YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Orangtua rese


__ADS_3

Brakkk


"Aduh ma-maaf... maaf!" Kedua orang tua Dimas kini terlihat jatuh saling bertindih di depan pintu sambil cengengesan.


"Papah kok dorong mama sih?" mamahnya Dimas menghunuskan pandangannya ke arah suaminya dengan tajam.


"Mamah gimana sih? kok jadi nyalahin papah?Justru mamah yang dorong papah! " cetus papahnya Dimas kesal.


"Astaga,pasti si Ratu kepo dan si bandot tua ini mengintip dari tadi! Umpat Dimas kesal. Tapi tentu saja dia hanya berani mengumpat di dalam hati.


Orang tua Dimas mengayunkan langkahnya sambil memegang pinggang masing-masing yang terasa sakit, untuk menghampiri putra satu-satunya itu dengan seulas senyum yang tersungging dibibir keduanya


"Hai Dim, makannya sudah selesai nak?" tanya mamahnya Dimas,berpura-pura seakan dia dan suaminya papahnya Dimas baru saja datang.


"Udah deh mah,pah, gak usah berpura-pura lagi! kalian dari tadi ngintipin kami kan?"


"Kamu gak boleh su'udjon sama orang tua sendiri nak.Tidak baik!" bantah papahnya Dimas.


Dimas berdecih, mendengar jawaban orang tuanya. " Pah, mah, aku tuh udah kenal mamah sama papah.Jadi,aku tuh yakin,kalau kalian berdua tuh, tadi gak kemana-mana.Pasti kalian berdua berdiri di depan,ngintip sekalian nguping kan? kaya emak-emak rempong,yang pengen tahu urusan tetangganya. Iya kan?!" cerca Dimas.


"Nggak nak, suer deh" seraya mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah bersamaan.


" Eh,nak! Kamu kok bisa berdiri? nanti darah kamu bisa naik lho!" mamah Dimas masih tetap dalam kepura-puraannya.


"Udah deh mah, Pasti mamah tahu kan kenapa aku bisa berdiri.masih aja mau berpura-pura" Menghunuskan pandangannya dengan tajam sambil mendaratkan tubuhnya untuk kembali duduk di kasur.Sedikit kesal,karena tingkah konyol orang tuanya,membuat moment romantis,yang tercipta antara dirinya dan Sinta seketika ambyar.


Mamah sama papahnya Dimas, menyeringai memarkan deretan gigi putih mereka ke arah Dimas.Mereka tidak bisa lagi mengelak tuduhan Dimas.


"Jangan begitu akh nak! lihat tuh muka menantu mamah jadi merah begitu! Tadinya mamah sama papah memang mau ada urusan, tapi kalau dipikir-dipikir urusan masa depanmu lebih penting dari urusan lain. Mana tahu tadi kamu butuh pertolongan mamah dan papah!.Bukan begitu pah? menoleh ke arah suaminya meminta dukungan.


"I-iya Dim! benar kata mamah mu! menimpali ucapan istrinya.

__ADS_1


"Dimas marah ya sama mamah dan papah? karena gak jadi..." kedua tangan mamahnya Dimas dikerucutkan dan digerakan seperti adegan berciuman.


"Mamah! udah deh jangan buat Sinta semakin tidak nyaman" cetus Dimas kesal.


Sinta dari tadi terlihat menunduk,tidak berani mengangkat wajahnya untuk melihat orangtua Dimas.Seandainya dia punya ilmu menghilangkan diri, ingin rasanya dia menghilang segera dari hadapan orangtua Dimas.


Mamahnya Dimas menoleh ke arah Sinta,lalu mengayunkan langkahnya menghampiri gadis yang dicintai oleh putranya itu, tampa pernah menanggalkan senyuman dari bibirnya.


"Nak, gak usah malu, sama tante dan om.Kami juga pernah muda kok.Lagian kamu lebih beruntung dari tante"


Sinta mengangkat wajahnya,memberanikan diri untuk menatap wajah mamahnya Dimas. Rasa penasaran akan ucapan mamahnya Dimas lebih besar dari rasa malunya.


" kok bisa lebih beruntung?" tanya Sinta.Yang tentu saja hanya berani ditanyakannya dalam hati.Karena dia tidak mau kalau nantinya orangtua Dimas, menganggap dia terlalu ingin tahu dengan urusan orang atau kalau istilah anak muda sekarang kepo.


