
Setelah memberikan kejutan buat Amira, Seno langsung membicarakan mengenai kepindahannya kepada kedua mertuanya. Setelah dibicarakan dengan kedua mertuanya,Seno akan memboyong keluarga kecilnya, ke rumah baru dua hari lagi, atau tepatnya hari Sabtu.Dan Malamnya, Seno dan Amira,berencana akan mengadakan pesta berbecue di halaman belakang rumahnya yang cukup luas.
Setelah pamitan kepada Amira dan kedua mertuanya,Seno langsung menuju keperusahaan Bimo, untuk mengundang pesta kecil-kecilannya,sekalian mau memberitahukan sesuatu.
Seno tidak tahu, apakah kabar yang dia bawa, merupakan kabar baik atau kabar buruk.Bisa jadi, kabar baik bagi yang menginginkannya,dan kabar buruk bagi yang menyayanginya
Seno berjalan dengan gagah menuju ruangan Bimo.Walaupun Seno tidak lagi bekerja di perusahaan Bimo,tapi semua karyawan masih menunduk sopan ke arah Seno. Perusahaan Bimo juga semakin maju dan berkembang dibawah kepemimpinan Bimo.Dan Rio sang asisten pribadi juga merupakan orang yang sangat kompeten. Bimo serta Seno baru tahu,kalau Rio merupakan sepupu dari Sinta sahabat Tiara.
"Hai, Bim, kamu sibuk ya?" sapa Seno, begitu dia masuk keruangan Bimo.Tampak di sana, Bimo sedang membicarakan sesuatu dengan Rio.
"Eh,kamu Sen. Tumben kesini.Ada apa? sahut Bimo. Ya ... begitulah mereka,kalau didalam kantor dan ada orang lain di sana, mereka akan berbicara formal,tidak ada kata lo dan gue.
"Nggak pa-pa sih.Cuma kayanya kamu lagi sibuk ya?" sambil mendaratkan tubuhnya untuk duduk di sofa.
" Nggak kok Sen.Ini baru aja selesai.Rio kamu bisa keluar dulu! nanti kalau ada hal yang penting lagi,aku akan panggil kamu!"
"Baik pak Bimo, mari pak Seno!" Rio mengayunkan kakinya ke arah pintu untuk keluar dari ruangan Bimo.
" Eh,Rio, tunggu dulu! Aku mau ngundang kamu, untuk datang ke pesta syukuran kecil-kecilan rumah baru aku Sabtu malam ya!. kamu boleh ajak kekasihmu.Nanti alamatnya aku kirim lewat pesan. ucap Seno,sebelum tubuh Rio menghilang dengan sempurna.
__ADS_1
"Baik pak Seno.Terima kasih buat undangannya! Saya pamit dulu" seraya menyunggingkan senyumannya sambil membungkukkan setengah badannya.
"Bim,undangannya juga berlaku buat lo dan Tiara,lo juga harus ajak mamah dan papah ya!"
"Ok, gue sama yang lain akan kesana.Kebetulan kaka gue yang gesrek sama suami dan anaknya juga lagi di Jakarta.Ntar gue ajak mereka sekalian."
"Oh iya Bim, gue juga mau ngasih tahu lo, Elo udah tau belum kalau Gladys ditemukan tewas karena OD di dalam kamar hotel di Paris?"
"Oh, iya, gue udah tahu Sen.Gue sebenarnya kasihan sama dia, tapi kalau mengingat semua yang telah dia perbuat,rasa kasihan gue tertutup sama rasa syukur. Hehehe berasa jahat banget gue ya?!" ucap Bimo nyengir.
"Hahahaha. Gue maklum sih sama apa yang lo rasakan.Tapi yang berlalu biar lah berlalu.Toh dia juga udah menuai apa yang dia tanam. Ada baiknya kamu maafkan dia.Biarlah benci berlalu menjadi maaf. Tak semua salah harus dipendam dalam lubuk hati. Biarkan hatimu lapang oleh rasa memaafkan." ucap Seno sambil menepuk bahu Bimo.
Party kecil-kecilan dirumah baru Seno, hanya dihadiri oleh pihak keluarga besar dan sahabat saja.Selain Rio dan kekasihnya,Dimas juga tampak hadir bersama dengan Sinta yang terlihat sedang hamil anak pertama mereka.
Kehadiran mamah dan papahnya Dimas,semakin menambah kemeriahan, acara berbecue itu.Dimana tingkah absurd orang tua Bimo dan orang tua Dimas, bersatu padu memecah keheningan malam itu.
