
Hai gais, I am back. Oh ya ini bukan up ya,.tapi hanya sebuah pengumuman saja.
Sekali lagi, aku mau mengucapkan terima kasih buat Readers yang setia dan tetap mengikuti karya-karyaku, yang tidak pernah lupa memberikan jempol dan komen serta vote dan kasih hadiah. Tanpa kalian, aku tidak mungkin bisa sampai sejauh ini.
By the way bus way, di sini aku cuma mau menyampaikan, kalau Karya baru saya sudah launching dengan judul ' Bukan istri Idaman' Kalau berkenan silahkan mampir. Aku sangat menantikan kunjungan kalian semua di sana.
Thank you buat yang masih setia mengikuti Karya author amatir seperti saya. sending virtual hugs and love-love di udara buat kalian semua.🥰😍🤗🤗
__ADS_1
Jelita bergeming sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling pekarangan rumah mewah bergaya modern tropis yang ada di depannya itu.
"Wah, baru di halaman saja sudah sebegini bagusnya, apa lagi di dalam sana," batin Jelita mengagumi keindahan halaman yang penuh dengan bunga-bunga berwarna-warni dan terawat dengan baik, bak sebuah taman bunga.
"Lho, Jelita, kenapa kamu masih berdiri di sana, Sayang? Sini, kita masuk ke dalam!" panggil seorang wanita setengah baya yang masih terlihat sangat cantik dan lebih muda dari usia sebenarnya. Wanita itu ialah Melinda yang merupakan istri dari seorang pengusaha sukses dan merupakan nyonya di rumah mewah yang ada di hadapan Jelita kini.
"Iya, Jelita, jangan diam saja di sana!" kali ini yang bersuara adalah seorang pria yang memiliki suara bariton, dan merupakan suami dari wanita setengah baya itu. Pria sukses yang bernama Ganendra Maheswara itu, memiliki segudang bisnis baik di bidang property, perhotelan, Restoran, Cafe dan pendidikan, yang berada di bawah naungan 'The sky Group'.
Sesampainya di depan pintu, mereka disambut oleh dua orang wanita, yang membungkukkan badan dengan hormat, sehingga Jelita ikut-ikutan membungkukkan badan membalas rasa hormat yang dia terima dari dua orang wanita tadi.
"Selamat siang, Nyonya, Tuan!" sapa dua orang wanita itu bersamaan, seperti sudah terlatih.
__ADS_1
"Selamat siang juga!" sahut
"Ayo masuk, Sayang!" Melinda, meraih tangan Jelita dan mengajaknya masuk ke dalam.
Benar dugaan Jelita, penampakan di dalam rumah itu sangat indah, mewah dan elegan. Semua material dan ornamen-ornamen yang ada di dalam ruangan itu bisa dipastikan adalah mahal.
"Benarkah, aku akan jadi menantu di rumah ini? atau aku hanya mimpi?" bisik Jelita pada dirinya sendiri dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata yang mengedar memindai setiap sudut ruangan.
Ya, itulah alasan Jelita berada di rumah mewah itu, bukan untuk jadi seorang pembantu, tapi akan menjadi menantu Ganendra dan Melinda.
Mampir ya guys. Mudah-mudahan berkenan 🙏🏻
__ADS_1