
Malam harinya.
Acara resepsi pernikahan Dion dan Naila baru saja selesai. Mereka baru masuk kedalam kamar hotel yang telah disiapkan khusus untuk pengantin baru pukul satu malam, karena banyaknya tamu undangan dari pihak Dion juga Naila.
Dion merasa sangat gerah dan ia melepaskan pakaian tebal yang membungkus tubuhnya yang seharian tadi menambahkan penosa ketampanannya dan bertelanjang dada.
Naila yang masih didalam kamar mandi entah sedang apa ia dalam kamar mandi kenapa lama sekali? tanya Dion dalam hatinya.
Sedangkan didalam kamar mandi Naila masih terus berendam dengan air hangat yang telah dicampur aroma therapy dengan wangi favoritnya. Ia harus mempersiapkan dirinya untuk menyambut suaminya dimalam pertamanya ini.
Ia merasa sangat gugup harus bagaimana setelah keluar dari kamar mandi nanti. Ini merupakan pengalaman pertama baginya dan ia merasa takut.
Naila memejamkan matanya didalam bathtup dan pikirannya terus melayang membayangkan film panas yang sebelumnya ia tonton untuk mempelajari setiap gerakan saat berhubungan dengan suaminya nanti.
Seketika Naila membuka matanya dan menggelengkan kepalanya. "Oh astaga, kenapa pikiranku menjadi kotor begini?!" Gumam Naila dengan rasa kegugupannya.
'Tok! Tok! Tok!'
"Nai!! Kenapa kamu lama sekali?? Apa kamu baik-baik saja??" Suara ketukan pintu dan teriakan dari luar kamar mandi membuat jantung Naila berdegup dengan cepat.
"Ah..i-iya Dion, sebentar lagi aku selesai!!" Jawab Naila dengan berteriak dan semakin gugup.
'Ceklek'
Pintu dibuka dari dalam kamar mandi dan Naila telah keluar dari dalam kamar mandi memakai handuk kimono dan melilitkan handuk dikepalanya karena rambutnya yang basah.
__ADS_1
Naila menundukkan kepalanya tidak berani menatap Dion yang masih berdiri didepan pintu menunggunya.
Naila melangkah melewati Dion dengan cepat dan menundukkan kepalanya karena entah kenapa jadi sangat malu dengan pria yang kini telah resmi menjadi suaminya itu. Naila langsung duduk dimeja rias sambil menempelkan kedua tangannya didadanya karena sangat gugup dan jantungnya semakin berdegup dengan sangat cepat.
Dion yang melihat tingkah istrinya hanya terkekeh geli dan menggelengkan kepalanya. 'Kenapa dia menjadi sangat menggemaskan seperti ini?'
Gumam Dion dalam hati kemudian ia segera masuk kedalam kamar mandi karena ingin menyegarkan tubuhnya yanh sudan sangat gerah dan lengket.
"Astaga, kenapa aku jadi sangat malu kepadanya sih? Biasanya saat dekat dengannya aku merasa nyaman tapi kenapa sekarang aku takut dan jantungku menjadi tidak normal begini?! Tapi aku harus siap untuk malam pertamaku ini, bagaimana pun juga aku sudah menjadi seorang istri dan kalau dia menginginkannya aku juga harus siap! Hufff!" Gumam Naila lirih kemudian membuang nafasnya karena merasa sangat gugup.
Naila menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Ia melakukannya berkali-kali untuk menormalkan rasa gugup dan detak jantungnya hingga mendengar pintu kamar mandi terbuka dari dalam.
Saat ia menoleh ia melihat Dion hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya memperlihatkan tubuh atletisnya dengan lengan yang berotot dan rambut yang masih basah dan sedikit berantakan membuatnya terlihat begitu sexy dan semakin tampan.
Dion tersenyum melihat istrinya yang menatapnya tak berkedip dengan mulut yang terbuka. Dengan perlahan ia melangkah mendekati istrinya. "Awas liurmu menetes sayang!" Bisik Dion tepat dicuping Naila membuat Naila langsung menutup mulutnya dan susah untuk menelan salivanya.
