
Malam ini sungguh sangat berbeda dari malam sebelum-sebelumnya bagi Seno.Seno terlihat sedang tersenyum-senyum sendiri.Sepertinya hatinya sedang berbahagia.Mulai malam ini dan seterusnya, sepertinya Seno punya aktivitas baru dan wajib dilakukan, yaitu wajib lapor pada sang pujaan hati.Sebelum tidur sudah menjadi kesepakatan berdua, kalau mereka harus video call dulu. Siapa lagi wanita pujaan hatinya kalau bukan Amira.Gadis yang mampu merubah status Seno dari jomblo akut manjadi bucin akut.
Setelah insiden ngambek-ngambekan dan aksi kejar-kejaran ala- ala sinetron,yang disebabkan oleh Bimo,Seno dan Amira kini justru membuat status mereka sekarang menjadi jelas.
Flashback on
Amira berlari dengan berurai airmata,sehingga menimbulkan keheranan Mia,sekretaris yang selama ini mempunyai keyakinan kalau Bimo dan Seno itu memiliki hubungan yang menyimpang.
" kasihan dia,pasti dia tadi menangkap basah pak Bimo dan pak Seno lagi bermesraan" batin Mia sambil menatap iba kepergian Amira.Detik kemudian dia heran melihat Seno berlari mengejar Amira.
"Lah, kok pak Senonya ngejar? , pasti pak Seno mau menutup mulut wanita itu, biar gak ngomong sama siapapun" batin Mia lagi. (kayanya kepala si Mia, perlu digetok sama readers biar salah pahamnya gak kejahuan).
" Amira tunggu" teriak Seno mengejar tapi sama sekali tidak digubris oleh Amira.Dia terus saja berlari.Amira masuk kedalam lift dan langsung menutupnya. Karena tidak mau menunggu lama,Seno mau tidak mau berlari. mengejar, menggunakan tangga darurat.Sesampainya di lobi, Seno tidak bisa menemukan Amira lagi.
Aksi keduanya yang kejar-kejaran memperoleh perhatian dari para karwayan.Sebenarnya Seno merasa malu, tapi saat ini, dia mengesampingkan rasa malunya.Yang penting sekarang baginya adalah Amira.
Seno berlari ke arah parkiran, dia melihat mobil Amira masih terparkir disana.
"mobilnya masih ada, sepertinya dia masih ada di sekitar sini. batin Seno sambil celingukan melihat sekitar.Seno berlari-lari kecil ke arah taman belakang kantornya,dan benar tebakannya,dia melihat Amira duduk disana sambil menundukkan kepalanya, di sebuah kursi panjang.Bahunya terlihat turun naik.
Seno mengulurkan sapu tangan ke arah Amira,sehingga Amira mendongkakan kepalanya melihat siapa orang yang telah memberinya sapu tangan itu.Tetapi begitu melihat sipemilik sapu tangan, Amira berdiri dan hendak meninggalkan Seno.Dengan cepat Seno menangkap tangan Amira ala-ala india.Seandainya ini film India mungkin mereka berdua akan bernyanyi, sambil main petak umpet dibalik pohon dan bunga-bunga yang ada di taman itu.
"Lepas, Seno" ucap Amira tanpa adanya embel-embel mas di depannya.
Bukannya melepaskan,Seno justru menarik tangan Amira untuk mengajaknya kembali duduk, Tapi Amira berusaha menarik tangannya kembali, agar Seno melepaskan tangannya.Seno menarik lagi, Amira pun menarik kembali.Hal itu terjadi sampai berulang kali,dan berhenti ketika Seno berteriak.
"please,stop Amira, Tujuh belas Agustus masih lama,jadi latihan tarik tambangnya ditunda dulu" ucap Seno absurd.Tapi anehnya ucapan absurd Seno berhasil membuat Amira menurut untuk duduk kembali.
Mata Amira sudah kelihatan membengkak, dan hidungnya nampak kembang- kempis. Cairan bening yang keluar, bukan hanya dari kedua netranya, tapi juga dari hidungnya.Seno mengulurkan sapu tangannya, dan menghapus ingus yang keluar dari hidung Amira.
"Kayanya air matamu udah pindah ke hidung mir"
__ADS_1
"hu aaa huaa," bukannya berhenti menangis, Amira justru semakin mengeraskan suara tangisannya.Melihat hal itu Seno semakin panik. Jujur, Seno benar-benar tidak mengerti bagaimana caranya membujuk seorang wanita.
"Udah dong Mir, jangan nangis terus"Seno menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Mir, kalau kamu berhenti menangis,ntar aku belikan es krim yang banyak mau gak?, kalau nggak,permen? coklat? kamu mau yang mana? pokoknya ntar aku belikan apa yang kamu mau!" ujar Seno yang masih berusaha membujuk Amira.
