
Mobil yang dikemudikan Bimo berjalan pelan, udara malam diluar mobil sangat dingin karena gerimis mulai turun.Udara di luar mobil dingin tapi tidak dengan udara didalam mobil.Udara didalam mobil sangat panas karna pertikaian dua insan berbeda kelamin itu.
"Kenapa lo menyetujui permitaan mamah tadi? maksud lo apa, Hah?" bentak Bimo setelah agak jauh meninggalkan rumah.
"Gue gak tega buat nolak Bim, lo kan bisa lihat sendiri tadi, gimana nyokap lo memohon ama gue"
"Walaupun nyokap gue memohon,lo itu harusnya menolak! kasih alasan yang masuk akal,pasti nyokap gue ngerti"
"Kok lo dari tadi nyalahin gue sih? kenapa gak lo aja yang nolak tadi, hah?"Marah Amira yang tidak mau disalahkan terus.
"Hei, lo budek ya? tadi kan gue udah nolak! gue kan tadi udah bilang kalo gue belum siap! Lah elo malah setuju"
"Pas gue bilang setuju,lo kan bisa nolak lagi, tapi kok lo malah diam aja? ucap Amira kesal.
"Aarghhhh,jadi gimana dong solusinya? Bimo mengusap wajahny putus asa.
"Lo pikir aja sendiri".gue mah ogah mikirin"ucap Amira ketus.
"Gue mau cekik lo bisa gak sih?" ujar Bimo sambil mengarahkan kedua tangannya ke arah leher Amira.
"Eh lo yang sopan ya,gini gini kalo lo ntar jadi nikah sama Tiara,gue itu kaka ipar lo"
"lo yakin banget kalo Tiara itu benaran adik lo"
"Ya ,yakin lah,pokoknya Tiara itu pasti adik gue" ujar Amira mantap.
"terserah lo deh, gue udah pusing mikirin gimana caranya agar kita gak jadi nikah" ucap Bimo.
"Kita jujur aja kalau kita hanya pura-pura, gimana?"ucap Amira memberikan saran.
__ADS_1
"Nggak boleh, nanti gue bakal dinikahkan dengan si ular keket Jesika,"
"Kalau begitu jalan satu-satunya ya cuma berdoa semoga Tiara segera ketemu." ucap Amira pasrah
***
Seno dan Dimas kini berada di sebuah club malam,untuk menenangkan hati dan pikiran mereka yang sedang kalut.Seno yang awalnya memang berniat mau pulang,ditengah jalan mendapat panggilan dari Dimas, meminta dia dan Bimo untuk menemaninya ke club.Seno yang merasa juga butuh menenangkan pikiran akhirnya setuju.Jadi disinilah mereka sekarang dengan masalah yang berbeda.
Seno dengan masalahnya, yang hatinya merasa sakit ketika Amira mengatakan setuju untuk menikah dengan Bimo.Dan Dimas dengan masalahnya yang mengalami penolakan lagi oleh Billa,untuk kesekian kalinya.
Dimas kali ini lebih banyak menghabiskan minuman keras dibandingkan Seno.Dimas sudah terlihat sangat mabuk,perkataannya juga sudah mulai ngawur.
"Hahaha, kasian banget hidup gue. Sen coba lo liat gue, liat gue, kurangnya gue apa coba?, gue itu udah cakep,mapan lagi.tapi kenapa gue di tolak terus? racau Dimas tak karuan.
"Lo tau gak Sen, Billa itu bukan janda tapi juga bukan gadis, hahaha lucu gak, lucu gak?
"Maksud lo apa? Janda bukan,gadis juga bukan?ucap Seno yang masih dalam kesadaran penuh.
Flash back
"Ada apa ka Dimas mengajak aku bertemu di sini? Ka Dimas mau bicara apa lagi?" ucap Tiara atau Billa, setelah dia duduk di samping Dimas, disebuah taman tempat mereka berjanji untuk bertemu.
