YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Aku akan ke London


__ADS_3

" Kenapa dengan wajahmu Vin? Kok kusut kaya pakaian belum di strika? " tanya Galang, setelah teman-temanya meninggalkan apartemennya.


"Gak pa-pa, Kak! cuma kesal aja sama teman Kaka, yang namanya Dewa itu. Dia yakin banget kalau aku perempuan yang dijodohkan sama dia. Kan belum tentu, Kak! " Vina mencebikkan bibirnya, kesal mengingat ,Dewa yang selalu berusaha mengajak dia mengobrol tadi.


"Kalau memang dia gimana? Dia kan tampan, Cool dan kaya.Banyak wanita yang ingin jadi pacarnya"


"Termasuk, Kaka Kinara kan?" Vina langsung memotong ucapan Galang.


"Lho, kok kamu tahu, Kalau Kinara suka sama Dewa?.Dia ngomong ke kamu ya?" Galang menatap Vina dengan tatapan penuh tanya.


Vina menggeleng-gelengkan kepalanya. " Semuanya gak harus diomongkan,Ka. Aku bisa melihat dari mata Kaka Kirana, kalau dia menyukai Ka Dewa ".


"Bagaimana denganmu? Apa kamu juga suka sama Dewa?"


Vina sontak menatap sinis ke arah Galang.Lalu dia menghembuskan nafasnya dengan sedikit lambat. " Kaka, kan tahu sendiri,hatiku untuk siapa! belum ada yang bisa gantiin dia di hatiku Ka " air muka Vina langsung berubah sendu,saat tiba-tiba teringat dengan laki-laki yang sudah menghuni hatinya selama ini.


"Tapi,yang aku dengar dari Om Dimas, laki-laki itu sama sekali tidak menyukaimu.Apa itu benar?" tanya Galang,dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Vina.


"Setampan apa sih tuh laki-laki? sampai adik ku yang cantik ini susah untuk berpindah ke lain hati? Galang berucap, seraya mencubit pipi Vina dengan gemas.


"Sakit, Kak Galang! "teriak Vina seraya mengusap pipinya yang sudah memerah karena cubitan Galang.


"Oh,ya Ka Galang, Kaka Dina kayanya suka deh sama Kaka "


"Kalau itu aku udah tahu" sahut Galang dengan malas.


"Kaka, gak suka gitu sama dia?"


Galang menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kenapa? Ka Dina kan cantik! Vina memiringkan sedikit kepalanya dengan kening yang berkerut.


"Kamu kenapa tidak suka sama Dewa? padahal dia kan juga cakep! " Galang balik bertanya.


"Ya, karena aku gak merasakan getaran apapun ketika melihatnya.Beda kalau sama Ka Aariz! "

__ADS_1


"Ya, itu juga jawaban ku! Aku justru tertarik sama sahabatmu yang namanya Lea itu.Soalnya dia imut dan tidak banyak bicara kaya Shakira dan Shakila " ucap Galang dengan mata yang menerawang membayangkan wajah Lea yang sedang tersenyum.


Melihat ekspresi Galang, Vina refleks melempar bantal ke wajah Galang.


"Sana Ka, keluar! eneg aku lihat muka Kaka! Asal Kaka tahu, si Lea itu, adiknya Ka Aariz! "


"Iya?" Pantasan aja adikku ini susah move on dari si Aariz itu.Pasti dia sangat tampan? adiknya aja cantik gitu!"


"Kaka, kan kenal sama Om Bimo,Papahnya Lea, Ya wajahnya perpaduan antara Om Bimo dan Tante Tiara !" ujar Vina, dan Galang hanya manggut-manggut.


************


Back to Indonesia


Pagi kini kembali datang menyapa.Tidak seperti biasanya, Laura kali ini terlihat belum bangun. Dia masih terlelap dalam pelukan suaminya Aarash.Semalaman, dia diserang oleh singa lapar yang memakannya habis-habisan. Pergulatan panas mereka berbeda saat pertama kali melakukan yang mana Aarash melakukan secara kasar. Kali ini, Aarash melakukan dengan sangat lembut, sehingga membuat Laura merasa nyaman dan ikut menikmatinya.


Tiara dan yang lainnnya tidak ada yang berniat membangunkan pengantin baru itu.Mereka semua cukup paham dan maklum. Jadi kali ini mereka sarapan tanpa kehadiran Aarash dan Laura di meja makan.


"Riz, kamu nggak mau ya, seperti Aarash? tidur sendiri memang enak,tapi tidur berdua itu lebih enak lagi. Kamu bisa mencangkul tiap malam, kecuali ada palang merah.Kamu juga bisa menyalurkan hobby mendaki gunungmu dan melihat hamparan sawah...." belum selesai Bimo berbicara, sebuah pukulan keras mendarat di kepala Bimo. Siapa lagi pelakunya kalau bukan sang istri Tiara.


