YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
211


__ADS_3

Sesampainya dirumah mertuanya, Ricky bergegas masuk. "Kamu sudah pulang Nak Ricky!" Ucap Sofia dengan lembut dan tersenyum saat melihat menantunya pulang.


"Iya Bu! Aku keatas dulu ya!" Jawab Ricky juga dengan tersenyum kepada ibu mertuanya dan diangguki olehnya. Kemudian Ricky bergegas naik keatas menuju kamarnya.


Ia membuka pintu kamarnya dan masuk. Ia tersenyum saat melihat istrinya sedang bermain dengan putri kecil kesayanganya dikarpet bulu yang sangat halus juga lembut.


Ariella yang sudah semakin besar dan sepertinya sebentar lagi sudah bisa berlarian kesana kemari. Ricky tidak langsung mendekati mereka.


Seperti biasa, ia akan langsung menuju kamar mandi dulu untuk membersihkan tubuhnya dengan mandi. "Itu daddy sudah pulang sayang! Ella rindu dengan daddy ya Nak?" Ucap Bella dengan sangat lembut dan selalu tersenyum manis kepada Ariella membuat Ariella juga selalu tersenyum dan berceloteh dengan sangat riang.


"Daddy..mom..!" Ucap Ariella yang memanggil Ricky dan Bella sambil mencoba berdiri dengan mencengkram baju Bella dan Bella membantunya. "Iya sayang, daddy sedang mandi!" Jawab Bella dengan lembut dan tersenyum sambil membantu Ariella berdiri.


Tak lama Ricky keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. "Hallo duo kesayangan daddy yang sangat cantik dan imut!" Ucap Ricky dengan tersenyum kemudian mengecup puncak kepala istrinya kemudian mencium Ariella dan mengangkat tubuhnya lalu memutarnya keudara membuat Ariella tertawa dengan suara yang sangat menggemaskan.


"Ricky jangan lama-lama!" Ucap Bella mengingatkan Ricky sambil menepuk pelan lengan kekar suaminya. Ricky kemudian menurunkan Ariella lalu menciumnya bertubi-tubi dan Ariella masih tertawa. Bella hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Dua minggu lagi Dion menikah!" Ucap Ricky sambil menoleh kearah istrinya. "Apa?? Kamu serius??" Tanya Bella dengan ekspresi terkejut karena merasa tidak percaya.


"Ya! Tadi dia memberi undangan saat dikantor, tapi aku lupa membawanya pulang!" Jawab Ricky sambil memegangi Ariella yang sedang merambat belajar berjalan. Bella hanya menganggukan kepalanya dengan wajah tanpa ekspresinya karena masih merasa tidak percaya.

__ADS_1


"Dad..mom..ella..wa..uwa..!" Ariella berceloteh sendiri sambil terus berusaha belajar berjalan dengan merambat dipegangi oleh Ricky. "Semakin pintar saja kau ini!" Ucap Ricky dengan tersenyum sambil terus memegangi Ariella.


"Sebentar lagi, Ella sudah genap satu tahun! Aku tidak menyangka, sepertinya baru kemarin aku melahirkannya, sekarang sudah mau berjalan saja!" Ucap Bella dengan terkekeh sambil terus memperhatikan Ariella yang semakin aktif dan pintar.


Ricky hanya terus tersenyum mendengarkan istrinya dan masih dengan sabar membantu Ariella untuk berjalan. Meski hampir setiap malam ia meminta jatah kepada istrinya, namun Ricky selalu menjaga supaya istrinya tidak hamil lagi anak kedua.


Mengingat saat proses melahirkan istrinya yang belum waktunya karena mengalami hal buruk hingga mempertaruhkan nyawanya, Ricky belum bisa kalau istrinya harus hamil lagi. Mungkin nanti menunggu setelah Ariella sudah berusia empat atau lima tahun, ia akan memikirkannya lagi.


"O ya, lalu kapan Leo akan segera menikah? Bukankah Leo yang lebih dulu memiliki kekasih?" Tanya Bella sambil menoleh kearah suaminya. "Entahlah! Mungkin mereka masih belum siap untuk membina rumah tangga!" Jawab Ricky sambil menoleh kearah istrinya.


"Belum siap? Itu bukan menjadi suatu alasan! Nyatanya aku dan kamu dulu juga terpaksa, iya kan?" Tanya Bella dengan tersenyum manis kepada suaminya membuat suaminya terkekeh geli karena mengingat pernikahannya dulu yang memang dilakukan dengan terpaksa.


"Ya! Kau benar! Mungkin aku harus memberitau Leo supaya dia cepat menikah juga!" Ucap Ricky kepada istrinya kemudian ia mengangkat tubuh Ariella dan menyerahkannya kepada Bella.


