YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Hasil test DNA


__ADS_3

"Jadi ibu tadi itu, mamahnya Bimo, yang dipanggil oma Sarah sama si kembar?" Tanya Sinta, setelah ibu Sarah pamit dan meninggalkan ruangan Aarash.


"Iya Sin"


"ck ck ck, ternyata yang memiliki hubungan darah itu, tidak bisa berbohong ya ra?"


"Itulah yang aku takutkan Sin, aku takut kalau mereka tahu, dengan kekuasaan yang mereka miliki, mereka nantinya akan mengambil Aarash dan Aariz dari ku".


"Aku rasa ,kamu aja yang berpikir berlebihan ra, Menurutku keluarga Bimo itu keluarga yang baik dan tidak sombong.Aku bisa melihat dari sikap dan cara ibu Sarah berbicara."Mereka pasti tidak akan tega mengambil sikembar dari mu." Sinta berusaha menenangkan Tiara


"Entah lah Sin, aku hanya merasa takut saja.Mudah-mudahan apa yang kamu ucapkan itu benar."


"setelah kalian berdua bertemu,apakah Bimo ada berlaku kasar sama kamu ra?"


"Nggak sama sekali Sin, justru dia meminta maaf dan berlaku lembut kepada ku"


Tiara pun menceritakan semua ucapan Bimo,saat dia berpura-pura tidur.Dia menceritakan segalanya, kecuali Bimo yang kentut ya readers


"Jadi, kamu sudah memaafkan Bimo?"


"hmm, entahlah Sin, aku bingung.Dilain sisi,aku tidak bisa melupakan apa yang telah dia perbuat.Tapi jujur Sin, didalam hatiku juga masih tetap tersimpan cinta untuknya" ucap Tiara lirih.


*****


Sementara itu Bimo dan Seno sudah tiba di rumah sakit.Mereka berdua terlebih dahulu keruangan dokter untuk memastikan hasil test DNA, sebelum mereka menemui Tiara nantinya.


"Bagaimana dok, aku sudah bisa mengetahui hasil test nya kan? ucap Bimo tidak sabar, setelah dia dan Seno dipersilahkan untuk duduk.


"Sudah pak Bimo, tunggu saya ambilkan hasilnya dulu" sahut Dokter


"Silahkan dok" Bimo mempersilahkan dokter itu.


" Pak Bimo, ini hasil testnya, anda bisa lihat,disini tertulis kalau anda dan Aarash memiliki kecocokan 99 persen." ucap dokter itu setelah kembali duduk di depan Bimo.


" Jadi maknanya, Aarash memang benar anak ku dok? ucap Bimo memastikan.


"Iya pak Bimo, nih hasilnya bisa anda bawa"ucap dokter itu sambil menyerahkan kertas yang berisikan hasil test DNA antara dia dan Aarash.


"Sen,mereka beneran anak-anak gue Sen, lihat ini, lihat kertas ini,mereka itu anak gue sen" ucap Bimo dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Iya Bim, iya. Mereka anak-anak lo" Seno memeluk Bimo sambl menepuk-nepuk bahu Bimo.


"Bim, lo jangan cengeng ah, malu masih ada dokter di sini, Air matanya lo simpan dulu buat nanti" bisik Seno membuat suasana yang tadinya haru, jadi ambyar.


"Sialan lo" ucap Bimo


"Dok, kalau begitu kami pamit dulu"


"Silahkan pak Bimo"


****


"Bim, si Tole hebat juga ya, sekali tembak dapat 2, ntar dua kali tembak dapat 4, tiga kali tembak dapat 6.begitu lah terus.lama-lama lo bisa bikin negara sendiri Bim,Lo presiden nya, warga nya anak lo semua hahahahaha" ucap Seno mengarang bebas.


"Diam lo Sen, ini rumah sakit bukan pasar"


"emang lo pernah kepasar?sok tau lo gimana suasana pasar"


"belum pernah sih Sen, tapi setidaknya gue pernah lihat di TV hehe."


" Jadi sekarang lo mau kemana Bim?"


" Ya udah, lo duluan aja ya,ntar gue nyusul lo. Gue mau ke toilet dulu" ucap Seno.


****


Dengan sangat pelan, Bimo membuka pintu ruangan VIP tempat Aarash di rawat.Akan tetapi, walaupun Bimo membuka dengan sangat pelan, tetap saja bisa mengalihkan perhatian dua wanita yang sedang bercengkerama di dalam.