"Yah, bisa tidak kamu berhenti mesum? udah tua juga!" Tiara berdiri,hendak beranjak meninggalkan meja makan dengan mulut yang tidak berhenti mengomel ke Bimo.


"Yah, Bun, Aariz mau ke London!" ucapan Aariz seketika membuat mulut Tiara otomatis berhenti mengomel.Sedangkan Bimo dan Lea langsung menoleh ke arah Aariz.


Bimo menatap Tiara sambil menggerakkan matanya untuk bertanya ada apa.Tiara hanya mengangkat bahunya, yang berarti dia juga tidak tahu apa yang terjadi.


"Mau ngapain kamu ke London? Perusahaan disana kan lagi tidak ada masalah? " tanya Bimo dengan menyipitkan matanya.


"Aku mau membawa pulang kembali lahan milikku, agar aku bisa mencangkul seperti yang Ayah katakan tadi." sahut Aariz ambigu.


"Maksudnya? Bunda kok jadi bingung ya?"


"Bunda...! jangan pura-pura bingung deh! Aku tahu, Bunda pasti ngerti apa maksud ku! " Aariz sangat kesal melihat kedua orang tuanya yang pura-pura bingung.Padahal dari raut wajah keduanya, orang lain pun bisa tahu kalu keduanya hanya berpura-pura.


"Emang kamu mau jemput siapa? pacar kamu memang lagi di London? Siapa? kok Bunda dan Ayah gak tahu? " Tiara akhirnya berhenti berpura-pura dan bertanya dengan lembut ke Aariz putranya.

__ADS_1


"Dia bukan pacarku, Bun.Tapi calon istriku! Bunda juga sangat kenal sama dia." Aariz berucap dengan pelan, tapi terselip ketegasan di dalam ucapanya.


"Bunda kenal?" Siapa? " kening Tiara semakin berkerut.


Aariz menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan cepat.Dia sudah bertekad,kalau kali ini dia akan berterus terang pada orangtuanya.


"Dia Vina, Bun! Bunda pasti tau, siapa Vina yang aku maksud! tegas Aariz.


Netra Tiara, Bimo serta Lea sontak membesar begitu mendengar pengakuan Aariz yang tiba-tiba.


"Apa maksud mu Riz? Kamu kan tahu kalau Vina sudah dijodohkan? " sentak Bimo tiba-tiba berdiri dari kursi tempat dia duduk.


"Aku gak perduli Yah! Yang aku tahu, sekarang aku sangat mencintai Vina.Dan aku Yakin, kalay Vina juga mencintaiku! " Ujar Aariz tidak gentar melihat tatapan tajam dari Bimo-Ayahnya.


Tiara memejamkan matanya singkat, lalu menghembuskan nafasnya. Dia menatap Aariz dengan tatapan penuh sayang. "Apa kamu benar-benar mencintai Vina? " Aariz menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan Bundanya.


"Riz, sebenarnya Bunda sudah tahu, kalau akhir-akhir ini kamu uring-uringan, karena merasa kehilangan Vina.Tapi, Vina itu bukan putri Bunda. Yang berhak mengatur Vina itu Om Dimas dan Tante Sinta.Kali ini, Bunda gak bisa berbuat apa-apa, karena Vina sudah dijodohkan oleh Om Dimas.Dan kamu juga tahu kenapa Vina sampai dijodohkan kan? Itu supaya Vina tidak gangguin kamu lagi." tutur Tiara dengan lembut berharap Aariz mau mengerti situasi yang terjadi.


"Tapi Aariz tidak akan menyerah Bunda.Tadi malam Aariz juga sudah memohon supaya Om Dimas membatalkan perjodohan Vina "


"Apa? Kamu datang memohon pada Dimas? astaga.... Dimas sekarang pasti besar kepala. Dia pasti bakal ngejek Ayah nanti. Masa Anak seorang Bimo, datang mengemis-ngemis cinta sih? Bisa turun reputasi Ayah selama ini di depan Dimas!" Bimo langsung terduduk lemas, menyender dikursi.


"Idih ,Ayah, udah tua aja masih mikirin gengsi !" ucap Lea sambil mencebikkan bibirnya.


"Apa Om Dimas meng-iyakan? " tanya Tiara yang sama sekali tidak memperdulikan reaksi konyol Bimo.


Aariz menggeleng-gelengkan kepalanya dengan air muka sedih." Om, Dimas cuma bilang, kalau kami berjodoh, kami pasti akan bersatu.Dia bilang kalau dia akan tetap mendukung apapun pilihan Vina.Yang penting Vina bahagia "


"Jadi, apa lagi? kalau Om Dimas, sudah berkata seperti itu, ya kamu tunggu aja Vina kembali !"


"Tidak! Aariz akan tetap akan ke London!"


Tbc


Jangan lupa buat like,vote dan komen.Thank You

__ADS_1


__ADS_2