YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Bimo bucin


__ADS_3

"Kayanya gue berubah pikiran Bim" ucap Dimas dengan sinis.


" ma -maksud kamu apa Dim? "


"Maksud gue,gue tidak akan mundur.gue akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hatinya!"tegas Dimas sambil menunjuk ke arah Tiara.


" sekeras dan sekuat apa pun,cara kamu Dim,aku akan tetap mempertahankannya juga dengan berbagai cara dan sekuat tenaga" ucap Bimo berapi-api sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Dan sekuat apapun, ka Dimas berusaha,hatiku tidak akan pernah berubah" timpal Tiara.


"Hahahaha, wajah kalian lucu! serius amat lo Bim! tegang banget tuh muka.Gue cuma bercanda kali, Gue cuma mau melihat reaksi kalian berdua bagaimana!" Dimas tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya.


"Dan kamu Bil,kamu tenang aja,aku tidak akan pernah menarik kata-kataku.aku akan tetap menganggap kamu adik ku sendiri".Dimas tersenyum ke arah Tiara.Tangannya terulur hendak membelai rambut Tiara.Tapi tangan Bimo dengan cepat menarik Tiara kepelukannya.Dia tidak rela, ada tangan laki-laki lain menyentuh Tiaranya.Sepertinya sifat posesif Bimo kumat lagi.


"Ih, pelit amat lo Bim, baru cuma mau nyentuh kepalanya, reaksi lo udah begitu amat!" protes Dimas sewot.


"Kayanya mulai sekarang kamu harus hati-hati Bil, kamu harus jaga jarak dari semua laki-laki, kalau lo tidak mau,cowok bucin bin posesif yang disamping lo ini gila" ucap Dimas sarkasme.


Amira ,pun Seno tertawa terbahak-bahak mendengar sindiran Dimas.Sedangkan Tiara yang malu-malu, menyembunyikan wajahnya dipunggung Bimo,yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya.


"Kayanya kita harus pulang deh ra, mami sama papi, pasti khawatir" ujar Amira.


"Nggak boleh! biar Tiara di sini bersamaku" Bimo memeluk erat Tiara seakan takut untuk berpisah.


"Hei, tuan Bimo yang terhormat, enak aja lo nahan-nahan adik gue! lo kawinin dulu, baru lo ada hak buat nahan adik gue di sini"


"kawinnya kan udah yank, walaupun secara paksa sih,nikahnya aja yang belum" timpal Seno tanpa disaring.


"Eh iya,ya yank! bahkan sudah punya dua buntut lagi" sahut Amira.

__ADS_1


"kalian berdua bisa diam gak? kalau ngomong tolong pake saringan, kalian gak lihat wajah Tiara udah kaya tomat!"ucap Bimo sambil membenamkan wajah tiara ke dadanya.


"Eh Bimo,lo gak ada rencana gitu buat ucapin terima kasih pada kita-kita? kayanya dari tadi gue tunggu-tunggu inisiatif lo,buat ngucapin terimakasih tapi kayanya lo gak punya niat sama sekali." Sindir Seno


"Hehehe, thank you ya Sen, Dim, gara-gara ide kalian berdua, gue sama Tiara bisa bersama sekarang" ucap Bimo tulus.


"Hei, itu gak gratis Bim!"


" maksudnya Sen? lo mau gue naikin gaji,ok gue naikin nanti"


" enak aja, gue gak mau cuma naik gaji doang"


" Jadi mau lo apa Sen? lo ikhlas gak sih nolongin gue?


"hehehe, ikhlas Bim, cuma kalau dikasih reward sih,gue gak nolak"


"Ok, ok, sekarang lo ngomong yang jelas aja.lo mau apa sebagai imbalan?"


"udah Sen, gak usah berbelit-belit, lo mau hadiah apa?" desak Bimo.


"gue gak butuh hadiah apa-apa Bim, gue cuma mau semua biaya pernikahan gue nanti lo yang nanggung,hehehe" ucap Seno cengengesan.


"itu mah namanya lo ngerampok gue Seno Mahardika.Gak modal amat lo mau nikah, Mir, lo mau nikah sama cowok yang gak modal seperti dia? tanya Bimo ke Amira sambil menunjuk muka Seno.


