YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Masa Kecilku jauh dari kata Bahagia


__ADS_3

"nak boleh kah papi sama mami memanggil kamu Amara?" tanya ibu Marlina membuka percakapan, setelah mereka selesai makan malam.Sedangkan Aarash dan Aariz langsung beranjak meninggalkan orang-orang dewasa itu, dan masuk ke kamar.


" Terserah mami sama papi aja, kan nama Tiara yang asli emang itu! Tapi, mungkin aku masih butuh penyesuaian mi,karena nama Tiara sudah lama melekat pada Tiara.


"Gak pa- pa nak, mami sama papi akan segera mengurus perubahan data- datamu kembali,"


"Oh ya ra, papi mau dengar dong, bagaimana kehidupan kamu selama ini? Siapa orang baik, yang telah merawat anak papi ini? Papi sama mami, mau ketemu dan mengucapkan banyak terima kasih" ucap pak Wijaya antusias.Mendengar ucapan papi nya, Tiara berubah murung,kehidupan yang menyedihkan, yang dialami oleh Tiara dimasa lalu, tiba-tiba langsung melintas di kepalanya.


"Kamu kenapa nak? kok sedih mukanya? kamu kangen ya sama orangtua angkatmu itu? tanya ibu Marlina yang menyalah artikan perubahan wajah Tiara.


"Bu-bukan begitu mi, Tiara cuma teringat masa lalu Tiara, yang jauh dari yang namanya bahagia.Ternyata jawaban dari semua perlakuan menyedihkan, dari orang yang aku panggil ibu dan ayah adalah kenyataan bahwa aku bukan anak kandung mereka"ucap Tiara dengan mata berkaca-kaca.


" Maksud kamu apa ra? Apa mereka tidak pernah memperlakukan kamu dengan baik? Timpal Amira yang dari tadi hanya jadi pendengar yang baik.Pak Wijaya dan ibu Marlina, menatap lekat Tiara,mereka juga terlihat penasaran dengan jawaban Tiara,tentang pertanyaan Amira.


Tiara ,terlihat mengggelengkan kepalanya dengan raut muka sedih.


"Dari kecil, Tiara hanya dianggap seperti pembantu dan mesin uang buat mereka,Tapi Tiara ikhlas melakukannya.Tiara tidak boleh berangkat ke sekolah, kalau pekerjaan rumah belum selesai, dan sepulang sekolah Tiara harus mencari uang, kadang- kadang dengan mengemis, memulung dan mengamen.Remaja, Tiara tidak pernah mengemis lagi, Tiara mencari uang dengan jadi buruh cuci dan menjual kue keliling.Uang yang Tiara hasilkan selalu dirampas sama ibu, dan Jaka yang suka sekali berpesta miras dan berjudi."


" Brengsek, kok ada ya manusia seperti itu?" pak Wijaya menggebrak meja,karena amarah sudah sampai ke ubun-ubun, mendengar anaknya tidak pernah diperlakukan secara manusiawi.


"Kalau boleh tahu siapa nama mereka nak? mereka harus segera di laporkan! mami tidak terima atas perlakuan mereka ke kamu"Kedua netra Ibu Marlina nampak berkilat-kilat penuh amarah.Amira juga nampak mengepalkan kedua tangannya.


"Mereka biasa dipanggil pak Samsul dan ibu Surti mi"


"APA? pa-pak Samsul? i-ibu Surti? bukannya mereka yang kita pecat gara-gara ketahuan mencuri ya pi?" kaget ibu Marlina.


"Iya mi" sahut pak Wijaya.


"Sepertinya mereka tidak terima waktu papi pecat,dan mereka sudah merencanakan penculikan Tiara, untuk aksi balas dendam.Ini tidak bisa dibiarkan pi,kita harus kasih mereka pelajaran, dan menjebloskan mereka ke dalam penjara"


"Maksud mami dan papi apa? papi sama mami kenal dengan ibu dan ayah?" tanya Tiara bingung.

__ADS_1


"Jangan sebut mereka ibu dan ayah nak, panggilan itu, terlalu mulia untuk orang seperti mereka.Pak Samsul itu dulu satpam di rumah kita, sedangkan ibu Surti pembantu dirumah kita.Hari itu pak Samsul ketahuan mencuri jam tangan papimu, dan itu sudah yang ketiga kalinya, mereka ketahuan mencuri.Mereka meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.Tapi mami dan papi tidak percaya lagi sama kata-kata mereka.Karena setiap ketahuan, mereka selalu ngomong seperti itu.Papi akhirnya memecat dan mengusir mereka.Mungkin mereka tidak terima dan dendam nak, sehingga mereka menculik kamu.Sebenarnya kita punya CCTV, tapi entah kenapa pada hari itu CCTV itu tidak berfungsi.makanya kita tidak tahu wajah orang yang telah menculikmu. Jelas ibu Marlina panjang lebar.


