
Bimo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Untungnya suasana Jalan sedikit lengang,karena jam-jam segini, biasanya orang-orang masih pada bekerja.Bimo berharap Gladys belum berbuat yang macam-macam pada Tiara.
Drrtt drttt
Bimo melirik ponselnya yang khusus buat keluarga dan orang terdekat, yang dia letakkan di dashboard mobilnya,untuk memastikan siapa yang sedang meneleponnya.
"Mamah? ada apa mama nelpon jam segini? " gumam Bimo.Karena biasanya mamanya tidak akan pernah meneleponnya di jam kerja, kecuali ada hal yang sangat penting.
Bimo langsung meletakkan handsfree ketelinganya, untuk menjawab panggilan ibu Sarah mamahnya.
"BIMOOO, apa maksud perempuan ular ini datang ke rumah mu? hah?! teriak Ibu Sarah dari seberang sana, pas di telinga Bimo.Sehingga membuat telinga Bimo berdengung sakit karna suara mamahnya yang sangat kencang. Ya.... Ibu Sarah kini sedang ada di rumah Bimo bersama besannya Ibu Marlina, karena mereka berdua sangat merindukan si kembar.
"A-apa mah? d-dia ada di rumah? " Dada Bimo semakin berdebar kencang.Takut, panik, plus khawatir kini sudah campur aduk di pikirannya.
"IYA! Kalau dalam 10 menit kamu tidak ada di sini, jangan salah kan mamah. kalau mamah akan membawa Tiara pergi jauh dari hidupmu" ancam Ibu Sarah dan langsung memutuskan sambungan telepon,sebelum Bimo melayangkan protesannya.
Bimo yang panik karena ancaman mamahnya, semakin mempercepat laju mobilnya.Dia berjanji dalam hati, sekali saja Gladys menyakiti Tiara, dia tidak akan pernah membuat hidup Gladys tenang.
Bimo juga teringat ancaman Gladys,yang akan menyebarkan photo-photo mereka ke media, kalau Bimo tidak segera bertanggung jawab menikahinya. Dan yang pasti kalau itu sampai tersebar,reputasi perusahaan dan nama baik keluarga akan hancur.Dan mau tidak mau saham perusahaan Bimo pun akan kena imbasnya.Nilai saham perusahaan Bimo akan terjun payung dan anjlok.Akan tetapi, Bimo tidak terlalu khawatir akan hal itu.Yang dia khawatirkan dan takutkan adalah, Tiara akan meninggalkannya lagi.
******
"Kamu jangan bohong Gladys! aku sudah tahu siapa kamu.Kamu itu perempuan ular yang licik.Jangan kira aku bisa percaya semua bualan busuk mu itu! " bentak Ibu Sarah menunjuk muka Gladys yang kini sudah bersimbah air mata.Sedangkan Tiara tampak tidak bergeming ,wajahnya terlihat sangat pucat,seperti tidak teraliri darah sama sekali.
"Tapi aku tidak sedang membual tante! Bimo, anak tante memang benar-benar sudah menghancurkan hidup ku" Gladys balik berteriak,dengan air mata yang sudah penuh membasahi wajahnya.Hanya dia yang tahu apakah air mata nya itu sungguhan atau cuma sandiwara.
__ADS_1
"Hahaha, stop!, Kamu tidak usah sok menangis di depan ku. Apa kamu kira aku akan percaya dengan air mata palsumu itu?! Asal kamu tahu Gladys,kamu adalah satu-satunya perempuan yang tidak pernah aku ingin kan menjadi menantuku.Jadi, kamu jangan coba-coba memfitnah Bimo." ucap Ibu Sarah geram.
"Tapi, sayangnya aku tidak memfitnah Bimo.Aku punya buktinya tante. " Gladys mengambil sesuatu dari dalam tasnya berupa amplop coklat. Dia melemparkannya ke arah Ibu Sarah dengan kasar,sehingga isi dari amplop itu berhamburan keluar.
Dengan tangan gemetar,Ibu Sarah mengambil benda itu,pelan-pelan dia membalikkannya, matanya langsung membulat dengan sempurna, begitu melihat apa yang terpampang di depan matanya.Ibu Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya,seakan tidak percaya melihat photo anaknya yang sedang tidur bersama dengan Gladys. Tiara langsung membuang mukanya,menangis tidak sanggup melihat photo-photo suaminya dengan perempuan lain.
"Bagaimana tante? Apakah itu tidak cukup sebagai bukti?" Gladys tampak menyeringai sinis melihat Ibu Sarah yang kali ini tidak berkutik sama sekali.
"Mau tidak mau, tante harus menerima aku jadi menantu tante.Kalau tidak,aku akan menyebarkan semua ini ke media.Dan tante pasti tahu apa akibatnya kalau ini sampai tersebar!" kali ini Gladys bagaikan di atas awan,karena Ibu Sarah yang tadinya bagaikan singa marah,sekarang seperti singa yang terperangkap di dalam sebuah jebakan.Dan hanya seekor tikus seperti dirinya lah yang bisa menyelamatkannya.
