YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Cobalah untuk ikhlas


__ADS_3

Bukk,


Pak Wijaya,melayangkan pukulan yang keras,ke wajah Bimo.Sehingga,Bimo meringis kesakitan.Dari sudut bibirnya keluar sedikit darah segar.


"Pukulan ini sebagai tanda om sudah memaafkaan mu,tapi semua tergantung putri saya.Kalau dia memaafkan kamu,dan memberikan kamu kesempatan, om harap kamu bisa membahagiakan putri saya,dan tidak akan pernah menyia-nyiakannya" bisik pak Wijaya ke telinga Bimo, sambil menepuk-nepuk pundak Bimo,lalu dia beranjak mendekati Tiara yang terlihat memandang Bimo dengan ekspresi kasihan.


"nak,sebenarnya masih banyak hal yang ingin papi tanyakan tentang kehidupanmu selama ini.Namun, sepertinya waktunya kurang tepat.Mungkin nanti setelah cucu papi sembuh kamu bisa menceritakan semuanya pada mami dan papi.Sekarang mami dan papi balik dulu.papi harap setelah cucu papi sembuh, kamu dan cucu-cucu papi akan pulang kerumah papi.


"Baik pi,mi.Nanti Tiara akan mencoba memikirkannya" ujar Tiara


"Amira, Ayo kita pulang"


"Amira mau di sini dulu pi, Amira masih mau ngobrol-ngobrol dengan Ara" ucap Amira mencari alasan.


"mau ngobrol sama Ara atau masih mau dekat sama nak Seno? sindir ibu Marlina


"Dua-duanya, hehe" Amira cengengesan menampakkan barisan giginya yang putih.


"Hmm, kayanya sebentar lagi kita bakal dapat dua mantu sekaligus pi!, ayo kita pulang" ibu Marlina dan pak Widjaya melangkah keluar meninggalkan dua pasangan itu.


"Bunda,Aarash haus" ucap Aarash yang baru saja terbangun dari tidurnya.


Dengan cekatan Bimo berdiri, dan mengambil air minum yang sebelumnya sudah ada di atas nakas.Dengan telaten dan penuh kasih sayang, Bimo menegakan punggung Aarash dan memberikannya minum.Hal itu sedikit membuat Tiara merasa terharu,ada perasaan bahagia menyelinap datang kedalam hatinya,melihat kasih sayang Bimo yang terlihat tulus kepada Aarash.


"Terima kasih om" Aarash tersenyum kearah Bimo.Tapi dia terlihat kaget begitu dia melihat ada dua sosok wanita yang wajahnya sama.Dia hampir tidak bisa membedakan yang mana bundanya.Tapi begitu melihat penampilan,dan karena ikatan batin yang kuat,dengan mudah ,Aarash sudah bisa mengenal,yang mana bundanya, yang mana bukan.


"Hai, son bagaimana keadaan mu sekarang? Amira mencoba menyapa Aarash dengan memanggilnya son.

__ADS_1


"Sudah mendingan,tapi tante ini siapa? kenapa manggil Aarash son?"


"Saya bunda nak, masa gak kenal sama bunda" ucap Amira yang masih dalam mode pura-pura.


"Tante bukan bunda Aarsh,bunda Aarash yang itu." tunjuk Aarash ke arah kearah Tiara.


"Kok Aarash tahu?"


"Karna Bunda tidak genit seperti tante" ucap Aarsah to the point, yang membuat Amira melongo.


******


Sementara itu, sepasang manusia yang sedang galau karena cinta tak berbalas,memutuskan bertemu di sebuah taman.Siapa lagi mereka kalau bukan Dimas dan Sinta.Sepulangnya Sinta dari rumah sakit,dia mendapat panggilan dari Dimas untuk mengajaknya bertemu.


"Sin,aku tidak pernah menyangka kalau wanita yang aku cintai, ternyata orang yang sama dengan orang yang sahabat ku cintai." ucap Dimas setelah sedikit berbasa-basi menanyakan kabar,dan percakapan basa-basj pada umumnya.


"Iya, dia sahabat aku dari kecil,persahabatan kami ada, karena orang tua kami juga bersahabat.Dari dulu semua hal yang kusuka,Bimo juga pasti suka,dan orang yang selalu mengalah itu pasti aku" Dimas menyunggingkan senyum sinis di sudut bibirnya.


"Ternyata, bukan hanya benda, makanan yang sama-sama kami suka.Bahkan kami pun menyukai wanita yang sama. Apakah kali ini aku harus mengalah juga Sin?"


