YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
cara yang salah


__ADS_3

"Ra, kita nikah yuk! kamu mau kan?"


"Hah? kamu serius bim?


"Iya, ra, aku serius. Serius banget malah "Bimo menyunggingkan senyum sumringahnya.


" Gak salah Bim? kamu ngajak nikah disini? "


"Iya, emang ada yang salah ra, kalau aku lamar kamu disini?dari awal kan aku udah bilang, kalau aku gak main-main, apa kamu masih meragukan cintaku? " Bimo memicingkan kedua matanya,heran melihat reaksi Tiara yang diluar ekspektasi. Tadinya dia berharap Tiara akan menangis bahagia, dan langsung memeluknya karena lamarannya yang tiba-tiba.


"auk akh gelap" ujar Tiara kesal.Dia membuang mukanya, enggan untuk menatap Bimo.


"Ckckck ayah payah" Aarash dan Aariz menatap Bimo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Memangnya aku salah apa coba?" bisik Bimo pada dirinya sendiri,dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


" Waktunya sudah habis, kita turun aja " ucap Tiara mengajak kedua anaknya untuk turun,tanpa menoleh kearah Bimo, membuat Bimo semakin bingung dan merasa serba salah.


Sementara itu, Seno dan Amira pun ikut turun, dengan kondisi Wajah Amira yang sama dengan Tiara.


"Yang, kamu kenapa? kamu tidak senang ya aku ajak nikah?" Bimo berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Tiara yang berjalan cepat di depannya.


"Kamu pikir aja sendiri! kalau kamu udah nemu jawabannya, baru kamu datang lagi! sekarang kita pulang aja.aku capek soalnya." Tiara semakin mempercepat langkahnya, meninggalkan Bimo yang kebingungan.Kedua anaknya dari tadi juga,asik menggelengkan kepala saja.


"Kalian berdua tahu tidak salah ayah apa?" tanya Bimo lembut,berharap kedua anaknya tahu.


"Kami masih anak-anak yah! harusnya ayah yang tahu salah ayah apa,ayah kan udah besar.Lagian nih yah, tadi kan bunda suruh ayah pikir sendiri, jadi ayah harus usaha dong buat mikir sendiri " Ujar Aarash.


"Jadi, kalian tidak mau nolong ayah? come on boys, please kasih tahu ayah! "


" Ayah,kami kan sudah bilang, kalau kami masih anak-anak, jadi kami gak tahu.Yang kami tahu, kalau ini sama seperti lagi ujian di sekolah, yang sama-sama harus di pikirkan sendiri.kata gurunya harus di kerjakan sendiri, gak boleh nanya-nanya jawaban dari teman,itu tidak baik dan itu namanya mencontek.Kalau ketahuan, akan di hukum.Dan yang dihukum,bukan hanya yang mencontek, tapi juga yang ngasih contekan.Kami nanti gak mau dihukum sama bunda, kalau ngasih tahu ayah.Jadi, ayah harus usaha sendiri dong. " ucap Aarash sok bijak.


" apa hubungan nya ini sama ini sama ujian coba?" Bimo mengrenyitkan kedua alisnya,sebagai tanda kalau dia sedang bingung.


" Ya ada dong yah, sama-sama harus dipikirkan sendiri."giliran Aariz yang menjawab.


"Ayah, ntar aja mikirin nya.sekarang kita pulang aja, nanti bunda tambah marah lho! ayah belum pernah liat,kalau bunda lagi marah kan? singa aja kalah yah" ucap Aarash,dan melangkah meninggalkan Bimo disusul oleh Aariz.


"Dasar bocah edan, anak siapa sih mereka? mereka benaran anak gue gak sih? kok gak mau sama sekali bantu ayah sendiri" batin Bimo sambil menyusul kedua bocah itu.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan pulang, Tiara sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun, wajahnya dari tadi, tampak tidak bersahabat sama sekali. Begitu tiba di rumah, Tiara turun begitu saja dan langsung masuk kedalam rumah. Bimo hanya bisa memandang kepergian Tiara dengan tanda tanya.


" ternyata apa yang dikatakan sama orang-orang,kalau wanita itu susah dimengerti apa maunya, benar adanya" gumam Bimo menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ayah, ayo masuk, ayah tidur disini kan?"


"Hmm, ayah harus pulang dulu nak, ayah belum boleh tinggal bersama kalian, sebelum ayah nikah sama bunda.Tapi ayah janji, ayah akan datang lagi " ucap Bimo lembut.


