YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Rejeki buat Dion


__ADS_3

"Hei, gais sebentar lagi adik sepupuku Vina mau menikah,kalian semua mau ikut gak?" ucap Galang,saat mereka berkumpul seperti biasa.


"Kapan Lang?" tanya Rendy.


"Minggu depan sih!, kalau kalian mau ikut, biar kita balik ke Indonesia sama-sama.


"Boleh deh!" Kirana menimpali dengan senyuman manisnya.


"Kamu gimana Yon? Kamu ikut gak?"


"Hmm, seperti biasa aku gak bisa ikut." Sahut Dion sembari menyunggingkan senyum kecutnya. "Kalian tahu sendiri kan kalau aku di sini karena bea siswa? jadi, kalau aku pulang belum tepat pada waktunya,itu berarti, aku harus pulang dengan biaya sendiri, aku mana ada uang sebanyak itu." sambungnya lagi.


"Hmm, biar aku yang beliin kamu tiket pulang dan pergi, Beb!" ujar Kirana.


"Gak usah Beb! aku tidak mau nyusahin kamu."


"Kamu gak nyusahin kok! aku kan pacar kamu," Kirana mencebikkan bibirnya, merasa kesal Dion menolak tawarannya.


Dion tersenyum melihat Kirana yang menggemaskan. "Justru karena aku pacarmu lah, makanya aku tidak bisa menerima tawaranmu.Harusnya sebagai seorang laki-laki, aku yang harus membelikan kamu tiket, Beb. Aku tidak mau, orang-orang akan beranggapan kalau aku sedang memanfaatkanmu."


"Kenapa sih kamu selalu berkata seperti itu? aku tidak pernah menganggap, kalau kamu sedang memanfaatkanku." ucap Kirana, yang masih tetap cemberut.


"Aku tidak pernah mengatakan kalau kamu menganggap ku seperti itu.Tapi, gimana dengan orang lain?" ucap Dion.


"Kenapa sih kamu harus memikirkan apa kata orang? selalu ja begitu tiap hari, huft!" bibir Kirana semakin tercebik.


"Beb, tolonglah mengerti posisiku." Dion menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Dia bingung bagaimana harus membujuk kekasihnya yang sekarang dalam mode ngambek.


"Udah, udah! harusnya kamu bersyukur dan bangga Ki, dengan pendirian yang dimiliki Dion. Itu berarti ,Dion itu laki-laki yang bertanggung jawab." Galang menyela pembicaraan Kirana dan Dion, untuk menengahi perdebatan mereka.


Mendengar ucapan Galang, membuat Kirana merasa bersalah. Dia kembali menoleh ke arah Dion dan merebahkan kepalanya di dada Dion.


"Maafin aku ya Beb! aku bangga padamu." ucap Kirana. "Aku cuma gak mau jauh darimu, Beb! Kalau kami pulang dan kamu tetap di sini kan, kita akan berjauhan Beb.Nanti kalau aku rindu gimana?" suara Kirana terdengar sangat manja,sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Galang dan Rendy merasa jengah melihat keromatisan dua sejoli itu. Sedangkan Dina dari tadi terlihat diam saja, dan berusaha untuk tidak menatap ke arah Galang.


"Gais, aku mau ke toilet dulu ya!" Rendi memutar badannya pura-pura hendak melangkah pergi.


"Mau ngapain lo kesana? tanya Galang.


"Mau muntah bro, perutku tiba-tiba mual lihat dua orang yang sok romatis tanpa lihat tempat." sahut Rendy memberikan sindiran pada Kirana dan Dion.


"Habis dari toilet, kamu langsung melipir ke toko obat seberang ya!"ucap Galang .


"Buat apa?"


"Beliin gue, obat diabetes, kayanya gulaku naik,karena lihat yang manis-manis." Galang juga melontarkan sindirannya, ke arah sejoli itu, yang kini sudah merona.


"Hmm, kalau kamu tidak mau, meneriman bantuan Kirana, bagaimana kalau aku dan Rendi aja yang beliin kamu tiketnya?" Galang, kembali ke topik semula.


"Makasih,Sob.Tapi maaf, aku juga tidak bisa menerima bantuan kalian semua." Dion tetap pada pendiriannya.


