YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Kejujuran itu penting


__ADS_3

Gladys semakin tersudut dengan penuturan Seno.Dia tidak menyangka kalau rencana yang sudah disusunnya matang-matang,gatot alias gagal total.


Sebenarnya rencana awalnya, Gladys ingin mencelakai Tiara,tapi tidak pernah berhasil,karena Tiara dilindungi oleh bodyguard-bodyguard yang dibayar oleh Bimo. Karena Tiara sama sekali tidak tersentuh,akhirnya timbul lah niatnya untuk menjebak Bimo.


Bimo yang dari tadi sudah berusaha menahan emosi,akhirnya berdiri dan menghampiri Gladys, dengan sorot mata yang sangat tajam dan berkilat-kilat.Gladys beringsut mundur ketakutan melihat amarah Bimo.Keringat dingin semakin banyak merembes di pelipisnya.


"Dasar wanita ja***lang! murahan" Bimo mendorong Gladys ke tembok dan mencengkram leher wanita itu dengan kencang.Sehingga Gladys kesulitan untuk bernafas.


"Le-lepas Bim!" mohon Gladys dengan suara yang tersendat-sendat.


"Dengar baik-baik! sekali lagi kamu mencoba untuk masuk dalam hidupku dan Tiara, aku tidak akan pernah tinggal diam.Aku akan mencabik-cabik tubuh mu dan membuat jiwamu dengan senang hati meninggalkan tubuh mu dengan segera.Cam kan itu!" Gladys memegang lehernya dan terbatuk-batuk serta tersungkur jatuh ke lantai,ketika Bimo melepaskan cengkramannya.


"Kamu tega Bim, aku melakukan ini semua karena aku tulus mencintaimu.Kamu mempermainkan hati ku Bim!"isak Gladys pilu.


"DIAMM! aku mau nanya,sejak kapan aku pernah bilang kalau aku mencintaimu? tidak pernahkan? aku menerima kamu dulu, justru hanya untuk menjaga harga dirimu.Kalau aku menolakmu,kamu bakal jadi bahan cemohan satu sekolah.Jadi, sekarang kamu angkat kaki dari rumah ku,dan jangan pernah lagi kamu tunjukkan wajah mu di depan ku." tegas Bimo.


Gladys, berusaha berdiri dengan kaki yang masih terlihat gemetar.Dia melangkah keluar dengan sedikit terseok-seok.


"Gladys, karena perbuatanmu ini, kamu harus siap menerima konsekuensinya.Mudah-mudahan karir mu akan bisa bertahan. Walaupun, aku tidak bisa menjaminnya.Karena jujur,scandal kamu ini tidak terekspose hanya di dalam negri saja, tapi juga di luar negri." Mata Gladys seketika membulat dengan sempurna,setelah mendengar kalimat yang baru saja Seno ucapkan.Gladys tidak bergeming,tidak percaya,kalau karir yang telah dia bangun dengan susah payah, hancur sekejap mata.


Gladys melangkah keluar dari rumah Bimo, dengan perasaan malu, sakit dan hancur bercampur menjadi satu.


Ibu Sarah yang sebenarnya sudah geram dari tadi, sudah tidak sabar untuk menarik rambut Gladys.Untungnya Tiara menahan tangan Ibu Sarah mertuanya agar tidak melakukan itu.


Bimo menghampiri Seno, dan memeluk Seno dengan erat.Dia tidak tahu apa yang akan terjadi kalau seandainya Seno tidak ada.

__ADS_1


"Terima kasih Sen! gue gak tau lagi mau ngomong apa sama lo.Lo udah berkali- kali nolongin gue " Bimo masih tetap saja memeluk erat Seno.


"It's ok Bim. lo itu sahabat gue, jadi udah sepantasnya gue nolongin lo.Tapi, boleh gak lo,lepasin pelukan lo? Pelukan lo rasanya gak enak sama sekali.Keras bro!" Bimo dan yang lainnya tertawa mendengar ucapan absurd Seno.


"Tunggu dulu! Jadi ceritanya, wanita tadi suka sama Bimo, dan berniat menjebak Bimo, gitu ya? Amira yang dari tadi bingung dan berusaha mencerna apa yang terjadi,setelah kepergian Gladys baru mengerti apa yang terjadi.


"Telattt !." semua yang ada di ruangan itu berseru bersamaan ke arah Amira yang lola alias loadingnya lama.


"Jadi drama live yang kamu bilang hari itu, yang membuat kamu langsung nyosor sama ku, video yang tadi ya yang? " Seno langsung menutup mulut Amira yang kalau ngomong tidak tau tempat dan asal jeplak saja. Sehingga membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak,melihat wajah Seno yang sudah memerah.


