
Mbok Sumi dan Aariz masuk kedalam mobil,dan duduk di kursi belakang.Mereka berdua belum menyadari ada Amira didalam mobil itu.Seno menjalankan mobilnya perlahan, karena Mbok Sumi dan Aariz melambaikan tangan mereka ke arah ibu Sarah dan pak Burhan.Setelah agak jauh dari rumah utama Bimo, Amira akhirnya bernafas lega.Dia pun keluar dari persembunyiannya.
" huf, akhirnya" Ucap Amira sambil membenarkan duduknya.
"Eh, ayam, ada setan"Mbok Sumi terlonjak kaget sambil memegang dadanya.karena kemunculan Amira yang tiba-tiba.
"ibu,ini Amira bu, bukan setan" Amira mencebikkan bibirnya karena dikatain setan sama mbok Sumi.
"Eh, kamu toh neng? bikin kaget aja! kamu kok sembunyi di bawah sana?"
"hehehe, gak pa-pa ibu.Cuma Amira tadi cuma ngetes aja,Amira masih langsing atau udah gemukan!"ucap Amira ngawur.
"Lha ngetes kok di situ? apa hubungannya nak?" heran mbok Sumi.
"Iya lah bu, tadi kan Amira masih muat di bawah sini,itu berarti Amira masih langsing,coba tadi kalau Amira gemuk, pasti gak muat dibawah sini bu! ucap Amira yang semakin tidak jelas.
"Oh gitu ya?" ucap mbok Sumi manggut-manggut,padahal sebenarnya dia masih belum mengerti.Seno menggeleng-gelengkan kepalanya,dan tersenyum melihat tingkah wanita pujaannya itu.
********
Bimo membantu Aarash turun dari mobil,dan mendudukkan nya di kursi roda.Pak Wijaya dan ibu Marlina nampak berdiri menyambut putri dan cucunya di depan pintu.
"Mami,papi" Tiara sedikit berlari kearah orangtuanya,dan langsung memeluk mereka dengan erat. Bimo menyusul dari belakang, sambil mendorong kursi roda Aarash.
"Welcome to your real home nak! Ibu Marlina memeluk Tiara, dengan mata yang sudah terlihat berkaca-kaca.
"Terimakasih mi,pi"
" aduh, cucu nenek sudah pulang! sambut ibu Marlina sambil memcium pipi Aarash dengan gemas.Sedangkan Bimo langsung menyalami pak Burhan dan ibu Marlina.
"Amira mana? tanya pak Wijaya.
__ADS_1
"Dia dan Seno, menjemput Aariz dan ibu Sumi pi" jawab Tiara.dan dibalas dengan anggukan kepala oleh pak Wijaya.
"Ya udah, ayo kita ngobrolnya didalam saja" Ibu Marlina langsung mengambil alih kursi roda Aarash dari tangan Bimo, dan langsung mendorong masuk kedalam.
Disaat yang bersamaan, nampak mobil Amira memasuki area pekarangan rumah.Bimo dan Tiara, bersamaan menoleh kearah mobil Amira yang sekarang sudah berhenti dengan sempurna.
" Bunda, om Bimo" teriak Aariz keluar dari mobil , dan berlari ke arah Tiara dan Bimo.Bukannya memeluk Tiara, Aariz justru langsung memeluk Bimo, sehingga Tiara merasa sedikit cemburu.
"Ini belum juga tahu,kalau Bimo ayah mereka,apalagi nanti kalau sudah tahu,aku bakal gak dianggap ada kali ya?" batin Tiara. Tapi jujur,ada perasaan bahagia yang terselip di dalam hatinya,melihat kedekatan kedua anaknya dengan Bimo.
"Bunda, gak dipeluk juga ya?" Tiara pura-pura memasang wajah sedih.
"Eh, dipeluk juga dong, Aariz kangen bunda!" Aariz berganti memeluk Tiara dengan erat.
"Bunda juga kangen nak" Tiara mencium puncak kepala Aariz dengan penuh kasih sayang.
"Aarash mana bun? Aarash beneran udah pulang kan?" Aariz terlihat tidak sabaran untuk bertemu dengan saudara kembarnya.
