
Beberapa hari kemudian.
Karena weekend dan Ricky juga libur. Bella menitipkan Ariella kepada suaminya. Karena ia ingin membuat kue dan cemilan juga ingin memasak beberapa menu hidangan untuk teman-teman baiknya yang akan datang sore ini untuk berkumpul dirumah orang tuanya.
"Jam berapa teman-temanmu akan datang?" Tanya Ricky sambil menggendong Ariella. "Nanti sore jam empat!" Jawab Bella dengan tersenyum sambil membuat adonan kue.
"Buat kue saja, untuk makanan yang lain biar aku yang akan memesanya!" Ucap Ricky dengan wajah datarnya sambil mengecup kepala Ariella. "Tidak perlu Ricky, aku akan masak saja!" Jawab Bella masih dengan tersenyum manis kepada suaminya.
"Aku tidak akan membiarkan istriku kelelahan! Cukup membuat kue saja dan jangan membantah!" Ucap Ricky dengan tegas kemudian ia berbalik dan melangkah menuju taman belakang bersama Ariella.
Bella mendengus kesal karena ia ingin sekali masak supaya teman-temannya bisa merasakan hasil masakannya. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus menurut kepada suaminya yang sangat mencintainya itu yang tidak ingin istrinya kelelahan.
Karena Bella selalu menolak dibantu oleh pelayan.
Hampir dua setengah jam, Bella baru saja selesai membuat kue dan beberapa cemilan yang nanti akan disuguhkan kepada teman-teman baiknya saat mereka datang. "Fyuhhh! Akhirnya selesai juga!" Gumamnya sambil menghembuskan nafasnya dengan tersenyum puas.
Bella kemudian segera naik keatas menuju kamarnya karena ingin mandi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, ia melihat suaminya sudah duduk diranjang dengan Ariella yang berbaring diatas ranjang sedang berceloteh dengan daddynya.
"Ricky, kamu mandilah dulu! Sebentar lagi teman-temanku akan datang! Aku juga akan memandikan Ella!" Ucap Bella sambil mendekati suaminya. "Ya sudah! Aku tadi sudah memesan makanan!" Ucap Ricky kemudian ia bangkit dan beranjak menuju kamar mandi untuk mandi.
Bella juga segera memandikan Ariella karena teman-temannya akan datang sebentar lagi. Setelah Ariella dan suaminya selesai mandi. Ricky duduk disofa kamar dan membuka laptopnya. Ia ingin mengecek email-email yang belum ia baca. Bella dan Ariella sudah turun kebawah menunggu teman-temannya.
'Drrrt! Drrrt! Drrrrt! Trliiing!'
__ADS_1
Ponsel milik Bella bergetar dan berdering. Ricky membiarkannya karena ia sedang fokus dengan pekerjaannya. Namun ponsel milik istrinya terus berbunyi membuatnya harus menghentikan pekerjaannya dan ia bangkit lalu mengambil ponsel milik istrinya yang diletakkan dinakas samping tempat tidur.
"Nomor siapa ini?" Gumam Ricky sambil menatap layar ponsel milik istrinya. Ricky mengira mungkin yang menghubungi istrinya adalah teman-temannya. Ia belum sempat menerima panggilan telepon tersebut namun sudah terputus.
Ricky kembali duduk disofa melanjutkan pekerjaannya dan meletakkan ponsel istrinya dimeja dekat laptopnya. Ponsel istrinya kembali berdering dan Ricky langsung mengangkatnya.
"Hallo siapa ini??" Tanya Ricky dengan ketus begitu menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal diponsel istrinya.
"Ehm..maaf, apa benar ini nomor Bella?" Tanya seseorang suara pria dari seberang telepon yang terdengar sangat ramah.
Ricky mengernyitkan keningnya saat mendengar suara pria dari seberang telepon.
"Siapa kau??" Tanya Ricky dengan ketus terdengar tak bersahabat.
Ricky mengernyitkan keningnya dan menatap layar ponsel milik istrinya merasa sangat kesal dengan pria yang berani menghubungi istrinya. Ia semakin kesal karena pria itu tidak menjawab pertanyaannya dan langsung menutup teleponya.
