YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Tamat.


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan bahkan kalender juga sudah berganti 4 kali.Artinya sepasang anak kembar Aarash Avaro dan Alisha sudah berusia 4 tahun. Mereka berdua tumbuh menjadi anak-anak yang tampan dan menggemaskan.


"Bundaaa! Ka Varo nakal, boneka barbie Lisha dirusak sama dia." hampir setiap hari hal ini selalu terjadi. Dimana Avaro atau yang sering dipanggil Varo selalu mengusili tuan putri, dirumah Aarash dan Laura.


"Varo! Kamu kok selalu begitu sih, Sayang? sehari saja kamu tidak gangguin adik kamu bisa gak?" Laura muncul dari arah dapur dengan perut yang sudah membuncit. Ya ... Laura sekarang tengah mengandung anaknya yang ke 3, yang dari hasil USG berjenis kelamin laki-laki.


"Lisha duluan yang mulai Bunda! lihat mobilan Varo juga dirusaknya." Varo justru balik mengadukan adiknya.


"Sekarang siapa yang harus bunda dengarkan? Varo apa Lisha?


"Varo, Bun!"


"Lisha, Bun!"


Avaro dan Lisha berucap hampir bersamaan.


Laura menarik nafas dalam-dalam,lalu menghembuskannya kembali dan dia melakukannya berulang-ulang, untuk bisa mengontrol emosinya. Karena sekali saja dia emosi, hal seperti itu akan langsung terekam di benak anak-anak.Lagian emosional tidak akan pernah bisa menyelesaikan suatu masalah.


"Ok, bunda tidak tahu siapa yang salah dan siapa yang benar diantara kalian berdua. Bunda tidak mau membela dan menyalahkan salah satu dari kalian berdua. Bunda juga tidak mau mendengar, siapa yang pertama sekali berbuat ulah, tapi bunda mau kalian berdua, saling memafkan. Karena apa? karena kalian itu saudara. Dulu kalian bahkan bisa berbagi tempat di dalam perut Bunda, masa sekarang kalian harus berantem dan tidak bisa akur." ucap Laura sembari membelai kepala kedua anak kembarnya itu.


"Bunda ... sebenarnya Varo yang terlebih dulu merusak boneka Lisha. Tapi,itu karena Lisha, memaksa Varo untuk bermain boneka bersamanya,Bun. Aku kan tidak suka main boneka Bun! jadinya boneka itu aku patahkan kakinya. Lisha marah, dan melempar mobilan Varo." Avaro menundukkan kepalanya, tidak berani menatap wajah bundanya.


Senyum Laura, terbit mendengar pengakuan putranya itu. Lalu dia mengalihkan tatapannya ke arah Alisha yang masih terisak-isak.


"Lishaaa, Kalau Ka Varo, memaksa, Lisha main mobilan, apa Lisha mau?" Lisha menggelengkan kepalanya,.


"Kalau Lisha, tidak suka dipaksa, jadi Lisha pun tidak boleh memaksa,orang lain untuk mau memenuhi keinginan Lisha. Dan, kamu Varo, walaupun kamu tidak mau, bermain boneka dengan adikmu, kamu tetap tidak boleh menjadikan alasan itu,untuk merusak mainan adik kamu. Kalian paham sekarang sayang?"


"Paham Bunda! maafin Varo (Lisha) Bun!" ucap kedua anak itu hampir bersamaan.


"Jangan minta maaf sama Bunda. Kalian berdualah yang seharusnya saling meminta maaf." Laura tersenyum ke arah keduanya lalu memeluk serta mengecup puncak kepala mereka. Detik berikutnya, sepasang kembar itu pun saling meminta maaf dan berbaikan kembali.


"Ada apa sayang?" tanya Aarash yang baru saja pulang dari kantor, sembari mengecup singkat kening Laura, mengelus dan mencium perut buncit Laura.


"Biasalah!" sahut Laura sembari mengambil alih tas kerja dan jas dari tangan Aarash.


"Haloo, anak-anak, Ayah! apa tidak ada yang mau peluk ayah?" sapa Aarash,pada kedua anaknya yang sudah asik kembali bermain.


"Ayaaah!" Varo dan Lisha berdiri lalu berlari untuk memeluk Aarash.


"Hmm, sekarang kalian berdua siap-siap ya! Kita akan ke rumah Oma dan Opa sebentar lagi." ucap Aarash setelah memberikan kecupan pada kedua anaknya itu.


Ya, seperti biasa Setiap malam menjelang weekend Aarash akan selalu mengajak istri dan anak-anaknya mengunjungi rumah orangtuanya.

__ADS_1


"Yeee, kerumah Oma (Opa)!" seru keduanya sembari berlari ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap.



Alisha.




Avaro



Sementara itu, yang terjadi di kediaman Aarash, juga hampir sama di kediaman Aariz, bahkan mungkin lebih parah, karena mungkin keduanya sama-sama laki-laki. Dimana keduanya bukan hanya merusak mainan, bahkan melompat-lompat, bersalto bahkan sampai bermain smackdown. Hal ini membuat Vina sedikit kewalahan. Di sini lah terlihat, selembut-lembutnya wanita, kalau sudah berurusan dengan hal mengurus anak,pasti akan bisa bertransformer menjadi singa yang mengaum.