"Ehem, ehem, mau sampai berapa lama kalian pandang-pandangan? tegur Amira, yang membuat Bimo dan Tiara tersadar dan gugup.Bimo refleks melepaskan pegangannya,Tiara yang belum siap untuk berdiri pun langsung terjatuh.
"Auhhh, sakit!" rintih Tiara.
"So- sorry, aku tidak sengaja,soalnya tadi aku kaget" Bimo meraih tangan Tiara,menariknya Tiara untuk berdiri.Ada sensasi yang berbeda ketika tangannya bersentuhan dengan tangan tiara.
"Gak pa-pa" ucap Tiara lirih,dan dia pun merasakan rasa yang sama seperti yang dirasakan Bimo.
"Sen, kayanya kita harus segera kembali ke kantor, kita ke dalam dulu buat pamitan sama tante Marlina dan om Wijaya"Bimo melangkah masuk,di ikuti Seno dari belakang.Tiara yang hendak ikut melangkah,mengurungkan langkahnya ketika Amira menarik tangannya.
"Ra, gimana? apa kamu udah ngomong sama Bimo kalau kamu sama Dimas itu gak ada hubungan apa-apa?" Tanya Amira dan dijawab Tiara dengan gelengan kepala.
"Hah?, jadi kalian berdua ngomongin apa aja dari tadi di dalam mobil?"
__ADS_1
" Gak ngomong apa-apa Mir! aku gak tau mau ngomongin apa!
"jadi, sepanjang perjalanan,kalian berdua nggak ngomong sama sekali? Tiara mengangguk, dan Amira memukul jidatnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"huft, sia-sia dong aku sama Seno ngasih kalian kesempatan untuk berdua?"
" Bertiga Mir, sama Aarash" bantah Tiara.
iya ,bertiga, tapi aku yakin, Aarash pasti tidurkan? kan dia minum obat sebelum tidur,pasti ngantuk lah!"
"Aku gak punya keberanian Mir, buat ngomong.Tadi aku sebenarnya mau ngomong, tapi mulut ku kayanya susah buat memulai. Kan dia laki-laki Mir!harusnya kan dia yang duluan ngomong.
"huft, seandainya, tadinya kamu bukan adikku, udah aku geplak tuh kepala! yang salah paham itu kan, Bimo ra, jadi kamu yang harusnya jelasin." ucap Amira sedikit emosi.
"Dia kan gak ada nanya Mir, jadi apa yang harus aku jelasin coba? masa dia gak nanya aku langsung jelasin"ucap Tiara tidak mau disalahkan.
"Auk ah, pusing gue lama-lama.bisa-bisa aku mati berdiri ngadapin kalian berdua.sama-sama be to the go, be*o".Yang satu tidak peka, dan yang satu lagi sok-sok an masih gak mau memafkan. kalau begitu terus,sampai tahun baru monyet, kamu berdua, ya akan begini-begini aja ra"Ucap Amira kesal.
"Kami pamit dulu yank" ucap Seno yang tiba-tiba sudah muncul bersama Bimo.
"iya yank, hati- hati ya" ucap Amira sambil mengecup pipi Seno.Hal itu membuat Bimo dan Tiara, sedikit merasa gerah melihat keromantisan Seno dan Amira.Dan tanpa sadar mereka saling melirik.Karena ketangkap basah saling melirik, wajah mereka berdua memerah kaya kepiting rebus.
"Ra, selamat ya! semoga kamu bahagia bersama Dimas" ucap Bimo memberanikan diri, sambil mengulurkan tangannya ,untuk menjabat tangan Tiara. Tiara tidak bergeming, dia menatap ke tangan Bimo yang terulur ke arahnya.
"yes, sekarang saatnya ra, ngomong ayo ngomong, jelasin ke Bimo sekarang" batin Amira yang gregetan melihat kebungkaman Tiara.
**TBC
jangan lupa untuk tetap tinggalkan jejak ya.please tap like, komen dan vote.
Bagi readers yang belum memperbaharui Mangatoon/Noveltoon ke versi terbaru, cus langsung diperbaharui ya.biar bisa tetap dukung novel ini.thank you**
__ADS_1