"Ngapain kamu ngejar aku? kamu pergi saja dari sini,aku gak butuh perhatian dan belas kasihanmu." Mulai hari ini ,anggap saja kita gak pernah kenal, kamu kan ogah sama perempuan yang kamu katakan centil ini.ucap Amira masih dalam keadaan terisak-isak,membuat Seno semakin merasa bersalah.
"Aku mau pulang,maaf kalau selama ini kehadiran ku,udah membuat kamu merasa tidak nyaman.Aku tidak akan mengganggu mu lagi.mudah-mudahan kamu mendapatkan wanita yang kamu ingin kan" Amira bangkit dari duduknya dan hendak melangkah pergi.Seno berdiri, dan tiba-tiba memeluk Amira dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Amira.
"Tapi wanita yang aku inginkan itu adalah kamu Mir! maaf bila kamu sakit hati dengan ucapanku tadi.semua itu murni bertolak belakang dengan kata hatiku.Tadi itu hanya reaksi spontan untuk menutupi rasa malu ku,karena Bimo bisa menebak perasaanku padamu"
"Jadi sebenarnya perasaan ,mas Seno bagaimana? Amira refleks berbalik dan menatap Seno dengan mata berbinar-binar. Seno mengerjap-erjapkan matanya,kaget melihat reaksi spontan Amira yang tiba-tiba. Tapi Seno tidak melepaskan tangannya dari pinggang Amira sehingga tidak ada jarak diantara mereka berdua.
"Heh, kok dia langsung cepat berubah sih? dasar wanita aneh, tapi anehnya aku suka" bisik Seno pada dirinya sendiri dan bibirny menyungingkan senyuman.
"Em, em gimana ya?"
"Hmm, ya gitu deh Mir, masa kamu gak tau sih? Wajah Seno seketika memerah,malu untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.
"ih, mana aku tau kalau kamu gak bilang, ntar aku bilang ,kalau kamu juga suka aku, kamu bilang ntar kalau aku kepedean"
"Tapi aku emang beneran suka kamu kok" ucap Seno keceplosan.
Amira tersenyum sumringah, dan tidak malu-malu lagi, dia memeluk Seno dan meletakkan kepalanya didada Seno. Seno merasakan seperti banyak kupu-kupu berseliweran di dalam hatinya.Seno semakin mempererat pelukannya,ada perasaan lega yang hadir setelah dia mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya.
"Mas, apakah sekarang, kita bisa disebut sepasang kekasih? kalau iya, kok rasanya gak seru ya? biar seru dan sah coba mas tembak aku!"
"Gak boleh Mir, itu dosa,kita nikah dulu baru main tembak-tembakan.nanti kalau aku tembak kamu sekarang, dan kamu hamil gimana? ucap Seno absurd.
"Heh? hamil? apa hubungannya nembak sama hamil? bingung Amira sepersekian detik.Detik berikutnya, dia langsung paham dengan maksud Seno.
__ADS_1
"Ihh mas Seno mah mesum, bukan tembakan seperti itu yang Mira maksud" Mira mencebikkan bibirnya.
"Jadi maksudnya tembak yang bagaimana sih?"
"Maksud Mira, coba mas Seno ngungkapin perasaannya dan ngajak Mira jadian.kaya orang pacaran pada umumnya git! kan biasanya laki-laki duluan yang ngungkapin cinta.masa harus aku sih yang duluan? aku kan perempuan"
"Lah, bukannya kamu dari awal udah ngungkapin duluan ya? ucap Seno mengoda.entah kenapa dia merasa senang melihat wajah Amira yang cemberut.
"Ih, mas Seno mah, gak Seru! Amira melepaskan pelukannya dan duduk di kursi sambil mencebikkan bibirnya.
"Jangan marah dong Mir, iya deh iya, aku tembak sekarang"
"Mir" panggil Seno lembut.
"Iya" sahut Amira tak kalah lembut.
"Hahahaha mukamu lucu Mir," gelak Seno membuat suasana yang tadinya romantis jadi ambyar.
"mas Seno ih, jahat."Amira menghentak-hentakkan kakinya.
"Maaf.. maaf Mir, habis muka kamu lucu" Seno mencubit pipi Amira dengan gemas.
"Mir, boleh gak aku jadi body guard di hatimu? yang akan selalu menjagamu, dan memukul orang-orang yang ingin merebut hatimu?"
"Hahaha, mas Seno ada-ada aja" Amira tertawa lepas mendengar ucapan Seno.
"jadian yuk Mir" ucap Seno tiba-tiba membuat Amira berhenti tertawa.Amira seketika menganggukkan kepalanya dengan menyunggingkan senyum sumringahnya.
**Flashback off
TBC
__ADS_1
jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak ya guys.dukung saya dengan like,vote dan komen.Entar di doain sama babang seno Bagi readers jomblowan dan jomblowati semoga segera mendapatkan pasangannya.😀🥰🥰**