YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Curahan hati Sinta


__ADS_3

Seno terhenyak mendengar ucapan Bimo.kedua matanya membulat dengan sempurna dengan mulut sedikit menganga.


"Lo, gak usah mengada-ngada deh Bim, Sinta suka gue? Ha..ha..ha kayanya lo lagi ngigau deh Bim! Seno menggeleng-gelengkan kepalanya,tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Terserah lo deh Sen, kalau gak mau percaya! Gue aja susah untuk percaya, ketika Tiara ngomong, kalau wanita secantik Sinta bisa suka sama lo.Gue kirain wanita se isi sekolah sukanya sama gue,ternyata ada juga yang diam-diam suka sama lo.hahahahaha"


Alis Seno dari tadi sudah berulang kali naik turun dan ekor matanya sudah bergerak melirik ke arah Dimas sebagai kode untuk menghentikan tawa Bimo yang benar-benar tidak peka akan perasaan Dimas sekarang.


"Hemm, kenapa ya setiap wanita yang kusuka, ternyata selalu suka sama laki-laki lain? Dan yang bikin gue kesal, sukanya sama kalian berdua?Kalau tau begini, mending gue gak kenal lo berdua sekalian.Apa sih lebihnya kalian berdua yang tidak aku miliki? ucap Dimas lirih,yang membuat Bimo refleks menghentikan tawanya.


"Tapi,gue gak pernah ada perasaan sedikitpun sama Sinta Dim, jadi lo masih punya kesempatan,buat dapetin hatinya.Beda sama kasus lo sama Bimo.Mereka berdua itu saling mencintai. Sinta mungkin belum melihat sesuatu yang tersembuyi dari lo.Nanti kalau dia sudah melihatnya,dia pasti akan sayang sama lo.Jangan patah semangat.Tunjukkan pada Sinta kalau lo benaran tulus sama dia" Seno menepuk-nepuk pundak Seno untuk meyalurkan semangat tidak mudah menyerah.


"Iya,Dim, jangan langsung patah semangat gitu dong! Cheer up man!" timpal Bimo.


"Iya Dim,lagian sepertinya Sinta tidak punya perasaan apa-apa lagi sama gue!.Gue bisa jamin itu!


"Ya, mungkin bisa jadi begitu.Tapi sekarang, justru dia sudah suka sama yang lain bukan sama gue. Aargghhh...!" Dimas meremas kencang sprey kasurnya dengan geram.


"Kamu yang sabar ya Dim.Mungkin suatu saat kamu akan menemukan kebahagiaan kamu yang sebenarnya " ucap Seno merasa prihatin, dengan kondisi Dimas yang lebih buruk dari kejadian ketika ditolak sama Tiara.


*****


Sementara itu, Sinta sekarang sedang berada di rumah Bimo dan Tiara,untuk mengunjungi sahabat sekaligus untuk melihat keaadan Tiara yang sedang hamil.


Sudah hampir sejaman mereka berdua melepas rindu,bertukar kabar dan saling bercanda.


"Sin, kamu gak ada niat ya buat cari pacar? biar kamu gak sendiri terus! "celetuk Tiara tiba-tiba.


"Kenapa? kamu gak mau aku ganggu sama Bimo? cebik Sinta kesal mendengar pertanyaan Tiara.


"Bukan gitu Sin,aku cuma berharap,sahabatku ini cepat nyusul aku. Kamu emang gak mau punya anak-anak yang lucu kaya aku?"

__ADS_1


Sinta menarik nafas dalam-dalam dan mengehembuskannya keluar dari mulutnya dengan sekali hentakan.


" Bukannya akubtidak mau Ra, tapi itu dia, gak ada yang mau sama aku!" ucap Sinta lirih.


"Jangan bilang kalau kamu masih suka sama Seno ! " selidik Tiara memicingkan kedua matanya.


"Hmmm, Aku udah ikhlas Ra dari dulu.Karena aku tahu,kalau Seno dari dulu juga tidak pernah ada rasa buatku barang secuil pun.Justru sekarang aku lagi bingung dengan perasaan ku sama seseorang.Mungkin karena kami sering menghabiskan waktu bersama,dan memahami karakter masing-masing, aku sepertinya mulai suka sama dia Ra! "


"Apakah aku, mengenal orang itu?"


"Iya, kamu sangat mengenalnya Ra."


"Apakah dia ka Dimas?"


Sinta tercekat karena tebakan Tiara sama sekali tidak meleset.Sinta menghela nafasnya dengan berat.Matanya kini tampak sudah mulai berkaca-kaca,berusaha untuk menahan agar air matanya tidak keluar.


