YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Cicilan


__ADS_3

"Ini gue kasih hadiah pembalut buat Amira.aku rasa ini cukup untuk Seminggu.Tapi lo harus pegangin Amira terus ya, karena pembalutnya bersayap, takutnya nanti Amira terbang pas memakainya.Dan ini juga gue kasih lo stok sabun buat seminggu,karena gue tahu, kalau lo akan bermain solo di kamar mandi. Btw kamar lo, gue yang nyuruh orang buat gantiin bunga mawar putih jadi bunga melati, karena gue tahu kalau malam ini bukan jadi malam yang indah buat lo, tapi akan jadi malam yang horor buat lo. Selamat menikmati malam horor selama seminggu.Salam santuy dari sahabatmu yang paling baik dan pengertian. Bimo."


"Sialan!" dari mana Bimo tahu,kamu datang bulan? Kamu ngasih tahu dia ya? "


"Apaan sih? kurang kerjaan banget aku ngasih tahu dia. Kayanya si Tiara deh yang ngasih tahu" ucap Amira tidak terima dengan tuduhan Seno.


" Aku pasti, akan jadi bahan ejekan besok!" Seno mengusap kasar wajahnya.


"Tapi,tunggu dulu! apa benar tuh yang, sampai satu minggu?"


"Iya yang! Amira menganggukan kepalanya.


" Arghhhh, aku kirain besok udah selesai yang! "


"Maaf ya yang, seharusnya di malam pengantin,kamu bisa mendapatkan hak mu tapi aku.."


"Sttt, gak pa -pa yang,ini kan bukan kesalahan kamu! tapi karena keadaan.Lagian tujuan menikah itu, tidak seperti orang yang belum belum pernah masuk ke sebuah restoran, begitu dapat kesempatan untuk masuk,berharap dapat yang enak-enaknya saja.Aku menikahi kamu itu bukan mau dapat yang enak-enaknya saja, tapi karena aku mencintai mu dengan tulus,dan salah satu cara untuk memupuk cinta itu ya dengan pernikahan.


"Tapi yang, aku merasa kurang tepat buat kamu,karena aku juga tidak bisa seperti orang lain.yang bisa memasak untuk suaminya, yang menyiapkan segala sesuatu buat suaminya" ucap Amira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sayang dengar ya, pernikahan itu bukan hanya mencari yang tepat buat kita.Tapi pernikahan itu belajar menjadi orang yang tepat.Aku juga mungkin kurang tepat buat kamu, tapi aku akan belajar menjadi orang yang tepat buat mu,demikian juga sebaliknya.Lagian kamu itu adalah tulan rusukku,jadi kamu itu pendamping aku,bukan pembantu ku."


Autor pov


"Kok gue jadi sedikit merasa aneh ya,kalau pasangan ini bisa tiba-tiba serius. kayanya gimana gitu!."

__ADS_1


"Oh, so sweet" Amira memeluk Seno dengan erat.Sehingga buntalan di dada Amira menempel di dada Seno.Dan sepertinya buntalan itu sedang bebas tanpa sarangnya.Itu terbukti ketika Seno tidak ada menyentuh sama sekali pengait si sarang di punggung Amira.


Pikiran Seno seketika langsung traveling kemana-kemana.Ada sesuatu di bawah sana, yang juga tidak menngerti keadaan tuannya, memberontak pengen keluar.Amira yang tidak peka, justru semakin memper-erat pelukannya.Seno berkali-kali meneguk ludahnya sendiri,dan menahan nafas nya yang sudah memburu.


"Apakah dia gak pakai penutup di asetnya? " batin Seno.


"Ka-kamu kenapa yang?" tanya Amira panik.


"Ng-nggak apa-apa yang.A-aku mandi dulu"Seno berdiri dan buru-buru melangkah ke kamar mandi.Karena terlalu gugup, tanpa sadar dia juga meraih sabun yang dihadiahkan oleh Bimo.


"Yang, ngapain bawa sabun itu? di dalam kamar mandi kan ada! " tanya Amira.


"O- oh iya ya? em, maksud aku biar di simpan di dalam kamar mandi aja yang! jawab Seno asal.


" Tapi kok cuma satu aja yang dibawanya? kok gak semuanya aja sekalian? "


"Ohh, begitu? ya udah sana mandi"


Seno menutup kamar mandi, memegang dadanya yang sudah berdetak dengan kencang.Pikirannya pun sekarang kembali traveling ke aset Amira .Mau tidak mau akhirnya dia pun bermain solo di kamar mandi.


