
Mentari kembali menyapa, Tiara terlihat mengerjap-erjapkan matanya.Tiara merasakan Badannya terasa sakit semua seperti remuk,Dia hendak turun dari kasur, tapi dia merasakan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya.Tiara berbalik dan betapa kagetnya dia melihat Bimo tidur dengan nyenyaknya sambil memeluk perutnya dengan erat.
Hampir saja dia berteriak,untung dia tiba-tiba sadar kalau mereka ada di rumah sakit.
"pantas aja badan ku sakit semua,ternyata penyebabnya nih orang,udah tahu kasurnya sempit,masih aja ni laki nyempil di sini" batin Tiara.
Tiara berusaha menyingkirkan tangan Bimo dari tubuhnya, tapi bukannya malah terlepas, Bimo malah semakin mengeratkan pelukannya. Tiara sangat kesal, dengan sekuat tenaga, Tiara memencet hidung Bimo dengan sangat kencang.
"ouchhhh,sakit banget" Bimo langsung duduk sambil memegang hidungnya,yang nampak sudah memerah.Dia berniat hendak memaki sipelaku,yang sudah berani memencet hidungnya.Tetapi begitu dia menoleh,justru dia yang langsung keder,melihat Tiara yang melototkan matanya.
"Eh kok aku bisa tidur dikasur ini?" ucap Bimo bingung dengan wajah yang terlihat bodoh.
"Hei, justru seharusnya aku yang bertanya,kenapa kamu bisa tidur disampingku? kamu mau cari kesempatan ya?"
"eh mana ku tahu, kamu kali yang mindahin aku ke atas kasur!"
"Gak ada kerjaan banget aku mindahin kamu, kamu kirain aku sekuat itu?, lagian aku masih waras kali"
"ih, mungkin sekarang aja kamu warasnya.Kali aja tadi malam kamu gila, karena lihat ketampanan ku,pas lagi tidur. sangking gilanya, kamu langsung berubah jadi ironwoman, yang tiba-tiba kuat dan bisa mengangkat aku ketempat tidur" ucap Bimo yang langsung berubah jadi pengarang bebas.
"I ihh kamu ya! ucap Tiara yang kehabisan kata-kata.Ingin rasanya dia mencekik Bimo.
"Bunda, om Bimo nya jangan dimarahin, kasian" Ujar Aarash yang tiba-tiba sudah bangun.
"iya bunda,please jangan marahin aku" timpal Bimo yang memasang wajah pura-pura sedih.
"please deh,jangan drama" ucap Tiara pelan, tapi masih bisa didengar oleh Bimo.
"Bimo minta maaf bunda, Bimo berjanji tidak akan nakal lagi" ucap Bimo yang tiba-tiba bertingkah seperti anak kecil.Dia sangat senang karena mendapat pembelaan dari Aarash.
"Bunda, tolong maafin om Bimo.Kata bunda, kita itu harus mau memaafkan kesalahan orang yang sudah berbuat jahat sama kita. Jadi maafin om Bimo ya!" ujar Aarash dengan muka memelas.
"Iya..iya bunda maafin"
" Kalau dimaafin, om Bimonya di salam dong bunda"
__ADS_1
Tiara mengulurkan tangannya dan langsung disambut dengan senang hati oleh Bimo.
"Habis itu,om Bimonya dipeluk bunda" ucap Aarash yang selalu ingat kalau dia bertengkar dengan Aariz, Tiara selalu menyuruh Aarash dan Aariz, untuk bersalaman sekaligus berpelukan.
"Yes, terimakasih nak,kamu memang tahu apa keinginan ayah" batin Bimo senang. Dia sudah sangat yakin kalau dia beneran ayah sikembar walaupun Tiara belum mengakuinya.
Dengan hati yang dongkol, Tiara memeluk Bimo,tapi masih tetap sedikit menjaga jarak.Tapi Bimo tidak menyia-nyiakan kesempatan,ditariknya Tiara kepelukannya,dan dipeluknya erat-erat.
"terimakasih bunda,Bimo senang deh, bunda udah maafin Bimo" ucap Bimo sambil mengeratkan pelukannya.
"kamu lepas gak!,kamu jangan cari kesempatan ya!" bisik Tiara keki.
"Aku anggap ini kalau,kamu benar-benar sudah memafkan ku" bisik Bimo kembali.
"In your dream" umpat Tiara.
