
"Apa itu enak?" Tanya Bella masih mengernyitkan keningnya.
"Jangan bilang kau ingin mencobanya!" Ucap Ricky masih dengan wajah datarnya sambil menoleh kearah istrinya.
Bartender yang selalu memperhatikan mereka hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Ia merasa tidak percaya dengan apa yang sedang ia lihat. Seorang Ricky Aditya Grissham yang tidak pernah dekat dengan wanita, kini datang bersama istrinya dan sepertinya begitu mencintai istrinya.
"Apa itu bisa membuat mabuk?" Tanya Bella dengan polosnya.
"Kalau tidak kuat akan langsung mabuk!" Jawab Ricky sambil menuang kembali red wine didalam gelasnya lalu meneguknya.
"Nyonya, suamimu ini jarang mabuk meski minum banyak!" Sahut bartender tersebut dengan tersenyum geli.
"Oh! Berarti aku boleh mencobanya?" Tanya Bella sambil tersenyum menatap suaminya.
Ricky langsung menoleh dan menatapnya sambil mengernyitkan keningnya.
"Tidak boleh!!" Tegas Ricky sambil menatap istrinya.
Sontak Bella langsung mengerucutkan bibirnya dan meminum softdrink nya.
'Astaga, istri Tuan Ricky ini benar-benar sangat polos!' Gumam bartender tersebut dengan menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
Ricky memesan lagi red wine kepada bartender dan langsung ia suguhkan kepada Ricky.
Ricky sudah minum terlalu banyak dan ia juga diam tidak mengajak istrinya untuk bicara.
Bella merasa sangat kesal melihat suaminya yang terus minum, dengan berani ia merebut gelas suaminya yang baru saja diisi red wine olehnya lalu meminumnya hingga habis.
"Hah!! Rasanya sangat aneh!!" Ucap Bella yang membuat Ricky menatap tajam kearahnya.
"Aku sudah melarangmu untuk tidak meminum ini!!" Ucap Ricky dengan wajah dinginnya dan galak seperti serigala dengan tatapan tajam.
Sontak Bella menciut dan tidak berani menatap suaminya.
"Maaf!" Ucap Bella pelan sambil menundukkan wajahnya.
Bella merasa sedikit pusing dan ia menggelengkan kepalanya lalu memukul-mukul pelan kepalanya.
__ADS_1
Ricky menoleh kearah istrinya dan menatapnya. Melihat wajah istrinya yang memerah ia yakin kalau istrinya mabuk.
Ricky membuang nafasnya kasar karena istrinya tadi tiba-tiba merebut gelasnya dan meminum habis satu gelas penuh red wine nya.
Bella meletakkan kepalanya diatas tumpuan kedua tangannya yang dilipat diatas meja bar.
"Aku sudah melarangmu untuk minum minumanku tapi dasar kau ini sangat ngeyel!!" Ucap Ricky dengan kesal kepada istrinya.
"Tuan! Apa istrimu baru pertama kali datang ketempat ini?" Tanya bartender tersebut dengan ramah kepada Ricky.
"Hmm! Dia memaksaku minta kesini! Terpaksa aku mengajaknya!" Jawab Ricky sambil meraih dompet didalam saku celananya kemudian membayar minumannya dengan melebihi jumlah uangnya seperti biasa.
"Terimakasih banyak Tuan!" Ucap bertender tersebut dengan tersenyum lebar menerima uang dari Ricky.
Ricky kemudian menggendong istrinya dan segera pergi dari Club tersebut. Ricky membawa istrinya masuk kedalam mobilnya dan ia juga masuk dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan cepat.
Ricky tidak mungkin membawa istrinya pulang kerumah mertuanya. Jadi ia mengajaknya kehotel miliknya yang jaraknya tidak jauh dari Club yang baru saja ia datangi bersama istrinya.
Kurang lebih lima belas menit, mobil Ricky sampai di basement parkiran hotelnya. Ricky bergegas turun dari mobilnya dan menggendong istrinya.
Ricky langsung masuk kedalam lift menuju lantai paling atas kekamar hotel yang dikhususkan untuk sang pemilik hotel.
"Dasar ngeyel! Jadi mabuk kan?" Ucap Ricky setelah mengecup kening istrinya sambil mengusap pipinya.
Kemudian ia beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Selesai mandi dan mengganti pakaianya yang memang sudah ada didalam lemari hotelnya, ponselnya berdering.
Ricky langsung meraih dan menerima panggilan telepon dari Leo.
"Ricky, kamu dimana?" Tanya Leo begitu Ricky menerima panggilan teleponnya.
