
Amira berjalan sambil menggandeng tangan Bimo memasuki rumah utama keluarga Bimo.Sedangkan Seno mengikuti dari belakang dengan perasaan yang sedikit dongkol.Perasaan Amira sekarang tidak karuan, antara nervouse , dan takut gagal melaksakan apa yang sudah mereka bicarakan dan latih, sebelum sampai di rumah Bimo.
Ya sebelum mereka tiba di rumah Bimo, mereka latihan bagaimana bersikap romantis,merubah panggilan dari lo, gue jadi aku,kamu.menyesuaikan jawaban, agar sama ketika ditanya nanti.Misalnya berapa lama mereka pacaran, bertemunya dimana, pokoknya semua pertanyaan yang bisanya selalu di tanyakan oleh orang tua.
Ibu Sarah, mamahnya Bimo begitu antusias menyambut kedatangan calon menantunya,wajahnya terlihat bahagia dan bibirnya dari tadi tidak berhenti tersenyum.Apalagi ketika bertemu Amira langsung menyalami dan meletakkan punggung tangan ibu Sarah dan Pak Burhan ke keningnya.Hal yang tidak pernah dilakukan oleh Jesika selama ini.
"wah cantik sekali calon menantu kita pah" Puji ibu Sarah dan langsung menggandeng tangan Amira dan mengajaknya masuk kedalam.Bimo yang melihat hal itu merasa bersalah melihat reaksi mamahnya yang begitu bahagia.Bimo tidak bisa membayangkan seandainya mamanya tahu kalau hubungannya dengan Amira hanya pura-pura.
"Siapa nama kamu cantik?" tanya Ibu Sarah lembut.
"Saya Amira Tante"
" Oh nama yang bagus dan cantik,secantik orangnya"
"Mah, kita baiknya langsung ke meja makan aja, soalnya papah udah lapar" ucap Pak Burhan memotong ucapan istrinya.Karena dia tahu kalau gak dipotong, ibu Sarah pasti makin banyak bertanya.
"Oh iya ya? ayo sayang, tante sudah banyak menyiapkan makanan,mudah-mudahan kamu suka"
"Terima kasih tante" ujar Amira sopan.
Makan malam berlangsung hening, yang dari tadi heboh,hanya ibu Sarah.Dia dari tadi sibuk menyodorkan makanan ke depan Amira,sehingga membuat Amira merasa tidak enak.Pak Burhan dari tadi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.
selesai makan malam mereka berkumpul diruang tamu,untuk sekedar ngobrol- ngobrol dan mengenal lebih dekat. Seno yang biasanya banyak berbicara,malam ini kelihatan lebih banyak diam.
"sudah berapa lama kalian berdua pacaran?"tanya ibu Sarah
" baru 2 bulan mah" Bimo
"baru 1 bulan tan" Amira
"lho yang benar yang mana,dua bulan apa satu bulan? ucap bu Sarah menautkan kedua alisnya.
"maksudnya tan,1 minggu lagi baru dua bulan.Makanya saya bilang 1 bulan tan.Bimo lupa kayanya tan."
__ADS_1
"Ohh, haha, kayanya anak saya pengen cepat-cepat ngerayain Aniversary nak Amira"
"Haha, iya kayanya tan"ucap Amira grogi"
"kayany tadi waktu latihan,aku bilangnya dua bulan deh, kok dia jadi bilang satu bulan? dia lupa atau gak dengar sama sekali sih? batin Bimo kesal.
" Sial, kok bisa gue lupa sih? batin Amira.
pembicaraan malam itu berlangsung lancar, sampai perkataan keramat yang selama ini di hindari Bimo akhirnya keluar juga dari mulut ibu Sarah.
" Bim, mamah senang banget malam ini.Mamah mau kalian berdua langsung menikah aja bulan depan" ujar bu Sarah antusias.
duarrrr
Amira dan Bimo bahkan Seno pun sangat kaget mendengar ucapan ibu Sarah. Mereka tidak menyangka ibu Sarah akan secepat itu memutuskan pernikahan.
"Mah bukannya ini terlalu cepat untuk membicarakan pernikahan? kami bahkan baru mau dua bulan menjalin hubungan."
"Iya tante, ini masih terlalu cepat kayanya"ujar Amira menyetujui ucapan Bimo.
"Tapi mah, Bimo belum siap" Bimo masih berusaha untuk menolak.