Ia mengirimkan nomor pria tersebut kepada Dion dan memerintahkan Dion untuk melacaknya dan memberikan informasi tentang pria tersebut. Ricky menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Ia mencoba untuk tetang dan bersikap biasa sampai tau informasi tentang pria yang telah menghubungi istrinya.
Ricky kembali meletakkan ponsel milik istrinya dimeja dan ia melanjutkan pekerjaannya.
***
Dilantai bawah, teman-teman Bella sudah berkumpul dan mereka begitu senang bisa bertemu dan melepas rindu karena sudah lama sekali tidak bertemu.
__ADS_1
"Iiiih baby Ella cantik banget sih kamu! Sini onty Celi gendong yuk! Onty Celi punya hadiah untuk Ella!" Ucap Seli dengan suara dibuat imut sambil meraih Ariella dari gendongan Bella dan Bella memberikan Ariella kepada Seli.
"Bella, apa Devan sudah menghubungimu?" Tanya Vivian sedikit berbisik kepada Bella. "Hah? Devan? Untuk apa dia menghubungiku?" Tanya Bella merasa bingung.
"Dia itu semalam minta nomor kamu dan aku sudah memberikan nomor kamu ke dia!" Jawab Vivian sambil menatap Bella dengan serius. "Aku tidak menerima panggilan atau pesan dari siapapun kecuali kalian tadi! Eh tunggu! Ya Tuhan ponselku dikamar!!" Ucap Bella dengan santai kemudian ia panik seketika karena teringat ponselnya ada dikamar kalau memang Devan menghubunginya dan Ricky yang menerimanya bisa-bisa terjadi kesalah pahaman lagi.
"Tunggu sebentar ya!" Ucap Bella kemudian ia segera beranjak naik keatas menuju kamarnya. Bella menuju nakas samping tempat tidur namun tidak menemukan ponselnya. "Apa kau sedang mencari sesuatu?" Tanya Ricky sambil menoleh kearah istrinya yang ia yakini istrinya sedang mencari ponselnya.
"Emm..iya, aku mencari ponselku!" Jawab Bella sambil masih mencari ponselnya disana. "Kau lupa meletakkannya disini tadi!" Ucap Ricky dengan santai sengaja membodohi istrinya.
"Oh ternyata disitu!" Ucap Bella dengan tersenyum kemudian mendekati suaminya dan mengambil ponselnya yang ada diatas meja. Setelah mengambil ponselnya, Bella mengamati suaminya dan suaminya tampak biasa-biasa saja dan sangat fokus dengan laptopnya.
'Hufff..syukurlah! Sepertinya Devan tidak benar-benar menghubungiku! Bisa gawat kalau sampai Ricky yang menerimanya!' Gumam Bella dalam hati sambil menghela nafas lega.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Ricky sambil mengernyitkan keningnya menatap istrinya. "Eh..emm..ti-tidak! O ya Ricky, apa kamu tidak ingin menyapa teman-temanku dibawah?" Jawab Bella tergagap karena sedikit terkejut dan tersadar dari lamunannya kemudian ia bertanya kepada suaminya untuk mengalihkan rasa gugupnya.
"Aku akan turun sebentar lagi!" Jawab Ricky sambil fokus mengetik di keyboard laptopnya. "Baiklah, kalau begitu aku turun lagi ya!" Ucap Bella dengan tersenyum manis kepada suaminya. "Hmm!" Jawab Ricky tanpa menoleh kearah istrinya.
Bella kemudian segera beranjak keluar dari kamarnya dan kembali turun menuju ruang keluarga untuk berbincang dengan teman-teman baiknya.
Helmi dan Sofia sedang berkunjung kerumah kerabat dekat Helmi dan akan pulang besok sore. Jadi dirumah hanya ada Ricky dan Bella saja karena pelayan diliburkan tiap weekend.
Namun khusus untuk semua pengawal telah ada jadwalnya sendiri untuk bergantian, karena harus selalu berjaga dua puluh empat jam. Tak lama Ricky pun turun bersama dengan makanan yang tadi telah dipesankan oleh Ricky. Bella segera menerima makanan tersebut dan menatanya dimeja makan.
__ADS_1
Ricky menghampiri teman-teman istrinya dan menyapa mereka dengan sopan dan ramah karena ia sangat menghargai istrinya.