"Aku dihotel! Bagaimana hasilnya?" Tanya Ricky dengan datar.
"Aku akan menemuimu sekarang!" Ucap Leo kemudian ia memutuskan sambungan teleponnya setelah dijawab oleh Ricky.
Ricky meletakkan ponselnya diatas nakas samping tempat tidur. Kemudian ia duduk ditepi ranjang disamping istrinya yang sedang tertidur.
Ricky mengusap wajah cantik istrinya. Pikirannya melayang dan ia membayangkan saat pertama kali bertemu dengannya. Ia sedang bersama kakeknya.
__ADS_1
Kakeknya yang juga sangat menyayangi Bella hingga memintanya untuk menikah dengannya. Ricky benar-benar sangat bersyukur, pilihan kakeknya memang yang terbaik.
"Kakek sangat menyayangimu lebih dari aku! Awalnya aku merasa cemburu saat melihat kakek sangat perhatian denganmu dan melupakan aku! Tapi semakin aku mengenalmu, ternyata kakek tidak salah memilihmu untuk menjadikanmu istriku! Dan aku benar-benar sangat mencintaimu sayang! Sesuai janjiku kepada kakekku, aku akan selalu menjagamu dan melindungimu juga akan selalu membuatmu bahagia!" Ucap Ricky sambil menatap wajah istrinya dan mengusap lembut pipinya dengan mata yang terasa memanas menahan airmatanya supaya tidak keluar.
Tak lama Leo datang menemuinya. Ricky menyuruhnya masuk dan duduk disofa.
"Ricky, ada hal penting yang harus kamu tau! Tapi aku harap kamu harus bisa tenang dan jangan emosi dulu!" Ucap Leo sebelum menceritakan sesuatu kepada Ricky.
"Cepat katakan saja!!" Ucap Ricky memerintah Leo dengan wajah dinginnya.
"Kamu harus janji dulu untuk tidak emosi! Karena aku pasti tidak akan sanggup menghentikanmu setelah aku memberitaumu!!" Ucap Leo kembali dengan memaksa Ricky.
Ricky menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Pikirannya kemudian langsung menebak-nebak tentang kecelakaan yang dialami kakeknya.
"Oke!! Cepat katakan!!" Jawab Ricky dengan serius sambil menatap Leo.
"Yang aku dengar dari pelayan dirumah kakek, dua hari yang lalu kakek sempat berdebat dengan Hugo dan tante Merry! Hugo merasa tidak terima dengan posisinya yang kamu berikan kepadanya di Perusahaan kakek!" Ucap Leo sambil mengamati perubahan wajah Ricky.
Ricky mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya.
"Ricky, kamu sudah janji untuk tidak emosi dulu! Semua masih dalam proses pemeriksaan oleh polisi!" Ucap Leo memperingatkan Ricky.
Ricky kembali menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan untuk mengontrol emosinya.
"Lanjutkan!!" Titah Ricky dengan tegas dan menatap Leo.
"Dan sebenarnya kakek tadi ingin menemuimu untuk memberitaumu sesuatu, aku tidak tau kakek ingin memberitaumu tentang apa! Namun ditengah perjalanan mobilnya oleng dan terjadilah kecelakaan itu hingga menewaskan kakek dan supirnya!" Ucap Leo sambil mengamati raut wajah Ricky, matanya sudah memerah dan wajahnya juga telah berubah.
Nafas Ricky kembali mamburu, ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang telah terjadi. Kalau memang dugaannya benar, ia bersumpah akan menghancurkan keluarga besar Grissham.
Selama ini kakeknya bekerja keras membangun Perusahaannya hingga menjadi besar untuk menghidupi seluruh keluarga besarnya.
Ricky menjadi curiga dengan kecelakaan yang dialami oleh kedua orang tuanya dua belas tahun silam.
Mungkin ada hubungannya dengan kecelakaan yang sama persis yang baru saja dialami oleh kakeknya.
"Ricky, aku berharap kamu bisa tenang dulu untuk saat ini! Kamu harus bisa menahan diri untuk tidak emosi! Aku tau bagaimana perasaanmu saat ini, dan aku juga ikut merasakannya!" Ucap Leo mencoba menenangkan Ricky agar tidak tersulut emosi untuk menghadapi masalah ini.
"Aku hanya teringat tentang kecelakaan yang dialami orang tuaku! Kecelakaan yang sama persis dengan yang dialami kakek!" Ucap Ricky dengan tenang dan tatapan terlihat kosong.
__ADS_1