YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Bianglala


__ADS_3

"Ayah mau kemana? apakah ayah akan meninggalkan kami lagi?"


Langkah Bimo terhenti seketika.Dia ingin menoleh ke arah suara yang memanggilnya ayah, tapi dia takut kecewa, kalau dia hanya berhalusinasi.


"ayah tidak mau melihat kami lagi?" tanya suara itu lagi, dan kali ini bahkan lebih jelas.


Bimo memberanikan diri untuk menoleh ke belakang. Tampak Aarash dan Aariz berdiri dengan berurai air mata.Bimo merentangkan kedua tangannya,Aarash dan Aariz langsung membentur tubuh tegap Bimo. Bimo memeluk keduanya dengan erat dan mencium puncak kepala dan pipi kedua bocah itu berulang kali.


" Benarkah ini kalian nak? ayah tidak sedang bermimpi kan? " Bimo terlihat meneteskan air matanya kembali.Tapi air mata yang ini, berbeda dengan air mata yang sebelumnya.Air mata kali ini adalah air mata kebahagiaan.


"Ayah, tidak akan pergi lagi kan?Aarash janji tidak akan nakal yah, Aarash minta maaf atas sikap dan ucapan Aarash tadi.Ayah gak marah kan sama kami? "


"Aariz juga minta maaf yah! Aariz juga berjanji akan jadi anak yang baik, tapi ayah juga harus janji, kalau ayah tidak akan pergi meninggalkan kami lagi "


"Ayah tidak akan pergi lagi nak,ayah akan selalu ada buat kalian, buat Bunda, Aarash dan Aariz.Yang seharusnya minta maaf itu ayah nak! ayah tidak pernah ada untuk kalian selama ini. Kalian berdua, mau kan memaafkan ayah? Bimo melihat kedua anaknya menganggukan kepalanya, dia pun semakin mempererat pelukannya.


Kedua netra Tiara kini sudah nampak berkilat penuh dengan cairan, yang sudah siap untuk ditumpahkan.Dia begitu terharu dan bahagia, menyaksikan interaksi antara Ayah dan anak itu.


"Sayang, kamu tidak mau bergabung dengan kami?" Bimo melihat ke arah Tiara,yang sedang berusaha menahan air matanya.


Tiara berjalan mendekat, dan ikut bergabung dengan ketiga laki-laki yang dicintainya itu.Kali ini dia tidak bisa lagi, menahan air matanya untuk keluar.


"Eh, Kalian berempat lagi syuting film teletubies ya?" ucap Seno yang tanpa mereka sadari, sudah ada ditempat itu bersama dengan Amira.


"Sialan lo sen" umpat Bimo,yang tentu saja hanya berani mengumpat di dalam hati,karena dia tidak mau kedua anaknya mendengar umpatannya.

__ADS_1


Suasana yang tadinya mengharu biru, jadi ambyar seketika. Amira melototkan matanya ke arah Seno, dan mencubit pinggang prianya, yang tidak bisa melihat situasi untuk bercanda.


"Sakit yang! salah aku apa coba?"


"tanya tuh sama tembok, dan rumput yang bergoyang,salah kamu itu apa?" kesal Amira.


" Jangan marah dong yang! mereka aja gak marah kok! Seno menoleh ke arah Bimo.


" eh, kok pada melotot semua sih? " Seno bergidik ngeri melihat empat orang yang sedang memandangnya dengan aura yang menakutkan.


" Yang, kita masuk yuk! ini sudah hampir gelap, gak baik kalau masih diluar, banyak setan yang lewat, dan sepertinya mereka sedang melototin aku. " Seno menarik tangan Amira dan dengan cepat membawa Amira dari tempat itu.


"Senoooo awas lo ya" Bimo mengejar Seno. Seno refleks melepaskan tangan Amira, dan berlari menghindari amukan Bimo.


"aunty, kami masih anak-anak, tapi kami gak seperti om Seno dan ayah kok! ucap Aarash tidak terima.


" Oh, iya ya?, berarti kalian lebih dewasa dari mereka. Lain kali kalian berdua bisa mengajari mereka- om Seno dan ayah untuk lebih dewasa, ok! " Ucap Amira sambil tersenyum,dan Tiara menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Bimo dan Seno.


