YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Keputusan


__ADS_3

Malam semakin larut, tapi tampaknya tidak ada seorangpun yang merasa ngantuk,kecuali sikembar. Dari dua jam yang lalu, kedua bocah itu sudah bergelut dengan dunia mimpi.


Mereka kini berkumpul di ruang tamu, tak terkecuali kedua pasangan yang baru saja selesai melangsungkan pertunangan itu. Tangan Bimo dari tadi tidak melepaskan tangan Tiara dari genggamannya, sehingga membuat Bianca jengah.


"Tangan Tiaranya dilepasin bentar napa? kaya Kereta aja gandengan terus ! " Sindir Bianca, membuat Wajah Tiara memerah menahan malu.


"Bodo amat! bilang aja kakak iri, makanya kalau mau bepergian, jangan lupa bawa suami, biar bisa gandengan juga macam saya.


"Hei, seandainya mas Juna ikut pun, aku gak bakal lebay kaya kamu !" ucap Bianca kesal.


"Hei, siapa dulu, yang suka ngintilin ka Juna kemana-mana? kaka pura-pura lupa ya?" Bimo tidak mau kalah.


"Cukup ! kalian berdua bisa diam gak? pusing mamah dengar kalian berdua, dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah ." Bianca dan Bimo terdiam seketika begitu mendengar bentakan sang mamah.


"Hmmm,sekarang, mamah mau nanya, kapan rencana kalian untuk menikah?" tanya ibu Sarah.


" Besok mah" ucap Bimo santai,sesantai bantal bantal sofa yang melayang secara kilat ke wajahnya.Siapa lagi tersangkanya kalau bukan sang kakak.


"Kamu kira ngurus pernikahan segampang itu Bimo! belum lagi baju pengantin,cetak undangan, dan banyak hal yang mau diurus" ucap ibu Sarah


" Gampang kok mah, selagi kita ada uang,semuanya bisa langsung beres" kesombongan Bimo kumat.


"Itu sama saja kamu gak menghargai calon istrimu"


"Kok gitu? justru karena aku menghargainyalah makanya aku buru-buru mau menikah "


"Kamu ngomong kok seenak udel mu sih nak? Harusnya kamu nanya dulu sama calon istri kamu, pernikahan yang bagaimana dia mau?Karena setiap wanita itu punya pernikahan impian"


" Iya, ya mah? hehehehe" Bimo cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


" Makanya mainnya jangan cuma sama Seno dan Dimas!" ucap Bianca.


"kok bawa-bawa nama gue sih? " batin Seno kesal.


"Ya udah, nanti aku akan diskusikan sama Tiara , Seno dan Amira" tegas Bimo.


"Eh, maksudnya apa nih bim? Lo gak lagi ngajak gue buat nikah bersamaan kan?" timpal Seno.

__ADS_1


"Lah, lo kok kaget Sen? emang iya kan? "


" Jangan bilang, lo biar gak banyak keluar duit? Selidik Seno.


"Nggak lah, duit gue banyak ini! Bimo kembali bersikap sombong, yang dihadiahi cubitan oleh Tiara.


"Kali ini gue gak mau nikah bersamaan sama lo bim"


"Kenapa? tanya Bimo


" Kenapa nak? tanya ibu Sarah dan pak Burhan bersamaan.


Pak wijaya dan ibu Marlina serta pakde si Seno pun menatap Seno bersamaan.Mereka juga penasaran kenapa Seno tidak mau.


" Ya karena kami juga punya konsep pernikahan sendiri. Kalau pernikahan kita diadakan sama-sama, pastinya semuanya sesuai dengan yang Bimo mau" jelas Seno.


"ntar kalau masalah itu kita bisa bicarakan baik-baik, atau konsepnya kita buat setengah-setengah gimana?barisan sebelah kanan make konsep gue dan Tiara, dan barisan sebelahnya konsep elo" ucap Bimo ,yang selalu menggampangkan segala hal.


"Lo enak ngomongnya,pokoknya gue gak mau! mending gue pake biaya sendiri, nikahan gue sama Amira,gue masih sanggup bim ! tabungan gue udah banyak, bahkan kalau gue mau,gue juga bisa buat pesta 7 hari 7 malam" ucap Seno,yang sepertinya kesombongan Bimo menular ke dirinya.


"ehem, ehem " Pak Wijaya berdehem mendengar ucapan sombong calon menantunya itu


"Hahahah,gpp nak Seno, justru papi bangga sama kamu! tapi kamu juga ga bisa lupa, siapa calon mertuamu, pemilik wijaya Group,yang kekayaannya juga gak bakal habis" ucap Pak Wijaya yang juga mendadak sombong. Yang membuat dia mendapat pelototan dari sang kanjeng ratu alias istri tercinta.


" pertanyaan gue selama ini terjawab sudah, ternyata sikap barbar Amira dari gen si papi" batin seno.