"Kalau kau masih belum siap, aku tidak akan memaksamu! Kamu pasti sangat lelah dan beristirahatlah dulu, masih ada banyak waktu untuk kita berdua!" Ucap Dion dengan lembut ditelinga Naila membuat Naila kembali merasakan jantungan dan tidak bisa menjawab ucapan Dion.
Dion kemudian melepas pelukanya dan melangkah melewati Naila namun tangannya diraih oleh Naila. "Ehm..a-aku sudah siap!" Ucap Naila dengan lirih dan terbata karena sangat gugup.
Tidak mungkin ia menundanya setelah ia mempersiapkan dirinya begitu lama tadi dikamar mandi. Mau tidak mau, siap tidak siap, ia harus siap karena ini sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri yang harus melayani suaminya disaat suaminya menginginkannya.
Dion berbalik dan tersenyum kepada istrinya yang terlihat sangat gugup dengan wajahnya yang merona, begitu sangat menggemaskan dimata Dion. "Kau yakin sudah siap?" Tanya Dion sambil menatap istrinya yang masih menundukkan wajahnya dengan malu-malu.
Naila hanya menganggukan kepalanya dengan pelan masih menunduk tidak berani menatap Dion. "Kalau kamu sudah benar-benar siap, maka jangan pernah meminta berhenti saat kita sudah memulainya, karena aku tidak akan bisa menghentikannya! Jadi aku tanya sekali lagi, apa kau sudah siap menjadi milikku seutuhnya?" Tanya Dion dengan sangat lembut sambil meraih dagu Naila hingga Naila mengangkat wajahnya dan menatapnya.
__ADS_1
Jantung Naila semakin berdeteak cepat seperti ingin melompat keluar dari tempatnya. Naila mengedipkan matanya beberapa kali membuat Dion tersenyum semakin gemas dengan gadis cantiknya yang ia pastikan malam ini akan hilang kegadisannya.
Naila tidak mampu mengeluarkan suaranya, entah mengapa ia bagai terhipnotis oleh pesona dan kelembutan Dion, ia hanya mampu tersenyum manis dan menganggukan kepalanya menatap Dion. Dion tersenyum kemudian perlahan ia mengecup kening istrinya dengan lembut, kemudian turun ke hidung, pindah ke pipi dengan lembut.
Kemudian mengecup sekilas bibir istrinya lalu menatapnya. Melihat Naila yang memejamkan matanya menandakan bahwa Naila telah siap untuk menyerahkan dirinya seutuhnya kepada suaminya mulai malam ini, membuat Dion terus tersenyum kemudian ia menarik tengkuk istrinya dengan pelan dan mencium bibir istrinya dengan lembut.
Naila pun menyambut ciuman dari suaminya. Perlahan Dion mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya diranjang kingsize sambil masih terus ******* bibir istrinya dengan lembut. Naila melingkarkan kedua tanganya dileher Dion.
Tanpa ia sadari handuk kimono yang menutup tubuhnya telah lolos dan kini tubuhnya telah polos. Dion menyusuri tubuh polos istrinya tanpa melewati tiap lekuk tubuh indah istrinya.
Melihat istrinya begitu menikmati sentuhannya, Dion kembali mencium bibir istrinya dan perlahan ia menyatukan miliknya dengan milik istrinya. Ini adalah pengalaman pertamanya dan Naila menjerit hingga mencakar dan mengigit bahu suaminya. Namun lama-kelamaan Naila merasa sangat nyaman.
Ia dibuat melayang dan sangat menikmati perlakuan lembut dari suaminya yang telah merenggut kegadisannya.
Kini ia telah menjadi milik Dion seutuhnya dan malam ini menjadi malam pertama yang panjang bagi mereka. Setelah melepas pelepasannya yang entah sudah berapa kali hingga menjelang subuh, mereka pun terlelap dengan saling berpelukan dibawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...HALLO READERS!! 😍...
...JANGAN LUPA LIKE DAN SARANNYA YA!! 😍😍...
...INI MERUPAKAN KARYA PERTAMA SAYA, MOHON MAAF APABILA MASIH AMBIGU DAN BANYAK TYPO🙏🏻😍...
...TERIMAKASIH BANYAK ATAS SEMANGAT DAN DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA!🙏🏻😍...
__ADS_1
...MASIH BELUM TAMAT YA, TUNGGU SEBENTAR LAGI! 🙏🏻😀😍...