YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Mungkin sudah saatnya


__ADS_3

Kalau ada kata-kata yang sering kita dengar,yang bunyinya " Dunia bagaikan milik berdua yang lain cuma ngontrak".Kata-kata ini sangat sesuai kita sematkan pada dua sejoli yang sedang kasmaran ini.Siapa lagi mereka kalau bukan Bimo dan Tiara.


Dari tadi Bimo sungguh memanjakan Tiara, dia bahkan tidak mengizinkan Tiara untuk makan makanannya sendiri.Bimo dengan senang hati selalu menyuapi Tiara.Sebenarnya Tiara sangat risih dan malu atas sikap Bimo yang berlebihan, tapi Bimo sama sekali tidak terusik dengan pandangan orang-orang di sekelilingnya.Bahkan ada pasangan yang sampai berantem,gara-gara si wanita pengen diperlakukan sama, seperti yang dilakukan Bimo,oleh kekasihnya.Sedangkan sang kekasih menolak tegas.


"so sweet" terdengar suara cabe-cabean yang melihat ke uwuan Bimo.


"lebay banget sih" terdengar lagi bisik-bisik orang yang sirik,padahal pengen.


"Bim, aku bisa makan sendiri, malu tau diliatin sama orang-orang" protes Tiara yang dari awal sudah merasa risih.


"Gak usah perduliin mereka sayang! kalau mereka sirik berarti mereka tidak mampu"


" kamu ihh,susah banget di bilangin!" sewot Tiara sambil mengerucutkan bibirnya.


"Yank, tolong jangan pancing aku"


"Hah, emang siapa yang lagi mancing?"


"jadi, tuh bibir, di monyong-monyongin, kalau gak mancing namanya apa coba? kamu pengen aku cium disini?" Bimo tersenyum sambil mengedipkan matanya.Tiara refleks menutup mulutnya dan mendelik ke arah Bimo.


Ting


Bimo merogoh sakunya,mengambil ponsel, dan melihat ada pesan, Dan dia langsung tertawa terbahak-bahak membaca isi pesan itu.


"Gue tunggu itikad baik anda,untuk segera datang,menjemput seseorang yang sedang terlantar disebuah rumah mewah,yang berpenghuni, tapi sepi seperti kuburan. Kalau anda tidak segera datang, aku akan menuntut anda dengan kasus penelantaran orang ganteng ,yang hukumannya minimal i am sorry good bye, dan maksimal Impoten. Tertanda Seno Mahardika" Di akhiri dengan emoticon marah plus menangis.


"Apanya yang lucu Bim?" Tiara menautkan kedua alisnya bingung.Bimo memperlihatkan isi pesan Seno, dan kini tawa Bimo menular ke Tiara, bahkan lebih kencang, sambil memegang perutnya.


"Kita pulang aja Bim,kasian Seno" Ucap Tiara setelah tawanya reda.


"Ya udah deh ayo,padahal aku masih pengen lama-lama sama kamu" ucap Bimo manja,yang membuat Authornya pengen muntah.

__ADS_1


*****


"Akhirnya lo datang juga, gue sampai jamuran nungguin lo tahu gak? ucap Seno begitu Bimo turun dari mobil.


"Sorry bro, gue lupa!" sahut Bimo cengengesan


"Ternyata lo ditinggal tidur ya sama sang permaisuri?Hahahaa" Bimo melirik ke arah Amira yang tidak merasa terganggu dengan suara berisik di sekitarnya.


"Udah akh, ayo pulang, gue ngantuk Bim.Lo yang nyetir ya! gue mau tidur soalnya" Seno nampak menguap.


"Enak aja lo main perintah-perintah, yang atasan lo kan gue! "


"Itu mah dalam pekerjaan,ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.Lagian lo gak kasian sama gue? gue udah lama banget nungguin lo " ucap Seno.


"Ya udah deh.Hei, Lo nggak mau pamitan sama Amira sebelum pulang? tanya Bimo.


"Sayang, bangun sayang, aku mau pulang" ucap Seno,sambil sedikit menguncang bahu Amira.Tapi Amira sedikitpun tidak bergeming.Tiara juga melakukan hal yang sama, tapi hasilnya tetap saja tidak bisa membuat Amira bangun.