"Ardi, kenapa dengan pipimu Nak?" tanya Vina panik ketika melihat pipi Ardi yang sedikit membiru.


"Ka, Aldan yang buat,Mah! dia dolong Aldi kuat-kuat.Jadinya pipi Aldi telbentul ke meja itu," adu Ardi yang, masih belum bisa menyebut R.


"Ardankan gak sengaja, Mah! tadi kita lagi main berantem-beranteman, Ardan tak sengaja dorong kuat. tapi, Ardi juga dorong Ardan kuat, Mah! nih jidat Ardan juga bengkak kejedot sama tembok." Ardan yang sudah fasih menyebut R, dibandingkan Ardi, mengangkat sedikit rambutnya ke atas, untuk menunjukkan jidatnya yang benjol.


"Astaga! sebentar lagi bagian mana lagi yang luka?" ucap Vina sembari menghela nafasnya dengan sekali hentakan dan mengelus dadanya, untuk membuang rasa kesalnya.


"Mah, kami tidak berantem, tapi berantem-beranteman.Jadi, gak beneran berantemnya, Mah!" sergah Ardan, yang tidak terima, kalau mereka dibilang berantem.


"Oh, iya! kalau main berantem-beranteman, hati-hati ya! jangan sampai, kalian luka-luka kaya berantem beneran.Vina,kembali memperbaiki nasehatnya.


"Iya, Mah!" sahut keduanya kompak.


"Lagian, main kok, main berantem-beranteman sih? kaya gak ada permainan lain aja! apa sebelum main, kalian sepakat, siapa yang jadi heronya siapa yang jadi penjahatnya?"


"Nggak Bun! siapa yang kalah belalti dia penjahatnya. Kalena yang jahat itu, tak pelnah menang__, kata Papah." celetuk Ardi yang dibenarkan oleh Ardan.


"Haloo, papah pulang!"terdengar suara Aariz berteriak dari luar.


Kedua anak kembar identik itu sontak berdiri dan berlari untuk menyambut kepulangan papah mereka.


"Papah ... Papah, lihat pipi Aldi, bilu!"


"Papah,lihat jidat Ardan, benjol!"


Ardan dan Ardi berlomba-lomba mengadu pada Aariz.

__ADS_1


"Wow, hebat! kalian nangis gak?" tanya Aariz sembari berjongkok di depan kedua putranya.


"Nggak, Yah! kami kan jantan!" sahut keduanya kompak.


"Mantap! tos dulu dong!" Aariz mengepalkan tangan kanannya, dan melakukan tos pada kedua anaknya, yang mereka sebut tos anak jantan.


"Ya,udah sekarang kalian berdua bersiap-siap ya! seperti biasa ,kita mau ke rumah Oma dan Opa."


"Yee, Kak Varo sama Ka Lisha, ada kan Pah?" Ardan bertanya sembari memiringkan sedikit kepalanya, dengan manik mata yang berbinar-binar.


"Ya, pasti dong! habis dari rumah Opa besoknya kita kerumah Kakek Dimas." sambung Aariz lagi.


Ardan dan Ardi, sontak berlari ke kamar mereka, untuk bersiap-siap, sembari berceloteh, mau bawa mainan apa ke rumah opa dan Oma mereka.


"Mah, sepertinya mereka sudah bisa kita kasih adik." Aariz mengerlingkan matanya ke arah Vina. Panggilan mereka kini sudah berubah dari Bee menjadi Mamah dan Papah, karena Ardan dan Ardi pernah memanggil mereka Bee juga.


"Boleh,Pah! tapi kamu yang hamil!" cetus Vina, sembari mengayunkan langkahnya meninggalkan Aariz yang tidak pernah berubah kadar tingkat kemesumannya.



Ardan



Ardi


Begitulah kehidupan keluarga kecil Aarash dan Aariz, yang makin hari semakin harmonis. Walaupun Aarash dan Aariz sibuk bekerja, mereka tidak pernah lupa untuk tetap memberikan perhatian pada istri dan anak-anak mereka. Sekali seminggu, mereka juga akan selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga besar mereka.


Tamat


Akhirnya You Are My Destiny tamat juga.Terima kasih buat semua yang telah mendukung karyaku ini sampai sejauh ini. Yang selalu setia memberikan Vote, like dan komen bahkan hadiah. 💖💖💖💖 di udara dan kecup online deh buat kalian semua.Tanpa dukungan kalian semua, aku mah apa atuh? 😁😁


Btw, Bagi saudara/ saudariku yang beragama Islam, Aku mau mengucapkan " Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal aidin walfa idzin.Mohon maaf lahir dan batin. (Maaf kalau salah mengeja)Semoga kita juga semua terhindar dari semua penyakit, khususnya jauh dari wabah Virus Corona. Semoga Negri kita tercinta ini cepat pulih dan kembali seperi dulu. Amin.


Jangan lupa untuk tetap mendukung karya ini ya gais. Please like, vote dan komen.


See you in the next story.


Sambil menunggu kisah Lea Cs dan Galang Cs publish, mampir yuk,ke karyaku yang lain. Klik aja profile aku, nanti karya yang lainnya akan langsung muncul. Mudah-mudahan kalian semua suka.



__ADS_1


__ADS_2