
"Kamu boleh bernyanyi, tapi kamu bunuh dulu aku yang".Ucap Seno membuat Amira menghentikan niatnya, dan kembali duduk di sebelah Seno dengan wajah yang ditekuk .
Amira tidak mau menatap langsung wajah Seno, tapi sesekali dia melayangkan lirikan sinis sambil memiringkan bibirnya ke kanan dan ke kiri.
"Yang, jangan cemberut dong! " bujuk Seno yang merasa gak enak dengan situasi diam-diaman begini.
"Udah, kamu diam aja, gak usah ngomong sama aku.Kita bisa ngomong kalau ada tamu yang menghampiri kita saja,habis itu kita kembali ke mode perang" ucap Amira ketus.
"Bisa gitu ya?" Seno menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Yang, aku gak ngizinin kamu nyanyi,karna aku sayang sama kamu.Aku tidak mau kamu jadi bahan tertawaan mereka.Nanti kamu jadi malu yang"
"Aku atau kamu yang malu? "
"Hmm,kita berdua sih!" Seno nyengir.
"Auk akh" Amira kembali mencebikkan bibirnya.
"Yang, masa di hari bahagia, kita malah berantem sih? udah nanti malam belum bisa ngebebasin si ular dari sangkarnya, sekarang pun dicuekin juga" ucap Seno lirih.
Amira akhirnya pun menoleh kearah Seno dan merasa kasihan melihat wajah Seno yang kusut.Dia pun langsung mengandeng tangan Seno, mengecup pipi Seno dengan cepat sebelum orang-orang menyadari apa yang dia lakukan.Seno kaget dan menoleh ke arah Amira yang kini sudah tersenyum dengan sumringah.
"Akhirnya aman! " batin Seno lagi.
"Ya udah deh mas, aku gak usah nyanyi.Tapi kalau request lagu dangdut boleh dong? "Ucap Amira mengajukan penawaran,membuat Jantung Seno,rasanya ingin berhenti berdetak untuk sementara.
"Astaga kirain gue masalah lagu dangdut udah kelar,Ternyata harapan gue zonk" batin Seno Frustasi.
"Boleh kan yang?" desak Amira.
"Terserah kamu deh yang" ucap Seno pasrah.
Awalnya team weeding singer,kaget mendengar permitaan pengantin wanita yang ingin dinyayikan lagu dangdut lagi syantik,yang dipopulerkan oleh penyanyi dangdut Siti Badriah. Namun mau tidak mau sang wedding singer harus tetap menuruti permintaan sang pengantin wanita.
Begitu musik dangdut mulai berkumandang, Suasana yang tadinya sedikit riuh, karena terlibat obrolan dengan kenalan masing-masing, kini terdiam seketika.Dan tanpa aba-aba semua menoleh ke arah si penyanyi.
__ADS_1
Karena musiknya,yang memang danceable, atau mengudang untuk bergoyang, tanpa sadar,ibu-ibu sosialita, termasuk ibu Sarah, bapak-bapak yang sok cool,mulai ikut bergoyang.Mula-mula hanya sekedar geleng-geleng kepala,ngetuk-ngetuk kaki ke lantai.Sampai akhirnya mereka tidak kuat lagi untuk tidak bergoyang.Mereka seakan melupakan kalimat Jaga image, yang selama ini sudah mendarah daging. Bimo yang melihat goyangan mamahnya dari jauh hanya bisa tepuk jidat.
********
Seno membaringkan sejenak tubuhnya, yang lelah di atas ranjang hotel yang sudah ditaburi dengan hiasan bungan melati, sebelum dia membersihkan diri.Entah kenapa ranjang pengantinnya ditaburi dengan bunga jenis itu, padahal dia sudah meminta hiasannya dengan bunga Mawar putih.Sedangkan Amira kini sudah ada di dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu
Awalnya Amira marah dan protes,masalah bunga melati,tapi setelah Seno menjelaskan kalau dia tidak tahu mengenai hal itu, emosinya berangsur-angsur turun dan menyadari kalau ini tidak sepenuhnya salah Seno.
"Yang, bangun, mandi gih! " Seru Amira menguncang-guncang pelan tubuh Seno yang rupanya ketiduran.Seno membuka matanya pelan-pelan.Dia tersenyum bahagia karena sekarang dan seterusnya orang yang pertama dia lihat ketika membuka mata adalah wajah cantik Amira.
"Ih, kok senyum-senyum sih yang? ada yang aneh ya di wajahku?"
"Nggak ada yang aneh kok yang,aku cuma bahagia,karena begitu aku bangun,aku melihat bidadari cantik ada di depan mataku,selalunya kan yang aku lihat pertama kali nya itu jam weker sayang" gombal Seno.
"Ihh ,gombal! " Wajah Amira terlihat bersemu mendengar gombalan Seno.