Mamahnya Dimas memandang Sinta dengan seulas senyum.Dia bisa melihat dari sorot mata Sinta, kalau sebenarnya Sinta ingin tahu kenapa dia bilang kalau Sinta lebih beruntung.Tapi Sinta enggan untuk menanyakannya.


"Kamu tahu kenapa kamu tante bilang lebih beruntung?" diam sejenak menunggu jawaban dari Sinta.Sinta terlihat menggelengkan kepalanya.


"Karena,walaupun Dimas ngungkapin perasaannya di rumah sakit, setidaknya itu lebih baik dari om mu yang ngungkapin perasaannya di depan toilet wanita" sambil menghunuskan pandangannya dengan tajam ke arah suaminya yang terlihat nyengir.


"Iya, tapi habis itu mamah kan pengen papah nembak ulang ditempat romantis.Tapi sampai sekarang papah gak pernah ngelakuinnya"


"Lho mana papa tahu,mamah maunya begitu!Mamah kan gak pernah ngomong!"


" Harusnya gak perlu diomongin pah! Papah yang seharusnya peka.Masa gitu aja harus diomongin sih!" memalingkan wajahnya ketempat lain dengan bibir yang mengerucut.


"Ya ampun! mulai lagi mereka! " gumam Dimas meringis, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.Sedangkan wajah Sinta semakin memerah karena menahan ketawa melihat tingkah orangtua Dimas yang dia anggap sangat absurd.


"Pah, mah, kalau mau berantem di luar saja."Udah tua juga, masih juga kekanak-kanakan.Kalian berdua gak malu apa sama umur? "


Mendengar ucapan Dimas, kedua orangtua yang tadinya sedang perang saling melotot,seketika tersadar dan langsung tersenyum cengengesan.

__ADS_1


"Eh, maaf nak Sinta, tante sama om cuma bercanda.iya kan pah? mamahnya Dimas spontan menggandeng tangan papahnya Dimas. Dan dibalas dengan anggukan kepala oleh papahnya Dimas


"Gak pa-pa kok tante,om" menampilkan senyuman manisnya.


"Dim, mamah gak nyangka, kalau ternyata gadis yang buat kamu uring-uringan seminggu ini,secantik dan semanis ini! mamah senang deh!" mengapit kedua pipi Sinta dengan gemas.Sehinga membuat pipi Amira semakin merona.


" Iya dong, siapa dulu? Dimasss" ucap Dimas sambil menepuk-nepuk dadanya bangga.


"Mamah jadi gak sabar deh, melihat kalian menikah.Dan pasti nantinya mamah sama papah akan punya cucu-cucu yang lucu,cantik dan tampan" memutar bola matanya,membayangkan ucapannya itu terjadi.


"Iya Dim,mamah kamu benar.kamu pintar memilih calon istri.Papah aja kalah sama kamu! tukas papahnya Dimas impulsif.


Mamahnya Dimas langsung merespon ucapan suaminya dengan menghunuskan sorot mata yang sangat tajam ke arah suaminya.


"Maksud papah, mamah gak cantik gitu? hah?!"


"Bu-bukan gitu mah?papah salah ngomong tadi!Tangan papah Dimas ,spontan menutup telinga dengan kedua tangannya,untuk menghindari jeweran istrinya.


"Mah, pah, udah deh jangan kaya anak kecil.Mamah sama papah pulang aja deh.Kepala Dimas makin pusing melihat tingkah mamah sama papah!"


"Iya deh sayang.Mamah sama papah pulang aja"mengambil tasnya,dan menarik tangan papahnya Dimas,lalu melangkah keluar.


"Maaf ya Sin, mamah sama papah ku memang rada gesrek! ucap Dimas,untuk memecah keheningan yang tercipta diantara dia dan Sinta selepas kepulangan orangtuanya.


"Gak,pa-pa kok Dim,justru mereka itu seru" sahut Sinta,menyunggingkan senyum manisnya.Membuat Dimas kembali gemas,dan berniat untuk kembali mengulangi adegan yang sempat tertunda karena kehadiran mamah dan papahnya tadi.


Brakk


"Kalian berdua belum boleh buat cucu dulu untuk mamah dan papah ya!belum sah soalnya" kepala mamahnya Dimas tiba-tiba nongol di balik pintu.


"MAMAHHH"! teriak Dimas frustasi.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak gaiss.like,vote dan komen.Thank you🥰🤗


__ADS_2