
Aarash baru saja keluar dari ruangan meeting.Dia meraih ponselnya dan melihat ada pesan dan panggilan yang berkali-kali dari Laura istrinya.
"Mas, Aarash tolongin aku dan Bunda! Kami di hadang sama orang jahat di jalan ___" Laura menyebutkan nama jalan dimana dia dan ibu mertuanya diculik.
Aarash dengan secepat kilat berlari keluar, sampai karyawan memandangnya dengan perasaan heran. Setelah di dalam mobil Aarash menghubungi Bimo Ayahnya dan memberitahukan, kalau Bunda dan istrinya dalam bahaya.
Bimo yang menangani hotel menggantikan Aariz pun tidak kalah paniknya.Dia langsung menghubungi Seno juga.
Jarak yang harusnya dicapai sekitar 45 menit,hanya 20 menit saja Aarash sudah tiba di lokasi penculikan istrinya. Aarash melihat mobil yang dikendarai oleh Mang ujang terparkir di pinggir jalan. Aarash melihat, Mang ujang terkapar tidak sadarkan diri dengan wajah lebam.
"Mang ...Mang Ujang, bangun Mang! " Aarash menepuk-nepuk pipi Mang Ujang. Mang Ujang terlihat menggeliat dan membuka matanya
"T-Tuan Aarash, Maaf aku tidak bisa melindungi, Ibu Tiara dan Non Laura," Mang Ujang terlihat ketakutan.
"Gak pa-pa, Mang! Mang Ujang kenal siapa yang menculik Bunda dan Laura,Mang? "tanya Aarash dengan ekpresi yang masih terlihat panik.
"Maaf Tuan! saya tidak kenal! tapi yang pasti mereka ada 4 orang dan bertubuh besar.
5 Menit kemudian, tampak Bimo dan Seno yang datang hampir bersamaan dengan mobil masing-masing.
"Gimana Rash, apakah ketemu tanda-tanda?" tanya Bimo, tidak kalah panik dari Aarash.
"Tidak ada Yah!" jawab Aarash frustasi.
"Bagaimana ini bisa terjadi? emang Ibu sama Laura kemana tadi Mang?" tanya Bimo sembari menatap Mang Ujang.
" Ibu Tiara dan Non Laura tadi ke rumah sakit Tuan, buat ngantar Non Laura untuk periksa kehamilan," sahut mang Ujang yang membuat Aarash terkesiap karena kaget.
"Maksud Mang Ujang, istri saya hamil?" Aarash mencengkram bahu mang Ujang untuk memastikan pendengarannya.
"Sepertinya begitu Tuan! Soalnya Ibu dan Non Laura terlihat bahagia keluar dari Rumah sakit dan langsung membelikan susu hamil yang banyak tadi." mang Ujang memaparkan kegiatan Tiara dan Laura sebelum diculik.
Aarash langsung tersungkur ke belakang.Dia semakin panik, karena kini istrinya sedang mengandung,tapi diculik. Untung ada Seno yang langsung menangkap tubuh Aariz ,sehingga tidak benar-benar jatuh ke jalanan.
Bimo mencoba melakukan panggilan ke nomor Tiara, dan bunyi ponsel berdering langsung terdengar dari dalam mobil. Wajah Bimo sekarang juga terlihat sangat panik, karena mendapati, kalau ponsel istrinya tertinggal dalam mobil.
__ADS_1
Seno beranjak mengahampiri mobil dan memeriksanya, untuk melihat apakah ada tanda-tanda jejak yang bisa membantu mereka mengetahui, kemana Tiara dan Laura dibawa.
Seno meraih sebuah amplop hasil pemeriksaan Laura tadi. Seno lalu memberikannya pada Aarash untuk dilihat. Aarash melihat hasil pemeriksaan kehamilan istrinya dengan mata yang berkaca-kaca.Bimo langsung histeris dan tersungkur di tanah begitu mengetahui, kalau istrinya mengandung 3 janin sekaligus.
"Sayang, dimana kamu sayang? bertahanlah sampai aku bisa menemukanmu!" ucap Aarash lirih sembari sesunggukan.
Bimo menggeram dan mengepalkan tangannya .Rahangnya kini sudah mengeras dan mata yang berkilat-kilat.Dia berjanji tidak akan membiarkan orang-orang yang telah berniat jahat pada keluarganya.
"Sen, bagaimana cara kita menemukan jejak mereka? Aku sudah memasang alat pelacak di ponsel Tiara, tapi itupun tertinggal.Pikiran ku sekarang sangat buntu, siapa sebenarnya dalang penculikan ini." Bimo terlihat sangat frustasi sekarang.
"Yah, kita bisa lacak keberadaan mereka melalui kalung Laura. Tadi malam aku memberikan dia kalung, tapi aku sudah memasang alat pelacak di kalung itu.Mudah-mudahan Laura tidak melepaskannya." ujar Aarash cepat.
"Ok! kalau begitu coba kamu lacak! " titah Bimo.
"Mereka menuju Bogor Yah! kita harus segera kesana sekarang! ucap Aarash yang merasa sedikit lega, karena sudah mengetahui keberadaan istri dan Bundanya.
Mereka bertiga berangkat menggunakan mobil yang sama.Seno segera menghubungi orang untuk mengambil mobil mereka dan memerintahkan anak buah mereka untuk menyusul mereka ke Bogor. Seno juga tidak lupa untuk menghubungi polisi.