"Beneran ayah? ayah gak bohong kan? "ucap keduanya hampir bersamaan.


"iya, ayah gak bohong nak, " Bimo menyunggingkan senyum tulusnya,sambil mengelus kepala kedua putranya itu.


" Udah, kalian masuk gih, udah larut malam.Salam sama bunda, bilang sama bunda, ngambeknya jangan lama-lama ya" Bimo mengecup puncak kepala kedua putranya.


" Sip ayah, selamat malam ayah" ucap keduanya bersamaan,lalu mereka berdua melangkah masuk dan melambaikan tangannya.


Disaat yang bersamaan,Seno tiba dengan Amira yang juga langsung masuk ke rumah dengan wajah yang ditekuk.Dia melewati Bimo begitu saja,padahal Bimo sudah memamerkan senyumannya. Bimo melirik Seno meminta jawaban, dan dijawab Seno dengan mengangkat kedua bahunya.


"Kita pulang ke apartemen lo aja Bim, gue lagi pusing"


" Ya udah, yuk! gue juga lagi pusing."


"ya, udah kita ketemu disana, lo hati-hati di jalan, bye " Seno masuk kedalam mobilnya dan melambaikan tangannya ke Bimo.


Bimo melangkah dengan gontai, masuk ke dalam Apartemennya.Di dalam apartemennya, ternyata sudah ada Seno dan Dimas yang memang sudah tahu kode akses masuk kedalam apartemen milik Bimo.


" Eh, Dim sejak kapan lo disini?" tanya Bimo.


"Udah 2 jam gue di sini bim, gue bosan di rumah.tadinya gue mau nelpon kalian, tapi gue sadar kalau lo berdua itu gak jomblo lagi.Makanya gue main game sendiri aja di sini"


Bimo menghela nafasnya, di susul dengan Seno.


"Ada apa dengan wajah kalian berdua? kok kaya baju yang belum di setrika? kusut !"


" Gue bingung Dim, tadi Tiara gue ajak nikah, eh dia malah marah-marah gak jelas"


"Lo juga bim? kok sama ya sama gue? gue juga tadi ngajak Amira nikah, eh dia juga marah-marah, bingung gue juga" timpal Seno mengusap kasar wajahnya.


"Hahahah, ya iya lah marah, lo berdua ngajak nikah, dengan cara seperti itu.gak ada romantis-romantisnya.Orang yang ngajak pacaran aja romantis, lah ini, mau ngajak nikah bro, ya ampun bodoh banget lo berdua! Kalau lo gak mampu Bim, gue aja deh yang ngelamar Tiara, ntar gue bikin acara lamaran yang paling romantis"

__ADS_1


"Sialan lo dim, langkahi dulu mayat gue" ucap Bimo gak terima.


ting nong


"Siapa sih?, Sen lo tolong bukain dong" Seno melangkah ke arah pintu.


" ada apa pak? tanya Seno, yang ternyata pekerja di apartemen Bimo.


"ini pak, cuma mau ngasih titipan buat bapak Bimo dan pak Seno ".


" titipan apa ya pak? "


"saya kurang tahu pak"


"ya udah pak, sini saya ambil! terima kasih ya pak! "


" sama-sama pak, saya pergi dulu.permisi"


"Silahkan pak"


" Siapa Sen? " tanya Bimo setelah Seno kembali.


"penjaga di bawah Bim, dia ngantar ini.katanya ada yang nitip buat kita berdua"


"Apaan tuh? coba buka Sen "


Seno membuka bungkusan titipan itu yang ternyata isinya sebuah kaset DVD yang dari sampulnya sepertinya kaset Film dari Korea. yang sering di sebut drakor. Dikaset itu ada diselipkan secarik kertas dari si pengirim.


" tolong kalian berdua menonton film ini, untuk belajar bagaimana caranya melamar seorang wanita dengan romantis. Tertanda Tiara dan Amira.


"Hahaha, kan betul yang gue bilang, Selamat menonton duo pria yang tidak peka, gue tidur dulu ya! ucap Dimas dengan nada mengejek.


" Jadi kita harus nonton ini Bim? kerjaan baget sih! Seno menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


ting nong


"Siapa lagi sih yang datang" Bimo ngedumel sambil melangkah untuk membuka pintu. Bimo melebarkan matanya,begitu melihat sosok yang ada di depannya.


"Hai, Bimo sayang, "

__ADS_1


Tbc


jangan lupa untuk tetap mendukung author ya.please kasih dukungan dengan memberikan like, vote,komen dan hadiah.thank you


__ADS_2