YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Triple Happiness


__ADS_3

Seno menggeleng-gelengkan kepalanya,begitu melihat Amira yang tertidur pulas di sofa.Belakangan ini Seno merasa heran dengan kebiasan istrinya yang suka sekali tidur, bahkan bisa sampai berjam-jam.Kalau ditanya kenapa, alasannya selalu capek.Padahal udah satu minggu Amira dirumah saja.Butik yang dikelolanya diserahkan pada asistennya untuk menghandle semuanya.Amira belakangan ini juga sangat malas menyentuh yang namanya air.


"Sayang bangun,Mir...Mira " Seno menepuk pipi Amira berulang kali,tapi tidak ada respon sama sekali.Seno mengitari seluruh ruangan dengan kedua matanya,untuk mencari sesuatu, apakah ada sesuatu yang bisa gunakan membangunkan Amira.Tapi, sepertinya sama sekali tidak ada.


Seno akhirnya memencet hidung Amira dengan keras.Karena menurutnya ini lah jalan satu-satunya yang bisa membangun kan Amira.


" I..iya Tiara tidak apa-apa kan?!" Amira refleks berdiri dan bingung melihat ruangan itu sudah


kosong.Seno terkekeh geli melihat ekspresi kaget dari istrinya.


"Ke- kemana semua orang? kok udah kosong? Amira celingukan mencari keberadaan keluarganya.


"Mereka semua ada didepan ruangan dokter kandungan sayang!"


"Ngapain di sana? siapa yang hamil? tanya Amira yang sepertinya nyawanya belum menyatu dengan tubuhnya.


"Tiara hamil sayang! makanya tadi dia jatuh pingsan.Kata dokter itu karena fluktuasi darahnya berkurang dan asupan makanan yang masuk ke tubuh Tiara belakangan ini berkurang.


"Oh, gitu ya?" Amira manggut-manggut sambil menguap, lalu berjalan pelan menuju kasur rumah sakit, untuk kembali tidur.


"Eh, mau kemana lagi yang?" Seno menarik tangan Amira untuk tidak tidur lagi.


"Mau tidur yang! aku ngantuk banget"


"Kamu kirain ini rumah kita? ini rumah sakit sayang.."Seno sedikit menekan kan kata rumah sakit di telinga Amira.


"Oh iya ya?" Amira nyengir dan menoleh ke arah Seno suaminya.


"Kita keluar sekarang yang, semua orang sudah menunggu kita" Seno meraih tangan Amira dan menggandengnya keluar untuk menghampiri dimana keluarganya kini sedang berkumpul.


Sebenarnya ada secuil rasa iri di hati Seno, melihat kebahagiaan Bimo,yang cepat kasih anugrah utuk mempunyai anak lagi.Ingin rasanya dia seperti Bimo.Tapi kembali lagi kepada kehendak yang kuasa.Kalau Tuhan sudah berkehendak,pasti dia juga akan bisa merasakan hal yang sama seperti yang Bimo rasakan.Tinggal tunggu waktunya saja.


Amira memperhatikan perubahan raut muka Seno.Batin Amira merasa kalau Seno sedang memikirkan sesuatu.Dan feelingnya berkata, kalau Seno juga sedang menginginkan hal yang sama seperti yang Bimo rasakan.

__ADS_1


"Sayang...aku minta maaf ya! " ucap Amira lirih dan sangat pelan,tapi telinga Seno masih bisa mendengar permintaan maaf Amira.


"Maaf buat apa sayang? Seno mengrenyitkan alisnya berusaha mencerna permintaan maaf Amira.


"Maaf karna aku belum bisa memberikan kamu, seperti yang diberikan Tiara pada Bimo" Seno tersenyum mendengar ucapan Amira yang diucapkan dengan mimik muka sedih.


Seno menghentikan langkahnya dan menangkup pipi istrinya.memandang wajah sedih istrinya yang matanya sudah terlihat berkilat-kilat karena penuh dengan cairan bening yang sudah siap untuk ditumpahkan.


"Sayang, kamu kok berpikiran begitu sih? ini bukan salah kamu.Mungkin Tuhan belum mempercayakan kita untuk menjadi orang tua.Mungkin Tuhan mau memberikan waktu buat kita berpacaran dulu puas-puas.Lagian kita menikahnya kan belum genap dua bulan. Bahkan ada lho yang menikah bertahun-tahun baru dikarunia keturunan" ucapan Seno bukannya membuat Amira tenang tapi justru semakin was-was.


"Jadi, sayang, kalau kita sampai bertahun-tahun tetap tak diberi keturunan, apakah kamu akan meninggalkan ku dan menikah dengan perempuan lain? "


"Hmm, mungkin saja!"


" Iihh Seno, kamu jahat " Amira mencebikkan bibirnya dan menepis tangan Seno dari pipinya.Baru saja dia hendak melangkah meninggalkan Seno, Seno langsung cepat menangkap tangan Amira,menahan agar Amira tidak pergi.


