YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Amira mendatangi kantor Bimo


__ADS_3

Harapan tinggal hanya harapan,Dimas yang tadinya berharap bisa mengobrol banyak dengan si kembar ternyata sama sekali tidak terealisasi.Baru 10 menit mereka meninggalkan rumah Bimo,si kembar sudah tertidur pulas karena kecapean. Selama perjalanan Dimas lebih banyak diam,dia hanya bicara seperlunya aja ke mbok Sumi yang sedang duduk dibelakang.Dan untungnya mbok Sumi paham akan situasi dan memilih untuk diam juga.


Setelah 1 jam lebih menempuh perjalanan,akhirnya mereka tiba di rumah tempat dimana Tiara/Billa tinggal di Jakarta.Tidak terlihat mewah tapi suasananya sangat asri dan nyaman.Dimas turun dan menggendong Aarash dan membawanya masuk ke dalam sedangkan Aariz akan di angkat nantinya setelah Dimas selesai meletakkan Aarash di dalam.


"Lho kok mereka udah tidur bu?" tanya Tiara keheranan karena tidak biasanya si kembar tidur jam segini.


" Mereka kecapean nak,bermain sama keluarga bu Sarah,apalagi ada den Bimbim tadi di sana.sikembar tidak mau lepas dari den Bimbim seharian ini" ujar buk Sumi antusias.


"masa sih bu?, kok tumben mereka gampang dekat dengan Bimbim bu,padahal selama ini mereka sangat susah untuk dekat dengan orang? ucap Tiara merasa heran.Dan bu Sumi hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.


"Ka Dimas terima kasih ya udah mau ngantar ibu dan anak-anak pulang, jadi repotin ka Dimas aja"ujar Tiara tersenyum manis.


Senyuman Tiara sungguh sangat mempesona di mata Dimas,sehingga Dimas ingin rasanya membawa tubuh ramping wanita pujaannya itu ke dalam pelukannya.


"tidak apa-apa Bil, justru aku sangat senang bisa mengantar mereka,sekalian aku bisa melihat kamu walau hanya sebentar"ucap Dimas to the point.


"Ka Dimas bisa aja" ujar Tiara yang sudah tahu bahwa Dimas tidak sedang berbohong.


"Oh ya, ka Dimas duduk dulu,biar aku ambil minum dulu" ucap Tiara lagi.


"Tidak usah Bill,kaka langsung pulang aja, kapan-kapan aku datang lagi" ucap Dimas yang merasa akan sia-sia saja jika dia berada lama disana.Dimas dapat melihat, kalau Billa sepertinya sedikit merasa tidak nyaman dan canggung karena kehadirannya di rumah itu.


Dimas beranjak pergi setelah pamitan dengan mbok Sumi dan titip salam buat si kembar.


"nak apakah kamu beneran tidak mau memberikan kesempatan buat nak Dimas? dia sepertinya sangat mencintai mu nak, apa kamu tidak kasihan sama Dimas nak?" ujar Bu Sumi setelah mobil Dimas tidak nampak lagi.


"Bu, justru karena aku kasihan lah sama Ka Dimas makanya aku tidak menerima ungkapan cintanya bu.Aku tidak mau menerima cintanya, karena rasa kasihan.justru itu akan lebih menyakiti hatinya nanti bu. Aku menerima cintanya tapi hatiku buat orang lain, itu sungguh tidak adil buat ka Dimas bu.Aku dulu pernah merasakan bagaimana sakitnya memiliki cinta yang bertepuk sebelah tangan,aku tidak mau ka Dimas merasakan hal itu juga.Ka Dimas pantas mendapatkan cinta dari wanita, yang benar-benar mencintainya bu. ujar Tiara panjang lebar tanpa jedah sedikitpun.


"huftt terserah kamu lah nak,ibu hanya berharap kamu mendapatkan kebahagiaanmu nak"ucap bu Sumi lirih.


"Bu Tiara selama ini udah mendapatkan kebahagiaan,si kembar, ibu dan Sinta sudah merupakan kebahagiaan buat ku."


"kamu tidak bisa membohongi ibu nak, ibu tahu, kalau sekarang kebahagiaanmu belum lengkap seperti yang kamu ucapkan" batin ibu Sumi.