"Rasain kamu wanita tua.Ini baru permulaan.Kalau Bimo nanti sudah menikahiku, aku juga akan segera menyingkirkanmu! " batin Gladys dengan wajah yang menyeringai penuh kemenangan.
"Ta-tapi aku tidak mau dimadu Gladys" Tiara akhirnya bersuara dengan air mata yang sudah merembes di pipinya.
"Jangan mimpi Gladys.Kamu kira aku akan mau menikahimu! " teriak Bimo yang baru saja sampai ditempat itu.
Melihat kedatangan Bimo, Ibu Sarah yang dari tadi sudah dipenuhi dengan amarah,langsung menghampiri anaknya,lalu menamar wajah Bimo dengan sangat keras di kedua pipinya.Sehingga di pipi Bimo, terlihat ada stempel cap lima jari milik mamahnya.
"Dasar anak kurang ajar kamu Bimo!.Mamah tidak menyangka kamu sebejat ini! Kamu sudah buat malu keluarga Bim!." Ibu Sarah akhirnya terduduk dan tidak kuat lagj untuk menahan air matanya.
Bimo meringis menahan sakit,tapi dia tidak bisa melawan sama sekali.Bimo melihat di lantai, sudah ada photo-photonya dengan Gladys berhamburan di sana.Dengan menahan sakit di pipinya dia menghapiri Tiara istrinya, yang sedang memandang dirinya dengan sorot mata yang sangat tajam.Seakan siap untuk membunuhnya.
"Sa-sayang aku minta maaf! Jujur aku tidak tahu tentang semua ini sayang.Aku merasa tidak pernah melakukannya" Bimo berusaha memeluk Tiara. Tapi, Tiara menepis tangan Bimo dan membuang mukanya seakan tidak sudi lagi melihat Bimo.Tiara memandang ke arah pintu,seperti menunggu kedatangan seseorang.
"Bimo! Kamu tidak bisa memperlakukan ku seperti ini! Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu" teriak Gladya yang tidak terima diabaikan oleh Bimo.
__ADS_1
"DIAM! Jangan harap aku akan menikahi mu.Aku yakin ini semua hanya akal-akalan mu saja kan? " Bimo balik berteriak ke arah Gladys dengan sorot mata yang berkilat-kilat, karena emosinya kini sudah sampai ke ubun-ubun.
"Kamu jangan main-main dengan ku Bimo.Jangan kira aku tidak berani untuk menyebarkan semua photo ini ke media Bim.Dan kamu pasti tahu apa akibat kalau ini sampai tersebar kan?"
"Kamu kira aku takut? aku bahkan tidak perduli semua itu. Untuk apa semua itu kalau aku tidak bahagia .Dan asal kamu tahu, kebahagiaan ku hidup bersama Tiara dan anak-anakku,bukan pada reputasi dan harta duniawi yang kamu sebutkan itu.Dan bahkan juga bukan dengan kamu" Tegas Bimo,membuat kedua netra Gladys membesar dan mulut ternganga,kaget mendengar ucapan Bimo yang tidak pernah diduganya sama sekali.
Mendengar ucapan Bimo, sudut bibir Tiara sedikit terangkat, tidak menyangka kalau cinta Bimo sangat besar untuknya.
"Tapi, aku yang tidak mau hidup lagi bersama mu Bim!." ucap Tiara, tidak mau memandang Bimo.
"Sa-sayang?" kaget Bimo dan langsung menoleh ke arah Tiara
"Aku tidak mau hidup bersama laki-laki yang sudah tidur dengan perempuan lain.Dan aku tidak mau karena hanya kamu memilih ku, kamu kehilangan segalanya." ucap Tiara lirih,tapi tetap tidak mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
"Ha ha ha. Kamu dengar sendiri kan Bim? Tiara tidak mau lagi bersamamu.Jadi mau tidak mau kamu harus menikah dengan ku" Gladys tertawa bahagia mendengar ucapan Tiara.
"Ta-tapi sayang, aku tidak mau pisah dengan mu.Aku lebih baik mati dari pada harus pisah dengan mu! "Bimo menangis dan berlutut di bawah kaki Tiara.Ini lah yang ditakutkan dia selama ini,Tiara akan meninggalkannya.
"Ok, sikap kamu ini sudah memberikan jawaban buat ku Bim! Aku juga tidak akan segan lagi untuk meyebarkan photo-photo kita ke media" Gladys tersenyum sinis dan hendak berlalu dari tempat itu.
"Prok...prok...prok" tiba-tiba ada suara tepuk tangan yang datang dari arah pintu.
TBC
Jangan lupa ritualnya ya gaesss.Mohon dukungannya.🙏 satu like dari anda sangat berguna buat Author.Kalau untuk Vote, simpan aja buat hari Senin.Author juga butuh krisan yang berguna,agak author bisa memperbaiki kualitas kedepannya.Thank you🥰🤗
__ADS_1