
Dimas membuka matanya,karena merasa terganggu dengan cahaya yang membias ke seluruh ruangan.Dimas melihat sekeliling,dia merasa asing dengan ruangan tempat dimana dia berada sekarang.Dimas hendak beranjak dari tempat tidur,dia merasakan sakit disekujur tubuhnya dan wajahnya.
Dimas memijit keningnya,berusaha mengingat,apa yang telah terjadi, tapi dia tidak bisa mengingat apa pun yang terjadi.
Ceklek
"Lo sudah bangun Dim?" ucap Seno yang masuk ke kamar dimana Dimas tidur.Seno kelihatan sudah siap untuk pergi bekerja.
"Iya,sudah Sen.Kenapa gue bisa ada ditempat lo Sen? dan kenapa wajah gue bisa babak belur?"
"Emm, loe tadi malam mabuk,dan tidak sengaja mendorong seorang wanita, yang berniat menggoda lo.Jadi orang-orang marah dan, ya seperti itu lah, gue tahu lo pasti udah paham ,apa yang sudah mereka lakukan sama lo!
"Jadi dari mana lo tahu kalau gue ada disana?"
"karena gue udah yakin kalau lo bakal ke tempat itu untuk menenangkan diri." Jawab Seno santai.
"Terima kasih sob, Lo memang sahabat terbaik gue"
"Sekarang apa rencana lo, setelah lo tau kenyataan yang sebenarnya? " ucap Seno.
"Hmm,gue akan tetap maju Sen, kali ini gue tidak akan menyerah buat dapetin hati Billa, untuk hal lain gue boleh saja mengalah,tapi untuk urusan hati,gue tidak akan mengalah terhadap Bimo." Dimas tersenyum sinis.
"huft, Apakah lo mau menghancurkan persahabatan kita bertiga, hanya karena seorang wanita Dim?
"Masa bodoh dengan persahabatan Sen, yang gue tahu sekarang,gue harus tetap memperjuangkan cinta gue, walaupun gue harus mengorbankan persahabatan antara gue dan Bimo, dan lo akan tetap mendukung gue kan?"
"Sebagai seorang sahabat, gue akan selalu mendukung lo, tapi untuk kali ini gue tidak bisa!"
"Kenapa? Apa karena lo takut akan kehilangan pekerjaan? gue juga bisa memberikan lo pekerjaan, dan bahkan gue bisa memberikan gaji yang lebih besar dari apa yang di berikan Bimo"
__ADS_1
" Lo salah Dim, aku bersahabat dengan kalian berdua bukan karena uang"
"Alah, munafik lo, gue tahu,lo akan selalu mendukkung Bimo karena dia lebih kaya dari gue.Lo itu penjilat Sen" ucap Dimas sinis.
Bukkk
Seno refleks melayangkan sebuat pukulan yang keras ke wajah Dimas,sehigga ada darah segar yang keluar dari sudut bibir Dimas.
"Gue gak nyangka,ternyata pikiran lo sepicik itu Dim, baik lo, baik Bimo, kalian berdua sama bagi gue.terserah lo mau berpikir apa pun tentang gue.Yang gue mau, lo berdua bersaing secara sehat.Dan siapapun nanti yang dipilih oleh Tiara, kalian berdua harus bisa menerima dengan lapang dada.Jangan sampai ada permusuhan. Lo juga tahu kan bagaimana usaha dan perjuangan Bimo selama ini untuk menemukan Tiara?! dan Lo juga tahu, demi untuk Tiara,Bimo selama ini tidak pernah dekat dengan wanita manapun.Selama ini, hanya lo juga yang tahu bagaimana perasaan Tiara sebenarnya ke lo!Sudah berapa lama lo mengejar cinta Tiara,?Apakah lo pernah lihat ada cinta dimata Tiara buat lo selama ini?.Kalau lo pernah melihat adanya cinta setitikpun di matanya,lanjutkan perjuanganmu.Akan tetapi kalau tidak, coba kamu berpikir ulang" ucap Seno panjang lebar tanpa memberikan jeda.
