YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Dimas Cemburu


__ADS_3

"Para hadirin yang terhormat, kalian semua pasti tahu,kalau aku dan saudara kembar ku, yang baru saja sah menjadi seorang istri, sudah lama terpisah.Saya begitu bahagia begitu tahu kalau aku ternyata memiliki saudari.Selama ini, aku selalu sendiri, tidak ada teman bermain, tempat saling bercerita selain mami.Sekarang aku sudah memilikinya.Aku baru saja merasakan bahagianya punya saudara, eh, si Bimo, dengan lancangnya langsung membawanya lagi.Emang dia gak ada akhlak kan? "Suara tawa menggema di ruangan itu,mendengar ucapan Amira,kecuali Bimo yang cemberut,merasa kesal dengan Amira.


"Tapi, aku bahagia kok, melihat adikku bahagia.Untung aku juga akan segera menikah,kalau tidak aku mungkin akan nangis guling-guling gak mengizinkan adikku menikah.Amara, Tiara atau siapapun namamu, terima kasih buat kebersamaan kita selama ini.Walaupun kita hanya sebentar saja tinggal dibawah atap yang sama, aku berharap agar kebersamaan kita tetap berlangsung untuk selamanya. Selamat berbahagia ra, semoga kamu bahagia selalu.Kalau Bimo menyakitimu, jangan sungkan untuk memberitahukan padaku,biar aku suruh Seno yang menghadapinya.Karena jujur aku tidak seberani itu menghajar dia" .Lagi-lagi suara tawa terdengar memenuhi ruangan itu. Tiara terlihat tertawa dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.Karena dia tahu dibalik guyunon Amira ,terselip kasih sayang yang besar kepadanya.


"Selama kita bersama, aku sering mendengarmu bernyanyi.Mungkin besok dan seterusnya aku akan jarang mendengar nyanyian mu lagi, boleh tidak sekarang kamu menyanyi untuk ku?please! "Mohon Amira dengan wajah memelas yang dibuat-buat.


Tiara mendengus kesal, mendengar permintaan Amira.Karena dia tahu kalau ini pembalasan Amira karena mengusilinya tempo hari,dengan mengirim photo tidur mangapnya ke Seno. Tiara sudah minta maaf, tapi Amira mengatakan kalau dia akan memaafkannya, dengan syarat, Tiara dapat memenuhi satu permintaannya,yang akan dia utarakan dihari pernikahannya Tiara nanti.


"Nyesel aku terharu tadi" gumam Tiara.Tapi dia tetap melangkah ke panggung,untuk memenuhi permintaan Amira.


" Saya akan bernyanyi sesuai dengan permintaan kakaku tercinta.Tapi aku tidak akan bernyanyi untuk kakak ku,tapi lagu ini ku persembahkan untuk suami ku Bimo. Maaf kalau suara ku tidak berkenan di telinga anda sema" Amira mencebikkan bibirnya mendengar ucapan Tiara.


"Sayang,terima kasih buat cintamu, terimakasih juga sudah menjadikan aku dewi di hatimu. I love you Bimo" ucap Tiara, yang membuat Bimo terharu, sekaligus khawatir kalau-kalau suara Tiara akan merusak gendang telinganya dan para tamu undangan.


Tiara memejamkan matanya mengikuti alunan musik, lagu sang Dewi yang di populerkan oleh penyanyi papan atas ** DJ.Di saat dia mulai bernyanyi Bimo menutup matanya,bukan karena ikut meresapi,tapi karena takut. Tapi begitu Tiara mulai mengeluarkan suara, Bimo membelalakan matanya, mendengar suara Tiara yang begitu merdu.


Suara gemuruh tepuk tangan menggema,begitu Tiara mengakhiri lagunya. Bimo tanpa tahu malu,memeluk Tiara dengan erat.Hatinya begitu sakit dan terharu,begitu mendengar syair demi syair lagu yang dinyanyikan Tiara, yang sangat cocok dengan apa yang dialami oleh Tiara.


"Mir, kalau Tiara kan pintar memasak, dan ternyata dia juga bisa bernyanyi.Kalau kamu bisanya ngapain?, jangan bilang kamu juga bisa bernyanyi, karena kamu tarik nafas aja udah fales" ucap Seno gak pake mikir. Yang membuat Amira mengembungkan pipinya menahan marah.


" Kamu mau tahu, aku pintarnya ngapain? aku pintarnya bergoyang, apalagi nanti kalau bergoyangnya di kamar, aku jamin kamu bakal klepek-klepek" bisik Amira di telinga Seno dengan suara yang dibuat dengan sedikit mendesah. Seno refleks menelan ludahnya sendiri mendegar ucapan mesum calon istrinya itu.

