YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Akhir perjalanan pak Samsul dan ibu Surti.


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, pak Wijaya dan ibu Marlina sudah berangkat ke Jogja,seperti yang telah di rencanakan malam tadi.Berbekal alamat dari Tiara, tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah menemukan tempat tinggal pak Samsul dan ibu Surti.


Prang


terdengar bunyi piring pecah dari arah dalam.Sepertinya didalam rumah sedang terjadi perang.


"Bapak emang gak ada gunanya sebagai suami! bapak gak pernah becus nyari uang. Pak kita itu butuh makan. Lihat nih, beras tidak ada, apapun tidak ada dirumah ini! kenapa bapak gak mati aja sih? teriak seorang wanita dari dalam.


"Bu, jaga mulutmu ya! semua yang terjadi pada kita itu, gara-gara kamu! Kamu tidak pernah puas dengan apa yang kamu miliki. Coba kalau aku tidak kamu paksa mencuri di rumah pak Wijaya dulu, mungkin nasib kita tidak akan begini" ucap seorang laki-laki, yang dapat disimpulkan kalau itu adalah pak Samsul.


"Hei, jangan nyalahin ibu dong, yang salah itu bapak sendiri. harusnya bapak itu ngebahagiain ibu,bukan malah menelantarkan sepert ini. Coba bapak kaya, Jaka juga,gak akan dipenjara pa!"


"Jaka di penjara, bukan salah bapak, tapi itu salah ibu yang tidak becus mendidik anak" pak Samsul tidak mau disalahkan.


tok tok tok


"Sebentar!" sahut suara seorang wanita dari dalam dengan nada kesal.


Tidak menunggu lama, dari dalam terdengar bunyi seseorang sedang membuka pintu. Wanita itu terlihat melototkan matanya, dengan mulut menganga, melihat sosok orang yang ada di depan pintu.


"Selamat pagi, bu Surti, sepertinya hari ini, hari yang indah ya? sampai suara nyanyian ibu terdengar merdu dari luar" ucap sosok itu sarkasme.


"Pa- pak Wijaya, bu-bu Marlina" wanita yang dipanggil bu Surti itu kaget,sampai termundur beberapa langkah kebelakang.Mendengar keributan di luar, pak Samsul muncul dari dapur, dan dia tidak kalah kaget dengan sang istri.


"Oh, ternyata ingatan ibu, masih bagus juga.aku kirain ibu sudah lupa sama kami. Tadi kami dengar, kalau beras ibu habis ya? berarti hari ini tidak ada yang mau dimakan ya bu?" ucap pak Wijaya dengan nada sinis.


" Itu bukan urusan pak Wijaya, silahkan pak Wijaya angkat kaki dari rumah kami! kami tidak punya urusan dengan keluarga pak Wijaya lagi" ucap ibu Surti tegas,tapi tetap tidak bisa menutupi kegugupannya.


"Wow, hebat, ibu Surti kayanya semakin berani ya! Padahal kedatangan kami ke sini untuk memberikan solusi untuk mengatasi masalah ibu Surti dan pak Samsul"


" Ah, yang benar pak? Pak Wijaya tidak sedang bercanda kan? timpal pak Samsul tiba-tiba, dengan ekspresi senang.Pak Samsul yakin, kalau kedatangan pak Wijaya dan istri, untuk memintanya kembali bekerja pada keluarga itu.

__ADS_1


"Apa aku kelihatan bercanda pak Samsul? kedatanganku dan Istriku memang untuk mengatasi permasalahan keluarga pak Samsul" tegas pak Wijaya.


" Terima kasih pak, bu, sudah mau menerima aku kembali untuk bekerja.Saya siap pak,untuk bekerja kembali" ucap pak Samsul percaya diri.


" Hmm, kayanya pak Samsul sudah salah paham,aku tidak pernah lho mengatakan kalau bapak saya terima lagi bekerja di rumah saya"


"ma-maksudnya pak? atau pak Wijaya mau menyuruh saya untuk bekerja pada teman pak Wijaya ya?


"tidak juga pak Samsul! tapi kami datang untuk membawa pak Samsul ke sebuah hotel," ucap pak Wijaya yang masih kelihatan santai.Sedangkan wajah pak Samsul dan ibu Surti tampak berseri-seri.


"ini serius pak?, tentu saja kami pak!" ibu Surti yang tadinya marah-marah seketika langsung berubah bahagia.


"Tentu saja serius! kalian mau tahu nama hotelnya?"


"tentu mau pak! ibu Surti dan pak Samsul kelihatan tidak sabaran.