" nunggu kamu siap, bisa-bisa kamu gak menikah-menikah Bim.Mamah gak mau lagi menunggu terus" ibu Sarah tetap pada keputusannya.
" Nak Amira, mau yah menikah dengan anak tante, mau yah?" ibu Sarah memohon dengan mimik muka yang sedikit memelas,Sehingga Amira merasa tidak enak hati.
"Baik lah tante" ujar Amira tanpa sadar kalau keputusannya akan menjadi bumerang bagi dirinya.
"Tuh kan Bim, Amiranya mau, terima kasih ya nak, terima kasih" ucap ibu Sarah gembira.Sedangkan Bimo menatap tajam Amira, merasa tidak senang atas keputusan yang Amira ambil.
"Tante, om,Seno pamit pulang dulu.Kepala Seno sedikit pusing" ucap Seno tiba-tiba sambil berdiri hendak pergi.
"Ka kamu pusing?" ucap Amira yang tanpa sadar kelihatan panik.Ibu Sarah dan Pak Burhan yang melihat reaksi Amira yang berlebihan,menatap Amira curiga.
__ADS_1
"Emm maksudnya Amira sudah mengganggap Seno seperti saudara sendiri tan, karna dia lah yang membuat aku dan Bimo bisa bersatu"ucap Amira berusaha menepis kecurigaan orang tua Bimo.
Bimo yang memahami bagaimana perasaan Seno,semakin merasa bersalah,tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.Bimo hanya bisa meminta maaf dengan sorotan matanya yang memelas ke arah Seno.
" Nak Seno nginap aja disini, kalau kepalanya pusing"ibu Sarah memberikan saran.
"Gak usah tan, Seno pulang saja" ucap Seno lagi.
" Sen, biar gue antar lo saja, mobil lo tinggalkan di sini saja"ujar Bimo menawarkan diri.Seno memang selama ini membawa mobilnya sendiri ke rumah Bimo,dan setelah itu mereka akan berangkat kerja dengan mobil Bimo.Bimo selalunya beralasan kalau dia malas bawa mobil sendiri.
" Gak usah Bim,kalian lanjutkan aja dulu pembicaraannya,gue gak pa-pa kok menyetir sendiri" tolak Seno.
"Lagian gue pengen sendiri dulu" batin Seno yang bingung dengan perasaannya sendiri.Seno merasakan sangat sakit di hatinya, ketika Amira menyetujui permintaan ibu Sarah untuk menikah dengan Bimo.
"Ya udah lah Sen kalau itu mau lo, gue gak bisa maksa.Tapi kalau lo ada apa-apa telepon gue ya!" ucap Bimo.
"Ok Bim.Tan ,Om, aku pamit dulu" Seno melangkah pergi tanpa pamit ke Amira. Amira yang merasa di cuekin merasa sedih tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.
"Tan, kayanya Amira mau pamit pulang juga"ucap Amira memberanikan diri, karena dia tidak melihat ada tanda-tanda dari Bimo yang akan mengajaknya pulang.
" Kok cepat sekali pulangnya sayang,padahal tante belum puas ngobrol sama kamu" ibu Sarah berucap sedikit sedih.
"Oh lain kali aja mah, soalnya tadi Amira ada sesuatu yang penting akan di kerjakannya.Dia menyempatkan diri kesini karena Bimo bilang mamah pengen banget kenal dia" ujar Bimo yang seketika mengerti kalau Amira sedikit tidak nyaman berada di sana.
"Oh iya ya? aduh maaf ya sayang kalau urusan mu terbengkalai karena keinginan tante" ibu Sarah merasa bersalah.
"Gak apa-apa kok tan,kalu gitu Amira pamit ya tan,om" Amira berdiri dan menyalami pada orang tua Bimo.
Bimo juga berdiri dan melangkah keluar bersama Amira.Dia membuka pintu mobil dan mempersilahkan Amira untuk masuk kedalam mobil.Setelah melambaikan tangan ke arah ibu Sarah dan Pak Burhan, mobil yang dikemudikan Bimo pun berjalan dengan pelan .Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan semuanya dari jarak yang agak jauh.
"Lihat aja Bimo,tidak akan ada seorang pun yang bisa memiliki kamu selain aku" ucap pemilik sepasang mata itu.
to be continue
__ADS_1
jangan lupa untuk tetap dukung novel ini ya guys.please like, vote dan koment.thank you