YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Kejutan buat Amira.


__ADS_3

"Sekarang,giliran kamu Sen.Apa kamu udah nyiapian nama buat cucu-cucu mami?"


"Udah dong mi.Mudah-mudahan Amira bisa terima dan setuju." memandang Amira dengan tatapan penuh cinta,yang dibalas dengan senyuman manis oleh Amira.


"Boleh gak gue kasih saran? celetuk Bimo.


"Nggak Bim, terima kasih."tolak Seno tegas.


"Yakin,gak mau? .Padahal gue mau kasih nama yang bagus,buat nama depannya aja.Untuk nama tengahnya terserah lo."


"Udah Sen, kamu dengar dulu! kali aja nama yang di kasih sama Bimo nama yang bagus." timpal Ibu Marlina antusias dan penasaran nama apa yang hendak disematkan oleh Bimo.


"Ya udah deh.Emank lo mau kasih nama siapa?kalau bagus bisa gue pertimbangkan dan gue bandingkan dengan nama yang udah gue siapkan." ujar Seno.


Bimo,menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.Dengan seulas senyum yang tersemat di bibirnya, Bimo mengayunkan langkah untuk mendekati Seno dan ketiga anaknya.


"Lo kan suka makan Sen, Amira juga waktu hamil,suka makan.Kalau boleh nama anak kalian berdua punya nuansa makanannya."


Seno, memicingkan kedua matanya kearah Seno.Perasaannya sudah tidak enak mendengar penuturan Bimo.


"Untuk Putra lo, elo bisa kasih nama Royco. Putri-putri lo, elo kasih nama Sasa dan Kara.Gimana bagus kan?" tanya Bimo dengan raut wajah penuh percaya diri.


Pletak ... bugh ....


Ibu Sarah menggeplak kepala Bimo,disusul tinju keras di bahu oleh Seno.


"Ouch...., sayang aku dianiaya.tolongin dong!" Bimo menoleh kearah Tiara dengan sorot mata yang memelas,untuk meminta pembelaan.


"Sini, biar aku tambahin lagi! hukuman kamu kayanya masih ada yang kurang, kamu belum ngerasain cubitanku." cetus Tiara dengan garang, yang membuat Bimo langsung ciut.


Ingin rasanya Seno mengumpati Bimo dengan kata-kata sialan lo,setan lo dan brengsek lo.Tapi berhubung ada kedua mertuanya, Seno hanya bisa mengumpat Bimo cukup dalam hatinya saja.


Seno mendengus dan menghunuskan pandangannya ke arah Bimo,yang dibalas dengan senyum yang cengengesan dengan kedua jari yang terangkat membentuk sign peace dari Bimo.

__ADS_1


"Udah nak Seno, tidak usah perdulikan dia.Sekarang mamah mau tahu, siapa nama cucu-cucu mamah,yang tampan dan cantik-cantik ini" ucap Ibu Sarah untuk mengentikan pertikaian.


Seno kembali menyunggingkan senyumannya, dan mengalihkan pandangannya dari Bimo,untuk kembali memandang ketiga anak-anaknya.


"Untuk putra ku aku kasih nama Shailendra Akthar Mahardika. Shailendra artinya Pemimpin yang memiliki pengetahuan luas.Sedangkan Akthar artinya Bintang dan semoga sukses.Karena dia seorang laki-laki,aku ingin jadi seorang pemimpin yang berpengetahuan luas,dan akan sukses nantinya".Seno diam sejenak untuk menarik nafas,dan setelah itu menggendong putri pertamanya.


"Untuk putriku yang ini,aku mau kasih nama Shakira Alana Mahardika. Shakira itu artinya bersyukur, dan menghargai, sedangkan Alana artinya sangat berharga dan cantik. Aku mau dia menjadi putri yang cantik dan selalu bersyukur." Seno meletakkan putri pertamanya ke dalam box bayi,dan mengayunkan langkah mengahmpiri mertuanya,lalu mengambil alih putri keduanya dari gendongan Ibu Marlina.


"Untuk putri ku yang ini aku kasih nama Shakila Alena Mahardika. Shakila artinya cantik dan Alena artinya bersinar terang.Aku mau dia menjadi anak seorang putri yang cantik dan bersinar terang. Bagaimana sayang,apa kamu setuju?" Seno menoleh ke arah Amira,untuk meminta pendapat.


Amira menyunggingkan senyumannya dan mengangguk.Dia sangat bahagia,karena dia balik kekonyolan Seno,ternyata bisa mempersiapkan nama yang bagus dan penuh makna.


