
Selesai memandikan dan memakaikan baju kepada Ariella, Bella menyusui Ariella terlebih dahulu setelah itu ia menggendong Ariella turun kebawah dan menitipkannya kepada ibunya.
Bella segera membersihkan dirinya dengan mandi. Seusai mandi, ia pun sarapan sendiri karena ayah dan ibunya tadi sudah sarapan duluan dan suaminya sudah berangkat lebih awal ke kantor.
"Sayang, tidak terasa ya Ella sebentar lagi sudah genap satu tahun!" Ucap Sofia kepada Bella sambil menggendong Ariella.
"Iya Bu! Aku masih tidak menyangka kalau aku sudah memiliki putri yang sangat cantik dan lucu seperti Ella!" Ucap Bella dengan terkekeh kemudian melanjutkan sarapannya hingga habis.
"Bagaimana kalau kita mengadakan syukuran kecil-kecilan dirumah sayang?" Tanya Sofia setelah mereka duduk disofa ruang keluarga.
"Ibu tidak perlu memikirkan itu, karena Ricky telah berencana membuat pesta sederhana untuk Ella diulang tahunnya besok!" Jawab Bella dengan tersenyum manis kepada ibunya.
Sofia hand menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada Bella. "Nyenyek..cyuyun!" Ucap Ariella kepada neneknya meminta turun.
"Iya sayang, Ella mau turun ya!" Jawab Sofia dengan lembut dan tersenyum manis kepada Ariella sambil menurunkan Ariella kekarpet.
Bella langsung duduk dibawah diatas karpet untuk menjaga Ariella yang sedang semangat belajar berjalan. "Sepertinya tidak lama lagi Ella sudah bisa berjalan sendiri!" Ucap Sofia dengan tersenyum melihat Ariella yang terus merambat dan berjalan.
"Iya Bu, Ella sangat aktif dan pintar!" Jawab Bella dengan bangga dan tersenyum manis sambil mengawasi gerakan Ariella yang semakin lincah.
***
Di Grissham Corp.
Leo terlihat sangat kusut wajahnya. Ia seperti tidak memiliki semangat dan tampak lemah tak bertenaga. Ia akhir-akhir ini kurang tidur dan susah tidur karena terus memikirkan kekasihnya yang sedang ada proyek diluar negeri.
Kekasihnya sedang ada syuting iklan dan pemotretan sebagai bintang iklan disalah satu produk kecantikan. Karena kekasih Leo yang bernama Alice telah terikat kontrak dengan perusahaan kosmetik diluar negeri, Alice harus pergi meninggalkan Leo hingga kontrak yang dijanjikan selesai.
Leo yang sedang galau dan gelisah, ia terus memikirkan Alice karena ia takut ada pria lain yang akan merebut Alice darinya.
'BRAKKK!'
__ADS_1
Suara gebrakan meja yang keras seketika menyadarkan Leo dari lamunannya dan wajahnya juga langsung berubah menjadi merah padam karena marah.
"Sialan kamu Ricky!! Apa kamu sengaja ingin membuatku mati karena serangan jantung dadakan??" Ucap Leo dengan garang kepada Ricky yang memang sengaja menjahili Leo yang dari tadi tidak menyadari kedatangannya karena terus melamun dengan wajah kusut dan sedihnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Kau jadi pendiam dan sering melamun!" Tanya Ricky kemudian duduk dikursi depan meja kerja Leo.
"Aku sedang sangat gelisah!" Jawab Leo dengan wajah sendunya kemudian menghela nafasnya.
"Play boy sepertimu rupanya sangat cengeng!" Ucap Ricky dengan terkekeh geli melihat Leo yang terlihat bersedih.
"Sialan kau!! Aku ini tidak sedang menangis!! Kenapa kamu mengataiku cengeng??" Tanya Leo dengan sangat kesal bukannya dihibur malah diejek.
"Sudahlah! Aku kesini ingin menyuruhmu sebagai wakilku untuk datang keacara pembukaan hotel di Swiss besok lusa!" Ucap Ricky dengan serius menatap Leo.
Seketika wajah Leo yang tadinya galau dan bersedih menjadi sumringah dengan mata berbinar dan tersenyum sangat manis. Membuat Ricky mengernyitkan keningnya. Leo beranjak memeluk Ricky dengan sangat erat.
