
Sepulangnya Bimo dan Seno dari kediaman Wijaya, pak Wijaya dan ibu Marlina pun tiba di rumah.Setelah selesai mengurus semua, tentang penangkapan Pak Samsul dan ibu Surti, mereka pun langsung pulang ke Jakarta.
Ada rasa sedih yang muncul di dalam hati Tiara, begitu mendengar cerita, bahwa Pak Samsul dan Ibu Surti sudah ditangkap, bahkan Jaka sang adik pun sudah lama mendekam didalam penjara, dengan kasus penyalah gunaan obat-obat terlarang dan Judi. Bagaimana pun juga,dia pernah menjadi bagian dari keluarga itu.
******
Suasana hati Tiara dan Amira pagi ini sudah kembali seperti biasanya.Mereka berdua berharap, Bimo dan Seno telah menonton film Korea yang sengaja mereka titipkan semalam, dengan jasa ojek online. Tiara dan Amira berharap semoga dua laki-laki kulkas bin tidak peka itu, bisa belajar bagaimana bersikap romantis terhadap pasangan, terlebih bagaimana caranya melamar dengan cara yang romantis.
Tapi sepertinya, apa yang mereka harapkan tidak terjadi.Sudah seharian mereka menunggu kabar dari Bimo dan Seno,tapi dari pagi sampai sore , tetap tidak ada kabar sama sekali.Ada perasaan khawatir di dalam hati mereka berdua. Mereka - Tiara dan Amira takut kalau, Bimo dan Seno merasa mereka terlalu bersikap berlebihan semalam.Sehingga mereka gerah dengan sikap Tiara dan Amira.
"Sayang, mami sama papi, keluar dulu ya! soalnya ada kolega papi, yang menikahkan putrinya. Aarash dan Aariz ikut mami dan papi ya! " Ibu Marlina yang sudah terlihat berpakaian rapi,mendatangi kedua anaknya yang sekarang sedang dalam keadaan kalut.
"Iya ,mi" jawab Tiara dan Amira tidak bergairah, hampir bersamaan.
"Ada apa? anak-anak mami kok pada lesu? ,kalian berdua lagi ada masalah ya? "
"Ng- nggak ada kok mi" sahut Tiara dan Amira. cepat.
"Oh, ya udah, mami sama papi berangkat dulu.Ingat ! Aarash dan Aariz mami bawa, sekalian ibu Sumi, ntar kamu kecarian lagi." Ibu Marlina mengingatkan.
"Iya mi "
Baru 15 menit, setelah kepergian mami,papi, sikembar dan ibu Sumi, Handphone Tiara dan Amira sama-sama berbunyi,tanda ada pesan yang masuk. Dan anehnya mereka mendapat pesan dari nomor yang sama dan bunyi pesan yang sama.
" Segera datang ke tempat ini, kalau kalian sayang dengan nyawa Orang tua dan anak-anak kalian.Karena mereka semua ada di tangan kami, dan jangan sekali-kali kalian melaporkan kepolisi, kalau kalian melaporkan ke polisi, nyawa mereka tidak akan selamat". bunyi pesan yang menyebutkan alamat sebuah Villa di daerah puncak.
"Mir, bagaimana ini Mir? " Tiara histeris dan panik.
"Lo telpon Bimo ra, biar gue Telpon Seno" ucap Amira tidak kalah paniknya.
"Handphone Bimo tidak aktif mir!
__ADS_1
"Seno juga ra! kemana sih mereka berdua? brengsek !" maki Amira.
" Buruan Mir, kita berangkat berdua aja kesana! aku khawatir sama mereka mir " ucap Tiara sambil berlari keluar disusul Amira.
******
Hanya memakan waktu dua jam tepatnya pukul 6 lebih 15 menit,Tiara dan Amira tiba di alamat yang tertulis di pesan,Suasana ditempat itu sangat sunyi dan mencekam.
Amira dan Tiara membuka pintu yang sengaja tidak dikunci dari luar,dan memberanikan diri untuk masuk ke dalam.Suasana di dalam villa itu nampak temaram karena sedikit cahaya. Begitu mereka masuk, tiba-tiba lampu menyala, menerangi ruangan itu. Tampak disana seluruh keluarga Tiara dan Amira yang terikat dengan mulut yang di sumpal kain. Yang mengagetkan,ternyata bukan hanya keluarganya yang ada disana, tanpak Bimo, Seno, pak Burhan dan ibu Sarah juga terikat di sana.
Didalam ruangan itu, nampak juga banyak pria berbadan Tegap, memakai jas hitam, dan dua orang perempuan yang sama sekali tidak dikenal oleh Tiara dan Amira, sedang santai duduk di sofa sambil tersenyum sinis ke arah Tiara dan Amira.
" Akhirnya, kalian datang juga" wanita menyeringai dengan menyunggingkan senyum sinis nya.
" Siapa kalian?, dan apa mau kalian?" tanya Tiara memberanikan diri, padahal dari tadi tubuhnya sudah gemetar ketakutan.