"Sabar bu, pak, tunggu saya panggilkan dulu orang-orang yang akan membawa pak Samsul dan Ibu Surti ke hotel tersebut" Pak Samsul bertepuk tangan memberikan kode, dan muncullah beberapa orang berseragam polisi.


"Hmm, mereka lah yang akan membawa kalian ke hotel, tempat dimana kalian dapat mendapatkan makanan tanpa harus bekerja mencari uang, nama hotel itu, hotel prodeo, dengan kata lain pen-ja-ra" Pak wijaya sengaja mengeja kata penjara sambil menyunggingkan senyum sinis.


"Pak Wijaya jangan main-main ya! salah kami apa?" ucap pak Samsul berusaha memberontak.


Plakkk, plakk


"Kalian masih berani menanyakan kesalahan kalian apa?"ibu Marlina yang dari tadi diam saja, kini tidak bisa lagi menahan amarahnya yang sudah sampai ke ubun-ubun.


" Kenapa kalian menculik anak saya, dan memperlakukannya seperti binatang, hah?" bentak ibu Marlina, dari matanya sudah keluar air mata.


Mendengar perkataan ibu Marlina, pak Samsul dan ibu Surti diam,tidak bergeming sama sekali.Tapi itu hanya bertahan sepersekian detik saja.


"Ibu jangan fitnah, kami tidak pernah menculik anak pak Wijaya dan ibu Marlina" elak pak Samsul.

__ADS_1


"Oh ya? Jadi gadis yang kalian beri nama Tiara Salsabila itu siapa?anak yang kalian jadikan seperti pembantu dan mesin uang itu, anak kami tahu nggak?" ibu Marlina menarik rambut ibu Surti, sehingga ibu Surti menjerit kesakitan.


"Hahahaha, ternyata anak sialan itu, sudah kalian temukan? aku sudah puas menyiksanya,aku sudah puas buat hidupnya menderita, dan aku tidak menyesal sama sekali.Penyesalan aku cuma satu, kenapa aku tidak membunuhnya dulu." ucap ibu Surti sinis.


"Dasar kamu ya" ibu Marlina tidak bisa lagi menahan emosinya mendengar ucapan ibu Surti.Dengan kalap dia menarik kembali rambut ibu Surti dengan kencang, sampai helaian rambut ibu Surti ikut tercabut.


Polisi berusaha mengamankan ibu Surti dari amukan ibu Marlina.Pak Wijaya berusaha menenangkan istrinya.


" Bawa mereka pak, aku mau mereka mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya" ucap Pak Wijaya, dan membawa istrinya masuk ke dalam mobil.


*****


Semenjak Tiara memaafkan Bimo, sekarang dia memiliki tugas baru,dan otomatis mengurangi tugas Seno.Ya sekarang Bimo,mempunyai tugas mengantar dan menjemput sang pujaan hati di restoran yang dikelola oleh Tiara.


Bimo terlihat membukakan pintu mobil,dan mempersilahkan Tiara untuk masuk.Hari ini mereka berencana untuk langsung pulang saja ke kediaman pak Wijaya,karena Bimo sangat merindukan kedua jagoannya itu.


" Yank, apakah hari ini,waktu yang tepat untuk memberitahukan mereka kebenarannya?" tanya Bimo bimbang.Sejujurnya ada rasa takut di hatinya, kalau kedua anaknya tidak bisa menerima kenyataan kalau Bimo merupakan ayah mereka yang sebenarnya.


"Iya yank! soalnya sekarang atau nanti tidak ada bedanya.Karena memang, mereka harus tahu yang sebenarnya!"


"Tapi, entah kenapa aku merasa takut, kalau mereka tidak bisa menerima kenyataan yank" ujar Bimk gusar.


"Kamu tenang aja, aku akan selalu ada untuk menjelaskan kepada mereka"Tiara mengelus-elus pundak Bimo untuk memberikan ketenangan.


"Yank, please jangan ngelus-ngelus soalnya ada yang sudah menggeliat bangun"


Tiara bingung apa maksud Bimo, Tapi begitu dia melihat kebawah, dia melihat ada sesuatu yang menonjol diantara kedua paha Bimo.


" Ihh, mesum" teriak Tiara dengan wajah yang memerah.


TBC

__ADS_1


jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya zheyenk2 ku.please like,vote dan komen.Kalau bersedia kasih hadiah juga gak pa-pa. soalnya hari ini, novel ini ulang bulan yang ke 1 bulan.😁😁😁😁


__ADS_2