"Kau benar-benar sangat mengerti aku!!" Ucap Leo sambil memeluk erat Ricky.
"Kau ini benar-benar sangat aneh! Tadi cengeng sekarang langsung girang!!" Ucap Ricky dengan ketus dan wajah dinginnya menatap Leo.
"Hehehe..kau tau kalau Alice sedang ada di Swiss, jadi aku bisa menemuinya!" Ucap Leo dengan menyengir dan terlihat sangat bahagia.
"Aku menyuruhmu kesana hanya untuk menjadi wakilku diacara pembukaan hotel setelah itu kau langsung kembali karena Dion sudah mengambil cuti lama!!" Ucap Ricky dengan tegas dan wajah dinginnya.
"C'mon Ricky, izinkan aku beberapa hari saja disana untuk bertemu dengan pujaan hatiku! Kau jangan tega kepadaku!" Ucap Leo dengan memohon dan berwajah memelas.
"Baiklah, aku beri tambahan dua hari!" Jawab Ricky dengan wajah tanpa ekspresi kemudian ia bangkit dari tempat duduknya dan langsung mendapatkan pelukan dari Leo.
"Thank you brother! Kau benar-benar saudaraku yang terbaik! Emmuach!" Ucap Leo sambil memeluk Ricky dan mencium pipi Ricky.
"Sialan!! Mau aku hajar kau??" Ucap Ricky dengan mendorong kuat Leo dan langsung mengusap-usap pipinya karena dicium oleh sahabatnya yang sedang tidak waras itu.
__ADS_1
"Hahaha..sorry sorry! Jangan marah! Itu tanda aku sayang kepadamu sebagai saudara Ricky! Aku sangat senang sekali karena sudah lama aku tidak melihat Alice!" Ucap Leo dengan tertawa riang kemudian menjadi lemah diakhir kalimatnya.
"Dasar gila!!" Ucap Ricky mencibir Leo kemudian segera beranjak keluar dari ruangan Leo karena ingin segera pulang dan bertemu dengan dua permata yang sangat dicintainya.
"Honey, aku akan datang menemuimu!" Gumam Leo setelah Ricky keluar dengan tersenyum manis sambil membayangkan wajah cantik Alice.
***
"Dion! Ada apa kemari? Bukanya Ricky masih dikantor kan?" Tanya Bella saat Dion datang kerumah orang tuanya.
"Ehm..aku kesini ingin memberikan ini untuk Pak Helmi! Rasanya tidak sopan kalau aku menitipkannya ke Ricky!" Ucap Dion dengan ramah sambil menyodorkan sebuah undangan kepada Bella untuk diberikan kepada orang tuanya.
"Undangan pernikahanmu? Indah sekali!" Ucap Bella dengan tersenyum manis kepada Dion dan Dion hanya mengangguk dan tersenyum.
"Aku akan memanggil ibuku dulu!" Lanjut Bella dengan tersenyum kemudian bangkit dan beranjak masuk kedalam memanggil ibunya.
Tak lama Sofia keluar dengan tersenyum kepada Dion. "Nak Dion, apa kabar?" Seru Sofia begitu melihat Dion dengan tersenyum dan duduk disofa seberang Dion.
"Aku baik! Bu Sofia apa kabar?" Jawab Dion dan balik bertanya dengan sangat ramah.
"Ibu juga baik! O ya ada perlu apa menemui ibu?" Tanya Sofia dengan serius menatap Dion.
"Aku kemari ingin mengantar undangan untuk Pak Helmi dan anda Bu!" Jawab Dion dengan sopan sambil meraih undangan yang tadi diletakkan Bella diatas meja kemudian menyodorkan kepada Sofia.
"Waaah apa ini undangan pernikahan?" Tanya Sofia sambil menerima undangan dari Dion kemudian membolak balikkan undangan tersebut.
"Iya Bu, itu undangan pernikahanku dan aku harap anda dan Pak Helmi bisa hadir!" Jawab Dion dengan tersenyum kepada Sofia.
"Tentu! Kami pasti akan hadir diacara bahagiamu!" Ucap Sofia dengan tersenyum manis kepada Dion.
Kemudian Dion berpamitan dan bergegas pergi karena masih ada urusan yang harus ia urus untuk hari pernikahannya.
__ADS_1