YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Keluarga sebenarnya.


__ADS_3

bruakk..


Pintu terbuka dengan kencang, Amira muncul tiba-tiba,dengan memegang selembar kertas ditangannya.Kedua netranya sudah nampak berkaca-kaca memandang ke arah Tiara.


Bukan hanya Tiara yang terkejut,Sintapun tidak kalah terkejutnya dengan Tiara.Sinta kaget melihat ada orang yang sangat mirip dengan sahabatnya.


" bukannya ini wanita kemarin? siapa sebenarnya dia? kok wajahnya mirip dengan ku? " bisik Tiara pada dirinya sendiri.


Amira berlari kearah Tiara, dan langsung memeluk Tiara dengan erat,sehingga Tiara merasa sesak untuk bernafas.


"Adik ku, ya kamu adikku,akhirnya aku bisa menemukan mu ra!" tangis Amira yang membuat Tiara semakin bingung.


"Si..siapa anda? dan si siapa yang anda panggil adik? sa..saya rasa anda salah orang nona.Saya bukan adik anda"


"Kamu itu adik kembarku Tiara, Nama kamu sebenarnya Amara Laudya widjaya.Kamu bisa lihat, ini buktinya. Kemarin aku melakukan test DNA sewaktu kamu pingsan. Kamu hilang 25 tahun yang lalu" Amira menyerahkan secarik kertas, hasil test DNA antara dia dan Tiara.


Tiara diam tidak bergeming sama sekali,dia masih sulit untuk percaya dengan semua hal yang tak terduga ini.


"Mami sama papi,dalam perjalanan ke sini,mereka sangat merindukanmu,25 tahun mereka terus mencari kamu."


Tanpa terasa, buliran air bening dengan santainya keluar dari kedua netra milik Tiara.Tiara tidak menyangka, bahwa selama ini dia dibesarkan oleh orang yang bukan orang tuanya.Pantas saja mereka tidak pernah memperlakukan Tiara dengan baik selama ini.Ternyata inilah jawabannya.


Dengan berurai air mata Tiara kembali memeluk Amira,dia begitu bahagia,akhirnya dia menemukan keluarga yang sebenarnya.


"Amara, Putriku,"ujar seorang wanita yang baru saja datang bersama dengan seorang pria paruh baya.Wanita itu menghambur memeluk Tiara dan menciumi wajah Tiara berulang-ulang.Wajahnya sudah penuh dengan air mata.


"akhirnya kamu kembali nak, mami hampir gila karena kehilanganmu"


"Mami? anda ma..ma mi saya?"


"i iya sayang, dan itu papi kamu" ucap ibu Marlina.Pak wijaya dengan mata yang berkaca-kaca,datang menghampiri Tiara dan memeluk Tiara dengan erat.

__ADS_1


"welcome back putriku" ucap pak wijaya sambil mengelus rambut Tiara.


Tiara merasakan hatinya menghangat, dia merasa bahagia karena akhirnya dia bisa merasakan kehangatan keluarga.


"Tapi, bagaimana Tiara bisa hilang pi?" Tiara mengungkapkan rasa penasarannya.


"Kalian berdua, hari itu lagi mami bawa untuk berjemur di depan.Pada saat itu,papi kamu baru saja memecat satpam rumah kita nak.Jadi tidak ada satpam yang berjaga di depan.Mami hanya sebentar saja masuk kedalam rumah untuk mengambil minum, setelah mami kembali, kamu sudah tidak ada, yang ada, cuma kakak kamu Amira nak. Kami sudah berusaha mencarimu kemana-mana tapi kami kehilangan jejak si penculikmu"


"Iya nak, papi dan mami sudah hampir putus asa untuk mencarimu"timpal pak widjaya.


"Iya ra, sampai ada seorang laki-laki sinting, yang memeluk aku dari belakang sambil mewek-mewek minta maaf.Dia mengira kalau aku itu kamu"timpal Amira sambil melirik ke arah Bimo dengan sinis.


"Siapa dia Mira?" Tiara menautkan kedua alis,penasaran dengan pria yang dimaksudkan Amira.


"tuh dia,pria bucin akut,yang berdiri di sebelahmu" tunjuk Amira ke arah Bimo, yang membuat Tiara kaget.


