YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
193 "Selamat Jalan Kakek"


__ADS_3

Mobil mewah milik Ricky yang membawa Bella dan Tasya digiring masuk oleh beberapa pengawal, karena sepanjang jalan telah dipenuhi dengan mobil yang terparkir dipinggiran jalan juga banyak pelayat yang berbondong-bondong ikut menyaksikan prosesi pemakaman kakek Ronald.


Karena kakek Ronald terkenal dengan sosoknya yang selalu ramah, tidak sombong dan selalu ceria juga sangat baik dengan siapa saja.


Banyak yang berantusias untuk melayat dan memberi doa untuk kakek Ronald. Terutama para kolega-kolega bisnis kakek Ronald juga Ricky.


Mereka menyempatkan untuk datang melayat memberikan penghormatan untuk yang terakhir kalinya sebelum jenazah kakek Ronald disemayamkan.


Mobil mewah Ricky yang membawa Bella dan Tasya telah berhasil masuk diparkiran khusus kerabat dari Grissham. Beberapa pengawal selalu mengikuti langkah Bella dan Tasya menuju pemakaman kakek Ronald.


Bella melihat suaminya yang sedang berdiri disamping keranda kakek Ronald dengan sedikit menundukkan wajahnya dan tatapannya tampak kosong.


Ia segera mendekati suaminya. Ricky menoleh saat istrinya mendekatinya lalu ia memeluk erat istrinya.


Bella menangis dipelukan suaminya. Ricky melepaskan pelukannya dan menatap istrinya lalu mengusap airmata istrinya dengan lembut.


"Jangan menangis! Untuk saat ini aku membutuhkanmu untuk menguatkanku!" Ucap Ricky sambil mengusap kembali airmata istrinya.


Bella hanya menganggukan kepalanya kemudian memberikan senyuman manisnya kepada suaminya sebagai kekuatan supaya suami tetap tabah dan ikhlas menghadapi kenyataan yang telah terjadi.


Kemudian Kyai Umar memimpin Ricky untuk segera memakamkan jenazah kakeknya. Ricky berserta Dion dan Leo masuk kedalam liang kubur dan beberapa santri Kyai Umar membantu mengangkat jenazah kakek Ronald dab diserahkan kepada Ricky yang sudah berada didalam liang kubur bersama Dion dan Leo.


Saat memasukkan jenazah kakek Ronald ke dalam lubang kubur, jenazah kakek Ronald diletakkan dengan mendahulukan kepala dan kemudian meluruskan kakinya.


Pada saat meletakkannya di liang lahat Ricky membaca doa dengan pelan.

__ADS_1


"Bismillahi wa 'ala sunnati Rasulillahi shallallรขhu' alaihi wa sallam!"


[artinya: Dengan Nama Allah dan atas agama Rasulullah]


Kemudian Ricky memiringkan jenazah kakeknya ke sebelah kanan, menghadapkannya ke arah kiblat. Setelah jenazah kakeknya diletakkan secara pelan di dasar kubur, Ricky melepas tali ikatannya dimulai dari kepala dan membuka kain yang menutupi pipi serta jari-jari kaki sehingga bisa menempel ke tanah.


Setelah itu ia menutup jenazah kakeknya menggunakan beberapa papan kayu dengan memberikan rongga yang cukup di sela-selanya. Setelah itu beberapa dari mereka yang ikut mengantar jenazah kakek Ronald turut menimbun tanah ke atas kuburan kakek Ronald sebanyak tiga kali dengan kedua tangan mereka.


Kemudian Ricky melanjutkan menimbun liang kubur kakeknya dengan tanah dengan ketinggian satu jengkal dibantu oleh para sahabatnya juga beberapa santri Kyai Umar.


Setelah selesai ditimbun, lubang kubur dipasangi batu nisan di bagian kepala.


Ricky meraih tangan istrinya dan Bella berdiri disampingnya untuk menaburkan bunga diikuti oleh para sahabatnya juga beberapa keluarga Grissham yang ada disana. Kemudian Kyai Umar dan para santrinya memberikan doa untuk kakek Ronald sebelum mereka berpamitan pergi meninggalkan tempat pemakaman.


"Terimakasih banyak ya Abah!" Ucap Ricky sambil memeluk Kyai Umar.


Ricky kemudian berjongkok disamping makam kakeknya dengan sebelah tangannya memegangi batu nisan kakeknya. Bella ikut berjongkok disampingnya sambil mengusap-usap lengan suaminya.


'Selamat jalan kek! Semoga kakek tenang dan mendapatkan tempat yang terindah disana! Aku berjanji akan selalu mengingat pesan dari kakek! Tapi aku juga harus membalas perbuatan mereka dengan tanganku sendiri!'


Gumam Ricky dalam hati sambil mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tanganya menatap tanah yang telah menutup rapat jenazah kakeknya.


Kemudian Ricky bangkit dan berdiri, Bella juga ikut berdiri disamping suaminya kemudian memeluk lengan kekar suaminya.


Ricky menghela nafasnya lalu menoleh kearah istrinya dan memeluknya kembali karena ia merasa tenang saat memeluk istrinya.

__ADS_1


Semua keluarga Grissham selalu memperhatikan Ricky dan Bella dengan tatapan benci dan muak karena Ricky selalu memperlakukan Bella seperti seorang Ratu saja, batin mereka.


"Dasar wanita kampungan yang pandai merayu Ricky!!" Gumam Merry dengan menahan suaranya yang selalu memperhatikan Bella sambil berdiri beberapa langkah diseberang dihadapan Bella.


Kemudian Satu per satu teman baik Ricky yang ikut menyaksikan proses pemakaman tadi menghampirinya dan memberi ucapan belasungkawanya kepada Ricky dan berpamitan untuk pergi.


Setelah acara pemakaman selesai, semua keluarga besar Grissham kembali kediaman Ronald Grissham.


Area pemakaman juga semakin sepi karena semua telah bubar. Ricky masih berdiri disamping makam kakeknya didampingi oleh istrinya.


Disana masih ada banyak pengawalnya yang selalu menjaga. Selain itu juga ada Helmi, Dion, Leo, Dimas dan Tasya. yang masih setia berdiri menemani Ricky.


'Kek, semoga kakek selalu tenang di sana ya kek! Aku berjanji akan selalu mencintai Ricky dan akan selalu ada disampingnya!'


Gumam Bella dalam hati sambil mengusap airmatanya sendiri.


Ricky menoleh kearah istrinya dan ia mengusap airmatanya kemudian mengajak istrinya kembali karena ia harus menuntaskan masalah yang sedang ia hadapi.


Ricky ingin segera bertindak dan mencari tau penyebab kecelakaan yang dialami kakeknya hingga membuat nyawa kakeknya melayang.


Tak hanya kakeknya saja, supir kepercayaan kakeknya juga ikut tewas dalam kecelakaan tersebut.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hai Readers๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan votenya ya, terimakasih banyak sudah selalu mengikuti karyaku ini!! ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2