******
"Bagaimana? apa kalian berhasil membawa mereka berdua ke sini?" tanya seseorang pada orang suruhannya.Dan bisa dipastikan kalau pemilil suara itu adalah seorang perempuan.
"Sudah, Bos! mereka sudah ada di dalam ruangan itu.Tapi mereka belum sadarkan diri, karena tadi kami harus membius mereka agar tidak memberontak." sahut salah satu dari orang yang telah menculik Laura dan Tiara.
"Tidak apa-apa! sekarang kalian tunggu di sini." ucap suara wanita, tapi sepertinya berbeda dengan wanita yang pertama tadi.
"Nanti, setelah kami puas menyiksa mereka berdua, kalian bebas mau kalian apakanpun dua wanita di dalam sana!" timpal suara wanita yang pertama kali bicara tadi.
Kedua wanita itu memasuki ruangan tempat dimana Laura dan Tiara di tahan dengan wajah bengis.
Ketika mereka berdua masuk, disaat itu pula Laura dan Tiara tersadar dari pingsannya. Mereka terkesiap dengan kehadiran dua wanita berbeda usia yang kini sudah menyeringai sinis di hadapan Tiara dan Laura.
"Hai,Tiara, Kamu masih ingat aku?" tanya wanita yang sepertinya memiliki dendam tersendiri pada Tiara sambil membuka sumpalan dimulut Tiara.
"J-Jesika? Kamu ...?" suara Tiara seakan tercekat, melihat keberadaan Jesika, wanita yang dulu hampir dijodohkan dengan Bimo.
__ADS_1
"Ternyata ingatanmu masih kuat Tiara! " ujar Jesika seraya menyeringai sinis. " Aku sudah lama menantikan hari ini.Aku pernah berjanji, setelah aku lepas dari penjara, aku akan menyingkirkanmu dan mendapatkan Bimo kembali, ," sambung Jesika kembali.
Sedangkan Laura tidak kalah kagetnya melihat Cindy sepupunya juga berada dalam ruangan itu. Dan membuka sumpalan dimulut Laura juga.
"C-Cindy kenapa kamu tega melakukan ini pada ku? Aku sepupumu!" Laura menaikkan nada suaranya ke arah Cindy yang kini tersenyum licik ke arahnya.
"Diam! asal kamu tahu, aku bukan sepupumu, dan aku sangat membencimu. Gara-gara kamu, orangtuaku di penjara, dan perusahaan Hartono jatuh ketanganmu, kenapa kebahagiaan selalu berpihak padamu, hah?!" teriak Cindy sambil mencengkram dagu Laura keras.
"Kamu sendiri yang membuat dirimu tidak bahagia Cin! Karena keserakahan dan rasa iri yang berlebihan, membuat dirimu merasa tidak bahagia." sahut Laura.
Mendengar ucapan Laura, membuat Cindy naik pitam. Dengan refleks dia mengayunkan tangannya ke pipi Laura dengan sangat keras.
"Cindyyy! , jangan kamu sentuh menantuku!" teriak Tiara, tidak terima menantunya dipukul.
Cindy menghampiri Tiara, dengan tetap tersenyum sinis seraya berdecih. " Cih, apa yang Tante lihat dari dia? apa kurangnya aku? seharusnya yang jadi menantu tante itu aku,bukan diaaaa!" teriak Cindy persis di depan wajah Tiara.
"Kamu tenang saja Cindy. Sebentar lagi apa yang kita mau akan kita dapatkan. Kita tinggal menghabisi kedua wanita sialan ini, setelah itu, aku bisa menikah dengan Bimo dan kamu menikah dengan Aarash, Hahahahh" suara tawa Jesika menggelegar memenuhi ruangan itu.
"Kalian boleh menyingkirkan ku, tapi jangan dengan Laura.Tolong lepaskan dia! " Tiara terlihat memohon dengan wajah yang memelas.
"Cih, apa hak mu memerintahku Hah?! Kalau kamu berlutut seharianpun aku tidak akan menuruti kemauanmu." ujar Jesika sengit.
"Cindy, sekarang saat nya buat nyingkirin ke dua wanita ini, Cepat!" perintah Jesika sambil melemparkan sebuah pistol ke tangan Cindy.
Cindy mengarahkan pistol ke arah Laura demikian juga dengan Jesika, yang mengarahkan pistol ke arah Tiara. Disaat Cindy dan Jesika siap untuk menarik pelatuk untuk menembak, tiba-tiba suara tembakan mengarah langsung ke pistol yang dipegang oleh Jesika dan Cindy, sehingga pistol tersebut terjatuh ke lantai.
Jesika dan Cindy terkesiap kaget melihat kemunculan Bimo, Aarash dan Seno serta polisi, yang mengarahkan pistol ke arah mereka berdua. Mereka berdua bingung, bagaimana Bimo dan yang lainnya tahu keberadaan mereka.
Ditengah ketakutannya, Cindi refleks menendang kursi yang di duduki oleh Laura, sehingga Laura, terjatuh terjerembab ke Lantai.
"Lauraaaaa ...! "teriak Aarash seraya berlari menghampiri istrinya yang menjerit kesakitan.
Darah segar nampak mengalir dari pangkal paha Laura.
Tbc
__ADS_1
Tarim nafas dulu gais sambil like, Vote dan Komen.Thank You🙏😍🤗