"sebenarnya alasan lo gak mau apa sih Sen?gue yakin pasti ada alasan lain.setahu gue lo itu gak pernah perduli tentang masalah konsep-konsep, segala yang berbau gratis kan lo embat!"


"dasar Bimo gak ada akhlak, ngomong gak pake disaring, ngomongny depan calon mertua lagi! " umpat Seno memelototi Bimo. Tapi bukan Bimo namanya kalau tidak balik melotot.


" Ok, gue ngaku! sebenarnya gue gak mau jadi hanya figuran semata di acara pernikahan gue sendiri"


"Hah, kok lo bisa berpikiran sampai ke sana Sen? "


" Ya, iya lah Bim, pastinya nanti orang-orang akan melihat lo aja. sedangkan gue ntar akan gigit jari, melihat lo di kerubungi sama para tamu undangan.”


"Hah? maksudnya?

__ADS_1


" kamu gak usah sok bingung deh Bim ! belagak gak tau lagi! "


" Tapi emang jujur Sen, gue gak ngerti maksud lo apa?" Bimo menautkan kedua alisnya sebagai tanda kalau dia benaran tidak mengerti.


"Ok, gini nih Bim, ntar kalau kita nikah bersamaan, pelaminannya aja ada dua, tapi para tamu pasti bakalan ngajakin lo photo-photo.sedangkan gue pasti seperti makhluk transparan yang gak terlihat sama sekali"


"Ihh, sayang, aku juga banyak teman, kolega papi juga banyak,jangan langsung insecure begitu napa? sewot Amira gak terima.


" Tiara juga anak papi, kalau kamu lupa" Seno tetap gak mau kalah.


" tapi sayangggg, kamu gak boleh rendah diri.itu gak bagus.yang bagus itu rendah hati.Kalau kamu rendah diri,berarti kamu gak menghargai dirimu sendiri, itu juga berarti kamu tidak menghargai Tuhan yang telah menciptakanmu." ucap Amira yang tiba-tiba berubah bijak.


"Benar kata Amira nak Seno, lagian nantinya kamu juga yang akan mengurus perusahaan papi,papi udah mau pensiun, mau lebih banyak menghabiskan waktu sama mami"


"Itu dia pi, aku tidak mau, orang beranggapan kalau aku menikahi anak papi,demi harta dan kekuasaan"


"papi percaya kalau nak Seno bukan orang seperti itu, karena jujur selama ini aku sudah menyelidiki nak Seno.kamu itu diam-diam sudah memiliki usaha sendiri di bidang properti,dengan usaha dan kerja keras kamu sendiri kan? dan sekarang sudah semakin berkembang.Papi salut dengan dirimu nak Seno. Maaf kalau kamu merasa kalau papi sudah memata-matai kamu, papi cuma mau yang terbaik buat putri papi"


Semua orang kaget, mendengar penuturan pak Wijaya,tak terkecuali Bimo.karena jujur Seno selama ini tidak pernah memberitahukannya sama sekali,bahkan tidak pernah meminta bantuannya.Ini ternyata alasan Seno yang selalu berhemat selama ini.


"Tidak apa-apa pi, Seno bisa mengerti.karena aku yakin,kalau setiap orang tua pasti melakukan hal yang sama seperti papi lakukan."


" Ya udah, sekarang keputusannya, pernikahan Bimo dan Tiara akan diadakan 2 minggu setelah hari ini,Seno dan Amira seminggu setelah pernikahan Bimo. " Ibu Sarah langsung mengambil inisiatif memutuskan.


"Lha, kok jadi mamah yang memutuskan? yang mau nikah kan Bimo? " Bimo gak terima,karena menurutnya itu terlalu lama.


"itu udah jadi keputusan mamah, no debate! mamah udah ngantuk,mamah mau tidur dulu.Permisi semua " Ibu Sarah berdiri dan beranjak meninggalkan ruangan itu,disusul dengan pak Burhan,serta Bianca.


"Mami, sama papi juga mau tidur dulu ya! kalian juga harus segera tidur, lihat tuh Amara udah ngantuk dari tadi " ibu Marlina berdiri dan melangkah menyusul pak Wijaya yang sudah beranjak duluan.


"Tapi ingat belum bisa tidur sekamar,kalian harus tidur di kamar masing-masing" ibu Marlina tiba-tiba berbalik, seperti mengetahui pikiran kotor Bimo.


Autor: rasain lo bimπŸ˜€


**Tbc


maaf kalau bab ini, garing.karena jujur Author pas nulis ini lagi kurang enak badan.Tadi malam sebenarnya udah nulis,tapi di tengah jalan, author langsung tepar.πŸ™πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa tetap ritualnya ya sayang.Hari ini kita dapat vote rekomendasi.boleh dong vote rekomendasi nya di kasiin ke novel iniπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€**


__ADS_2