******


Dion terlihat melayani tamu-tamu dengan cekatan.Senyumnya selalu ramah dalam melayani setipa pelanggan yang dia layani. Karena keramahanya, Dion sering mendapatkan uang tip dari mereka yang puas dengan pelayanan Dion.


"Dion, kamu dipanggil sama Mr. Richard. Kamu disuruh ke ruangannya sekarang!" ucap salah satu rekannya. ( anggap saja mereka berdialog memakai bahasa Inggris)


"Hmm, ada apa ya Zakc?" tanya Dion sedikit khawatir.


"Aku kurang tahu. Kamu ke sana aja sekarang!"


"Ok, terimakasih Zack! " Dion mengayunkan langkah menuju ruangan Mr. Richard dengan perasaan was-was.


Dion mengetuk pintu ruangan, Mr. Richard dengan pelan.


"Masuk!" suara Mr. Richard terdengar dari dalam ruangan.

__ADS_1


Dion membuka perlahan pintu ruangan itu,masuk lalu menutupnya kembali.


" Tuan memanggil saya?" tanya Dion.


"Oh, iya! silahkan duduk dulu Yon!" perintah Mr Richard.


Dion mendaratkan tubuhnya, duduk di depan pemilik cafe itu dan menunggu, apa yang hendak dibicarakan oleh Mr. Richard.


" Begini Yon, selama kamu bekerja di cafe ini, Saya melihat kalau kamu sangat rajin dan cekatan.Kamu bahkan tidak pernah libur sama sekali.Kebetulan minggu depan, liburan musim panas akan mulai, jadi apresiasi saya atas kinerja yang kamu berikan, aku mau memberikan kamu waktu liburan dan bonus serta gaji kamu bulan ini." Mr.Richard memberikan sebuah amplop yang dapat dipastikan kalau amplop itu berisi uang yang cukup banyak.


"Apa ini sungguhan Tuan?" Dion merasa tidak percaya, dan mengganggap ini seperti mimpi.


"Iya, ini sungguhan. Ini juga aku kasih kamu tiket untuk pulang ke Indonesia, minggu depan." Mr. Richard kembali menyerahkan tiket ke depan Dion.


Kedua netra Dion tampak berkilat-kilat karena sudah dipenuhi oleh cairan bening, yang dapat dipastikan kalau sekali saja dia berkedip, cairan itu akan langsung tumpah membasahi pipinya.


"Terima kasih banyak Tuan! terima kasih! " Dion menjabat tangan pemilik cafe itu dengan erat dan senyum yang mengembang sempurna.


"Aku pamit keluar, untuk melanjutkan pekerjaanku Tuan!" ucap Dion sambil membukkuk kan tubuhnya.


"Oh, iya, silahkan!" sahut Richard.


Dion melangkah keluar dari ruangan Mr. Richard dengan wajah yang berbinar-binar. Selama bekerja, senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya.


Sepulang bekerja, Dion langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya yang kecil. Matanya menerawang memandang langit-langit kamarnya dengan bibir yang masih tetap menyunggingkan senyumannya.


Dion kembali melihat tiket yang diberikan oleh Mr. Richard. "Hmm, syukurlah, tanggal berangkatnya sehari sebelum pernikahan Vina.Jadi, nanti aku akan tetap bisa menghadirinya." gumam Dion sambil mencium tiket itu dengan cukup lama.


Dion juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orangtuanya. Dia sangat merindukannya,karena sudah hampir 3 tahun ini dia tidak pernah pulang ke Indonesia sama sekali.


Dion sengaja tidak memberitahukan kepulangannya pada sahabat dan kekasihnya. Dia ingin memberikan kejutan buat sahabat dan kekasihnya itu nanti, dengan kehadirannya di acara Vina.


Dan kalaupun dia beritahu sekarang, dia yakin kalau Kirana akan membatalkan tiket pulangnya, agar bisa pulang bersama dengan dirinya. Dan Dion tidak mau kalau itu sampai terjadi.

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa untuk tetap mendukung karya ku ini ya Gais.Please like, vote dan komen. Thank you


__ADS_2