*****


"Yah, aku mau naik yang itu! " pinta Aariz menunjuk ke arah bianglala yang diberi lampu-lampu kerlap-kerlip untuk menarik perhatian pengunjung pasar malam itu.


"Ya, setelah adegan drama kejar-kejaran antara Bimo dan Seno selesai, Aarash dan Aariz meminta Bimo untuk membawa mereka ke pasar malam, tempat yang sama sekali tidak pernah dikunjunginya. Tapi untuk menyenangkan kedua anaknya,Bimo pun bersedia membawa mereka kesana,dan memang karena ini weekend, jadi tidak masalah buatnya.


Tidak masalah buat Bimo, tapi masalah buat Seno. Seno yang awalnya berencana mengajak Amira menonton,jadi membatalkannya. Karena diancam, kalau tidak mau ikut bersama dengan Bimo, Biaya pernikahan tanggung sendiri.

__ADS_1


"Aarash dan Aariz tidak takut naik itu?" tanya Bimo.


"Tidak ayah, kami berdua pernah kok naik itu sendiri tanpa bunda dan nek Sumi! Hari itu bunda sibuk ,dan nek Sumi bawa kami berdua ke pasar malam,tapi nek Suminya takut, jadinya cuma kami berdua deh yang naik."


"Ya udah, yuk kita naik" ujar Bimo antusias, karena jujur, dia pun sudah lama tidak naik Bianglala.


Setelah mendapatkan tiket,Bimo pun mengajak kedua anaknya serta Tiara, untuk naik. Mereka ber- empat berada di satu tempat,sedangkan Seno dan Amira ditempat lain.


"boys, kalian tahu gak kenapa ini dinamakan bianglala? tanya Bimo ketika mereka berada di tempat tinggi.


"Nggak ayah? emank kenapa?"


"Bianglala sebenarnya nama lain dari pelangi. Kalian tahu kan, pelangi itu sangat indah karena berwarna-warni? Pada kenyataannya, keindahan pelangi atau bianglala, tidak begitu saja terjadi. Secara alami diperlukan perpaduan antara hujan dan kehadiran matahari untuk menghasilkan pembiasan cahaya warna-warni yang indah. Keindahan pelangi itu, telah menginspirasi adanya wahana permainan berbentuk kincir raksasa warna warni yang berputar, seperti yang sedang kita naiki ini.Sehingga dalam beberapa saat kita bisa merasakan ketinggian, untuk kemudian turun ke bawah, berputar lagi ke atas dan berulang seterusnya. Begitu juga dengan kehidupan kita, hidup kita menjadi lebih berwarna tatkala kita bisa merasakan kesedihan dan kebahagiaan. Apabila kita tidak pernah merasakan kesedihan, tentu kita tidak bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya bukan? Itulah bianglala kehidupan." Bimo menjelaskan panjang lebar, tanpa jeda.Sedangkan kedua bocah itu hanya manggut-manggut.


Dan benar saja, terkadang kita memang harus merasakan kesedihan terlebih dahulu untuk mengerti apa arti kebahagiaan. Mengalami kehilangan untuk lebih menghargai arti kehadiran. Merasakan sakit untuk lebih mengerti arti penting kesehatan. Begitu pula alam yang menghadirkan hujan untuk kita bisa melihat seperti apa keindahan bianglala itu.


Keindahan bianglala memang seringkali hanya dapat kita lihat selepas hujan, mencerminkan hidup kita yang semakin penuh warna ketika kita berhasil melewati setiap permasalahan dengan baik. Ketika masalah berlalu dan kita mendapatkan suatu pencerahan maka bianglala bisa kita ibaratkan hikmah dari semua masalah.


Bimo, tersenyum melihat ketiga orang yang dicintainya.Dia juga merasa bahwa apa yang dialaminya selama ini adalah seperti bianglala. Dia pernah mengalami sakitnya kehilangan orang yang sangat dicintainya.Tapi dengan usaha, dan perjuangannya, kini dia dapat hikmahnya dan dia bisa lebih menghargai, bahkan bukan hanya orang yang dia cintai yang dia dapatkan, dia juga mendapatkan dua anak sekaligus yang semakin membuat hidupnya semakin berwarna.


"Ra, kita nikah yuk! kamu mau kan?


TBC


jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak ya guys.please like,vote dan komen.biar aku semakin semangat.🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2