Semua yang hadir, terkagum-kagum dengan keindahan interior rumah baru Seno dan Amira.Mereka semua tidak menyangka kalau selama ini Seno membangun rumah buat Amira,tanpa menggunakan uang sepeserpun dari perusahaan mertuanya.
Hari berganti hari,minggu berganti minggu, bulan dan bahkan tahun demi tahun juga sudah berganti.Kini usia Aarash dan Aariz sudah 25 tahun dan usia Azalea 18 tahun.Semenjak melihat Tiara melahirkan Lea,Bimo memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi karena dia tidak sanggup melihat Tiara kesakitan lagi.
__ADS_1
Keinginan Tiara dari kecil,yang ingin mempunyai restoran sendiri juga sudah tercapai. Bahkan jauh melebihi ekspektasinya dulu. Kalau dulu,dia bisa mempunyai satu restoran aja, sudah merupakan satu anugrah yang besar. Kini Tiara sudah memiliki beberapa restoran mewah yang tersebar diberbagai daerah.Walaupun pencapaian Tiara kini, melebihi dari yang dia harapkan, tapi Tiara tetap menjadi pribadi yang rendah hati,dan menjadikan keluarga tetap menjadi prioritas utama.
Ibu Sarah dan Pak Burhan merasa bahagia,karena di usia tua,mereka berdua masih bisa menyaksikan kebahagiaan anak-anak serta cucu-cucunya.Kebahagiaan mereka semakin bertambah ketika putrinya Bianca dan suaminya beserta kedua cucunya,memutuskan untuk menetap ditanah air.Mereka berdua berharap, semoga mereka berdua nantinya akan tetap bisa menyaksikan Aarash dan Aariz menjemput kebahagiaan mereka dengan memiliki keluarga masing-masing.
Aarash dan Aariz tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan penuh kharisma. Banyak wanita yang ingin menjadi penghuni hati kedua pemuda itu.Lea juga tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik, hingga membuat kedua kakak laki-lakinya sangat over protektif kepada Lea.
Seperti ayahnya Bimo yang bersahabat dengan Seno,sekaligus paman mereka.Si kembar juga dekat dengan Shailendra anak Seno.Walaupun mereka berbeda usia 7 tahun.Demikian juga Lea dengan Shakira dan Shakila.
Walaupun Aarash dan Aariz sudah berusia 25 tahun,Aarash dan Aariz sama sekali belum mengenal yang namanya pacaran.Entah kenapa, Aarash berusaha untuk tetap mencari dan menemukan gadis kecil yang dia anggap menyebalkan itu. Sedangkan Aariz diam-diam juga mengharapkan gadis yang sama dengan yang Aarash tunggu.Dia berharap suatu saat perasaan suka gadis itu kepada Aarash akan berubah. Walaupun, itu cukup mustahil untuk terjadi.Mengingat selama ini, banyak gadis yang lebih tertarik dengan Aarash kakaknya dibandingkan dengan dirinya.
Tapi satu hal yang pasti, hubungan kakak beradik antara Aarash dan Aariz tidak pernah berubah.Mereka tetap harmonis tanpa ada rasa iri dan dengki satu sama lain.Karena mereka menyadari,walaupun wajah mereka sama,mereka tetaplah dua pribadi yang berbeda.Yang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Salah satu pesan yang selalu diingat Aariz dari ayahnya Bimo, ketika dia berusaha untuk sama seperti Aarash membuatnya semakin percaya diri untuk tetap menjadi diri sendiri.
"Jangan membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.Semuanya punya porsi masing-masing.Seperti matahari dan bulan yang sama-sama mempunyai tugas untuk menyinari, tapi mereka bersinar pada waktunya masing-masing. Jalani dan Syukuri saja hidup ini.Biar Allah yang menjalankan skenarionya.
Tamat
Yes, akhirnya karya perdana author bisa selesai juga.Author sendiri tidak menyangka bisa sampai sejauh ini**.
__ADS_1
Terima kasih Author ucapkan buat readers yang selalu setia buat dukung karya Author dengan memberikan like,komentar dan bahkan memberikan hadiah.Maaf bila ada yang kurang berkenan dan kurang memuaskan.Jujur Aku tak pintar untuk menyenangkan para readers. Untuk novel lanjutan mengenai cerita kisah Aarash dan Aariz masih dipertimbangkan.apakah akan lanjut di sini atau di buat di aplikasi lain. Untuk lebih jelasnya nanti akan aku infokan.Mohon jangan di Unfavorite dulu. Thank you and see you in the next story 🙏🙏🥰🤗