"Apan sih yang! kalau mau ngomong itu dipikir dulu napa? kan jadi malu jadinya" bisik Seno di telinga Amira.


"Hehehe sorry yang!" Amira menunjukan barisan gigi putihnya ke arah Seno.


"Tapi, tunggu dulu, kalau begitu, berarti kamu sudah lihat tubuh tel****an**jang wanita tadi dong yang? " Seno sedikit terjengkit melihat pelototan Amira.


"Kamu ke kamar mandi ngapain? hah?! kamu ke kamar mandi pasti karna lihat itu kan?" Amira terlihat semakin beringas dan tangan nya sudah siap untuk melakukan tugasnya,yaitu menjewer telinga Seno.


"Sikit doang yang" Seno berlari menghindar, sebelum sang nyonya berhasil mendaratkan jewerannya.


"Suneooo kesini kamu..." Semua yang ada di ruangan itu tertawa, melihat aksi kejar-kejaran antara Seno dan Amira.


"Aunty sama om Seno kenapa kejar-kejaran?" Aarash dan Aariz yang baru saja pulang dari sekolah,heran melihat tingkah Amira dan Seno.


"Aduh, cucu-cucu oma sudah pulang rupanya." Ibu Sarah dan ibu Marlina mengahampiri si kembar dan mencium keduanya.

__ADS_1


"Ayo, ke belakang.Kalian berdua pasti udah lapar! Ibu Marlina meraih tangan Aariz,sedangkan Aarash digandeng oleh Ibu Sarah.


Aarash dan Aariz menurut saja pas diajak oleh oma dan nenek mereka.Tiba-tiba Aarash berhenti dan menoleh kembali ke arah Amira dan Seno yang masih tetap kejar-kejaran.


"Om, aunty,please jangan egois.Jangan semua status kalian embat.Kalau status sudah dewasa, jangan bertingkah lagi seperti anak-anak.Kasihan yang masih anak-anak, kalau status anak-anak mereka kalian embat." sindir Aarash, berlalu dari tempat itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hei, yang sekarang masih anak-anak tapi bertingkah sok dewasa itu siapa? bukannya kamu ya?Teriak Seno sebelum Aarash menghilang di balik pintu.


"Yang, main kejar-kejarannya udah yah! Aku lapar, nanti aja kita lanjutkan.Tapi nanti main kejar-kejarannya kita ganti sama main dokter-dokteran.Mau kan? Amira, tersenyum dan menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Seno.Lalu mereka berdua pun, bergandengan tangan menuju ruang makan menyusul Aarash dan Aariz, meninggalkan Bimo dan Tiara yang kini masih diselimuti dengan situasi yang akward.


"Sayang, apakah kamu masih marah? Kenapa kamu dari tadi diam saja?" Bimo mencoba bertanya untuk mencairkan situasi akward yang terjadi antara dia dan Tiara.


"Aku tidak marah Bim, hanya sedikit kecewa,karena kamu tidak jujur sama sekali.Aku memang sudah tahu,dan aku berpura-pura tidak tahu.Tapi, jangan karena aku bersikap seolah-olah tidak tahu, kamu tidak ada niat untuk jujur."Tiara berucap lirih.


"Maaf sayang, aku cuma takut kalau aku jujur,aku akan kehilangan kamu lagi!.Aku tidak mau kalau itu sampai terjadi sayang".


"Tapi dengan kamu tidak jujur, itu akan semakin menambah masalah Bim.Coba seandainya aku tidak tahu masalah ini sebelumnya! pasti aku akan semakin marah sama kamu.Ingat Bim,Kejujuran itu pasti menyelamatkan kita walaupun kita takut.Sedangkan kebohongan itu pasti mencelakakan kita walaupun kita merasa aman. Dan satu hal lagi yang harus kamu ingat


Jangan berbohong jika kamu ingin menyelesaikan masalah, karena ketika kamu berbohong, akan muncul masalah lain, pun kepercayaan akan hilang."


"Ihh, bijak banget sih Istri aku.makin cinta deh" Bimo menangkup pipi Tiara dan mengecup keningnya.


"Udah ih, sekarang kita nyusul anak-anak dan yang lainya deh.Kamu pasti lapar kan?" Tiara bangkit berdiri,tapi baru saja dia berdiri,rasa pusing di kepalanya,yang dia tahan dari tadi,semakin menjadi-jadi.Pandangannya tiba-tiba saja buram.Dan tanpa aba-aba,tiba-tiba Tiara limbung dan pingsan.Untung Bimo refleks menangkap tubuh Tiara.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya.please like, vote dan komen.Thank you.


__ADS_2