
Sudah 3 hari berlalu sejak Amira menyetujui permintaan ibu Sarah untuk menikah dengan Bimo.Ibu Sarah ternyata tidak main-main dengan ucapannya.Ibu Sarah bahkan sudah melamar Amira secara resmi dan lamaran itupun sudah diterima dengan baik oleh orang tua Amira.Walaupun pada awalnya ibu Marlina, ibunya Amira cukup heran dengan pernikahan yang terkesan terburu-buru ini. Untungnya sebelum acara lamaran Amira sudah memberitahukan terlebih dahulu kepada ibunya, alasan dibalik pernikahannya dengan Bimo.
Bimo dan Amira pun sudah tidak mampu untuk menolak rencana pernikahan ini.Amira dan Bimo membuat perjanjian, kalau mereka akan berpisah, begitu Tiara ditemukan. Dan tidak akan ada kontak fisik selama masa pernikahan mereka nantinya.
Seno yang pada awalnya merasa sakit hati dengan keputusan ini,sekarang sudah lapang dada menerima semuanya.Seno bahkan lebih tidak rela kalau seandainya Bimo menikah dengan Jesika nantinya.
"Lo beneran tidak apa-apa kan Sen?" Bimo memastikan kembali kepada Seno.
"Lo tenang aja Sob, gue gak kenapa-kenapa, sudah berapa kali lo bertanya itu, itu aja, lagian lo kan tau,gue itu tidak punya hubungan apa-apa dengan Amira"
"Lo emang gak punya hubungan, tapi gue tau kalau lo itu suka kan sama Amira?"
"sok tau lo Bim, ya nggak lah,gue gak punya perasaan sedikitpun sama Amira" ucap Seno meyakinkan Bimo.
"Lo gak usah bohong Sen,gue udah bisa baca dari mata lo, kalau lo itu sebenarnya suka sama Amira.Kalau lo mau, gue bisa menggagalkan pernikahan ini,gue akan jujur kalau gue sama Amira tidak punya hubungan apa-apa sama nyokap gue"
" Gak usah Bim, gue malah lebih tidak rela kalau lo nantinya di nikahkan dengan si Jesika".ucap Seno
Ucapan Seno,bukannya membuat hati Bimo lega.Bimo justru makin merasa bersalah.
***
Jesika mengemudikan mobilnya dengan pikiran yang sangat kacau.Sudah berulang kali dia datang ke rumah Bimo, untuk membujuk ibu Sarah agar tetap melanjutkan perjodohannya dengan Bimo.Tapi kedatangannya selalu sia-sia, ibu Sarah tetap pada keputusannya.Bahkan hari ini dia mendengar hal yang benar-benar dia benci.Seperti petir disiang bolong,Jesika begitu kaget begitu mengetahui kenyataan, kalau Bimo akan menikah bulan depan.
ckittttt
Jesika tiba-tiba nge rem mendadak,dia kaget melihat seorang wanita yang menggandeng dua orang anak laki-laki kembar. Mereka kelihatan sepertinya baru pulang dari sekolah.
"bukannya wanita itu calon istrinya Bimo?, kalau iya, siapa kedua anak itu?"batin Jesika penasaran.
Jesika penasaran dan membuntuti ketiga orang itu dengan perlahan sampai tiba di sebuah rumah sederhana.Jesika membuka sedikit kaca jendela mobilnya untuk mendengar pembicaraan wanita itu dengan kedua anak itu.
__ADS_1
" Ya udah kalian berdua segera masuk kerumah, ganti seragam dan makan siang.Bunda tadi udah masak, makanan kesukaan kalian berdua.Bunda mau kerja lagi ya nak,baik-baik dirumah" ujar wanita itu yang tak lain adalah Tiara.Hari ini dia sengaja menyempatkan waktunya untuk menjemput sikembar dari sekolah,karena hari ini ibu Sumi kurang enak badan.
"Ashiap bunda" ucap keduanya sambil meletakkan tangannya ke kening seperti gaya menghormat.
Jesika tersenyum sinis,merasa mendapatkan suatu kesempatan untuk menggagalkan rencana pernikahan Bimo.
"humm ,tante Sarah harus segera tahu tentang ini,aku berani jamin, kalau tante Sarah tahu, ternyata calon menantunya sudah mempunyai dua orang anak, tante Sarah pasti akan membatalkan pernikahan Bimo dengan wanita itu.Hahaha dan itu artinya tante Sarah akan bersedia melanjutkan kembali perjodohan kami"Jesika melajukan mobilnya dengan gembira menuju rumah ibu Sarah.Tanpa dia sadari, setelah kepergiannya, ibu Sarah justru datang ke rumah Tiara untuk menjemput sikembar.