Setelah puas bermain solo, Seno pun keluar dari kamar mandi, dengan hanya memakai handuk di pinggangnya.Amira yang melihat tubuh Seno yang shirtless,membuat wajah Amira bersemu dan meneguk ludahnya sendiri,dia kagum melihat roti sobek milik Seno.Seno mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan ole Amira,dan dia bermaksud memakainya di depan Amira.


"Ihh, mas Seno, pakai bajunya jangan disini dong, pakainya di kamar mandi gih! malu tahu " ujar Amira sambil menutup matanya pakai bantal.


"Lho, emang kenapa yang? aku kan suami mu! ngapain malu? buka matanya yang! " goda Seno sambil menarik bantal dari wajah Amira. Tanpa sengaja justru Seno yang terjatuh dan menindih tubuh Amira.Tanpa dikomando, ular yang tadi sudah susah payah dia jinakkan kembali berulah di bawah sana.

__ADS_1


"Jangan lagi please, masa gue harus main solo lagi! cape gue! batin Seno frustasi.


Seno ingin bangun dari atas tubuh Amira, tapi bibir merah chery milik Amira seakan punya magnet, yang menarik bibir Seno untuk menempel di bibir Amira.Dengan hati-hati Seno akhirnya mendaratkan bibirnya di bibir Amira.Mula-mula hanya seperti kecupan lama-lama kini berubah menjadi lum*tan- lum*tan, yang memancing Amira untuk mendesah.Seno mengeksplor seluruh isi mulut Amira seakan sedang mengabsen gigi Amira.Setelah cukup lama, mereka saling bertukar saliva, Seno melepaskan pagutannya, dan bersama-sama mereka meraup udara mengisi kembali udara kedalam paru-paru yang hampir kehabisan stok udara didalamnya.


"Yang, boleh gak aku mengajukan cicilan?" tanya Seno ambigu di sela-sela nafasnya yang masih ngos-ngos an.


"Mau ngajuin cicilan apa sayang? mobil, kamu udah ada,apartemen, kamu udah ada, mau nyicil apa lagi? mau nyicil rumah ya? gak usah yang, aku siap bantu kok kalau kamu mau beli rumah." Tanya Amira bertubi-tubi tanpa jeda, tidak memberikan Seno kesempatan untuk sekedar menjawab a atau b.


"Bu-bukan nyicil rumah yang! tapi,..."


"Tapi apa yang?" tanya Amira menyela ucapan Seno.


"emm, nyicil malam pertama yang! bagian bawah kan belum bisa, tapi bagian atas kan gak ada larangan yang! boleh dong nyicil dari sekarang? pelunasannya pas kamu udah selesai aja." ucap Seno cengengesan.


Amira tersenyum malu,dan menganggukkan kepalanya. Dan kini terjadilah kegiatan mencicil yang dimulai dari bibir,leher sampai dada.Seno pun berhasil mendaki gunung, dan menancapkan bendera di puncaknya. Sedangkan ladang Amira yang masih banjir, belum bisa digarap sama sekali.Jadi Seno harus menunggu banjirnya surut dulu,baru digarap untuk, dia bisa bercocok tanam disana.


Disela-sela kegiatan mencicil diantara Seno dan Amira, tiba-tiba ponsel milik Seno berbunyi.Ingin sekali dia mengabaikannya.Tapi Seno khawatir, kalau pesan itu adalah sesuatu yang penting. Seno menghentikan sejenak kegiatannya dan meraih ponselnya dari atas nakas.Si pengirim pesan ternyata sang sahabat Bimo.


"*Sen, besok lo masuk kerja aja ya! soalnya gak ada gunanya juga kamu di rumah berduaan dengan Amira.Yang ada malah tersiksa batin kamu ntar!mending kerja iya gak?🤣🤣🤣"


"Sialan lo bim*" balas Seno dengan emoticon marah. Lalu dia melemparkan ponselnya,dan melanjutkan cicilannya dengan sang istri.


Setelah melakukan kegiatan mencicil yang cukup lama, Seno pun mau gak mau gak bisa menahan lagi.Akhirnya dia kembali masuk kedalam kamar mandi, dengan tujuan membuat hadiah Bimo berguna.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa like,vote dan komennya.Serta memberikan semangat buat Seno.gak muluk--muluk, Seno hanya meminta segelas cofee dan Amira hanya sebuket bunga mawar.Thank you😊😊🤗🤗


__ADS_2