YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
212


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Siang harinya setelah Ricky makan siang sendiri didalam ruangan kantornya. Ia dihubungi oleh temannya yang telah mencarikan sebuah rumah. Ricky kemudian bergegas pergi menemui temannya itu untuk melihat-lihat beberapa rumah yang akan ia berikan kepada Dion dan istrinya sebagai hadiah pernikahan mereka.


Sebelumnya Ricky telah menghubungi istri tercintanya kalau hari ini ia akan pulang terlambat karena ingin melihat-lihat beberapa rumah untuk hadiah pernikahan Dion. "Ricky, buru-buru sekali! Apa kamu sudah mau pulang jam segini?" Tanya Leo yang melihat Ricky keluar dari lifrnya.


"Aku ada urusan diluar!" Jawab Ricky kemudian segera keluar menuju mobilnya.


"Mau kemana dia? Buru-buru sekali!" Gumam Leo beratnya kepada dirinya sendiri kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju ruangan kerjanya.


***


Di sebuah butik yang bertuliskan Hans Boutique, Dion bersama calon istrinya yang bernama Naila sedang melakukan fitting baju yang akan dipakai untuk acara pernikahannya. Dion telah mengambil cuti karena harus mengurus acara pernikahannya yang akan berlangsung dua minggu lagi.


Ia sudah ada janji hari ini dengan Hana/Handoko teman baiknya juga teman baik Ricky untuk fitting baju pengantin. Dari malam pernikahan hingga acara resepsi pernikahannya. Dion memilih lebih dari empat baju untuk acara bahagianya nanti.


"Ini beberapa gaun dan kebaya rancangan terbaru dariku! Aku akan memberikan harga yang spesial untuk kalian sebagai hadiah pernikahan dariku!" Ucap Hana/Handoko teman baik Ricky juga Dion dengan gaya gemulainya.


"Hadiah? Kalau memang ingin memberi hadiah seharusnya kau memberinya dengan gratis!" Ucap Dion mencibir Hana/Handoko. "Hey! Ini bisnis jadi tidak ada yang gratis! Setidaknya aku akan memberikan harga sebagai seorang sahabat! Itu juga tidak akan membuat uangmu terkuras! Dasar kamu ini!!" Balas Hana/Handoko juga mencibir Dion.

__ADS_1


Naila yang menyaksikannya hanya tersenyum dan menahan tawanya saja.


Kemudian Dion menyerahkan kepada Naila untuk memilih model gaun dan kebaya yang akan dipakainya dihari bahagianya nanti. Naila juga dibantu oleh asisten Hana/Handoko untuk mencoba semua gaun yang dipilihnya. "Mari Nona saya bantu anda untuk mencobanya!" Ucap asisten Hana/Handoko dengan sangat ramah dan sopan kepada Naila.


"Baiklah ayo!" Jawab Naila dengan tersenyum manis. Kemudian ia masuk kedalam ruang ganti bersama asisten Hana/Handoko untuk mencoba beberapa gaun yang telah menjadi pilihannya. Dion juga mencoba setelah jas dan tuxedo yang telah disesuaikan dengan gaun yang telah dipilih oleh Naila.


Setelah hampir tiga jam memilih dan mencoba beberapa pakaian yang akan dipakai dihari bahagianya nanti, mereka segera bergegas pergi meninggalkan butik tersebut karena ia harus mendatangi toko aksesoris untuk memilih dan memesan untuk souvenir pernikahannya nanti.


Dion masih menyerahkan itu kepada Naila untuk memilihnya. Semua konsep dan dekorasi pernikahan juga Dion menyerahkan kepada Naila supaya sesuai dengan keinginan Naila. Naila juga seorang gadis yang cantik dan karakternya tidak jauh beda dengan Bella. Ia tidak suka dengan yang terlalu berlebihan. Meski ia berasal dari keluarga yang terpandang namun ia tidaklah sombong.


Naila juga memiliki hati yang baik dan sangat tulus yang membuat Dion tertarik kepadanya dan terus mengejar cintanya hingga akhirnya Naila luluh dan menerima Dion sebagai calon suaminya. Dion juga tidak jauh beda dengan Ricky.


