
Akhirnya setelah, puluhan kali buka membuka, sekarang tinggallah kotak terakhir yang hanya sebesar kotak jamu.Mata Bimo membesar melihat isi kado Seno yang tidak ada akhlak.Dan yang paling mengesalkan adalah pesan yang ditulis Seno di dalam secarik kertas itu.
"Senoooo" Teriak Bimo geram. Tiara justru tertawa terbahak-bahak melihat isi kado dan pesan itu.Tiara semakin tertawa, sambil memegang perutnya,ketika melihat ekspresi wajah kesal Bimo .
Gimana Bimo tidak kesal,ternyata kadonya cuma berupa ko***m dan pil obat kuat.Dan yang paling membuat kesal adalah, isi pesannya.
"Selamat menikmati malam pertama,eh, salah, malam kedua maksudnya.soalnya malam pertama kan udah pernah, walaupun penuh pemaksaan sih!. Maaf, gue hanya bisa kasih lo hadiah ini,karena menurut gue,yang paling lo butuhkan hanya dua benda ini. Gue sengaja kasih ko***m ini, karena gue tahu, kalau ular lo sungguh berbisa. Dulu sekali sembur aja,Lo berhasil membuat Tiara kenyang 9 bulan dan jadi dua anak.Jadi, gue yakin malam ini,ular lo gak akan cukup menyemburkan bisanya satu atau sampai dua kali,pasti lebih. Jadi, gue gak sanggup ngebayangin kalau itu sampai terjadi.satu kali sembur,2 anak, 3 kali sembur 6 anak, Kalau lebih gimana? Akh gue aja sampai pusing menghitungnya Bim.Jadi kalau pake ko***m kan lebih aman ! Kalau masalah obat kuat, you know lah, untuk apa?. Salam santuy dari Seno.Sahabat lo yang paling baik,paling pengertian dan yang terutama paling tampan (walaupun cuma sekomplek).
"Dasar teman gak ada akhlak, dia kira gue lemah apa? gue tidak butuh ini semua! "gerutu Bimo,meremas kertas itu dan membuangnya ke tong sampah,sekalian ko***m dan Pil kuat itu.
Tiara berusaha menahan ketawanya,sampai terdengar bunyi ngik ngik dari mulutnya.
"Kamu kok tertawa? senang ya suami kamu diledekin seperti itu? atau kamu juga berpikiran sama kaya Seno? " Bimo menatap Tiara dengan sorot mata yang sangat tajam.
"Nggak kok sayang! udah, sekarang kamu mandi dulu ya " Ucap Tiara lembut sambil mengelus dada Bimo. Maksud hati ingin menenangkan amarah Bimo, Amarah berhasil diredakan,tapi yang lain justru bereaksi.
"Mandinya entar aja yang! sekarang aku lapar "
"Oh, kamu mau makan apa? biar aku pesan sekarang."
"Aku tidak mau makan apa-apa,aku cuma mau memakanmu sekarang" tanpa aba-aba, Bimo langsung menerkam Tiara yang belum siap sepenuhnya. Dia me***at bibir tipis milik Tiara.
Wajah Tiara terlihat pucat dan ketakutan,Karena tindakan Bimo yang tiba-tiba. Kejadian 7 tahun yang lalu langsung terlintas di kepalanya.Sejujurnya, Tiara masih sedikit merasakan trauma,apalagi Bimo langsung main terkam begitu saja.
__ADS_1
Karena Tiara tidak ada reaksi sama sekali, Bimo menghentikan aksinya,dan kaget melihat wajah pucat Tiara.
"Ka-kamu kenapa sayang?" tanya Bimo panik.
Tiara tidak menjawab sama sekali, nafasnya terlihat turun naik,sehingga membuat Bimo semakin panik.Bimo memeluk Tiara dengan erat, dan kali ini lebih lembut sehingga Tiara merasa lebih tenang.
"Ma -maaf sayang, aku tidak bermaksud membuat mu takut.Apakah kamu masih trauma dengan kejadian dulu? " tanya Bimo lembut dan hati-hati.Hati Bimo terasa sesak begitu melihat Tiara menganggukan kepalanya.Dia tidak menyangka,perbuatannya dulu bukan hanya membuat Tiara menderita tapi juga meninggalkan trauma, yang sukar dilupakan oleh Tiara.
"Maafkan aku, maafkan aku " Bimo menangis sambil kembali memeluk erat Tiara yang akhirnya juga ikut menangis sesunggukan.
