
"Dad Mom! Toloooong!! Aku tidak mau mati konyol sepert ini!!" Teriak Axton sambil terbatuk-batuk dan tercekat karena sudah merasa sesak.
Mereka sudah tidak bisa lagi mendengar suara mereka yanh yang terus berteriak dan terbatuk-batuk.
Mereka semua kelabakan mencari jalan keluar. Karena api semakin besar dan mereka tidak bisa melihat jalan karena api semakin besar dan asap menutup pandangan mereka.
Mereka semua terbatuk-batuk karena kepulan asap yang terus mereka hirup. Lalu terdengar suara ledakan dari dalam rumah dari arah dapur.
Ricky yang masih berdiri didekat gerbang besar rumah kakeknya terus menatap kearah rumah kakeknya yang telah terbakar dengan api yang sangat besar.
Api semakin besar melahap istana kakek Ronald. Dion dan Leo yang berdiri disamping Ricky menepuk pundak Ricky untuk seolah sedang memberinya kekuatan kepada sahabatnya.
"Tinggal satu ular lagi yang masih berkeliaran!!" Ucap Ricky dengan mengeraskan rahangnya sambil menatap kearah rumah kakeknya yang sudah tertutup oleh api.
Dari kejauhan terlihat Romy, Merry, Rudy, Riyo dan yang lainnya keluar dengan saling memapah. Mereka semua kemudian ambruk jatuh kelantai.
Ricky yang melihat hanya tersenyum miring masih dengan hati yang penuh emosi.
"Urus mereka!!" Ucap Ricky memerintahkan para pengawal untuk menyekap mereka diruang bawah tanah kediamannya.
"Baik Tuan muda!" Ucap beberapa pengawal dengan hormat kemudian bergegas membawa mereka.
"Ricky, wanita ular itu telah tertangkap!" Ucap Dion memberitau bahwa Jane telah berhasil ditangkap oleh para pengawal Ricky.
"Good job! Bawa dia bersama mereka!!" Ucap Ricky memerintahkan Dion untuk membawa Jane ke ruang bawah tanah bersama komplotannya.
"Oke!" Jawab Dion kemudian segera menghubungi pengawal untuk membawa Jane.
'Kalian akan melihat bagaimana kejamnya aku!!' Gumam Ricky dalam hati dengan menyeringai.
Kemudian Ricky masuk kedalam mobil bersama Leo dan Dion sebagai supirnya. Ricky diantar pulang ke rumah mertuanya oleh Dion dan Leo.
"Kalian perketat penjagaan dirumahku! Pisahkan ruangan untuk mereka!" Ucap Ricky memerintahkan Leo dan Dion dengan wajah dinginnya.
"Oke! Aku akan mengurusnya!" Jawab Leo sambil tersenyum meiring sedangkan Dion hanya mengangguk sambil fokus menyetir.
Akhirnya sekarang mereka telah berada ditangan Ricky. Ricky akan memenjarakan mereka diruang bawah tanah rumahnya yang pastinya mereka akan selalu mendapatkan siksaan yang sangat kejam dari Ricky.
__ADS_1
Kali ini Ricky tidak akan memberi ampun kepada mereka. Sudah cukup kesabaran Ricky dipermainkan oleh mereka.
***
Keesokan paginya dikediaman Helmi.
Ricky baru saja selesai mandi dan hanya memakai celana panjang saja membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos.
Dadanya yang bidang, perutnya yang tercetak kotak-kotak dengan sempurna juga lengannya yang kekar berotot lalu rambutnya yang masih basah sedikit berantakan membuatnya semakin sexy dan mempesona.
Bella yang terbangun dia duduk bersandar dikepala ranjang dengan cemberut. Ia masih sangat kesal dan marah kepada suaminya.
Ia masih selalu mengingat saat suaminya berciuman dengan wanita lain, kemudian meninggalkannya saat ia belum sadar dirumah sakit dan malah pergi ke Club malam.
Ricky berjalan mendekatinya dan duduk ditepi ranjang disampingnya. "Masih marah?" Tanya Ricky sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.
Bella menepis tangan suaminya dan enggan menatapnya.
"Baiklah, kau boleh melakukan apapun kepadaku! Bahkan kau boleh menghajarku! Aku akan menerimanya!" Ucap Ricky kembali mengusap kepala istrinya dengan lembut namun Bella masih menepis tangan suaminya.
Bella kemudian beranjak turun dari tempat tidur lalu masuk kedalam kamar mandi. 'Aku akan menhajarmu setelah ini!! Dasar pria menyebalkan!!'
Ia melihat suaminya sedang duduk bersandar diranjang sambil fokus dengan laptopnya masih bertelanjang dada.
'Kenapa dia masih santai disini? Apa dia tidak pergi kekantor?' Guman Bella dalam hati sambil mengamati suaminya.