"Menurut kata hati kamu bagaimana? apakah kamu akan mengalah atau tidak?" bukannya menjawab,Sinta malah balik bertanya.


"Entahlah Sin, kadang hatiku berkata untuk mengalah,tapi niatku untuk memilikinya sangat besar.Aku sangat mencintainya Sin"


"Sebenarnya kamu sudah menemukan jawabannya Dim! hanya ego kamu yang tidak mau mengerti" ucap Sinta penuh teka-teki.


" Maksud kamu?" Dimas menautkan kedua alisnya, karena merasa tidak mengerti apa maksud Sinta.

__ADS_1


"Hati kamu yang mengatakan untuk mengalah, itu sudah benar, tapi kata hatimu dikalahkan sama ego kamu yang tinggi.Kamu merasa, kamu sudah cukup mengalah selama ini.Ego kamu mengatakan kalau untuk kali ini, sudah saatnya Bimo yang mengalah. Tapi, seandainya Bimo mengalah,apa kamu yakin,kamu akan bisa mendapatkan hati Tiara secara utuh? aku rasa tidak Dim, karena di hati Tiara, nama Bimo sudah sangat sulit untuk dihapus". Dim sebenarnya,perasaan kamu ke Tiara itu, bukan perasaan cinta, tapi lebih tepatnya mengarah ke obsesi".


"Karna saya sangat mencintainyalah makanya saya terobsesi untuk memilikinya" Dimas merasa tidak terima dengan perkataan Sinta.


"Rasa selalu ingin memberi tanpa memaksakan harapan yang tinggi untuk membuat si dia bahagia, itulah namanya cinta. Berbeda dengan obsesi Dim, mereka yang sudah terobsesi, mereka akan berusaha dengan cara apapun, hingga bisa memiliki sepenuhnya, meskipun dengan cara-cara yang tidak baik.Seharusnya kalau kamu mencintai Tiara, kamu pasti akan bahagia bila melihat orang yang kamu cintai itu bahagia,walaupun itu bukan dengan bersamamu."


Dimas merasa tertohok dengan apa yang di ucapkan Sinta.


"Kamu bisa mengatakan seperti itu,karena kamu tidak pernah merasakan bagaimana rasanya mencintai seseorang Sin"


"humm,kamu salah Dimas, setiap wanita normal, apalagi yang usianya sudah matang seperti saya,pasti pernah merasakan cinta.Tapi, aku tidak mau memaksakan orang itu untuk membalas cintaku. karena dimana-mana, yang namanya pemaksaan itu tidak baik kedepannya.Dengan melihat dia bahagia dengan orang yang dia cintai,dan mencintainya aku sudah bahagia.Kita bisa mencintai seseorang tanpa harus memilikinya.Karena cinta itu tidak harus memiliki."ujar Sinta tanpa jeda.


Dimas tidak bergeming,dia tidak bisa membantah semua perkataan Sinta.


"Dim,bukannya aku tidak mau membantu kamu untuk mendapatkan hati Tiara,tapi jujur kebahagiaan Tiara itu bersama Bimo.Kamu bisa lihat, disaat dia sudah tersakiti sangat dalam oleh Bimo,Tiara tetap tidak bisa membencinya.Kamu tahu kenapa? Karena Bimolah dulu satu-satunya laki-laki yang selalu membantunya tanpa sepengetahuan orang.Bila Tiara dihukum, membersihkan pekarangan sekolah dan toilet,diam-diam setelah semua orang pulang, Bimo selalu hadir membantu Tiara sampai hukuman Tiara selesai.Dan banyak lagi hal yang dilakukan Bimo ke Tiara tanpa sepengetahuan orang.Hanya satu kekurangannya, Bimo terlalu pengecut untuk mengakui perasaannya. Tapi sekarang aku bisa memakluminya,dulu dia masih terlalu muda, dan yang namanya gengsi masih tinggi" Sinta menghela nafasnya dan memandang Dimas yang terdiam dan menunduk.


"Jadi aku harus bagaimana Sin" Dimas mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Sinta.


"Kamu cobalah untuk iklas Dim,"


"Sangat mudah untuk mengatakan iklas Sin tapi melaksanakannya sangat susah".


" Ya, iklas itu sangat gampang untuk diucapkan,sulit untuk diterapkan. Namun tidak mustahil untuk diupayakan Dim, jadi upayakanlah untuk iklas" ucap Sinta dengan tersenyum tulus.


Tbc


jangan lupa like,vote dan komennya ya guys.thank you😀🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2