"Bim, aku yang seharusnya minta maaf, karena tidak bisa menjadi istri yang seutuhnya buat mu"
"Kamu tidak salah sayang, justru ini terjadi karena perbuatanku di masa lalu.Aku tidak akan memaksamu lagi,aku akan sabar menunggu sampai kamu siap." Ucap Bimo tersenyum sambil mengelus rambut panjang Tiara.
Tiara dari tadi *******-***** tangannya, dia merasa sangat gugup sekali menunggu Bimo keluar dari kamar mandi. Tiara bertekad untuk melawan semua rasa traumanya dengan bersedia melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.
Hampir setengah jam, Bimo berada di kamar mandi,menangis menyesali perbuatannya di masa lalu. Dengan hanya memakai handuk Bimo keluar dari kamar mandi, dan dia melihat Tiara sudah menyiapkan celana pendek, dan baju kaus serta pakaian dalam di atas ranjang.
Bimo meraih pakaian yang disiapkan oleh Tiara,dan bermaksud langsung memakainya.Tapi sebelum dia memakainya,tiba-tiba Tiara memeluknya dari belakang,sehingga buah melon kelebihan mateng milik Tiara, sangat terasa menempel dipunggungnya. Hingga darah Bimo berdesir dan dadanya bergemuruh menahan keinginannya yang sudah hampir mencapai ubun-ubun.
"Sayang, please, jangan pancing aku lagi! aku tidak mau membuat kamu ketakutan lagi! " ucap Bimo dengan nafas yang naik turun.
"Aku udah siap kok yang,tapi pelan-pelan ya! mungkin tadi, karena kamu tiba-tiba saja langsung main samber,makanya reaksiku jadi seperti itu"
__ADS_1
" Serius, sayang? "tanya Bimo kaget seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Tiara kembali menganggukan kepalanya degan malu-malu.
Bimo yang mendapat kesempatan,langsung berbalik menatap Tiara yang menundukkan wajahnya karena malu.Dengan lembut Bimo mengangkat dagu Tiara dan dengan lembut dia mengecup bibir Tiara. Mula-mula Bimo cuma sedikit menempelkan bibirnya ke bibir Tiara,tapi karena tidak mendapat perlawanan, kecupan itu, lambat laun berubah menjadi lu***an. Lagi-lagi Tiara tidak terlihat memberontak,justru Tiara sekarang sedikit membalas ciuman Bimo.
Bimo mengeksplor mulut Tiara dengan lidahnya, Bibirnya kini berpindah ke leher Tiara dan memberikan tanda kepemilikan di sana.Tangan Bimo juga sudah mulai ikut bereaksi.Dengan perlahan Bimo membuka satu persatu kancing piyama,yang masih menempel di tubuh Tiara.Pemandangan yang tadi sudah sempat dilihat olehnya, kini dapat kembali dilihatnya.Bukan hanya dilihat saja,kini Bimo pun diizikan untuk mendaki gunung himalaya milik Tiara hingga mencapai puncaknya.(Skip, cukup segitu saja, takutnya nanti tidak lolos review sama admin๐)
Sudah tidak terhitung berapa kali, Tiara mendapat pelepasan karena ulah Bimo.Bimo seakan tidak ada capeknya untuk mendaki gunung dan menggarap sawah milik Tiara.
Setelah pergulatan panas antara Bimo dan Tiara selesai.Kini mereka berdua terkulai lemas dengan sisa-sisa kenikmatan yang masih terasa.Tubuh mereka masih masih menempel bulir-bulir keringat.
"Terima kasih sayang" ucap Bimo, meraih Tiara kepelukannya dan mencium puncak kepala Tiara dengan lembut.
Tiara sama sekali tidak menjawab,dia hanya tersenyum dan langsung membenamkan kepalanya ke dada Bimo untuk mencari kehangatan di sana.
Tanpa menunggu lama, dan mungkin juga karena kelelahan,mereka berdua pun akhirnya tertidur dengan keadaan berpelukan tanpa sehelai benang pun yang menempel ditubuh mereka.
**TBC
Please like,vote dan komennya ya guys.
Kalau boleh,please kasih vote rekomendasinya untuk novel ini,karena semakin banyak vote rekomendasi,semakin besar kesempatan novel ini dilihat oleh readers-readers lain.
Buat yang sudah kasih vote rekomendasinya,author ucapkan banyak terima kasih.๐ค๐ค๐ค**
__ADS_1