***

__ADS_1


Amira melangkah dengan anggunnya, memasuki gedung tinggi milik Aryaguna corporation.Dia begitu senang setelah tadi malam dia mendapat panggilan Seno yang mengajak bertemu dan menyuruh dia untuk datang ke Kantor Bimo.


"Permisi mba, pak Bimo dan pak Senonya ada?" tanya Amelia,kepada resepsionis yang sedang bertugas didepan.


"Ada Nona, apa nona sudah ada membuat janji? " tanya salah seorang resepsionis itu, dengan ramah, seperti layaknya resepsionis pada umumnya.


"sudah mba"


"dengan nona siapa kalau boleh tau?"


"Amira Larasati Widjaya"


"Oh, anda nona Amira? pak Seno sudah menunggu anda dari tadi nona.silahkan naik lift ViP yang di sebelah sini nona.ruangan pak Bimo dan pak Seno ada dilantai 11" ucap mba resepsionis sambil menunjukkan lift yang dimaksud.


"Terimakasih mba" ujar Amira dengan tersenyum manis.


"Itu pasti kekasihnya, kalau gak pak Bimo ya pak Seno" ucap mba resepsionis kepada rekannya setelah kepergian Amira.


"Iya,aku juga mikirnya begitu, cantik ya dan kayanya baik juga" ujar resepsionis yang lainnya.


"auk akh pusing" ucap mba resepsionis yang satu lagi.


Author: hei kerja, kerja gosip bae..


resepsionis 1&2 : ashiap thor


***


Amira keluar dari dalam lift dan matanya celingukan mencari dimana ruangan Bimo.Mia, sekretaris Bimo menautkan kedua alisnya melihat kedatangan Amira.


"Mau cari siapa Nona? tanya Mia sedikit ketus.


"Mau cari ruangan pak Bimo,dimana ya?"


"Ada urusan apa anda mau bertemu pak Bimo? masih dengan nada ketus.

__ADS_1


"saya bukan mau bertemu pak Bimo,saya mau bertemu dengan mas Seno,dan kata mas Seno saya langsung aja keruangan pak Bimo saja" ujar Amira merasa sedikit tidak senang atas sikap Mia.


"Bimo dipanggil pak ,Seno dipanggil mas.Kayanya wanita ini fans-fans fanatik duo bos gue" batin Mia.


"Emm, maaf Nona, pak Bimo dan pak Seno lagi tidak di tempat"


" tapi tadi kata resepsionis pak Bimo dan pak Seno ada di ruangannya"ujar Amira


"Me mereka baru saja pergi, jadi resepsionis tidak tau" ucap sekretaris Mia gelagapan.


"Amira kok nggak langsung masuk?" ucap Seno yang tiba-tiba membuka ruangan Bimo, karena mendengar suara Amira da Mia.


"Lho kata dia , mas Seno sama pak Bimo sedang keluar" ucap Amira sambil menunjuk muka Mia.Dan Seno langsung menatap tajam ke arah Mia minta penjelasan.


"Maaf pak Seno, tadi aku kira nona ini salah satu fans fanatik pak Bimo dan pak Seno"ujar Mia ketakutan.


"Ya udah, lain kali jangan di ulangi ya" ucap Seno yang merasa kalau itu 100% bukan kesalahan Mia.Justru yang salah itu adalah dirinya yang tidak menginformasi terlebih dahulu kedatangan Amira kepada Mia sebelumnya.


Seno melangkah masuk di susul Amira dibelakangnya.dan setelah Amira masu Seno pun menutup pintu ruangan.


"Apa kabar Nona Amira!" ujar Bimo sambil berdiri setelah melihat kedatanngan Amira.


"saya baik seperti yang anda lihat tuan Bimo, ada apa anda menyuruh saya datang ke sini? ucap Amira dengan nada ketus.


"Sabar Bim ,sabar lo butuh dia" batin Bimo


"Silahkan anda duduk dulu disana," ucap Bimo sambil menunjuk sofa yang ada di ruangan itu sambil tersenyum.


To be continue


jangan lupa untuk tetap mendukung author receh ini ya guys.please like,vote dan komen.Mohon Kritik dan saran juga.



Amira Larasati.

__ADS_1


__ADS_2