******


Kini usia baby Lea sudah menginjak 6 bulan.Kali ini Tiara tidak mengurus baby Lea sendirian.Bimo selalu ikut mengambil bagian untuk ikut mengurus baby Lea. Sikembar pun tidak mau ketinggalan. Mereka berdua terlihat sangat menyayangi adik perempuan mereka. Aarash dan Aariz kerap berebut untuk bermain dengan baby Lea.


Aarash dan Aariz kerap membuat kepala Tiara mengeluarkan tanduk dan asap. Karena Aarash dan Aariz suka mengganggu Baby lea yang sedang tertidur.


Sementara itu, Seno juga merasakan hal yang sama,seperti yang dirasakan oleh Bimo.Dia begitu bahagia,bisa mendapatkan istri yang cantik walaupun sedikit menyebalkan, dan mendapatkan tiga anak sekaligus. Usaha pak Wijaya pun semakin maju dan berkembang di bawah kepemimpinannya.Demikian juga dengan perusahaan properti miliknya semakin maju dan bahkan sudah memiliki beberapa cabang di tanah air dan luar negri.


Hari ini, Seno pulang lebih awal dari biasanya.Dia berencana untuk memberikan kejutan buat Amira-istrinya.


"Sayang,aku sekarang dalam perjalanan pulang. Aku mau bawa kamu kesuatu tempat.Tolong kamu bersiap-siap ya!" ucap Seno,setelah Amira menjawab panggilannya.


"Emang kita mau kemana? jawab Amira disebrang sana.


"Kamu bakal tau nanti.Kamu bersiap aja dulu!."


"Iya deh."


****


"Kita mau kemana sih yang?" tanya Amira yang masih penasaran,kemana Seno suaminya, akan membawanya.

__ADS_1


Seno hanya menyunggingkan seulas senyuman,sebagai jawaban atas pertanyaan istrinya.Dia tetap saja fokus untuk mengemudikan mobilnya ke tempat yang akan dituju.


Setelah 30 menit, Seno menghentikan mobilnya di halaman sebuah rumah mewah dan klasik bergaya Eropa.Setelah itu dia membukakan pintu mobil dan menggenggam tangan Amira,lalu menuntunnya keluar.


Kedua netra Amira, berbinar-binar, takjub dan kagum dengan bentuk bangunan dan suasana pekarangan yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah.


"I-ini rumah siapa sayang? bagus banget!" tanya Amira tanpa melepaskan pandangannya dari bangunan itu.


" Ini rumah kita sayang,dimana kita akan bersama-sama membesarkan anak- anak kita."


Amira sontak memandang Seno,merasa tidak percaya.dia merasa ini seperti mimpi.Dia mencubit pipinya sendiri. " Ah, sakit! berarti ini bukan mimpi!" batin nya.


"Ka-kamu serius yang? kamu tidak bohong?! tanya Amira untuk memastikan.


" Iya! ini hadiah buat kamu.Dulu tanpa sengaja aku pernah membaca, buku diarymu.Disana kamu menuliskan, kalau kamu ingin punya rumah klasik bergaya Eropa.Jadi aku berusaha untuk mewujudkannya untuk mu."


Amira menghambur ke pelukan Seno,dengan berurai air mata.Dia tidak menyangka kalau Seno mempersiapkan ini semua untuknya.


"Ka-kamu kok menangis sayang? Kamu tidak suka ya?" Seno merasa khawatir melihat Amira yang menangis sesunggukan.


"Aku suka sayang.Aku menagis,justru karena aku terlalu bahagia.Terima kasih suamiku" Amira semakin mengeratkan pelukannya.


"Maaf ya sayang, aku baru bisa mewujudkannya untukmu.Aku berusaha mewujudkannya,dengan usahaku sendiri, bukan karena usaha dari papi. Makanya baru bisa terealisasi sekarang." tutur Seno yang semakin membuat Amira semakin terharu.


"Ayo kita masuk! kita lihat isi di dalam!." Seno menggenggam tangan Amira dan menuntunnya masuk untuk melihat isi dan interior di dalam.


"Tenang aja yang, ini semua sudah lunas,tidak ada yang kredit sama sekali" bisik Seno ketelinga Amira, hingga membuat suasana yang tadinya cukup mengharukan kembali ke mode Absurd.


TBC


Jangan lupa ritualnya.Like,vote dan komen. Thank you.


Novel ini, satu atau dua episode lagi akan segera tamat, karena mereka sudah hidup bahagia.Yang diceritakan paling kehidupan mereka sehari-hari, dan pasti akan membosankan.

__ADS_1


__ADS_2