"Itu mah, tandanya ayang beb gue,pintar nyari kesempatan Bim, kalau ada yang gratis ngapain susah -susah buat bayar! Aku justru senang, berarti nanti uang kami gak berkurang.iya gak yank? " Amira bergelayut manja di lengan Seno.


" Kalian berdua memang sama-sama tidak waras, ya udah gue setuju." ucap Bimo mengalah.karena menurut dia biaya pernikahan Seno nantinya gak sebanding dengan kebahagiaan dia malam ini.


" Yes, thank you Bimo, lo memang sahabat terbaik gue" Girang Seno seperti menampatkan jackpot.

__ADS_1


"Sepertinya gue mau pamit pulang dulu"soalnya besok gue mau ke Bandung,ada hal penting yang harus gue urus disana" pamit Dimas yang merasa seperti makhluk astral yang transparan, diantara dua pasangan yang sedang kasmaran itu.


"Oh ok, Dim, hati-hati di jalan" ujar Bimo sambil memeluk dan menepuk-nepuk pundak Dimas.


"sip, tapi ingat pesan gue, jangan sekali-kali lo nyakitin Billa eh Tiara, kalau sekali aja gue dengar lo nyakitin dia, lo akan berhadapan dengan gue."tegas Dimas.


" Gue gak bisa janji Dim untuk selalu membahagiakan dia, tapi gue akan selalu berusaha yang terbaik, untuk menjaga dan membuat dia bahagia"


" Bil,gue pamit dulu, jaga diri lo baik-baik,dan jangan sungkan buat ngasih tahu aku, kalau Bimo membuat kamu sedih"


"Iya ka,terima kasih buat segala perhatian kaka.Kakak hati-hati di jalan,dan titip salam buat Sinta nanti bila kaka udah sampai di Bandung"


"ok, sip" Dimas mengancungkan jari jempolnya.Dia melangkah pergi, tapi sejurus kemudian, Dimas berbalik lagi dan dengan cepat dia memeluk serta mencium puncak kepala Tiara,lalu dia berlari sebelum mendapat amukan singa jantan yang pastinya cemburu dan tidak rela miliknya di sentuh.


" Dimassss, awas lo ya" kesal Bimo hendak mengejar,tapi urung karena tangannya ditahan oleh Tiara.


"Yang mana tadi di sentuh sama si brengsek itu?" ucap Bimo sambil menepuk-nepuk pelan, tubuh Tiara, guna menghilangkan bekas pelukan Dimas. Mellihat hal itu, Tiara merasa terharu dan bahagia, dia tidak menyangka bahwa pria yang dicintainya, juga mencintainya.Dulu dia merasa, sosok Bimo hanya akan menjadi impian nya belaka,karena dia merasa bagaikan sebutir debu,diantara banyaknya wanita-wanita cantik diluaran sana, yang menginginkan Bimo.


"Bim, gue sama Tiara mau pulang, takutnya nanti mami sama papi khawatir" ujar Amira menghentikan sikap posesif Bimo.


"Mir bisa gak gue aja yang mengantarkan Tiara pulang? gue masih mau sebentar lagi bersama dengan Tiara" mohon Bimo.


"Hari esok kan masih ada Bim? ok baiklah,tapi jangan lama-lama.Ayo mas Seno, antar aku balik.kita pakai mobil ku aja,jadi nanti kamu bisa balik sama Bimo,kalau dia udah ngantar Tiara balik" ucap Amira sambil menarik tangan Seno sang kekasih.


"Jadi kalau Bimo nantinya lama yank ngantar Tiaranya bagaimana?" masa aku harus sampai jamuran nungguin dia saja, kita naik mobil ku aja ya ? mobil kamu di tinggal aja dulu di sini " Seno berusaha melakukan penawaran.


" Nggak, pokoknya naik mobil aku.kalau Bimo lama ngantar Tiaranya, kamu bisa nginap, kamu tidur dikamar aku juga boleh, biar kita bisa melakukan kekhilafan yang tertunda" bisik Amira menggoda, sehingga Seno menelan ludahnya sendiri.


**Tbc

__ADS_1


dukung saya dengab like, vote dan komen.jangan lupa buat kasih hadiah sera rate bintang 5 ya guys.thank you and love you all**


__ADS_2