"Besok kita akan ke Jogja, ini tidak bisa dibiarkan lagi, mereka harus menerima hukuman atas perbuatan mereka" tegas Pak Wijaya sambil mengepalkan kedua tangannya.


*****


Tiara merebahkan tubuhnya ke atas ranjang empuknya.kedua matanya menerawang, dia tidak menyangka kehidupannya akan berubah drastis seperti ini. Dulu hidupnya yang penuh airmata kini dibalas dengan kebahagiaan.Akan tetapi, ada sedikit rasa syukur didalam hati Tiara,karena dia merasa dengan kehidupan masa lalunya, dia bisa menjadi pribadi yang kuat dan mengerti arti kehidupan ini.


drttt drrttt


Tiara menoleh dan meraih ponselnya, nampak disana tertulis nama Bimo yang sedang melakukan panggilan video call.


" Iya Bim, aku udah makan ya! dan aku lagi tiduran" ucap Tiara,begitu dia melihat wajah orang yang dicintainya di seberang sana.


"Heh? kan belum aku tanya yank?"


"Sebelum kamu tanya, ya aku jawab aja langsung, karena aku yakin, kamu pasti bakal nanya itu"


"Kok tau yank?


"Kabar anak-anak gimana yank?


"Mereka sehat Bim, kamu mau ngomong sama mereka?


"Gak usah yank, besok aja aku kesana, lagian udah malam, mereka pasti udah tidur." Tiara terlihat manggut-manggut.


"sayang, bisa gak kamu ganti panggilan aku? sayang kek, honey kek,beb, kang mas , kan banyak tuh panggilan sayang! protes Bimo.


"Emang kamu mau dipanggil apa?"


"terserah kamu, yang penting jangan panggil nama aja"

__ADS_1


"Oh, kalau gitu, aku panggil kamu Bimbim gimana? biar samaan sama Bu Sumi" ujar Tiara menggoda Bimo.


"tega kamu yank, masa sama sih sama mbok Sumi? aku maunya yang spesial yank"


"hehehe , ya udah aku panggil sayang juga lah, biar samaan sama kamu" ucap Tiara.


"Kalau gitu coba panggil aku sayang sekarang"


"besok bisa gak?"Tiara berusaha melakukan penawaran ,karena dia merasa sedikit malu untuk memanggil Bimo sayang.


"emank apa bedanya besok sama sekarang? kan sama aja yank"


"sa -sayang" ucap Tiara pelan


"Apa yank? aku gak dengar!"


"Sayang" ucap Tiara dengan suara sedikit lebih keras.


"Bim,eh sayang, besok mami sama papi mau ke Jogja!."


" Oh ya? ngapain mereka kesana? dan kamu ikut?"


"Aku sebenarnya mau ikut yank, tapi mami sama papi tidak kasih izin.Karena mereka kesana katanya cuma mau melaporkan orangtua angkatku"ucap Tiara yang sebenarnya merasa tidak tega juga, tapi perbuatan pak Samsul dab ibu Surti memang sudah sangat kelewatan.


"Kok dilaporkan? emang mereka salah apa?" tanya Bimo penasaran. Tiara pun menceritakan semua kebenaran yang baru saja dia dengar dari orangtuanya.


" yank aku udah mengantuk, udahan dulu ya" Tiara menguap, dan matanya mengeluarkan sedikit air mata karena terlalu mengantuk.


" jiahh, padahal aku masih kangen yank! ya udah kamu tidur aja, linenya jangan kamu matikan,aku masih belum puas memandang wajahmu"


Tiara memejamkan matanya, dan benar aja, belum 5 menit, dia sudah tertidur pulas.Sedangkan di seberang sana,Bimo memandangi wajah cantik Tiara.Ingin rasanya dia membawa Tiara kepelukannya. Tak menunggu lama,akhirya Bimo pun tertidur juga, dengan keadaan Handphone masih menyala dan masih menampakkan wajah Tiara di seberang sana.

__ADS_1


TBC


please tinggalkan jejak untuk tetap mendukung novel ini.untuk like hanya butuh 1detik kok.untuk vote paling lama 10 detik itupun udah terlalu lama menurutku. Dan untuk komen, ya paling cuma 1 menit, kalau komentnya lumayan panjang. Kalau cuma next, paling cuma 10 detik.😁😁😁 biar aku semakin semangat buat begadang nya.Thank you


__ADS_2