
Mobil sport milik Ricky telah sampai di Grissham Corp. Ricky segera turun dan saat ia melangkah tiba-tiba banyak sekali wartawan yang mengerubutinya.
Ricky tidak menyangka kalau disana ada banyak wartawan.
'Sial!! Apa yang telah mereka lakukan??' Guman Ricky dalam hati dengan penuh amarah.
Ada banyak satpam disana yang membantu Ricky untuk masuk kedalam Perusahaan.
"Tuan Ricky, tolong beri penjelasan kepada kami kenapa Grissham Corp yang selama ini anda kembangkan tiba-tiba anda berikan kepada paman anda??" Seru wartawan yang menghalangi langkah Ricky.
Ricky tidak menjawab dan tidak menghiraukannya. Ia terus melangkah dan tiba-tiba ada dua pengawal yang tadi diperintahkan oleh Dion membantu mengusir para wartawan yang menghalangi langkah Ricky.
Ricky sempat tertegun karena ia tidak merasa menyuruh pengawal mengikutinya. Namun ia tidak menghiraukannya. Ia terus berjalan masuk ingin menemui Romy dan Merry juga Riyo yang ia yakini mereka sedang berada diruang kantor miliknya.
Bukan lagi miliknya karena Ricky telah memberikan kepada mereka. Ricky datang hanya ingin memberi peringatan kepada mereka.
Namun langkahnya kembali terhenti, karena banyak pengawal dari Romy dan Merry yang berjaga dan tidak membiarkan Ricky masuk.
"Maaf Tuan, anda tidak diperbolehkan masuk karena Tuan Romy sedang rapat penting!" Ucap salah satu pengawal dengan tegas kepada Ricky.
"Kalian berani melarangku masuk??" Tanya Ricky dengan mengeraskan rahangnya dan menatap tajam kepada pengawal tersebut.
"Maaf Tuan, kami hanya menjalankan perintah saja!" Jawabnya lagi dengan sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.
Ricky tetap ingin masuk dan ia menerobos masuk dengan langkah cepat menuju ruangan kantornya.
'BRAKKK!'
Ricky membuka paksa pintunya hingga menimbulkan bunyi bantingan dari pintu tersebut.
"Oh jadi ini rapat penting yang dimaksud oleh pengawal bodohmu itu??" Tanya Ricky dengan menyeringai begitu masuk dan melihat Romy sedang bercumbu dengan wanita cantik yang merupakan sekretarisnya itu sudah setengah bertelanjang diruangan kantor yang sebelumnya adalah miliknya.
Sontak membuat wanita itu langsung menundukkan wajahnya sambil membenahi pakaiannya yang telah terbuka dengan perasaan sangat malu karena selama ini ia dengan diam sangat mengagumi Ricky dan telah menyimpan perasaan kepada Ricky yang merupakan atasannya.
"Ricky!! Apa kamu tidak punya sopan santun??" Tanya Romy dengan emosi karena merasa sangat terganggu saat ia sedang bergairah dengan kedatangan Ricky yang membanting pintu.
"Maaf Tuan sebaiknya anda pergi sekarang juga!!" Ucap pengawal Romy yang tadi mengejar Ricky masuk kedalam.
__ADS_1
"Kalian benar-benar tidak berguna!!" Ucap Romy dengan membentak pengawalnya.
"Aku kesini hanya ingin memperingatkanmu!! Silahkan kau nikmati dulu semua ini sebelum aku benar-benar menghabisi kalian jauh lebih kejam dari apa yang telah kalian lakukan kepada orang tuaku juga kakekku!!" Ucap Ricky dengan penuh amarah sambil mengeraskan rahangnya dan menatap tajam Romy.
"Apa maksudmu??" Tanya Romy dengan tegas mencoba untuk pura-pura tidak mengerti dengan ucapan Ricky.
"Tidak perlu berpura-pura seperti orang bodoh!! Bersenang-senanglah terlebih dahulu sebelum aku kirim kalian keneraka!!" Ucap Ricky dengan penuh penekanan dan tersenyum miring kemudian langsung berbalik dan beranjak pergi dengan langkah lebar dan cepat.
Dua pengawal yang mengikuti Ricky tadi kembali membantu Ricky keluar menuju mobilnya karena wartawan masih banyak diluar ingin mewawancari siapa saja yang ada didalam perusahaan Grissham Corp.
***
Di Grissham Hospital didalam ruang rawat inap Bella, Bella telah siuman. Perlahan ia membuka matanya.