__ADS_1


*****


"Selamat ya ra,bahagia selalu" Sinta memeluk Tiara dengan mata berkaca-kaca.Dia adalah satu-satunya orang yang mengetahui, dan melihat secara langsung bagaimana perjuangan Tiara selama ini.Dia begitu bahagia,melihat sahabatnya sudah bersatu dengan cinta sejatinya.


"Terima kasih Sin ! semoga kamu cepat nyusul ya! "Tiara tersenyum dan membalas pelukan Sinta.


"Apaan sih ra? mau nyusul dengan siapa? pacar aja gak punya! " Sinta mencebikkan bibirnya dan beranjak turun dari pelamin itu.bukan karena dia tidak mau berlama-lama di tempat itu,tapi karena sudah banyak antrian yang ingin mengucapkan selamat juga kepada pasangan suami istri baru itu.


"Hai cantik, boleh kenalan kan? kenalkan saya Steven Adi Renaldy.Kamu bisa panggil aku Steve, pasti tahu kan siapa keluargaku? ucap seorang pemuda dengan sombongnya ke Sinta yang baru saja turun dari pelaminan.


"Saya Sin.."


"Eh, sayang, saya cariin dari tadi,ternyata kamu disini" Dimas tiba-tiba saja muncul dan langsung meraih tangan Sinta sebelum dia menjabat tangan pemuda yang bernama Steve itu.


"Oh, saya Dimas, pacarnya" Dimas tanpa sungkan langsung merangkul pinggang Sinta dengan mesra. Sinta terlihat bingung melihat tingkah Dimas.


"Sejak kapan aku jadi pacarnya?" Batin Sinta.


"Oh, ya? tapi sepertinya nona ini merasa tidak nyaman dengan anda!" Steve, memicingkan kedua matanya,curiga.


"Oh, kami tadi ada sedikit masalah".

__ADS_1


"Maafkan aku ya sayang" Dimas menangkup pipi Sinta dengan kedua tangannya,dan menatap dalam manik mata Sinta.


Sinta merasa terhipnotis dengan tatapan Dimas.Ada getaran aneh yang menyelinap ke hatinya.Ingin rasanya dia menepis tangan Dimas dari pipinya dan menyangkal perkataan Dimas.Tapi entah kenapa bukan kalimat sangkalan yang keluar, justru dia mangut-mangut,seakan membenarkan kalau mereka sedang berpacaran,dan sedang ada masalah.


Steven berlalu dari tempat itu dengan perasaan dongkol.Tadinya dia merasa,bahwa Sinta bisa dijadikannya sebagai koleksi mainannya.


Dari jauh,Bimo sedikit bingung melihat interaksi antara Dimas dan Sinta.Tapi dia tidak menampik ada kebahagiaan yang dia rasa, seandainya Dimas benar-benar ada hubungan dengan Sinta.Setidaknya itu bisa mengurangi rasa bersalahnya dan dia tidak merasa was-was lagi,kalau Dimas akan mendekati Tiara lagi.


"Ehem,ehem,Dim, orangnya udah pergi,cukup aktingnya" ucap Sinta menyadarkan Dimas yang juga entah kenapa ikut terpaku saat menatap Sinta tadi.


"What?? dia bilang kalau gue akting?, tapi apa iya, aku beneran jatuh cinta sama dia? kok secepat ini sih? " batin Dimas bingung.


Sebenarnya dari tadi Dimas sudah memperhatikan Sinta,semenjak dia memasuki ballroom.Dia begitu terpesona dengan penampilan Sinta,yang tampil begitu cantik dan elegan dengan balutan gaun panjang berwarna kuning gading,yang sangat kontras dengan kulit putihnya.Riasannya juga sangat sederhana.


Dimas menyadari kalau Steve dari tadi juga sudah memandang kagum Sinta.Entah kenapa, ada perasaan tidak senang, dan ingin marah melihat ada laki-laki lain yang memandang kagum Sinta.Dan entah dorongan dari mana, dia segera menghampiri Sinta begitu dia lihat kalau Steve juga melangkah mendekati Sinta.


Dimas juga baru menyadari, kalau dari tadi dia tidak merasakan sakit sedikitpun di dadanya melihat keromantisan yang disuguhkan oleh Bimo dan Tiara.Dia justru merasa sangat bahagia melihat itu semua.


"Apakah ini yang namanya cemburu? apakah aku udah jatuh cinta pada Sinta,karena dia yang selalu menguatkan ku disaat aku patah hati? " Dimas berbisik pada dirinya sendiri. Merasa bingung dengan perasaannya sendiri.


TBC

__ADS_1


Please untuk tetep meninggalkan jejaknya ya sayang.like vote dan komen. Karena masih acara pernikahan, Bimo dan Amira masih menerima hadiah.baik itu bunga ,kopi atau yang lainnya.Thank you🥰🥰🤗


__ADS_2