"Aku gak bohong yang! Terimakasih ya istriku, kamu udah mau memilih ku untuk menjadi suamimu.Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa untuk sekarang, tapi aku akan berusaha untuk membahagiakanmu,menjadi suami yang baik, dan ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak.Aku juga akan berusaha menjadikan kehidupan pernikahan kita,seperti kehidupan pernikahan yang selama ini kamu impikan" Seno memeluk dan meletakkan kepala Amira di dadanya.
"Aku juga berterima kasih mas,karena udah mau memilihku yang bar-bar dan banyak kekurangannya ini, menjadi istrimu,aku akan belajar menjadi istri yang baik buat mu dan ibu yang baik buat anak-anak kita kelak" ucap Amira dengan mata berkaca-kaca.Dia tidak menyangka, bahwa orang yang dikaguminya ketika melihat Seno di acara televisi kini sudah sah menjadi suaminya.
"Kok jadi dia yang nyerang duluan sih? " batin Seno.
"Kamu kok nyamber duluan sih yang"
"Habis kamu lambat banget mas"
"Kan perlu penghayatan dulu yang,kaya yang di film-film, biar kelihatan romantis"
"Gak usah niru-niru yang di TV deh mas, kita main cepat aja.Kalau mas pelan-pelan,aku tutup mata,yang ada ntar aku jadinya ketiduran, karena terlalu lama nunggu bibir kamu mendarat di bibirku." Ucap Amira gamblang tanpa beban.
"Ma-maaf Yang, aku mau nanya, kamu udah sering ya berciuman?" tanya Seno hati-hati.
"Udah, cipika-cipiki sama mama, dan teman-teman.Kalau untuk berciuman dengan laki-laki,baru sama mas Seno"
" Oh,serius yang?" tanya Seno bahagia.
__ADS_1
"Iya yang, sebelum nikah aku banyak belajar dari nonton film romantis" ucap Amira malu-malu.
"Aku juga udah belajar masak loh yang! aku udab bisa masak,telur rebus, telur dadar,telur ceplok, dan telur orak-arik" ucap Amira bersemangat.
"Kok semuanya masak telur aja sih yang?"
"Karena aku suka telur sayang" Seketika Seno terlihat cengo mendengar ucapan Amira yang santai.
"Dia belajar masak untuk suami atau untuk diri sendiri sih?" gumam Seno.
ting nong, ting nong
"Siapa sih? ganggu aja!" gerutu Seno sambil melangkah untuk membuka pintu.Tampak seorang laki-laki berperawakan sedang berdiri di depan pintu,dengan membawa sesuatu di tangannya.
"Ya pak, ada apa?" tanya Seno.
" Apa benar ini, kamar yang ditempati oleh Tuan Seno dan nona Amira?"
"Iya, saya sendiri pak!" ada apa ya?" tanya Seno
"Ini pak,ada titipan dari bapak Bimo untuk anda." ucap laki-laki yang ternyata karyawan hotel,sambi menyerah bungkusan dari kantong kresek yang berlapis-lapis dan direkatkan dengan lakban bening sehingga membentuk seperti buntalan.
Seno menerimanya dan membawa benda itu kedalam kamar setelah mengucapkan terima kasih kepada karyawan hotel itu.
"Apa itu yang?" tanya Amira penasaran.
"Aku juga gak tahu yang, katanya dari Bimo" jawab Seno yang juga merasa penasaran.
"Ya,udah, kita buka aja untuk melihat isinya" ucap Amira mengambil buntalan plastik itu dari tangan Seno.
Dengan cekatan mereka berdua bekerja sama membuka buntalan kantong kresek itu.Dan Seno kaget melihat isi buntalan itu,setelah dia dan Amira berhasil membuka bungkusan itu. Seno mengambil secarik kertas yang diselip kan di atara benda-benda itu dan membaca isi pesan yang tertulis di sana.
"Ini gue kasih hadiah pembalut buat Amira.aku rasa ini cukup untuk Seminggu.Tapi lo harus pegangin Amira terus ya, karena pembalutnya bersayap, takutnya nanti Amira terbang pas memakainya.Dan ini juga gue kasih lo stok sabun buat seminggu,karena gue tahu, kalau lo akan bermain solo di kamar mandi. Btw kamar lo, gue yang nyuruh orang buat gantiin bunga mawar putih jadi bunga melati, karena gue tahu kalau malam ini bukan jadi malam yang indah buat lo, tapi akan jadi malam yang horor buat lo. Selamat menikmati malam horor selama seminggu.Salam santuy dari sahabatmu yang paling baik dan pengertian Bimo."
TBC
__ADS_1
please jangan lupa untuk like,rate,vote dan komen. Jangan lupa untuk tetap kasih dukungan ya gais.Thank you🤗🤗