya karena pipinya digigit oleh Ricky dan Ricky melepaskan pelukannya dan terkekeh melihat wajah istrinya yang berubah menjadi merah. "Kau itu menggemaskan sayang!" Ucap Ricky kemudian mengambil minuman kaleng dikulkas lalu duduk dikursi makan.


Bella mendengus kesal dan menatap sinis suaminya. "Aku akan mengajak mereka makan malam! Apa kamu ingin ikut makan bersama?" Tanya Bella sambil menata piring dimeja.


"Aku nanti saja!" Jawab Ricky kemudian melangkah keruang tengah bersama istrinya.


"Ella biar bersamaku! Kalian makanlah!" Ucap Ricky setelah berada diruang tengah sambil mengambil Ariella yang sedang digendong oleh Renata membuat mereka yang sedang berbincang sontak terdiam dan terpaku menatap suami dari sahabatnya yang tampannya berlebihan itu dengan mata berbinar dan tak berkedip.


Ricky kemudian segera beranjak naik menuju kamarnya bersama Ariella.


Bella hanya tersenyum dan terkekeh geli kemudian menepuk pipi mereka dengan pelan secara bergantian untuk menyadarkan mereka yang telah memandangi suaminya.


"Oh my GOD!! Bella suamimu benar-benar semakin hot saja!!" Seru Seli masih menatap kearah tangga dengan mata berbinar. "Iya benar!" Sahut Renata dengan ekspresi sama. "Aku ingin punya suami seperti dia!" Ucap Vivian dengan mengkhayal.


"Sudah-sudah! Ayo kita makan malam dulu!" Ucap Bella kembali menepuk mereka dan mereka telah tersadar dari khayalan tingkat tingginya. Kemudian mereka menuju ruang makan untuk makan malam bersama.

__ADS_1


Mereka makan bersama sambil berbincang dan bergurau. Selesai mereka makan, mereka kembali duduk diruang tengan. Tak lama Dion pun masuk, karena pintu depan terbuka dan mendengar suara berisik dari dalam jadi Dion langsung masuk. "Selamat malam! Maaf mengganggu kalian!" Seru Dion menyapa Bella dan teman-temannya dengan sopan.


Teman-teman Bella kembali terpaku dan melongo menatap Dion. "Ya Tuhan, aku serasa seperti sedang dikayangan dari tadi melihat pria tampan!" Ucap Seli dengan mata berbinar dan tersenyum lebar menatap Dion dan diangguki oleh Renata dan Vivian dengan ekspresi yang sama.


Dion hanya mengernyitkan keningnya mendengar ucapan teman dari istri sahabatnya itu. "Dion, kamu pasti kesini mencari Ricky kan? Aku akan memanggilnya! Kamu duduklah dulu!" Ucap Bella dengan tersenyum dan diangguki oleh Dion kemudian Bella segera naik keatas memanggil suaminya.


Tak lama Ricky turun bersama istrinya masih dengan menggendong Ariella. "Sini Ella biar bersamaku saja!" Ucap Bella setelah sampai dibawah dan meraih Ariella dari gendongan suaminya. Ricky kemudian mengajak Dion ke taman belakang rumah untuk mengobrol.


"Bagaimana? Kau sudah mendapatkan informasinya?" Tanya Ricky kepada Dion setelah duduk dikursi santai didekat taman. "Ini, kau bisa membacanya! Dan ini foto dari pria itu!" Jawab Dion sambil menyodorkan berkas yang berisi informasi tentang pria yang tadi telah menghubungi istrinya.


"Devan Julio Orlando!" Gumam Ricky sambil membaca isi berkas tersebut yang merupakan kakak kelas dikampus Bella dulu. "Jadi dia salah satu pemilik Club malam dikota ini!" Lanjutnya masih menatap berkas tersebut. Kemudian Ricky meraih foto Devan dan menatapnya.


"Oke! Kau buang saja semua ini!" Ucap Ricky memerintahkan Dion dengan wajah dinginnya. "Kamu ini tidak menghaegai jerih payahku untuk mencari informasi tentang pria pengagum istrimu itu!" Ucap Dion dengan kesal dan menatap sinis Ricky.


"Lalu menurutmu aku harus menyimpan semua ini? Tidak penting sekali!" Ucap Ricky dengan ketus kepada Dion. Dion hanya mendengus kesal dan mengambil berkas juga foto Devan dengan kasar kemudian beranjak pergi tanpa pamit kepada Ricky. "Dasar tidak sopan sekali bocah itu, pergi begitu saja!" Garutu Ricky yang melihat Dion pergi begitu saja tanpa pamit.