Sedangkan Leo, ia sosok pria yang selalu tebar pesona dan memiliki jiwa play boy juga sangat pandai merayu wanita hingga banyak wanita yang juga terpesona dengannya. Namun meski play boy dan banyak wanita yang mudah ia taklukan dengan sekali rayuannya, ia juga telah takluk dengan seorang wanita yang telah membuat jiwa play boy nya menghilang dan hanya selalu menginginkan wanita tersebut yang kini telah menjadi kekasihnya.


Saat ini Leo sedang gelisah karena hubungan dengan kekasihnya sedang bermasalah. Leo ingin sekali segera meminang kekasihnya yang bernama Alice, gadis blasteran dari Inggris. Alice belum siap untuk menikah karena ia masih terikat kontrak sebagai seorang model, jadi Leo harus mau menunggunya sampai dua tahun kedepan.


Leo merasa sangat gelisah karena ia sudah benar-benar jatuh cinta kepada Alice dan takut kehilangan dirinya. Ia takut kalau terlalu lama menunggu akan ada yang mencoba merebut Alice darinya. Leo belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya. Hatinya telah diporak-porandakan oleh Alice.


***

__ADS_1


Malam harinya sudah pukul tujuh.


Bella sedang bersama ayah dan ibunya menonton tv sambil bermain dengan Ariella diruang keluarga setelah makan malam. "Nyenyek..tatek.." Ucap Ariella sambil merambat berpegang pada sofa memanggil nenek dan kakeknya.


"Sini sayang kakek bantu Ella naik ayo!" Ucap Helmi dengan lembut sambil meraih tangan Ariella dan membantunya untuk naik kesofa. "Nyaik..ye ye" Jawab Ariella dengan semangat dan riang.


"Lucu sekali sih cucu nenek ini!" Ucap Sofia sambil mendekati Ariella dan mencium pipi chubby Ariella karena gemas. Bella sedang duduk dibawah diatas karpet sambil berbalas pesan dengan suaminya yang masih belum juga pulang karena masih melihat-lihat rumah.


"Apa suamimu lembur sayang?" Tanya Sofia yang memperhatikan Bella hanya diam sambil menatap layar ponselnya. "Tidak Bu, dia sedang ada urusan dengan temannya diluar dan sebentar lagi pulang!" Jawab Bella dengan tersenyum manis kepada ibunya. Sofia hanya mengangguk dan tersenyum kepada Bella.


"Uwaaa..mom..huwaaa!" Ariella menangis sambil mengecek-ngucek matanya saat dipangkuan Helmi karena sudah mengantuk. "Cucu kakek sepertinya sudah mengantuk ya?" Tanya Helmi dengan lembut sambil mengusap-usap pipi Ariella. "Hum..antuk..uwaaa!" Jawab Ariella dengan menangis kemudian Bella bangkit dan menggendong Ariella.


"Ella sayang, jangan menangis! Ayo kita tidur dikamar ya sayang!" Ucap Bella sambil meraih Ariella dari pangkuan kakeknya. "Yah, Bu, aku mau menidurkan Ella dulu ya!" Ucap Bella berpamitan kepada orang tuanya dan dijawab dengan anggukan kepala dan senyuman oleh mereka.


Bella kemudian bergegas menggendong Ariella dan membawanya naik menuju kamarnya. Bella membaringkan Ariella diranjangnya kemudian menyusuinya sambil menepuk-nepuk pelan pantat Ariella. Tak lama Ariella pun tertidur pulas dan Bella juga ikut tertidur setelah selesai menyusui Ariella.


Malam semakin larut dan Bella terbangun karena teringat suaminya belum pulang. Saat ia bangun dan duduk ia melihat suaminya baru saja masuk kedalam kamar. "Kamu baru pulang?" Tanya Bella saat duduk dan melihat suaminya masuk.


"Iya sayang, maaf membuatmu menunggu!" Ucap Ricky sambil melangkah mendekati istrinya. "Aku mau mandi dulu!" Lanjut Ricky saat mendekati istrinya, kemudian segera berbalik dan menuju ke kamar mandi. Ia sudah terbiasa untuk tidak langsung mendekati istri juga putrinya setelah pulang dari bepergian jadi ia langsung menuju kamar mandi dulu untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2