YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Itu Karena aku mencintaimu


__ADS_3

Aariz kini sudah menginjakkan kakinya di hotel tempat dia menginap. Sekarang dia tengah melangkahkan kakinya menuju kamar dimana Vina berada. Dengan perlahan dia membuka pintu. Samar-samar dia mendengar suara Vina yang sedang berbicara dengan seseorang.


"Iya, Ka Galang, aku gak apa-apa! Kaka gak usah khawatir ya! nada suara Vina terdengar manja di telinga Aariz. Kalau nada suara seperti itu ditujukan padanya, Aariz mungkin akan senang. Akan tetapi, saat ini suara itu ditujukan pada laki-laki lain yang hampir saja memperkosanya, menurut versi Aariz.


Aariz mengepalkan kedua tangannya. Apalagi karena terlalu asyik berbicara di telpon, Vina sampai tidak menyadari kedatangannya.Dengan amarah yang amat sangat, Aariz langsung mengayunkan tangannya untuk merampas ponsel dari tangan Vina.


"Ka Aariz?! Kak kembalikan ponsel Vina!"


Aariz langsung memutuskan panggilan, dan menghunuskan tatapannya ke arah Vina. Manik matanya kini tampak berkilat-kilat dan wajahnya sudah memerah.


"Kamu sudah hampir diperkosanya, tapi kamu masih mau berbicara mesra kepadanya, apa kamu sudah gila, hah?!" Suara Aariz naik, membentak Vina. Sehingga Vina terlonjak kaget sekaligus bingung dengan apa maksud perkataan Aariz.


"Apa maksud Kaka? Siapa yang Kaka maksud mau memperkosaku?"


"Kamu masih bertanya lagi? bukannya kamu tadi nelpon sama tunangan kamu si Galang?" tanya Aariz kesal.


"Galang? tunanganku?. Ka Aariz , aku rasa Ka Aariz sudah salah paham. Ka Galang itu, bukan tunanganku, tapi Kakak sepupuku.Dia anak dari Kakak Laki-laki Mamah! " ujar Vina yang membuat Aariz sekarang yang menjadi bingung.


"Tapi kata Bunda...., Ah sudahlah! Jadi laki-laki yang melecehkanmu itu siapa? kenapa dia bilang kalau dia tunanganmu?


"Dia itu Ka Dewa, teman Ka Galang! Mereka berteman karena sama-sama datang dari Indonesia. Aku juga tidak tahu kenapa dia bisa yakin kalau aku lah orang yang dijodohkan dengan dia. Hanya karena kami dijodohkan pada hari yang sama, dan kebetulan Papah sama Om Seno datang berkunjung ke rumahnya, sehari sebelum dia tahu kalau dia dijodohkan!" tutur Vina, yang makin membuat kening Aariz berkerut.


"Jadi, kamu juga tidak tahu, dengan siapa kamu dijodohkan? Vina menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Aariz.


"Kok bisa ya, ada sistem perjodohan seperti itu? dasar orangtua-orangtua aneh! " ucap Aariz.


Tanpa mereka berdua sadari, ternyata dari tadi mereka berbicara dengan keadaan selimut yang menutupi tubuh Vina sudah melorot menampakkan bagian atas tubuh Vina.


Setelah Vina tersadar, Vina buru-buru menarik kembali selimut itu, untuk bisa kembali menutup tubuhnya. " Ka,pakaianku mana?"tanya Vina dengan wajah yang sudah memerah karena malu.

__ADS_1


Aariz tidak bergeming, dia terpaku pada tempatnya, mengingat pemandangan pegunungan yang baru saja dilihatnya dan yang kini sudah tertutup oleh kabut.


Bantal tiba-tiba melayang persis mengenai wajah Aariz. " Ka, Aariz, jangan mesum! mana pakaianku? teriak Vina kesal.


"Iya, ntar aku buka semua!" ucap Aariz tanpa sadar.


"Apa yang mau Kaka buka?"


"Ya pakaianmu lah! "


" Ka Aariiiz! aku tanya mana pakaianku, bukan buka pakaianku!" Vina semakin merasa kesal. Bibirnya kini sudah maju sepanjang kira-kira 5 inci atau mungkin lebih.


"Oh, iya, aku lupa.Ayo sana ganti pakaianmu! Aariz melemparkan kantongan yang berisi gaun yang dibelikannya untuk Vina.