Bimo melepaskan pelukannya dengan senyuman yang sumringah,sedangkan Tiara dengan senyuman yang terpaksa,bahkan kalau boleh dikatakan itu bukan senyuman tapi lebih kearah meringis.
Flashback
Setelah mengisi perutnya yang lapar,Bimo kembali keruangan Aarash.Bimo melihat Tiara sudah sangat pulas tidurnya.padahal dia membawa sekotak makanan untuk Tiara.Bimo ingin sekali membangunkan Tiara,tapi karena Tiara sangat pulas tidurnya,dia jadi tidak tega.Bimo beranjak ke sofa untuk membaringkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.Tapi tiba-tiba dia berdiri lagi dan beranjak ke tempat dimana Tiara berbaring.
Bimo berniat untuk kembali lagi ke sofa,tapi lagi-lagi dia mengurungkan langkahnya.Dengan hati-hati dia naik ketempat tidur, dan memeluk Tiara dari belakang.
"kupeluk sebentar gak pa-pa kali ya? nanti aja aku kembali ke sofanya" batin Bimo.
Bimo memejamkan matanya,meresapi pelukan yang dia lakukan.Karena terlalu nyaman,tidak menunggu waktu lama,Bimo pun tertidur dengan pulas, dengan posisi memeluk Tiara.
Flashback end
****
Ingin rasanya Bimo,tetap berada di rumah sakit, tapi hari ini ada pekerjaan penting yang harus dikerjakannya. Bimo keluar dari kamar mandi,sudah lengkap dengan memakai kemeja berwarna Navi,yang pas sekali menempel di tubuh Bimo,Sehingga kadar ketampanannya semakin meningkat di mata Tiara. Aroma maskulin yang berasal dari tubuh Bimo, membuat Tiara ingin sekali memeluk tubuh Bimo. Tapi untungnya dia masih bisa menahan keinginan gilanya itu.
"Ra, aku mau kekantor dulu,tapi nanti siang aku akan kesini lagi.kamu jangan merindukan aku ya!" ujar Bimo yang makin kesini,kadar kenarsisannya semakin meningkat.
__ADS_1
"ih pergi aja sono,dan gak usah datang lagi" ucap Tiara yang berbanding terbalik dengan keinginan hatinya.
"Sebentar lagi mamah akan ke sini,sekalian bawa sarapan buat kamu"
"Gak usah repot-repot,lagian Sinta juga sebentar lagi akan datang ke sini,Dia udah tiba di Jakarta tadi malam, jadi kamu gak usah ngerepotin tante Sarah buat datang ke sini" ucap Tiara dengan nada ketus.
"Terserah kamulah,yang jelas mamah akan tetap kesini, buat jenguk Aarash.Aku berangkat dulu ya! pamit Bimo ke Tiara. Lalu dia beranjak ke kasur Aarash dan mencium puncak kepala Aarash.
"Om pergi dulu ya, nanti om datang lagi.Jangan lupa minum obatnya biar cepat sembuh"
"Siap om, tapi nanti om beneran tetap datang kan?"
"Ya, pasti dong" ucap Bimo tersenyum.
"om pasti datang nak,lagian siang ini test DNA mu akan keluar, om benar-benar mengharapkan kalau kamu dan Aariz benar-benar anak om" bisik Bimo pada dirinya sendiri.
Flashback
"dokter,selain melakukan tranfusi darah, aku ingin dokter melakukan test DNA antara aku dan anak itu" perintah Bimo ke dokter yang sedang menangani Aarash.
"baik pak Bimo"
"Aku ingin hasilnya cepat keluar"
" boleh pak Bimo,test DNA dengan menggunakan sampel darah biasanya tidak membutuhkan waktu 24 jam untuk kita mengetahui hasilnya.Biasanya hasil Test DNA , bisa memakan waktu sampai 2 minggu, tapi untuk kasus darurat bisa kok hanya memakan waktu sehari" ujar dokter menjelaskan.
"Baik lah, saya ingin hasil testnya bisa saya dapatkan besok" tegas Bimo.
"Baik pak Bimo, besok siang pak Bimo, bisa langsung dapatkan hasilnya"
"bagus, kalau begitu saya keluar dulu dokter,permisi" Bimo melangkah keluar dengan penuh harapan,semoga dia akan mendapatkan kabar yang menggembirakan esok.
**flashback end.
**To be continue
__ADS_1
jangan lupa untuk tetap mendukung novel ini ya guys.please like,vote dan komen.
ditunggu kritik dan sarannya.Thank you*🥰🥰🥰*