Saat Ricky menoleh kearahnya, dengan cepat Bella memalingkan wajahnya dan ia keluar dari kamar lalu turun untuk menemui Ariella.
Ricky hanya tersenyum menatap kepergian istrinya. Ia kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya yang beberapa hari ini terbengkalai.
Setelah hamoir satu jam, Bella kembali kekamar dengan membawa nampan. "Sarapanlah dulu!" Ucap Bella sambil meletakkan nampan dinakas samping suaminya yang sedang duduk diranjang.
"Terimakasih!" Ucap Ricky singkat tanpa menoleh kearahnya dan masih fokus dengan laptopnya.
Bella mendengus kesal kemudian ia berbalik dan melangkah lalu duduk disofa. Ia menyalakan tv dan menyandarkan tubuhnya kesofa.
Ricky telah selesai dengan pekerjaannya kemudian ia menutup laptopnya dan meletakkannya diatas ranjang.
__ADS_1
Kemudian ia mengambil sarapannya dan memakannya dalam diam. Setelah selesai sarapan ia mendekati istrinya yang sedang menonton tv namun tatapannya fokus dengan ponselnya.
Dilihatnya istrinya sedang berbalas chat entah dengan siapa sambil senyum-senyum sendiri. Ricky langsung merebut ponselnya.
"Ricky!! Kembalikan ponselku!!" Pekik Bella sambil mencoba merebut kembali ponselnya.
Ricky lalu mengembalikan ponsel istrinya yang ternyata sedang berbalas chat dengan teman-teman baiknya semasa kuliah. Bella cemberut karena mereka kesal dan semakin kesal dengan suaminya.
"Aku rindu melihat senyum manismu!" Ucap Ricky sambil duduk disamping istrinya dan menatapnya.
Bella tidak menghiraukan suaminya dan ia masih fokus dengan ponselnya. "Kau tidak mendengarkanku?" Tanya Ricky sambil menurunkan tangan istrinya yang sedang memegang ponsel dan menahannya.
"Ricky, kamu menggangguku saja!" Garutu Bella dengan menatap kesal suaminya.
Ricky meraih dagu istrinya dan menatap tajam kepadanya. "Seperti itu sekarang sikapmu kepada suamimu?" Tanya Ricky sambil menatap tajam istrinya menahan emosinya.
"Lalu apa yang telah kamu lakukan kepadaku kemarin??" Bella balik bertanya dengan penuh amarah juga manatap suaminya.
"Aku memang bersalah kepadamu dan aku minta maaf!" Ucap Ricky masih menatap istrinya. "Sudahlah, aku sedang tidak ingin melihatmu!" Ucap Bella sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
Membuat Ricky merasa tersentak hatinya dengan ucapan istrinya yang sedang tidak ingin melihatnya. Ricky menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan kemudian ia bangkit dan beranjak mengambil kaos dan jaketnya kemudian pergi keluar.
Seketika airmata Bella menetes melihat suaminya pergi. Ia tidak sungguh-sungguh mengatakan itu kepada suaminya. Ia hanya ingin suaminya merayunya dan membuatnya luluh seperti sebelumnya.
Tapi kini Ricky pergi meninggalkannya kembali. Bella tidak ingin mengejarnya dan biarkan saja sampai ia pulang sendiri.
Bella kemudian membasuh wajahnya lalu turun kebawah ingin bermain dengan Ariella untuk mengalihkan pikirannya yang sedang kesal dengan suaminya.
"Sayang, ada apa dengan suamimu? Tadi dia pergi begitu saja, tidak seperti biasanya yang mendekati Ella dulu sebelum pergi!" Tanya Sofia yang duduk diruang keluarga sambil memangku Ariella.
"Mungkin dia sedang terburu-buru karena ada urusan Bu!" Jawab Bella mencoba dengan tersenyum manis kepada Sofia karena tidak ingin orang tuanya tau kalau mereka sedang bertengkar.
"Ella sayang, ayo kita bermain! Ini Mommy punya boneka lucu untuk Ella!" Ucap Bella dengan lembut dan tersenyum manis kepada Ariella sambil menunjukkan boneka kecilnya waktu ia masih kecil.
Bella masih menyimpan dengan baik boneka-bonekanya semasa ia masih kecil. Dan sekarang ia ingin memberikannya kepada putri kecil kesayanganya yang semakin menggemaskan ini.
"Sini Bu, biar Ella denganku!" Ucap Bella sambil mengambil Ariella dari pangkuan Sofia. "Ya sudah, ibu mau beberes kamar dulu!" Ucap Sofia setelah Ariella berada dipangkuan Bella.
__ADS_1
Kemudian Sofia beranjak pergi menuju kamarnya. Bella membaringkan Ariella disofa dan mengajaknya bermain dengan bonekanya sambil berdialog.