"mana ada gue mewek-mewek, lo jangan fitnah"ujar Bimo, yang wajahnya sekarang sudah berubah merah seperti kepiting rebus.


"Amira bisa lepas gak tangannya? malu dilihatin" bisik Seno ke telinga Amira yang justru nampak seperti Seno sedang mencium Amira. Amira mencebikkan bibirnya mendengar bisikan Seno.


"Aku kayanya harus pamit ra, soalnya aku sudah kelamaan meninggalkan restoran,dan selamat akhirnya kamu menemukan keluarga mu yang sebenarnya" Sinta memilih untuk pergi meninggalkan ruangan itu,daripada hatinya tambah sakit melihat kedekatan antara Seno dan Amira.


"terima kasih Sin,maaf belum bisa membantumu saat ini"


"it's ok, nikmati kebahagiaanmu" ucap Sinta dan berlalu dari tempat itu setelah berpamitan kepada semua yang ada diruangan itu.


" Tapi justru karena kedatangan nak Bimo lah, makanya harapan kami kembali besar.Waktu dia menunjukkan photomu, mami langsung yakin kalau kamu adalah anak kami yang hilang".


Tiara melirik kearah Bimo yang menunduk.Tiara tidak menyangka kalau Bimo ternyata memang benar mencarinya selama ini.


"Sejak kapan kamu punya photoku Bim"tanyaTiara bingung,karena dia merasa tidak pernah memberikan photonya kepada Bimo.

__ADS_1


"Dia pernah mengambil photo kamu,diam-diam sewaktu kamu duduk di kantin ra" celetuk Seno tiba-tiba. Tanpa disadarinya Bimo sudah melotot ke arah Seno karena sudah membuka rahasia yang ditutupinya selama ini.


"Sialan lo Sen, ketahuan kan kalau gue bucin sama Tiara" umpat Bimo dalam hatinya.


"Hahahaha, mukanya merah kaya kepiting rebus,dia malu karena ketahuan kalau dia bucin" Amira tertawa mengejek. Tiara menunduk dengan wajah yang juga sudah memerah.


"itu tidak mungkin, bukannya dia cinta mati sama gladys? " bisik Tiara dalam hatinya.


Pak wijaya dan ibu Marlina hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya, melihat tingkah malu-malu Bimo dan Tiara.


"Apakah dia cucuku nak? pak Wijaya menoleh ke arah Aarash yang masih tertidur pulas dan tidak merasa terganggu dengan apa yang terjadi di ruangan itu.Mungkin karena efek obat yang dikonsumsinya ,


" Iya pi, nama nya Aarash, dan ada satu lagi namanya Aariz.Dia lagi di rumah orang tua Bimo." ucap Tiara sambil menggigit bibir bawahnya.


"Jadi, papi sudah punya dua cucu?" wajah pak Wijaya terlihat senang,karena tidak menyangka,kalau dia sudah menjadi seorang kakek dari dua orang cucu.


"iya pi, Aarash dan Aariz kembar"


"Mereka sangat tampan sekali, kaya papi waktu muda, iya kan mi?" Pak wijaya menoleh ke arah istrinya untuk meminta pendapat.


"Enak aja om,mereka tampan karena bibit ku yang unggul lah, jelas-jelas mereka mirip aku" celetuk Bimo keceplosan.Dia tidak terima anak-anaknya dibilang mirip dengan pak Wijaya.


"Anak kamu?" Pak Wijaya mengrenyitkan alisnya.


"Iya om, nih lihat test DNA nya.Ini membuktikan kalau mereka anak-anak ku".


"Jadi benar,apa yang diceritakan sama Amira,kalau kamu melecehkan putriku sehingga membuatnya hamil? dan kamu tidak bertanggung jawab, hah? bentak pak Wijaya pura-pura marah.Padahal pak Wijaya sudah tahu semuanya dari Amira.Awalnya dia memang marah,tapi ketika dia mendengar semua perjuangan yang dilakukan Bimo,Amarah nya berangsur-angsur reda.Dan berharap Bimo bisa membahagiakan Tiara nantinya.


"Ma maaf om, tapi sekarang Bimo benar-benar menyesal!" baru kali ini Bimo merasa takut melihat orang.biasanya dia yang membuat orang ketakutan.


TBC

__ADS_1


jangan lupa like,vote dan komennya ya guys🥰🥰


__ADS_2