" Eh ada Sinta rupanya! apa kabar Sin?" ucap Bimo basa- basi


"seperti yang kamu lihat,aku baik" sahut Sinta datar tanpa senyum sedikitpun.


"Aarash tidur ya ra?" tanya Bimo


"Iya, bukannya mata mu bisa melihat? udah tahu nanya lagi"ketus Tiara.


"hehehe, sengaja ra, aku kangen suara kamu,soalnya kamu dari tadi diam saja" ucap Bimo yang membuat Tiara mendelik.


Cklekk

__ADS_1


Seno masuk ke ruangan, yang membuat jantung Sinta langsung berdisko ria.Ya Sinta ternyata selama ini,diam-diam sudah mengagumi Seno.Tapi dia terlalu pintar untuk menutupinya, bahkan sahabatnya Tiara sendiripun tidak mengetahuinya.


Dengan gagah,Seno melangkah mendekati Bimo,dia menyapa Sinta dan Tiara untuk sekedar basa-basi.Lalu dia pun duduk di samping Bimo.


"Ehm,Tiara,sekarang, aku mau nanya kamu sekali lagi,dan aku harap, kali ini kamu bisa jujur" ucap Bimo yang tiba-tiba berubah serius.Sehingga membuat Tiara merasakan aura yang menakutkan.Dia merasa seperti terintimidasi, walaupun Bimo belum mengucapakan pertanyaaannya.


"Ra ,apakah ayah Aarash dan Aariz itu aku? tolong kamu jawab dengan jujur"


"Sudah berapa kali aku katakan padamu,mereka berdua itu bukan anak-anakmu" ucap Tiara, yang masih berusaha menyangkal.


"Mau sampai kapan kamu berniat menyangkal semua kebenaran ini ra? ok .. kalau kamu masih tetap menyangkal, tapi sekuat apa pun kamu berusaha untuk menyangkal,itu tetap tidak bisa menutupi kebenaran, kalau mereka adalah anak-anakku"


deg deg deg. Jantung Tiara berdegup dua kali lebih kencang,seperti habis lari marathon,wajahnya sudah terlihat sangat pucat paci,seperti tidak dialiri oleh darah.


"Ra, kamu boleh melihat hasil test DNA ini, yang menunjukkan kalau mereka berdua,benar-benar anak ku,apakah kamu mau menyangkal lagi?"ucap Bimo sambil menyerahkan kertas hasil test DNA ke arah Tiara.


Duarrrr


bagai petir disiang bolong,yang muncul tanpa adanya angin dan hujan,begitulah rasa kaget yang dirasakan oleh Tiara saat ini.Tiara juga sangat marah, karena Bimo sudah lancang melakukan test DNA tanpa persetujuannya.Dengan tangan gemetar dia mengambil kertas hasil test DNA itu,yang tanpa harus dilihatpun Tiara sudah yakin hasilnya pasti positif.Karena memang faktanya, kalau sikembar memang darah daging Bimo.


" Kenapa kamu begitu lancang melakukan test DNA ini tanpa persetujuanku, hah?" ucap Tiara penuh amarah.


"Apakah kalau aku meminta persetujuanmu, kamu akan mengizinkannya? aku yakin pasti tidak kan?"sahut Bimo dan membuat Tiara tidak bergeming.


Tiba-tiba Tiara menangis dan langsung berlutut di kaki Bimo.


"Bim tolong bim,jangan ambil mereka dariku, hanya merakalah harta yang paling berharga yang kumiliki. Anggap saja mereka tidak pernah ada" tangis Tiara di kaki Bimo.


Bimo, berjongkok dan meraih Tiara kepelukannya,hatinya sekarang begitu sakit melihat tangisan Tiara.Ternyata kesalah pahaman Tiara sudah sangat terlalu jauh.


"Ra, aku tidak akan menjauhkanmu dari anak-anak.Aku tidak sekejam itu. Aku justru mau berterima kasih ra, terima kasih karena sudah mau membawa mereka sampai ke dunia ini.Maafkan aku ra, maafkan kesalahan ku dulu.


bruakk..


Pintu terbuka dengan kencang, Amira muncul tiba-tiba,dengan memegang selembar kertas ditangannya.Kedua netranya sudah nampak berkaca-kaca memandang ke arah Tiara.


To be continue


please jangan lupa untuk like, vote dan komen. thank you.

__ADS_1


__ADS_2