Dengan membawa selimut bersamanya, Vina berjalan ke arah kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Sepertinya ini akan jadi gaun kesayanganku.Ini pertama kalinya , Ka Aariz membelikan sesuatu buatku, kecuali es krim, coklat dan permen tentunya.Itu tidak masuk hitungan, karena Ka Aariz memberikannya kan pas aku kecil. " gumam Vina, seraya memeluk kembali gaun itu dan menciumnya cukup lama.


Setelah puas,memeluk dan mencium gaun itu,Vina akhirnya mengenakannya, dan memang sangat pas membalut tubuhnya.


"Tapi tunggu dulu!Kenapa Ka Aariz jadi baik padaku? bukannya dia membenciku? Dan satu lagi, kenapa dia ada di London? apa Om Bimo, mau membuka cabang perusahaan di London?" Vina bertanya-tanya dalam hatinya.


Sementara itu, Galang di apartemennya bertanya-tanya, karena sebelum panggilannya benar-benar terputus, dia masih bisa mendengar Vina menyebut nama Aariz


"Aariz? bukannya itu nama laki-laki pujaan Vina? Tapi kenapa dia ada di London? Vina gak mungkin kan lagi mengigau?" gumam Galang.


"Sekarang mereka berdua, ada di hotel. Di dalam satu kamar, dan Vina sangat mencintai Aariz,Jangan sampai Vina....." Galang tiba-tiba berlari keluar dari apartemennya dengan wajah panik.Di kepalanya kini muncul pemikiran kalau Vina akan rela menyerahkan dirinya pada laki-laki yang sangat dicintainya itu.


"Arghhh! bisa-bisa aku babak belur nanti dihajar sama Om Dimas, kalau si Vina sempat diapa-apain sama si Aariz itu!

__ADS_1


********


Aariz begitu terpesona, melihat penampilan Vina yang kini sangat cantik dengan gaun yang baru saja dia belikan untuk Vina. Dia kembali terpaku ditempatnya seraya memandang Vina dari atas ke bawah. Hingga membuat wajah Vina berubah warna menjadi merah seperti kepiting rebus yang baru diangkat dari kompor.


"Ka Aariz, kenapa melihat Vina seperti itu? Apa ada yang salah dengan Vina?"


Aariz menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kamu cantik sekali dengan gaun itu" ucap Aariz memberikan pujian sehingga semburat merah di pipi Vina semakin memerah.


"Ka, Vina mau nanya, kenapa Kaka bisa ada di London? Apa Om Bimo mau membuka cabang perusahaan di sini?" Vina tidak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya yang dari tadi sudah memenuhi pikirannya.


" Kita keluar dulu dari kamar ini! Nanyanya nanti aja!" Aariz kembali tidak menjawab pertanyaan Vina.Dia mengayunkan langkahnya, menuju pintu keluar, disusul oleh Vina yang berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan bibir yang mengerucut.


Aariz membawa Vina untuk masuk kedalam kamar tempat dia menginap terlebih dahulu,sebelum dia mengantarkan Vina pulang.


"Ka, kenapa pertanyaan Vina gak dijawab dari tadi? Kenapa Ka Aariz ada di London? dan kenapa Kaka bisa sampai berpikir kalau aku dijodohkan dengan Ka Galang? Kenapa Kaka tadi tahu kalau aku mau diperkosa sama Ka Dewa? Kenapa Kaka mu...."


Aariz langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Vina, yang dari tadi sibuk dengan pertanyaan-pertanyaannya. Hingga membuat Vina mematung seketika dengan tubuh yang seperti membeku dan mata yang membulat sempurna.


Karena tidak mendapat perlawanan dari Vina, Bibir yang tadi hanya menempel, kini berganti dengan lu**ma**tan lembut dan penuh perasaan.Jujur, ini pengalaman pertama buat Aariz dan Vina.Aariz hanya mengingat adegan ciuman yang pernah dia lihat di video film blue koleksinya.


Aariz melepaskan ciumannya untuk bisa meraup oksigen kembali. Lalu dia mendekatkan mulutnya ke telinga Vina dan berbisik. "Jawaban dari semua pertanyaan mu itu cuma satu, itu karena aku mencintaimu" netra Vina membesar, mendengar pengakuan dari Aariz.


Tbc


Jangan lupa dukungannya ya Gais. Please like, vote dan komen.


Jangan lupa juga buat mampir di karya ku yang bejudul Cinta terhalang Janji.


__ADS_1


__ADS_2