Bella kemudian menyusui Ariella sambil menepuk-nepuk pelan pantatnya dan Ariella memejamkan matanya, tak lama Ariella pun tertidur pulas. Setelah beberapa menit, Bella mengangkat tubuh Ariella dan membaringkannya ditempat tidur bayi milik Ariella.


"Ricky, aku mau mandi dulu! Kamu jaga Ella sebentar ya!" Ucap Bella kepada suaminya setelah menidurkan Ariella. "Hmm!" Jawab Ricky sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada istrinya.


Ricky mengambil laptopnya dan ia duduk bersandar diranjang sambil mengecek email-email yang masuk melalui laptopnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Bella selesai mandi dan berganti pakaian. Ia melihat suaminya sedang fokus dengan laptopnya. Ia pun mendekati suaminya dan duduk disamping dengan menghadap kepadanya. "Serius sekali!" Ucap Bella sambil memandangi wajah tampan suaminya yang tampak sangat serius. "Kau sudah selesai?" Tanya Ricky sambil mengangkat wajahnya dan menatap istrinya.


"Hmm!" Jawab Bella sambil menganggukan kepalanya. Ricky kemudian menutup laptopnya dan meletakkannya diatas nakas samping tempat tidur. "Kemarilah!" Ucap Ricky menyuruh istrinya untuk duduk dipangkuannya.


Bella pun patuh dan langsung duduk dipangkuan suaminya dengan posisi memunggunginya. Ricky memeluknya dari belakang dan mencium leher istrinya. "Aku selalu menyukai baumu ini!" Ucap Ricky sambil menciumi leher istrinya membuat Bella kegelian.


"Ricky hentikan! Kamu membuatku geli!" Ucap Bella dengan terkekeh. "Menurutmu, hadiah apa yang pantas untuk Dion dihari pernikahannya nanti?" Tanya Ricky sambil memeluk istrinya dari belakang. "hemmm..apa ya? Pastinya hatus yang istimewa, karena Dion kan orang yang paling dekat denganmu juga sudah seperti keluarga sendiri!" Jawab Bella sambil menoleh kesamping dan Ricky mengecup sekilas bibir istrinya saat ia menoleh.


"Aku masih bingung ingin memberinya apa!" Ucap Ricky sambil berfikir masih dengan memeluk istrinya. "Berikan apa saja yang bisa membuatnya selalu mengingatmu!" Jawab Bella dengan tersenyum manis.


"Hmm! Aku sudah memikirkannya! Sebentar, aku mau menghubungi seseorang dulu!" Ucap Ricky sambil melepaskan pelukannya dan meraih ponselnya diatas nakas kemudian ia memeluk istrinya kembali.


Ricky menghubungi seorang temannya untuk mencarikan sebuah rumah mewah sambil masih memeluk istrinya dan mengecupnya. "Kamu ingin memberi hadiah rumah kepada Dion??" Tanya Bella sambil melebarkan mata dan mulutnya menoleh kearah samping. "Ya!" Jawab Ricky singkat sambil tersenyum kepada istrinya.


"Dasar tuan muda! Membeli rumah seperti membeli permen saja!" Ucap Bella dengan heran betapa kayanya suaminya itu. "Aku juga akan memberikan salah satu hotel yang sedang aku bangun untuknya!" Ucap Ricky dengan enteng dan menciumi leher istrinya kembali lalu menghisapnya hingga meninggalkan jejak merah disana.


"Rickyhhh..!" Bella melenguh akibat ulah suaminya. "Rickyhhh..hentikan! Ayo kita makan malam dulu!" Ucap Bella sambil menahan rasa yang bergejolak daam dirinya karena ulah suaminya. Ricky tidak menghiraukannya dan tangannya mulai menerobos masuk kedalam pakaian istrinya masih sambil menciumi leher istrinya.


"Ric..ahhh!" Bella sudah tidak sanggup menahan gairahnya karena sentuhan suaminya selalu saja membuat pertahanannya runtuh dan membuatnya melayang. Namun Ricky menghentikan ulahnya dengan tersenyum kepada istrinya. "Aku akan melanjutkannya nanti sayang! Sekarang kita makan dulu!" Ucap Ricky sambil mengecup pipi istrinya dari samping.

__ADS_1


Membuat Bella sedikit kecewa karena oa sudah sangat bergairah dan menginginkan lebih tapi suaminya mengajaknya untuk makan dulu. Terpaksa ia menurut dan menahannya. Ia masih sangat malu kalau harus terang-terangan meminta begituan kepada suaminya.


Mereka akhirnya turun kebawah bersama dengan meninggalkan Ariella yang sudah tidur pulas dikamar.


__ADS_2