Ia melepaskan alat bantu untuk bernafasnya lalu ia bangun dan duduk.
"Arabella, kamu sudah siuman?" Tanya Dion saat melihat Bella bangun dan mendekatinya.
"Dimana Ricky?" Tanya Bella sambil mengamati tiap sudut ruangan.
"Ehm..Ricky..dia sedang ada urusan pekerjaan sebentar!" Ucap Dion terbata karena bingung dengan jawabannya.
"Arabella sebaiknya kamu istirahat dulu karena kondisimu masih lemah!" Ucap Dion mencoba menenangkan Bella.
"Aku akan mencarinya sendiri!! Awas minggir!!" Ucap Bella dengan emosi dan mendorong Dion dengan kuat.
Bella segera beranjak dan keluar dari kamar namun langkahnya terhenti karena ada pengawal yang menghadangnya.
"Nyonya muda, anda mau kemana?" Tanya pengawal tersebut dengan sopan dan penuh hormat kepada Bella.
"Bukan urusan kalian!! Awas minggir!!" Ucap Bella sambil mendorong pengawal tersebut namun pengawal tersebut tak bergerak sama sekali.
"Aku bilang minggir atau aku akan pecat kalian!!" Ucap Bella dengan lantang dan penuh amarah.
"Arabella, mereka telah diperintahkan oleh Ricky untuk selalu menjagamu! Jadi sebaiknya kamu kembali kekamar dan beristirahat!" Ucap Dion yang berdiri dibelakang Bella.
"Mana ponselmu!! Aku ingin menghubungi suamiku dengan ponselmu!!" Tanya Bella sambil mengulurkan sebelah tangannya meminta Dion memberikan ponselnya.
__ADS_1
"Ehm..ponselku mati karena aku lupa mengisi daya!" Ucap Dion mencoba untuk menolak memberikan ponselnya.
'Gawat kalau sampai Arabella tau suaminya sedang berada di Club saat ini!' Gumam Dion dalam hati sambil mengusap tengkuknya.
Tiba-tiba ponselnya berdering dan membuatnya terkejut dan salah tingkah.
'Sial!! Habislah aku!!'
Gumam Dion dalam hati sambil menelan salivanya menatap Bella yang sudah memasang wajah devilnya.
"Cepat berikan ponselmu dan siapa yang menghubungimu itu!!" Ucap Bella dengan memaksa Dion untuk memberikan ponselnya.
Bella langsung merebut ponsel Dion dan melihat dilayar ponselnya ternyata Leo yang menghubunginya. Bella langsung menerima panggilan telepon dari Leo.
"Dion, cepatlah kemari dan bantu aku menenangkan Ricky!!" Ucap Leo dengan cepat setelah panggilan teleponnya diterima oleh Bella yang dikiranya adalah Dion.
"Dimana suamiku sekarang??" Tanya Bella dengan penuh amarah kepada Leo.
Leo tampak terdiam dan tidak langsung menjawab pertanyaan Bella.
"Leo apa kamu tuli???" Bella berteriak kepada Leo ditelepon.
"Bella tolong berikan ponselnya kepada Dion sebentar saja!" Ucap Leo terdengar memohon kepada Bella.
"Cepat katakan saja dimana Ricky sekarang!! Atau aku..aku akan bunuh diri!!!" Ucap Bella dengan garang dan sedikit takut dengan ucapan terakhirnya karena hanya ingin mengancam saja.
"Oke oke!! Sekarang juga kamu ikut Dion menemuiku! Aku sedang bersama Ricky di Club!" Jawab Leo dengan cepat dan sangat panik kemudian Bella melempar ponselnya kearah Dion dan dengan sigap Dion langsung menangkapnya.
"Ayo cepat!!!" Ucap Bella sambil menarik tangan Dion.
'Gawat! Akan ada perang rumah tangga sebentar lagi!'
Gumam Dion dalam hati sambil mengikuti langkah Bella yang sedang menarik tangannya.
Dion juga mengajak semua pengawal yang berjaga tadi untuk ikut dan selalu menjaga Bella.
Dion dan Bella masuk kedalam mobil mewah milik Dion. Sedangkan para pengawal mengikuti dari belakang dengan mobil berbeda.
__ADS_1
"Benar-benar keterlaluan!! Tadi mencium wanita ular itu, dan sekarang dia meninggalkanku yang sedang berbaring dirumah sakit malah pergi ke Club malam!! Lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu nanti!!" Ucap Bella menggerutu sendiri didalam mobil.
Dion menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan mendengarkan ucapan Bella yang terlihat sangat marah.