"Aku bercanda sayang.Salah satu tujuan menikah memang untuk mendapatkan keturunan, tapi bukan hanya itu saja tujuan pernikahan, salah satunya adalah untuk bisa menghabiskan waktu dengan orang yang kita cintai sampai ajal menjemput.Dan orang yang aku cintai itu adalah kamu. (oh so sweet). Bukan tidak ingin punya anak, tapi urusan anak adalah urusan dari yang maha kuasa.Tuhan yang menentukan kapan waktunya punya anak dan kapan waktunya untuk belum punya anak. Daripada menyalahkan, ada baiknya untuk saling menguatkan satu sama lain dan berusaha lebih keras lagi agar cepat diberi momongan oleh Tuhan." jelas Seno panjang lebar.


"Jadi nanti malam mari kita berusaha lebih keras, mengadon adonannya.biar cepat jadi ya sayang" Seno mengerling menggoda Amira yang sudah mulai tersenyum lagi.


"Harus mesum dulu sayang, baru bisa jadi.Makanya nanti malam, kalau ular king kobra ku mau masuk sarang, jangan kamu usir.Please kasih dia pekerjaan,karena ular king kobraku banyak bisanya" ucap Seno sambil menoel lembut hidung Amira.


"Yang, aku lapar, kita makan nasi padang yang di depan yuk!" pinta Amira yang sudah kembali manja.


"Hah?! lapar? bukannya kamu tadi udah makan ya yang? " Seno mengkerutkan alisnya, karena biasanya Amira tidak pernah mau makan lagi selama 6 jam kedepan kalau sudah makan.Alasannya takut gemuk.


"Tapi aku lapar lagi yang! laparnya pake banget nget."


"Ya udah, kita izin dulu sama mereka" tujuk Seno ke arah tempat dimana Bimo dan yang lainnya, yang wajah mereka terlihat sudah keriting menunggu kedatangan Seno dan Amira.


"Lama banget sih kalian berdua? kalian ngadon dulu ya baru kesini? " sindir Bimo sarkasme.


"Eh, tuh mulut agak disaring dikit kalau ngomong. Anak-anak lo dengar tuh! Lagian ngapain ngadon di rumah sakit? gila lo ya? sahut Seno.

__ADS_1


"Hehehe kali aja kan,kalau di rumah sakit lo berharap langsung jadi" kekeh Bimo.


"Kok lama nak? Amiranya susah dibangunin ya? tanya ibu Marlina lembut.


"Iya mi, Miranya tidurnya pulas banget tadi"


"Kok tumben sih sayang, kamu cepat banget tidurnya tadi? biasanya jam-jam segini kamu gak pernah tidur? " tanya Ibu Marlina heran.


"Itu dia mi, belakangan ini Amira tuh suka banget tidur.kalau tidak dibangunin gak bakal bangun-bangun mi. Udah itu, malas banget lagi mandinya sekarang! Amira mendelik ke arah Seno,yang keceplosan memberitahukan kebiasan buruknya.


"Masa sih nak Seno? padahal selama ini dia tuh paling rajin mandinya.Mau pulang selarut apa pun pasti harus mandi." Ibu Marlina sedikit surprise mendengar kebiasaan baru anaknya.


Ibu Sarah yang dari tadi hanya mendengar saja langsung berdiri dan menarik tangan Amira untuk masuk ke ruangan dokter yang memeriksa Tiara tadi.


"Eh, kenapa tangan Amira ditarik mah? Amira mau dibawa kemana? " tanya Amira bingung.


"Mending kamu diperiksa dokter dulu deh! Senoo kamu temani istri kamu periksa.mudah-mudahan dugaan mamah kalau istri kamu juga sedang hamil, benar!." Seno terbelalak,bingung tapi dia tetap mengikuti perintah ibu Sarah, masuk untuk menemani istrinya periksa.


Setelah menunggu sekitar 30 menit, Seno dan Amira keluar dari ruangan dengan ekspresi wajah yang sukar ditebak.


"Gimana hasilnya nak?" Ibu Marlina dan Ibu Sarah langsung bertanya,tidak sabar untuk mengetahui apa hasilnya.


"Emm, Amira....positif hamil mah!" teriak Seno bahagia.


"Nah, betul kan dugaan ku? Selamat ya nak, sebentar lagi kamu akan jadi seorang ayah.Kamu harus jadi seorang suami siaga selama Amira hamil." kedua netra Ibu Sarah tampak berkaca-kaca saat mengucapkan perkataannya. Ibu Marlina juga tidak mau ketinggalan untuk mengucapkan selamat disusul oleh Bimo dan Tiara.


"Ada kabar baik lagi mah, mi!" ujar Seno sambil mengeratkan pelukanya di bahu Amira yang tersenyum bahagia.Dan semua orang memandang Seno penasaran, dengan kabar baik apa lagi yang ingin disampaikan oleh Seno.


"Amira sekarang mengandung bayi kembar tiga mi, mah" mata semua orang membulat dengan sempurna,mendengar penuturan Seno.Semua bertambah gembira mendengar kabar itu.Ibu Marlina tidak sabar untuk memberitahukan kabar ini kepada suaminya,demikian juga halnya dengan Ibu Sarah.


"Bim, ular gue lebih berbisa dari lo! Hahahahaha" Seno tertawa terbahak-bahak,diikuti dengan yang lainnya.Hanya Bimo yang terlihat cemberut tidak senang atas ledekan Seno.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa like, rate, vote dan komen.Thank you🥰


__ADS_2