"Iya Ra.Awalnya aku menganggap dia sebagai teman yang butuh dukungan seseorang,karena patah hati yang dia rasakan.Seiring berjalannya waktu aku mulai merasa nyaman bersamanya.Bersama nya aku seperti menemukan diriku sebenarnya.Aku bebas berekspresi tanpa harus menjaga image,Aku selalu bisa tertawa terbahak-bahak dengan leluasa melihat tingkah lucunya.Aku mulai merasa ada yang hilang ketika dia tidak ada menghubungi aku seminggu ini Ra! Mungkin dia sudah tidak membutuhkan aku lagi sekarang Ra" ujar Sinta yang masih bisa tersenyum walaupun terkesan memaksa.


"kenapa kamu tidak berkata jujur saja tentang perasaanmu Sin?"


Tiara menghela nafasnya merasa prihatin dengan keadaan sahabatnya.


"Udah..udah kenapa jadi bahas aku sih?.sekarang aku mau tanya, apakah ponakan aunty didalam sini baik-baik saja? Sinta mengelus perut Tiara tanpa meninggalkan senyuman yang tetap tersungging di bibirnya.


Tiara tahu, kalau senyuman yang ditunjukkan oleh Sinta,hanya ingin menunjukkan kalau dia baik-baik saja.


"Sin, berhentilah berpura-pura tegar! kalau kamu ingin menangis, menangislah....setidaknya dengan kamu menangis dan menumpahkan semua keluh kesahmu,hati kamu bisa sedikit tenang" Tiara meraih pundak Sinta,dan membawanya dalam pelukannya.


Bahu Sinta kini sudah turun naik,karna air mata yang dari tadi sudah mati-matian dia tahan,akhirnya merembes keluar membasahi pipinya, begitu mendengar ucapan Tiara sahabatnya.


"Apakah sekarang,aku terlihat menyedihkan Ra? Apakah aku tidak layak untuk mencintai dan dicintai Ra?" ucap Sinta tersendat-sendat disela-sela isakannya.

__ADS_1


"Kamu sangat layak untuk dicintai Sin. Justru orang yang mendapatkan cintamu akan menjadi orang yang sangat beruntung di dunia ini.Saran saya, coba kamu ungkapkan perasaan kamu yang sebenarnya sama ka Dimas.Kita tidak akan pernah tahu isi hati seseorang kalau kita tidak mengungkapkannya.Kamu bisa lihat sendiri aku dan Bimo.Kami tidak akan pernah tahu perasaan kami masing-masing seandainya salah satu dari kami tidak jujur."


"Tapi saya tidak seberani itu Ra." ucap Sinta lirih dan tidak lupa untuk menghela nafasnya.


"Oh ya, ini sudah sore banget.Kayanya aku harus pamit Ra!.Lagian Bimo juga pasti sebentar lagi juga akan pulang. "


" Oh, Bimo hari ini agak telat pulangnya Sin, karena tadi katanya dia mau ke rumah sakit dulu sama Seno,jenguk......"


"Halo,sayang,kamu udah di jalan pulang ya?"


"............"


"Aku mau dibawain, ketoprak, gado-gado, Ayam penyet, emm apa lagi ya? oh aku juga mau mie ayam, sama martabak deh sayang!"


"..........."


"Udah, itu aja dulu.nanti kalau aku mau sesuatu lagi, nanti aku bisa minta ke kamu lagi".


" ......."


"Ok, sayang,hati-hati di jalan ya!ummuach! Tiara meletakkan ponselnya kembali ke atas meja setelah selesai menjawab panggilan dari Bimo.


"Ra,lo yakin makan semua itu?" Sinta menggeleng-gelengkan kepalanya,mendengar permintaan Tiara yang banyak. Tiara hanya cengengesan menanggapi keheranan Sinta.


"Ra, emang siapa yang sakit?" Sinta bertanya kembali, karena tadi Tiara tidak menyebutkan siapa yang sakit karena keburu menjawab panggilan Bimo.


"Oh itu Sin,ka Dimas yang sakit.Katanya dia terlalu porsir bekerja seminggu ini dan tidak memperhatikan makanannya."


"Ra, kayanya aku harus pamit pulang sekarang! Aku lupa,kalau aku ada urusan penting" Sinta berdiri, dan beranjak meninggalkan Tiara dengab sedikit terburu-buru.


"Sin..Sin masih aja gengsi." gumam Tiara dengan menyunggingkan seulas senyuman di bibirnya,menatap kepergian sahabatnya,yang dia yakin pasti menuju tempat dimana orang yang ada di hatinya berada kini.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa untuk tekan like,vote dan komen.Thank you


__ADS_2