"Bill kamu pasti sudah tau,kalau aku punya perasaan lebih kepadamu.Aku benar-benar sayang sama kamu Bill.Kali ini aku mohon sama kamu,please terima cinta ku" Dimas meraih tangan Billa,menggenggam nya dengan wajah yang memelas.
Billa menepis tangan Dimas dengan lembut.
" Maaf ka Dim, aku tetap tidak bisa"ujar Billa dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kenapa Bil? apa alasannya?apa karena kamu seorang janda dan sudah mempunyai anak ? aku siap Bill menerima status kamu, aku juga bahkan siap menerima si kembar." Dimas berusaha meyakinkan kalau dia tidak perduli dengan status Billa.
__ADS_1
"Tapi aku bukan seorang janda ka, tapi aku juga bukan seorang gadis.Aku hanyalah seorang ibu dari 2 orang anak"
" ma maksud kamu apa? kamu bukan janda tapi bukan juga seorang gadis? aku benar- benar gak mengerti Bill."
"Aku tidak pernah menikah sama sekali ka,Aku hanyalah wanita yang pernah hamil diluar nikah" Apakah kaka mau menerima aku yang punya status tidak jelas?" ujar Billa tersenyum lirih.
"Ma maksud kamu, kamu itu hanyalah seorang......"
"Seorang apa ka? Kaka mau bilang kalau aku seorang perempuan murahan kan? terserah kaka mau bilang apa, aku sudah terbiasa dengan semua itu"
Dimas terdiam, tidak bisa berkata-kata lagi.Dimas merasa hatinya sangat sakit seperti ada ujung tombak yang menghujam jantung Dimas, ketika mengetahui kenyataan dari wanita pujaan nya itu
"Kaka kok diam? Kaka jijik ya melihat aku? Aku sudah yakin kalau kaka tidak akan bisa menerima status aku yang tidak jelas.Bukan hanya kaka, bahkan aku yakin, keluarga kaka juga bakal tidak terima dengan statusku." Billa mengela nafas dan melanjutkan lagi ucapannya.
" Kaka bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku ka,yang mencintai kaka dan tidak memiliki status tidak jelas seperti aku, Aku pamit ka, kayanya gak ada lagj yang perlu di omongin" ucap Billa yang melihat Dimas , yang masih terdiam.
Tiara atau Billa pergi meninggalkan Dimas yang masih terdiam kaku bagaikan patung.Tiara merasakan lega, seakan beban di hatinya selama ini terlepas,setelah dia mengungkapkan jati dirinya sebenarnya.Dan dengan ini, dia berharap Dimas akan berhenti mengejar cintanya.
Flashback end
Seno sangat prihatin melihat keadaan Dimas yang sangat kacau.Untuk sejenak dia melupakan masalah Amira.Untuk sekarang Seno fokus untuk menenangkan Dimas.
"Dim, lo yang sabar ya! masih banyak kok diluaran sana yang lebih baik dari Billa.Dan aku rasa lo akan gampang mendapatkannya" ujar Seno berusaha menghibur.
"hahaha, mudah bagi lo mengatakan seperti itu Sen, karena bukan lo yang merasakan sakitnya.Gue itu Cinta banget sama Billa Sen, bagaimanapun statusnya, gue gak perduli.Gue akan tetap memperjuangkan Billa.Walaupun nantinya keluarga gue akan menentangnya,gue gak perduli"ucap Dimas berapi-api.
"hmm terserah lo deh Dim, gue sebagai sahabat akan tetap mendukung apa pun yang menurut lo baik.Sekarang kita pulang aja ya Dim, lo udah mabuk berat" ucap Seno sambil berusaha meraih Dimas dan memapahnya berjalan keluar dari club.
To be continue
__ADS_1
Jangan lupa untuk tetap dukung novel ini ya guys.please like,vote dan komen.