"Yee oma Sarah datang,"Sambut Aarash dan Aariz gembira.
"Kalian berdua baru pulang sekolah ya?"
"Iya oma,tadi bunda yang jemput" ucap Aarash.
"Jadi mana bundanya sekarang?" ibu Sarah celingukan mencari kesegala penjuru ruangan.Ya ibu Sarah sudah sangat sering berkunjung dan bermain dengan si kembar,tapi sampai saat ini, ibu Sarah tidak pernah bertemu dengan wanita, yang dipanggil bunda oleh si kembar.Bahkan tidak ada satupun, diantara photo-photo yang tergantung di dinding ruangan itu photo ibu si kembar.semuanya hanya photo-photo si kembar dari bayi sampai usia sekarang.
"Bunda baru saja pergi oma, bunda kan harus kerja oma" jawab Aariz.
"Nenek lagi sakit oma,jadi nenek lagi istirahat di kamar"
"kalau gitu, oma lihat dulu ya nek Suminya" ucap bu Sarah,lalu berjalan menuju kamar mbok Sumi.
"baik oma," jawab si kembar bersamaan.
"Aarash, Aarisz, kita main ke rumah oma yuk" ajak ibu Sarah setelah keluar dari kamar ibu Sumi.
"Emm,tapi nenek gimana oma?nenek kan lagi sakit?nanti kalau kami pergi yang jagain nenek siapa?" Ucap Aarash yang merasa tidak tega,untuk meninggalkan mbok Sumi sendirian dirumah.
"kalian berdua pergi saja,nenek tidak apa-apa kok.nenek cuma merasa agak pegal-pegal sedikit" ujar mbok Sumi yang tiba-tiba muncul.
"betul nenek tidak apa-apa? nenek tidak bohong kan?" ucap Aarash memastikan.
__ADS_1
"Iya sayang,tapi sebelum pergi kalian izin dulu sama bunda" ujar mbok Sumi sambil menyodorkan handpone nya.
"biar oma aja yang minta izin sama bunda kalian" ucap ibu Sarah lalu menekan nomor yang dibacakan oleh mbok Sumi.
Setelah mendapat izin dari Tiara, kedua bocah itu begitu bahagia mengikuti ibu Sarah.Apalagi ibu Sarah mengatakan kalau nanti Ia akan membelikan mainan baru untuk Aarash dan Aariz.
***
Ibu Sarah kaget melihat ada mobil Jesika di depan rumahnya.Ibu Sarah mendesah sekaligus merasa kesal.Dia yakin tujuan Jesika datang pasti untuk membujuknya untuk melanjutkan perjodohannya dengan Bimo. Ibu Sarah masuk terlebih dahulu,sedangkan si kembar, memutuskan untuk bermain dengan mobilan baru mereka di depan.
"Eh ada Jesika, sudah lama di sini? ucap ibu Sarah masih dengan sikap seperti biasanya.Walaupun Ibu Sarah sebenarnya sudah sangat dongkol dengan kehadiran Jesika.
"Iya tante, sudah cukup lumayan lama, Emang tante tadi dari mana saja?" Jesika berbicara dengan lembut,walaupun sebenarnya dia sudah sangat kesal, karena sudah lama menunggu kedatangan ibu Sarah.Karena selama ini Jesi paling tidak sabaran kalau di suruh menunggu.
"Emang Jesi ada urusan apa,sampai rela nungguin tante?" bukannya menjawab, ibu Sarah justru bertanya balik.
"Emm, gini Tante,Jesi bawa kabar, yang pasti bakal membuat tante berterima kasih sama Jesi" ucap Jesi dengan semangat.
"Emm, emang kabar apaan?"
" Tan, tadi aku lihat calon menantu tante itu menggandeng dua anak, dan tante tau, ternyata kedua anak itu, anak wanita itu tante"
" Hahahaha, Jesi, jesi kamu itu lucu deh.Sudahlah Jes, tante tahu ini cuma salah satu cara kamu untuk menggagalkan pernikahan Bimo kan? bagaimanapun caramu untuk menggagalkanya,tante tidak akan terpengaruh Jesi."
"Tapi Jesi tidak bohong tan, jesi beneran lihat dan dengar kalau kedua anak itu manggil bunda ke wanita itu, sayangnya Jesi lupa ngambil fotonya" ucap Jesi dengan serius.
"Oma kami haus" Aarash dan Aariz tiba-tiba muncul.
To be continue
please hargai saya dengan like,vote dan komen.thank you
__ADS_1