Ricky masih duduk dikursi santai didekat taman belakang rumah. Pikirannya pun melayang. Ia kembali teringat saat pertemuan pertamanya dengan istrinya hingga ia terpaksa menerima keinginan kakeknya untuk bertunangan dan menikah dengan Bella. Ricky pun tersenyum saat pertama ia mencium Bella dan itu adalah ciuman pertama Bella.


Ricky sudah merasa sangat bahagia bisa memperistri Bella. Ia menjadi pria satu-satunya yang beruntung karena telah memiliki istri seperti Bella. Gadis konyolnya yang dulu begitu polos juga sering membuatnya kesal namun sekarang ia begitu mencintai istrinya dan akan selalu mencintainya hingga akhir waktu. Semua masalah yang terjadi telah terselesaikan. Kini ia ingin fokus membahagiakan istri dan putri kecil kesayanganya.

__ADS_1


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Apa jangan-jangan kamu kesambet ya??" Seru Bella saat mendekati suaminya yang sedang duduk sendiri kemudian menjadi panik dan bergidik ngeri. "Aaawhh!! Sakit Ricky!!" Pekik Bella karena hidungnya ditarik oleh suaminya dengan gemas.


"Makanya jangan sembarangan bicara!!" Ucap Ricky dengan ketus kepada istrinya. "Lalu kenapa kamu senyum-senyum sendiri disini?" Tanya Bella kembali sambil mengamati sekeliling taman.


"Aku sedang melihat sesuatu disana!" Jawab Ricky sambil menunjuk kearah pohon buah mangga yang ada disudut taman. "Kamu melihat apa?? Kamu jangan mencoba menakut-nakuti aku!!" Tanya Bella sambil melompat kepangkuan suaminya lalu memeluknya erat dan menyembunyikan wajahnya dileher suaminya.


Ricky menyeringai jahil melihat istrinya yang ternyata sangat penakut. Padahal ia hanya mengada-ada saja. "Dasar penakut!" Ucap Ricky mencibir istrinya. "Aku memang penakut dengan hal-hal yang begituan!!" Ucap Bella semakin mengeratkan pelukannya dileher suaminya.


"Apa kau mau membunuh suamimu ini?" Tanya Ricky sambil melonggarkan tangan istrinya yang memeluk lehernya sangat erat membuatnya sulit bernafas. "Hehehe..maaf sayangku! Habisnya kamu jangan menakut-nakuti aku dong!" Ucap Bella dengan menyengir kemudian merengek manja dan cemberut.


"Apa teman-temanmu sudah pulang?" Tanya Ricky sambil mengecup istrinya. "Hmm, sudah dan Ella sudah aku bawa ke kamar karena sudah tidur tadi!" Jawab Bella kembali memeluk leher suaminya. Ricky kemudian langsung menggendong istrinya dan membawanya masuk naik keatas menuju kamar.


"Ricky, kamu mau apa?" Tanya Bella sambil menatap suaminya setelah Ricky membaringkannya diranjang dan Ricky langsung melepaskan kaos yang dipakainya. "Tentu saja memanjakan istriku ini!" Jawab Ricky dengan tersenyum kemudian mengungungkung tubuh istrinya.


"Ricky, aku mauhmmm.." Sebelum menyelesaikan ucapannya, bibir Bella sudah lebih dulu dilahap dan dilumat oleh suaminya dengan lembut. Bella pun langsung memeluk leher suaminya dan membalas ciuman suaminya. "Rickyhhh.." Lenguh Bella saat suaminya mulai mencium dan menghisap lehernya dengan penuh kelembutan.


Ia tidak sanggup lagi menahan gejolak dalam dirinya kalau suaminya sudah mulai menyentuhnya. Setiap sentuhan lembut dari suaminya selalu membuatnya melayang dan mabuk kepayang. Tanpa ia sadari tubuhnya telah polos tanpa sehelai benang yang menutupinya. Ricky terus menciumi tubuh mungil istrinya dengan penuh kelembutan sambil melepaskan kain yang menutupi tubuh bagian bawahnya.


Ricky kembali naik dan mencium bibir manis istrinya sambil menyatukan miliknya dengan milik istrinya. Malam ini pun menjadi malam panjang mereka karena putri kecil kesayangan mereka bisa mengerti dan memahami keinginan daddy dan mommy nya dengan tidur sangat pulas tanpa terbangun, hehe.

__ADS_1


__ADS_2