Dimas tidak bergeming mendengar apa yang diucapkan Seno.Dia merasa Seno benar karena sudah hampir 3 tahun dia mendekati Tiara, tapi tidak pernah sekalipun, dia melihat ada cinta dimata Tiara untuknya.
"Gue berangkat dulu, kalau lo mau sarapan lo bisa ambil di dapur. Selamat berjuang, semoga loe berhasil, dan maaf buat pukulan gue tadi" Seno menepuk-nepuk pundak Dimas dan melangkah keluar meninggalkan Dimas yang berdiri kaku bagaikan patung.
****
"Pagi Bim, maaf gue telat" sapa Seno yang baru saja tiba.
"Pagi Sen, gak pa-pa,gue tahu lo pasti kelelahan.Lo gak masuk juga hari ini gak pa-pa kok!"
"Serius lo, nggak potong gaji kan? canda Seno.
"Hahaha, ya nggak lah,gue gak sekejam itu kali"
"bercanda gue Bim, oh ya maaf gue belum bisa kasih hasil penyelidikan gue. karena lo nyuruhnya udah malam.Jadi kemungkinan nanti gue baru bisa dapat informasinya dari orang suruhan kita."
"Its,ok Sen. Kalau benar memang kecelakaan ini di rencanakan,gue tidak akan kasih ampun ,siapapun dia orangnya" Bimo mengepalkan kedua tangannya,dan kedua netranya nampak berkilat-kilat karena dipenuhi dengan emosi.Hingga membuat Seno bergidik ngeri.
"Oh ya Sen, apakah lo ada bertemu dengan Dimas?bagaimana keadaannya? dia baik-baik saja kan?ucap Bimo khawatir.
__ADS_1
"Dia sekarang ada di apartemen gue.Semalam dia mabuk berat, dan dikeroyok pengunjung klub, karena dia mendorong seorang wanita dengan kuat.Tapi lo tenang aja, dia udah baik-baik aja kok tadi" ucap Seno berbohong.
Bimo mengusap kasar wajahnya dan mengacak-acak rambutnya.
"Gue merasa bersalah Sen,gue tidak tahu lagi mau ngelakuin apa!Gue bersahabat dengan Dimas dari kecil Sen,dia selalu ada apabila gue membutuhkannya.Dulu kami selalu suka dengan benda yang sama,tapi dia selalu mengalah buat gue. Tapi kenapa sekarang kami juga harus mencintai orang yang sama Sen?,Apakah kali ini aku yang harus mengalah Sen?" ucap Bimo lirih.Dia kelihatan sangat frustasi memikirkan semua masalah ini.
Seno menghela nafasnya ,dia ikut prihatin dengan permasalahan yang menimpa dua sahabatnya.
"Gue juga bingung Bim, Lo tanya sama hati lo, hanya lo yang tahu jawabannya!
"Tapi gue juga gak rela melepaskan Tiara Sen,Lo tahu kalau gue cinta mati sama dia"
"Saran gue, biarlah Tiara yang memutuskan,siapa yang dia pilih antara lo berdua.Siapapun yang dipilih, kalian harus bisa bisa menerima keputusannya."
"hem,ngomong-ngomong, apakah lo udah mendapat maaf dari Tiara?" tanya Seno penasaran.
"Belum Sen,dia masih jutek sama gue.Sepertinya susah untuk mendapatkan maaf dari nya Sen, apakah kamu ada cara?"
"Kok jadi gue? yang punya masalah kan lo?otak gue udah full Bim, jadi gak ada waktu buat mikir gimana caranya mendapatkan maaf dari Tiara.Lo mikir aja sendiri !"
"Sialan lo" ucap Bimo sambil melemparkan pena ke arah Seno.
"Hmm, Bim apakah Tiara mengaku kalau Aarash dan Aariz itu anak mu?" tanya Seno penasaran.
"Tiara tidak mengakuinya Sen, tapi siang ini aku akan mendapatkan jawabannya.Kemarin diam-diam,sewaktu aku melakukan transfusi darah, aku sekalian juga melakukan test DNA.Mudah-mudahan hasilnya positif menunjukkan kalau mereka benar-benar anak ku.
**Tbc
jangan lupa like, vote dan komennya ya.thank you**
__ADS_1