"lo tidak perlu tahu siapa kami! yang jelas gue adalah orang yang sangat mencintai Bimo, dan yang disana adalah sahabat gue,dia juga sangat mencintai Seno, Kami tidak akan pernah rela, jika ada orang yang memiliki mereka berdua. Karena yang berhak memiliki mereka adalah kami! bukan wanita seperti kalian! Ucap wanita cantik tapi bengis itu sinis.
Wanita itu melangkah ke arah Bimo, dan membuka sumpalan mulut Bimo.
" Bimo sayang, ternyata seleramu seperti mereka! gak ada kelebihan sama sekali! lihat aku bahkan lebih seksi dari mereka "
"cih" Bimo meludah dan memandang sinis wanita itu. " kamu tidak ada apa-apanya dibanding mereka Bianca" ujar Bimo ke wanita yang ternyata bernama Bianca.
Bianca refleks menampar wajah Bimo dengan sangat keras.Dia merasa terhina karena ucapan Bimo yang berani membandingkan dirinya dengan wanita yang dia anggap tidak sebanding dengan dirinya.
"Hahahaha, sebaiknya kamu jangan banyak bicara bim, karena keselamatan mereka semua ada di tanganku.Dan ingat, kamu sudah menandatangani surat perjanjian itu.Sekarang kamu hanya bisa pasrah saja ". ancam Bianca, yang membuat Bimo terdiam seketika.
Bianca kembali melangkah mendekati Tiara dan Amira, dengan gayanya yang aduhai.Wajah Bianca yang cantik bak malaikat, kini terlihat sangat menakutkan bagi Tiara dan Amira.Bagi orang yang baru melihat wajah Bianca dan temannya,mungkin tidak akan pernah menyangka kalau, Bianca dan temannya memiliki sifat seperti iblis dibalik wajah cantik mereka.
" Kalian mau tahu, surat perjanjian apa yang telah ditanda tangani oleh Bimo dan Seno?" tanya Bianca tersenyum licik.
__ADS_1
"Asal kalian berdua tahu, mereka sudah menanda tangani surat perjajian, kalau mereka akan bersedia bertunangan dengan kami malam ini, dan akan segera menikah setelah itu.Kalau mereka melanggar, Bimo akan kehilangan semua harta kekayaaannya.Harta kekayaannya akan jadi milik ku, bahkan Bimo akan kehilangan orang tuanya yang sudah bangkotan itu"
" Kamu sungguh jahat dan licik nona Bianca! " ucap Amira sinis.
"huh, untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, ada kalanya kita harus bertidak licik nona " Bianca bingung menyebutkan nama, karena dia tidak tahu yang mana Tiara,dan yang mana Amira.
"Sekarang giliran kalian berdua menanda tangani surat perjanjian ini , kalau kalian kelak tidak akan pernah menggangu hubungan kami"
"cih, In your dream" umpat Tiara.
"Ok, kalau kalian tidak bersedia,berarti kalian harus siap melihat nyawa orang tua kalian melayang di tempat ini, dah harta keluarga Wijaya akan jatuh ketangan kami juga". Bianca semakin melebarkan senyum kemenangannya.
"Pengawal.. eksekusi mereka sekarang" Teriak Bianca memerintah para pengawalnya.
" Tunggu! baik kami akan menanda tanganinya" ucap Amira lantang.
"Good, begitu dong dari tadi, kan jadi cepat selesai masalahnya" Bianca menyeringai licik sambil menyerahkan surat perjanjian itu ke arah Amira dan Tiara.
" Tidak usah dibaca isi perjanjiannya, karna kalian saya kasih waktu hanya 10 detik, untuk menanda tangani surat itu, kalau tidak, peluru pistol itu akan menembus kepala kedua orang tuamu dan kedua anak itu" Tegas Bianca.
Amira dan Tiara, segera menanda tangani surat perjanjian itu dengan cepat tanpa membaca apa isi surat itu.Yang ada dalam pikiran mereka sekarang adalah keselamatan orang tua dan sikembar.
"Udah kami tanda tangani, sekarang tolong lepaskan mereka " ucap Tiara, dan dari sudut kedua matanya, nampak cairan sudah merembes keluar.
"wow, sabar, belum selesai,kami juga ingin kalian berdua melihat pertunangan kami, dan kami mau, kalian yang membawa cincinnya nanti ke depan."
"Pengawal, bawa mereka berdua untuk dirias, aku tidak mau, orang yang akan membawa cincin pertunanganku terlihat kucel nantinya.karena ini akan diliput oleh media" Perintah Bianca dan langsung berlalu dari tempat itu.
**Tbc
Pasti banyak yang memaki Author karena kejadian ini.maaf tapi alurnya sebelumnya sudah aku rancang seperti ini.
__ADS_1
Tetap tinggalkan jejak ya readers tersayang, like, vote dan komen.kalau bersedia please dukung Author juga dengan memberikan hadiah.Thank you🥰🥰**