"KEBAKARAN,KEBAKARAN" teriak Seno di telinga Amira.Dan kali ini usaha Seno membuahkan hasil, refleks Amira terbangun dan langsung berlari keluar menyelamatkan diri.Melihat hal itu Seno, Bimo dan Tiara tidak bisa menahan ketawa mereka.Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak sampai perut sakit.


Mendengar suara tawa itu, Amira langsung tersadar dan melotot marah.


"Mau lari kemana yank?" lagi ngejar maling ya? ledek Seno." Tenang aja yank, hatiku tetap disini kok, gak ada yang nyuri" lanjut Seno.


" au akh,niat banget sih ngerjain"sewot Amira


"Habis kamu itu susah banget dibanguninnya,


"Hehehe, masa sih?padahal selama ini aku paling gampang lho dibanguninnya" sangkal Amira merasa malu karena ketahuan sama Seno.


"iya,iya aku percaya" ucap Seno yang menyadari kalau sang kekasih sedang malu.

__ADS_1


"Kami balik dulu ya yank! sampaikan salam sama om dan tante! ucap Seno sambil mengecup pipi Amira.


" iya hati-hati"


"Aku juga balik dulu sayang" ucap Bimo sambil mengecup pipi Tiara,tidak mau kalah dengan Seno.


"Cie, udah berani aja main nyosor"sindir Amira yang membuat wajah Tiara bersemu merah.


"Udah ah ayo pulang,gue udah ngantuk" Seno melangkah terlebih dahulu kedalam mobil,disusul oleh Bimo, setelah menitip salam buat pak Wijaya, ibu Marlina, mbok Sumi serta gak ketinggalan si kembar.


*****


Jam sudah menunjukkan pukul 7:45 pagi.Cahaya matahari sudah membias masuk melalui celah-celah gorden tipis berwarna putih di kamar apartemen milik Bimo. Bimo terbangun, dengan suasana hati yang sangat berbeda dengan hari- hari sebelumnya. Kalau sebelumnya dia bangun dengan harapan akan mendapatkan keajaiban, sekarang dia bangun dengan hati yang lega dan bahagia, karena sang keajaiban yang di harapkan, sudah ada digenggaman.Walaupun belum sepenuhnya,karena masih ada tahap yang harus ditempuh, untuk membuat sang keajaiban itu menjadi miliknya sepenuhnya.


Sebenarnya Bimo bangunnya sudah kesiangan,karena tadi malam dia tidurnya sudah terlalu larut. Biasanya jam 8 pagi dia sudah ada di kantor. Untung saja dia pemiliknya, kalau tidak pasti sudah dipecat.Dan dapat di pastikan, Seno sang asisten pun pasti bangun kesiangan hari ini.


Dengan bersiul-siul ,Bimo beranjak ke kamar mandi, untuk membersihkan diri,dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.Di dalam kamar mandi, biasanya Bimo cuma cukup mandi saja, tapi kali ini Bimo mandi sambil bernyanyi lagu-lagu romantis.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Bimo yang biasanya memakai kemeja bernuansa gelap, kalau gak hitam, navy, abu-abu, kali ini dia terlihat memakai kemeja putih, dengan stelan jas warna merah maroon.Kalau seandainya dia punya stelan jas warna pink, kemungkinan dia akan pakai itu kali ya?.Tapi, kalau pada dasarnya tampan, mau pake apapun ya tetap aja tampan.


Sebelum beranjak keluar dari kamarnya, Bimo meraih benda pipih yang dia letakkan diatas nakas samping tempat tidurnya.Dia membuka ponselnya itu ,dan terlihat ada sebuah pesan yang dikirimkan oleh mamahnya.


"Malam ini mamah tunggu kedatanganmu di rumah, gak ada lagi alasan.kalau kamu tidak datang, nanti nama mu mamah coret dari KK."


Bimo menghela nafasnya keras-keras, dan menggaruk kepalanya, yang sama sekali tidak gatal.


"Mungkin ini sudah saatnya, toh tidak ada lagi gunanya menghindar"


TBC


Jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak ya guys.please hargai saya dengan like,vote dan komen.Thank you🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2